Connect with us

Perkutut

Jumadin Naga Biru Kalianget, Incar Kembali Predikat Terbaik Piyik Hanging Liga Perkutut Sumenep 2023, Peluang Terbuka Lebar

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Liga Perkutut Sumenep 2023 sudah bergulir enam putaran. Klasemen Sementara yang dirilis panitia, menempatkan Jumadin Naga Biru Bird Farm Kalianget berada pada posisi pertama sebagai peraih poin terbanyak Kelas Piyik Hanging, dengan nilai sementara 800, selisih sekitar 500 poin dari peserta kedua yang hanya bisa meraih poin sebanyak 300.

Jumadin bersama keluarga yang selalu mendukung hobi perkututnya

Jika melihat hasil tersebut, nampaknya sangat mustahil bisa menghentikan dominasi Jumadin Naga Biru untuk terus berada di barisan paling depan, terlebih apabila melihat track record yang sudah didapat selama ini bahwa kung mania asal Kalianget ini selalu berhasil menembus urutan tiga besar daftar kejuaraan di kelas perkutut usia muda.

Bukan sesuatu yang mustahil jika pada akhirnya Jumadin akan mengakhiri liga dengan tetap meriah podium pertama. Pertimbangan yang bisa dijadikan pijakan bahwa, liga tinggal empat putaran lagi yang akan digelar. Artinya tinggal 600 poin lagi yang akan diperebutkan pada podium pertama.

Jumadin pemilik Naga Biru Bird Farm Kalianget Sumenep

Misalkan saja, lawan yang berada diurutan kedua bisa menyapu bersih semua podium pertama dan Jumadin tidak bisa meraih satu poinpun, maka nilai akan draw. Tapi itu tidak mungkin, karena catatan prestasi yang dibukukan Naga Biru, setiap turun lomba Jumadin selalu berhasil meraih podium, paling jelek juara 3.

Kenyataan itulah yang menjadi faktor kenapa peluang Jumadin untuk tetap berada di barisan paling depan, masih sangat kuat dan tidak mudah untuk digeser. Prestasi tersebut, sebenarnya bukan untuk pertama kalinya didapat oleh Jumadin. Tahun 2022 silam, Naga Biru Bird Farm mendapat penghargaan sebagai peternak terbaik kedua.

Setiap kali turun lomba, selalu bawa pulang trophy juara

Jumadin juga berhasil meraih predikat pertama sebagai pelomba terbaik dengan nilai paling tinggi/banyak. Kini penghargaan tersebut bisa saja diraih kembali, apalagi jika melihat hasil yang didapat. Apa sebenarnya yang menjadi penentu keberhasilan Jumadin bisa menguasai lapangan sehingga mampu mengumpulkan poin paling banyak di Kelas Piyik Hanging.

“Alhamdulillah sampai saat ini poin saya di Klasemen Sementara Liga Perkutut Sumenep 2023 masih tinggi, yakni 800, sedangkan urutan kedua hanya 300 saja. Maka saya yakin dan percaya bahwa poin yang saya dapat di akhir liga, akan sangat sulit untuk terkejar,” ungkap Ketua Pengcam Kalianget.

Koleksi trohy yang berhasil didapat Jumadin selama berlomba

Lebih lanjut disampaikan bahwa menang adalah target yang harus dilakukan dan diraih untuk bisa mengamankan posisi. “Setiap akan lomba, saya selalu mengupayakan agar burung bisa tampil dan mau bunyi, kalau bisa empat babak bisa selalui terisi, makanya saya selalu cari burung dengan mental lapangan,” sambung Jumadin.

Mental lapangan adalah syarat wajib yang harus dimiliki setiap calon orbitannya. Meski ada calon burung dengan kualitas istimewa, jika tidak memiliki mental, maka jangan harap, burung tersebut akan menjadi calon amunisinya. Menurutnya buat apa punya burung dengan kualitas istimewa, jika saat di lomba, tidak mampu tampil.

Deretan produk Naga Biru yang selalu dipantau sebelum diturunkan ke arena

Bagaimana Jumadin bisa menghadirkan calon jawara lapangan dengan kualitas mumpuni dan mental yang luar biasa. Masih menurut Jumadin, proses itu harus dilewati dengan waktu yang tidak sebentar. Jumadin mengaku menjadikan setiap indukan yang akan menjadi penghuni kandang Naga Biru, wajib dan harus memiliki mental lapangan.

Kualitas suara bagus juga menjadi syarat yang tidak bisa dikesampingkan, namun mental lapangan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Saya berusaha belajar pada burung, dulu saya seringkali gagal meski sudah habis banyak, lambat laun saya berusaha untuk memahami apa yang sebenarnya harus dilakukan dan apa yang harus dihindari,” imbuhnya.

Naga Biru Bird Farm Kalianget Sumenep, pencetak produk kelas konkurs

Dengan rentang waktu yang begitu panjang, Jumadin kini bisa memahami karakter setiap indukan dan anakan. Mayoritas indukan yang menjadi penghuni kandang miliknya, sudah menggunakan gelang Naga Biru. Semua itu dilakukan untuk lebih mengenal lebih dekat dengan indukan.

Arah kemana akan dituju, Jumadin mengaku sudah mulai terkuak. Meski sudah memahami anakan yang keluar, Jumadin juga tidak gampang melepas anakan meski sudah memiliki prestasi bagus dan penawaran lumayan. “Semua anakan ring Naga Biru yang sudah prestasi, tidak saya lepas, sebaliknya saya masukkan kandang untuk indukan baru,” katanya lagi.

Jumadin bangga memilih ternak perkutut sebagai hobi

Hal ini dilakukan demi untuk lebih menyelami karakter indukan sehingga anakan yang dihasilkan akan lebih gampang untuk diprediksi. “Terus terang mencetak produk unggulan memang bukan pekerjaan mudah dan gampang, namun dengan memahami karakter indukan, setidaknya kita bisa lebih mudah untuk memprediksi,” jelas Jumadin lagi.

Usaha menekuni ternak perkutut yang dilakukan sejak 2005 silam, kini mulai terang arah yang dituju. Sekitar 48 kandang ternak, semua sudah dihuni indukan dengan gelang Naga Biru. Jumadin mengaku hanya butuh suntikan indukan dengan karakter yang sudah diketahuinya untuk meningkatkan mutu dan kualitas anakan.

Jumadin (dua kiri) langganan juara di Kelas Piyik Hanging

“Terus terang saya terkendala dana untuk mengembangkan indukan yang lebih bagus dan tinggi, namun saya tetap berusaha melakukan langkah yang sudah saya ketahui untuk bisa lebih bagus dalam mengeluarkan anakan sesuai harapan. Saya bersyukur bisa melewati masa sulit dan kini tinggal mengembangkan saja,” papar kung mania bertitel si Raja Hanging.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.