Connect with us

Perkutut

H.Lutfi Lavida Bluto Siap Lanjutkan Pengembaraan Manohara di Arena Konkurs Pasca Resmi di Take Over dari Ustadz Fauzan Kamil Seharga Rp 25 Juta

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjuangan H.Lutfi kung mania Aeng Dake Bluto Sumenep untuk mendapatkan Manohara perkutut orbitan Ustadz Fauzan Kamil, Sumenep, begitu luar biasa. Rasa ingin memiliki perkutut produk ternakan SKW Bird Farm Matanair Sumenep, nampaknya tidak ada yang mampu untuk merubah keputusan tersebut.

Ustadz Fauzan Kamil (kiri) bersama H.Lutfi

“Selama ini saya memang memburu Manohara milik Ustadz Fauzan Kamil, tapi ketika itu belum ada peluang untuk mendapatkan karena masih belum mau dilepas. namun saya tidak putus asa dan terus berjuang untuk mendapatkannya,” terang H.Lutfi. Ustadz Fauzan Kamil sendiri mengatakan bahwa belum ingin melepas karena ingin membawanya ke lomba.

“Kalau dulu saya lepas Manohara, maka saya tidak ada burung lain yang bisa untuk berlomba. Kalau saya tidak bisa turun lomba, kan tidak enak sama yang lain. Karena lomba adalah jalan saya dan juga yang lain untuk menjalin silaturrahmi dengan sesama kung mania di arena lomba,” ungkap Ustadz Fauzan yang juga Ketua P3SI Pengda Sumenep.

H.Lutfi pemilik Lavida BF Bluto Sumenep

Melihat peluang yang begitu tipis, akhirnya H.Lutfi mencari cara untuk mendapatkannya. Kabar bahwa Manohara masuk kandang ternak, akhirnya memunculkan ide untuk meminang anak dari Manohara bersama pasangannya, betina bergelang WAN 461. “Tidak dapat Manohara, tapi bisa dapat anaknya,” jelas pengusaha sukses pemilik beberapa toko di Surabaya dan Jakarta.

Saat anakan kedua ini di lombakan, ternyata prestasinya tidak mengecewakan. Setiap kali turun lomba, anakan kedua dari Manohara bernama Ria, selalu masuk daftar juara. Saat ini Ria sudah tarung di Kelas Piyik Yunior dengan hasil yang tidak mengecewakan. Kenyataan itulah yang semakin membuat H.Lutfi terus berupaya untuk meluluhkan hati sang Ustadz agar segera melepaskan andalan dan juga produk ternaknya.

“Saya melihat meski Manohara di ternak, tetapi masih bisa dilombakan dan hasilnya selalu dapat juara, apalagi anakannya yang ada di saya, juga bagus dan selalu dapat juara. Inilah yang menjadi alasan kuat saya untuk mendapatkan Manohara,” ungkap H.Lutfi. Bahkan kenyakinan pemilik Lavida Bird Farm Bluto Sumenep ini semakin mantap saat gelaran di Kalianget.

H.Lutfi siap melanjutkan pengembaraan Manohara

Pada even Liga Hanging Peternak Sumenep yang digelar Pengcam Kalianget, H.Lutfi secara langsung melihat performa Manohara. Meski hanya bisa moncer di urutan kelima pada kerekan nomor 26 di Kelas Dewasa Bebas, H.Lutfi begitu yakin untuk segera memboyong Manohara, perkutut impiannya.

Tanpa menunggu waktu terlalu lama, H.Lutfi langsung mendatangi kediaman Ustadz Fauzan Kamil. Setelah sempat terjadi negosiasi singkat, akhirnya Manohara resmi menjadi milik H.Lutfi. “Alhamdulillah, akhirnya perjuangan saya untuk berlomba bersama Manohara, saat ini sudah menjadi kenyataan,” sambung H.Lutfi dengan wajah sumringah.

Ustadz Fauzan Kamil berpendapat bahwa sudah waktunya Manohara bersama orang lain yang memiliki frekuensi berlomba yang tinggi. “H.Lutfi ini orangnya pelomba, kemana-mana selalu hadir, sedangkan saya sendiri kadang tidak bisa turun karena ada tugas yang harus diselesaikan, makanya saya lepas saja biar Manohara bisa bebas berlomba,” tambah Ustadz Fauzan Kamil.

Manohara diharapkan orbit lebih bagus bersama H.Lutfi

H.Lutfi sendiri tidak bisa menahan rasa senang ketika diberikan kesempatan untuk membawa Manohara ke setiap acara konkurs. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pengda Sumenep yang telah memberikan kesempatan saya bersama Manohara, mudah-mudahan saya bisa meneruskan prestasinya lebih bagus lagi,” harap pengusaha sukses dibidang transportasi jalur Madura Jakarta.

Untuk mendapatkan Manohara, keduanya sepakat di angka Rp 25 juta. “Kami sepakat untuk melepas Manohara dengan bandrol Rp 25 juta. Bagi kami yang penting bukan harganya, tetapi sama-sama senang dan bisa kembali melanjutkan hobi perkutut,” tambah Ustadz Fauzan Kamil yang diiyakan oleh H.Lutfi

Setidaknya setelah Manohara resmi bersama H.Lutfi, maka ada tambahan perwakilan lagi kung mania dari Sumenep yang akan mengibarkan bendera kemenangan di setiap konkurs yang akan diikuti. “Mudah-mudahan saya bisa membuat kung mania di Sumenep makin dikenal dengan kebersamaan saya dan Manohara,” sambung H.Lutfi.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.