Connect with us

Perkutut

Carpenter Bird Farm Lombok, Pendatang Baru Namun Orbitannya Sukses Menembus Podium Level Nasional, Kini Produk Sendiri Siap Berkompetisi

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lombok saat ini menjadi daerah yang mengalami perkembangan hobi perkutut yang pesat. Sinyal-sinyal tersebut terlihat dari beberapa kegiatan yang sudah terjadi. Mulai dari aktivitas lomba yang mulai padat disertai oleh kemasan yang membuat miris daerah lain, jumlah peserta yang terus mengalami perkembangan sampai pada kualitas burung orbitan yang terus menerus mengalami peningkatan yang tidak bisa lagi dibendung.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Cokro (kanan) bersama Sudaryono sukses bangun Carpenter Bird Farm

Salah satu farm yang memberikan kontribusi besar dalam perkembangan hobi di Lombok adalah Carpenter. Farm yang berada di Jalan Wisata Banyumulek Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, ikut andil dalam setiap gelaran. Beberapa even yang sudah tergelar sukses mendatangkan peserta dari Pulau Jawa yang mampu membawa perubahan pada kualitas burung orbitan. Setidaknya dengan hadirnya kung mania Jawa bersama produk mereka, Lombok kini terdongkrak dalam hal kepemilikan burung kelas konkurs.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan saja ditingkat lokal dan regional, namun sudah di level nasional. Kehadiran amunisi itulah yang membuat nama Lombok ikut berkibar. Musang King, satu nama diantara deretan amunisi yang berhasil diorbitkan, mampu membuat nama Lombok dikenal dalam dunia hobi perkutut tanah air. Perkutut orbitan Akasa Surabaya ini telah menorehkan berbagai gelaran dalam persaingan perebutan posisi kejuaraan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cokro, nama sang pengorbit pertama kalinya di Lombok mengaku bersyukur atas hadirnya Musang King. “Lewat Musang King, saya dan juga Lombok kini dikenal kung mania di Indonesia. Saya bersyukur berhasil mengorbitkannya pada tingkat yang paling tinggi,” terang Cokro. Seiring perjalanan waktu, ketika prestasi demi prestasi berhasil dikantongi, Cokro mencoba untuk mencari kesibukan lain dengan menjadi peternak.

Advertisement
Advertisement

Carpenter dipilih sebagai nama yang akan semakin mengibarkan nama Lombok di dunia hobi perkutut tanah air. Tahun 2022, Carpenter Bird Farm resmi dilaunching. Sekitar 50 kandang ternak dibangun untuk mempersiapkan hunian bagi indukan yang akan melahirkan calon jawara. Bahan bagus yang dipilih untuk kandang ternak dan desain lokasi yang dirancang khusus menjadikan suasana di sekitar kandang menjadi nyaman dan membuat kerasan.

Sudaryono berhasil banyak orbitkan amunisi kelas lomba

Ada titik dimana bisa memantau burung langsung di dalam kandang ataupun di dalam sangkar. Deretan petak kandang berbentuk huruf U hadir untuk membuat ruang pantau menjadi ideal. Ditengah kandang, berdiri tiang kerekan dan gantangan untuk membantu melakukan pemantauan langsung. Disisi depan dibangun tempat duduk permanen yang dibuat dari semen.

Enak buat nongkrong sambil mantau burung. Disekitar kandang juga ditanami pepohonan yang membuat suasana makin sejuk meski disiang hari sekalipun. Soal materi indukan yang menghuni kandang ternak, jangan ditanya. Cokro mengaku sengaja mendatangkan indukan spesial dari tanah Jawa. Ada Cristal, HDL, TLT, Laguna dan juga dari Pulau Dewata yakni P.A.

Para pendukung Carpenter Bird Farm Lombok NTB

Hadirnya indukan level atas inilah yang membuat nama Carpenter langsung berkibar. Meski masih seumur jagung, namun produk yang sudah dihasilkan membuat farm ini langsung mencuri perhatian kung mania. Dari Kandang Arjuna (Musang King x Widya), lahir produk bernama Barakuda. Prestasinya pernah ditorehkan dalam gelaran Liga Perkutut Lombok sebagai peraih podium pertama di Kelas Piyik Hanging.

Ada Kandang R.1 (HDL x PA), lahir perkutut bernama Marlin. Prestasinya diraih dalam even Liga Perkutut Bali, sebagai peraih podium pertama di Kelas Dewasa Senior. Ada juga kandang Gold Wing (Cristal H.8 x PA XXX), lahir produk bernama Jeremy Burges. Prestasi tercatat dalam gelaran Liga Perkutut Indonesia di deretan pertama dan juga kedua pada Kelas Dewasa Senior.

Sarana pantau burung membuat suarana makin kerasan

Kandang lain yang juga banyak melahirkan jawara adalah Kandang Monster yang berisi indukan jantan TL.21 x Cristal C.3). Sebenarnya produk bergelang Carpenter banyak yang sudah orbit dengan prestasi bagus, tetapi sebagian ada yang sudah lepas dan resmi menjadi kung mania lain. Sudaryono yang dipercaya mengelola kandang tersebut mengaku bahwa banyak indukan bagus yang menjadi penghuni kandang ternak Carpenter.

“Disini indukannya bagus-bagus banyak yang didapat dari hasil jebol kandang di HDL Gresik dan peternak lain di Jawa. Makanya saya yakin bahwa Carpenter tidak perlu nunggu waktu terlalu lama untuk menghasilkan anakan bagus dan layak lomba,” jelas Sudaryono. Lebih lanjut di sampaikan bahwa saat ini banyak produk siap orbit, namun usianya masih piyik.

Soal rawatan burung, Sudaryono sudah paham

“Ada banyak pilihan untuk calon di lapangan, tapi usianya masih muda, saat ini dalam proses melatih dan melihat perkembangannya. Namun saya yakin bahwa burung tersebut tidak akan mengecewakan,” sambung Sudaryono. Diharapkan akhir tahun 2023 atau awal 2024, Carpenter bisa kembali melahirkan produk ring sendiri dengan prestasi yang terus berkibar. Cokro ataupun Sudaryono berharap dan optimis bahwa Carpenter akan banyak melahirkan produk unggulan.

“Mudah-mudahan harapan kami bisa melahirkan kembali banyak produk unggulan yang akan berkompetisi dan sekaligus berprestasi di arena lomba,” ungkap Sudaryono. Disampaikan pula bahwa Cokro ataupun Sudaryono makin yakin bisa kembali mengantarkan produk ternaknya ke level yang menjanjikan. Apalagi dengan pengetahuan merawat burung yang didapat dari H.Cholik bersama Yogi putranya.

Lokasi kandng Carpenter sejuk dan asri

“Terima kasih buat Abah Cholil dan Mas Yogi yang telah banyak membantu kami cara merawat burung. Sudah banyak bukti yang terlihat di arena. Perkutut ternakan Carpenter bisa dapat juara, semua itu selain karena kualitas dan mental burung, juga berkat rawatan yang saya dapatkan dari Abah Cholil dan juga Mas Yogi,” ungkap Sudaryono. Kini, Carpenter Bird Farm menatap optimis hobi perkutut di masa depan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.