Connect with us

Perkutut

Macan Kurup Orbitan H.Fahmi, Ukir Sejarah Hobi Perkutut Banjarmasin, Piyik Hanging Pertama yang Berhasil Menembus Nilai Tiga Warna Hitam

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Liga Perkutut Banjarmasin Putaran 4 yang tergelar pada Minggu, 03 Juli 2022 lalu meninggalkan berita yang tidak akan mungkin bisa terlupakan. Even yang menggunakan Lapangan Perkutut Lembu Jantan Pekapuran Raya Banjarmasin membuat heboh seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

H.Fahmi (tengah) bersama pemilik R&R Bird Farm (kanan) dan King Hong Verona (kiri)

Pasalnya ada perkutut di Kelas Piyik Hanging yang digantang pada nomor 09 membuat kaget. Perkutut yang ternyata bernama Macan Kurup milik H.Fahmi Ares Bird Farm berhasil menembus nilai spektakuler yakni tiga warna hitam. Nilai tersebut diraih pada babak pertama. Hendra, juri yang kebetulan menjadi juru vonis mengaku kagum.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana burung piyik pada gantangan 09 mengeluarkan suara istimewa sampai mencapai nilai tiga warna hitam. Suara tengah burung ini istimewa dan ujungnya panjang. Saya kira wajar dan tidak berlebihan jika mendapatkan nilai tertinggi diantara peserta lain,” jelas juri Senior Banjarmasin.

Performa Macan Kurup bisa tampil bagus sampai babak akhir dengan raihan bendera tiga warna, di babak kedua, ketiga dan keempat. Tingkat kestabilan burung ini dinilai oleh Hendra menjadi salah satu point penting dalam mengorbitkan burung kelas lomba. “Burung ini stabil dari babak pertama sampai akhir,” sambung Hendra.

Macan Kurup saat meraih bendera tiga warna hitam

Tidak heran jika perkutut bergelang R&R 383 dinobatkan sebagai peraih podium pertama. Beberapa kung mania mengakui bahwa prestasi ini begitu luar biasa. Selama ini dalam gelaran konkurs di Banjarmasin, belum pernah ada perkutut berusia piyik yang mampu meraih nilai sampai tiga warna hitam.

Ditambah lagi kestabilan mampu meraih bendera tiga warna pada tiga babak berikutnya. “Selama saya main burung di Banjarmasin, belum pernah ada burung piyik bisa dapat bendera tiga warna hitam dan bisa tampil stabil pada empat babak, saya kira ini burung prosepek dan perkutut masa depan,” ungkap King Hong.

Hal senada disampaikan H.Asiman. “Burung ini luar biasa, bisa dapat nilai tiga warna hitam. Saya kira ini baru pertama saya lihat ada burung di kelas Piyik Hanging bisa dapat nilai seperti itu,” jelas tokoh perkutut asal Bangkalan Madura. H.Fahmi Ares Bird Farm pemilik burung mengaku bangga dengan orbitan miliknya.

“Alhamdulillah akhirnya saya punya burung bagus, juara dan bisa dapat bendera tiga warna hitam. Mudah-mudahan Macan Kurup prestasinya tambah bagus dan bisa dipertahankan sampai usia dewasa,” harap H.Fahmi Ares Bird Farm. Setidaknya prestasi ini semakin membuat semangat H.Fahmi untuk terus eksis menekuni hobi.

H.Fahmi bangga miliki Macan Kurup

M.Munasib pemilik R&R Bird Farm mengaku bahwa perkutut ini memang sudah terlihat sejak masih dalam hitungan minggu. Dalam tarung pad H.Asiman Cup Banjarmasin, 05 Juni 2022, Macan Kurup sempat meraih podium kelima Kelas Piyik Hanging atas nama Henny Sutanto Felix Bird Farm. Dari sana H.Fahmi melihat prospek yang dimilikinya.

Sampai akhirnya Macan Kurup resmi berpindah tangan dan menjadi milik H.Fahmi. “Sejak kecil burung ini sudah terlihat bagus, makanya saya berani mengatakan bahwa burung ini punya prospek. Mungkin rejeki Pak Haji Fahmi yang mau membeli dan mengorbitkannya,” urai M.Munasib.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Macan Kurup lahir di kandang R&R 9, anakan ketiga dari empat tetasan. Saudara-saudaranya memiliki kualitas yang tidak mengecewakan. Bahkan adiknya bernama Macan Terang yang juga sudah resmi di take over Arya Ares putra dari H.Fahmi dan berhasil membukukan kemenangan pada kelas yang sama sebagai juara 6.

H.Fahmi Ares Bird Farm Banjarmasin di kandang R&R Bird Farm

Menurut M.Munasib, burung tersebut sebenarnya memiliki peluang untuk menang lebih bagus lagi andai syarat bunyi bisa terpenuhi. “Andai saja burung itu mau rajin bunyi, saya yakin bisa juara lebih bagus lagi, tapi saya yakin dengan bertambahnya usia, prestasinya akan lebih baik,” yakin M.Munasib.  

Yang pasti, Macan Kurup yang lahir dari indukan jantan DT Win’s 1138 (LUM N-4 x TL N.29) dan betina Verona 221 V.999 (Indo Pox – Ading Bungas x V 999 Verona) akan menjadi burung yang akan mengdongkrak popularitas hobi perkutut di Banjarmasin. “Kalau saya lihat kitirnya, indukan Macan Kurup membawa trah bagus, semisal dari Win’s ada trah TL sedangkan dari Verona ada trah Indopox dan Yuna, burung berprestasi pada masanya,” jelas H.Fahmi lagi.

Sukses Macan Kurup mencatat prestasi apik akhirnya menyebar sampai ke Pulau Jawa. Menurut pengakuan H.Fahmi ada kung mania di Pulau Jawa yang berani ambil Macan Kurup. “Saya dapat telp dari kung mania di Pulau Jawa, seorang haji. Beliau mau tak over Macan Kurup, penawaran sudah mencapai Rp 50 juta. Tapi beliau tidak mau disebutkan dan dipublikasikan,” ungkap H.Fahmi.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.