Connect with us

Perkutut

Liga Hanging Pamekasan “Bajinur Cup” Putaran 2, Sukses Hadirkan 636 Peserta, Mandalika, Cinta Kasih, Arjuna dan Boby Akhiri Perebutan Podium Pertama

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Memasuki putaran 2, Liga Hanging Pamekasan semakin menunjukkan geliatnya. Even yang dihelat pada Minggu, 20 Februari 2022 menggunakan lapangan Desa Mangar, empat kelas yang dibuka, terisi penuh oleh peserta. Sebanyak 636 ekor perkutut dari berbagai usia, ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Formasi juri bersama H.Kamil dan ketua Pengda Pamekasan

Dewasa Senior dan Dewasa Yunior yang dibuka masing-masing 2 blok diikuti peserta dengan jumlah total 168 ekor. Kelas Piyik Yunior yang membuka 4 blok juga terisi penuh dengan angka pengikut sebanyak 168 ekor dan Kelas Piyik Hanging yang awalnya hanya membuka 5 blok bertambah 1 blok menjadi 6 blok, dengan jumlah peserta 300 perkutut.

“Alhamdulillah gelaran kami didukung banyak peserta. Jumlah blok yang kami sediakan tidak ada sisa sedikitpun. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir bersama perkutut orbitannya,” terang Kades Mangar selaku Ketua Pelaksana.

Pengukuhan Pengurus Pengcam Tlanakan Pamekasan

Disampaikan juga permintaan ma’af apabila selama penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan. “Kami sudah melakukan upaya terbaik, jika masih ada yang kurang, saya mohon ma’af,” sambung Fahrur Rosi. Usai penjurian babak kedua, ada acara Pengukuhan Ketua Pengcam Tlanakan yakni Fahrur Rosi yang juga Kades Mangar.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Pengda Pamekasan H.Aziz AZ dan juga Wakil Ketua Pengwil Jawa Timur H.Kamil Ali Makki. Dalam pembacaan Pakta Integritas, H.Kamil menyampaikan beberapa poin penting, seperti tugas dan kewenangan yang harus dijalankan Ketua Pengcam serta sanksi yang akan diberikan jika tidak mampu menjalankan tugas sesuai dengan AD/ART.

Generasi penerus, putra Kades Mangar dan Deny SB

H.Kamil Ali Makki juga menyerahkan langsung SK kepada Ketua Pengcam Baru untuk kepengurusan tahun 2022 sampai 2025.  Setelah resmi dikukuhkan, Fahrur Rosi siap menjalankan amanah yang sudah diberikan. “Insya Allah saya siap dan mudah-mudahan saya bisa menjalankan tugas ini dengan baik dan benar,” tegas Kades Mangar.

Dikatakan juga bahwa ada program-program yang sudah dipersiapkan. “Saya akan berusaha agar hobi perkutut di Pengcam Tlanakan bisa lebih maju dan berkembang, saya sudah siapkan langkah untuk bisa merealisasikan. Tentu saja saya butuh dukungan dari semua pihak untuk bisa menjalankan program tersebut,” ungkap Fahrur Rozi.

Suasana Liga Hanging Pamekasan Seri I Putaran 2

Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa perjuangan pada peserta untuk meloloskan perkutut orbitannya harus melalui jalan panjang dan ketat. Babak demi babak yang dijalani, terasa begitu luar biasa. Cuaca mendung yang mengawal sejak babak pertama menjadi salah satu kendala para peserta yang sudah mengantongi tiket dalam menampilkan performa terbaiknya.

Tohari, salah satu tokoh perkutut di Mangar yang juga panitia mengatakan bahwa kondisi cuaca memang kurang bersahabat. “Sejak 3 hari lalu, disini hujan sepanjang hari, mudah-mudahan saja saat ini bisa terang dan acara bisa berjalan tanpa kendala,” harap Tohari yang ditemui disela-sela penjurian.

Perekap yang bertugas dari Sampang dan Pamekasan

Meski harus bertanding dalam cuaca mendung, akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan sampai babak keempat. Untuk Kelas Dewasa Senior podium pertama berhasil menjadi milik Mandalika. Perkutut orbitan H.Syaiful HSF Pamekasan ternakan Magnum pada kerekan nomor 21 sukses meraih podium berkat raihan bendera tiga warna hitam empat babak berturut-turut.

“Alhamdulillah Mandalika bisa menang disini dengan hasil yang memuaskan, tampil stabil tiga warna hitam selama empat babak berturut-turut,” terang H.Syaiful. menyusul kemudian Sultan andalan H.Aziz AZ Pamekasan. Perkutut ternakan S.Riang yang menduduki nomor urutan kedua.

Zainul Gaffar (dua kanan) lepas dua produk ternak PGM

Keberhasilan perkutut yang menempati nomor kerekan 33 berkat raihan bendera tiga warna pada babak pertama, tiga warna hitam pada babak kedua, ketiga dan keempat. Dan ditempat ketiga asa Mahakarya andalan DFafa DZH Sampang. Perkutut produk ternak AKN yang menempati nomor kerekan 54 meraih nilai tiga warna pada babak pertama dan kedua serta tiga warna hitam pada babak ketiga dan keempat.

Untuk Kelas Dewasa Yunior, urutan pertama menjadi milik CInta kasih milik H.Syaiffi Surabaya. Perkutut ternakan AMT yang dikerek pada nomor 118 berhasil mengkoleksi nilai dua warna hitam pada babak pertama, tiga warna pada babak kedua dan keempat serta tiga warna hitam apda babak ketiga.

Peraih juara pertama kelas Piyik Hanging

Urutna kedua ada Nada Cinta andalan Rizal Adiwarna Sampang. Menempati nomor kerekan 87 perkutut ternakan AKN sukses meraih bendera tiga warna selama empat babak berturut-turutn mulai babak pertama, kedua, ketiga dan keempat. Di tempat ketiga ada Sinar Mega amunisi H.Markaton/Tim AKS Pamekasan.

Keberhasilan perkutut ternakan Cakrawala yang dikerek pada nomor 122 berkat raihan bendera tiga warna pada babak pertama, kedua dan ketiga serta dua warna hitam pada babak keempat. Di Kelas piyik Yunior, juara pertama menjadi milik Arjuna orbitan Tim Wangi Bangkalan.

Peserta yang sukses jadi juara kelas Dewasa Senior

Perkutut ternakan Senneng yang menempati nomor kerekan 36 berhasil meraih nilai bendera dua warna hitam pada babak pertama, tiga warna pada babak kedua dan ketiga serta tiga warna hitam babak keempat. Dilanjutkan kemudian Andin andalan Tim Trisna Surabaya, ring Scorpio pada kerekan 270.

Kemenangan tersebut diraih berkat nilai tiga warna selama empat babak berturut-turut dari babak pertama, kedua, ketiga sampai keempat. Dan urutan ketiga dimenangkan internasional Tim JH Pamekasan ring JH dengan nilai tiga warna pada babak pertama, kedua dan keempat serta bendera dua warna hitam pada babak ketiga.

Peserta yang sukses raih juara di Kelas Dewasa Yunior

Di Kelas Piyik Hanging, juara pertama berhasil menjadi milik Boby amunisi Tim JH Pamekasan ring M.46 yang digantang pada nomor 206 dengan raihan bendera tiga warna pada babak pertama, kedua, ketiga dan dua warna hitam pada babak keempat. Menyusul kemudian Anak Mas andalan H.Salam Salju BF Camplong ring PGM.

Kemenangan perkutut yang digantang pada nomor 223 ini berkat raihan bendera tiga warna pada babak pertama, keuda dan keempat serta dua warna hitam pada babak ketiga. H.Salam mengaku bahwa perkutut tersebut barus aja di take over dari Zainul Gaffar. “Anak Mas baru saja saya dapatkan dari Pak Gaffar PGM setelah saya lihat penampilannya,” terang H.Salam.

Juara Kelas Piyik Yunior 1 sampai 15

Zainl Gaffar sendiri mengaku dibisikin H.Salam agar mau melepas perkutut produk ternaknya meski masih dalam proses penjurian. “Disela-sela penjurian H.Salam bisikan saya agar melepas burung pada gantangan 223. Awalnya saya bilang untuk menunggu sampai proses penjurian berakhir, tapi H.Salam tetap ngotot untuk memintanya, akhirnya saya lepas saja,” ungkap Zainul Gaffar tanpa menyebut angka nominal.

H.Salam sendiri mengaku tidak ingin terlalu lama menunggu kepastian. “Sejak babak pertama saya sudah pantau burung ini dan saya langsung menyatakan untuk dilepas meski penjurian belum berakhir. Saya sudah yakin dengan burung ini,” sambung H.Salam. nampaknya selain Anak Mas, ada produk lain yakni Surya yang meraih podium 14.

Juara Kelas Piyik Yunior 15 sampai 30

“Ada burung lain yang akhirnya saya lepas pada H.Sahid Camplong. Dia juga minta agar melepas burung tersebut meski belum tampil bagus, saya juga tidak mau mengecewakan orang, akhirnya saya berikan juga,” kata Zainul Gaffar lagi. Sedangkan di tempat ketiga pada kelas yang sama yakni Piyik Hanging, dimenangkan Busido. P

erkutut orbitan CTP Group Bangkalan ternakan CTP berhasil menembus urutan ketiga dengan raihan bendera tiga warna pada babak pertama, kedua dan ketiga serta dua warna pada babak keempat.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.