Perkutut
Metro Cup Banyuwangi, Minggu (8/2/26): Jago Jago Situbondo, Bersinar di Tiga Kelas, Berikut Nama dan Daftar Kejuaraanya
Mengawali tahun 2026 ini, Kungmania Banyuwangi Metro Community (BMC) yang dimotori oleh H. Naufal Badri (Ketua Pengcam Banyuwangi Kota), serta dibantu oleh David Iskandar dkk. Hari ini, Minggu 8 Februari 2026, sukses menggelar lomba seni suara alam burung perkutut bertajuk “Metro Cup” di Lapangan Metro Banyuwangi.

Buktinya, agenda lomba perdana yang dikemas oleh Pengcam Banyuwangi kota ini mampu menghadirkan peserta dari luar kota. Seperti dari Jember, Bondowoso, Situbondo dan dari Banyuwangi sendiri.
Dan lomba yang dibuka langsung oleh Aang Muslimin, selaku Ketua Pengda Banyuwangi ini berlangsung cukup meriah. Pasalnya, dari total 4 blok tiket yang disiapkan panitia, yaitu (kelas piyik bebas, piyik yunior dan piyik hanging) ludes tak tersisa.

Dalam sambutanya, Aang Muslimin selain menyampaikan selamat datang kepada semua Kung Mania yang hadir, khususnya yang dari luar kota. Ketua Pengda Banyuwangi ini juga meminta kepada korps Juri untuk menjalankan tugas sesuai dengan aturan main penilaian yang sudah ditetapkan oleh P3SI Pusat.

“Betul, ini perlu saya sampaikan kepada semua Juri untuk bekerja fair play, sesuai AD/ART P3SI pusat. Agar peserta nanti pulang dengan perasaan puas. Dan saya juga mohon kepada peserta, jika ada hal yang kurang sesuai dengan penilaian juri. Tolong disampaikan langsung saat itu juga kepada panitia dan tidak dibawa luar lapangan atau setelah lomba selesai,” tegas Aang.

“Karena kalau sudah dibicarakan di luar lapangan apalagi di medsos. Saya takut apa yang disampaikan itu tidak sama, sehingga akan menimbulkan fitnah atau kegaduhan. Untuk itu saya mohon kerjasamanya baik tim juri maupun peserta. Agar lomba ini benar-benar fair, kondusif dan lancar tanpa ada kendala apapun,” tambah Aang.

Pagi itu, cuaca kota Gandrung Banyuwangi juga betul-betul sangat mendukung. Matahari bersinar terang tanpa ada satupun gumpalan mendung yang menghalangi. Kondisi cuaca seperti inilah yang memang diharapkan oleh Kungmania peserta lomba, agar jagonya bisa tampil top form.

Dan terbukti, setelah peluit dibunyikan sebagai tanda lomba dimulai. Suasana Lapangan Metro Communty, berubah menjadi ramai oleh hingar bingar suara anggung jago jago perkutut, baik yang digantang maupun yang dikerek.

Persaingan adu kualitas anggung antar jago, betul-betul terlihat seru dan ketat. Karena masing-masing jago, nampak sama-sama ngotot untuk memamerkan anggung suara emasnya di hadapan tim juri yang bertugas agar mendapat nilai tertinggi.

Sementara tim juri, terlihat fokus untuk memperhatikan dan mendengar kualitas anggung dari masing-masing jago yang melepas suaranya. Mana burung yang memang punya kualitas anggung merdu dan yang masih kurang dinilai sesuai dengan aturan penilaian.

Dan setelah melalui persaingan ketat selama empat babak penuh penilaian. Akhirnya tim perumus, menetapkan 10 nominasi kejuaraan untuk kelas piyik bebas dan piyik yunior. Serta 15 nominasi kejuaraan untuk kelas piyik hanging sesuai dengan jumlah/peringkat nilai dari masing-masing burung (jago) yang didapat.

Di kelas piyik bebas, peringkat pertama berhasil direbut oleh Romantika. Jago bergelang RQ yang jadi andalan H. Fahmi dari Jangkar, Situbondo ini sukses setelah berhasil meredam ambisi Samba milik Mardi Barong BF dari Alasmalang, Banyuwangi.

Kemudian untuk kelas piyik yunior, jago yang berhasil merebut posisi tertinggi atau peringkat pertama. Berhasil diboyong oleh Lembayung milik H. Fais Malik juga dari Jangkar Situbondo.

Dan untuk kelas piyik hanging. Jago muda yang berhasil menempati posisi teratas, berhasil digaet oleh Kata Hati milik Ajud Banglades. Setelah jago muda hasil produk RQ BF Situbondo itu mampu mengungguli Sintayong milik Supriyadi dari Sumberbaru, Jember.

Itulah tiga Jago yang mampu menempatkan namanya di peringkat pertama didaftar kejuaraan Metro Cup Banyuwangi. Namun untuk melihat nama-nama Jago lainnya yang juga sukses masuk nominasi daftar kejuraan. Selengkapnya bisa dilihat di Daftar Juara di bawah ini.

“Saya mewakili semua kru panitia dan tim Juri yang bertugas. Mengucapkan banyak terima kasih atas kepada semua yang hadir. Dan tak lupa panitia juga mohon ma’af, jika masih banyak kekurangan. Mudah-mudahan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu di acara lomba berikutnya,” tutup Davit diakhir acara. *agrobur.



