Connect with us

Perkutut

H.M.Choirul Anwar Ketua Pengwil Kepulauan Riau, Antara Maju dan Bertahan Ketika Waktu Tersita oleh Urusan Pekerjaan

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

P3SI Pengwil Kepulauan Riau baru saja menggelar kegiatan Latber Silaturrahmi pada Minggu, 19 Juni 2022. Menempati lokasi di Lapangan Buana Central Park Bukit Daeng Batam Riau, kegiatan ini merupakan agenda perdana setelah vakum cukup lama akibat pandemi corona. Sama seperti di daerah lain bahwa covid mampu menghentikan aktifitas hobi perkutut.

H.M.Choirul Anwar (tiga kanan) Ketua Pengwil Kepulauan Riau

“Selama covid, kegiatan hobi perkutut di Kepulauan Riau stagnan, segala aktifitas perkutut berhenti total meski kami tetap melakukan komunikasi lewat media sosial,” jelas H.M.Choirul Anwar Ketua Pengwil Kepulauan Riau. Terlebih dengan kesibukan para anggota termasuk ketua, semakin membuat hobi menemui masa-masa tanpa aktifitas.

“Pengurus dan penghobi di Batam cenderung banyak orang sibuk, kalau pada sibuk dan semua menunggu ketua, maka kita tidak akan jalan, siapa yang ada waktu, maka harus mengawali. Saya berharap ada penggerak, sehingga hobi bisa terus dilanjutkan,” urai pria yang memiliki kesibukan di organisasi NU Ansor, bengkel motor dan perkebunan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pernah ada rencana untuk mundur dari posisi tersebut dengan harapan agar ada pengganti yang bisa meneruskan, namun tenyata hal itu malah menjadi sebuah kabar kurang menyenangkan, karena hobi nyaris tidak ada pergerakan. Akhirnya mau tidak mau, suka tidak suka, H.M.Choirul Anwar terus bertahan.

Bersama pengurus dan tokoh perkutut Batam Kepulauan Riau

Diakui olehnya bahwa keberhasilan menggelar Latber Silaturrahmi karena ada penggerak yang mau mengembalikan kegiatan. “Untung ada rekan-rekan yang peduli untuk kembali menggelar kegiatan, salah satunya Mas Poernomo Barkoro BF, sehingga kami bisa kembali menggelar kegiatan meski belum maksimal,” sambungnya lagi.

Setidaknya jika organisasi ingin terus eksis, maka harus ada 1 orang atau lebih penggerak yang berada di depan untuk terus membuat program kegiatan, sehingga hobi tidak sampai berhenti. “Terus terang untuk saat ini saya belum bisa berada di depan, harus ada orang lain. Saya tinggal mendukung dari belakang saja,” tambah pria kelahiran Kediri Jawa Timur.

Masih menurut H.M.Choirul Anwar, kegiatan perdana Latber Silaturrahmi akan menjadi awal kembalinya hobi perkutut di Kepulauan Riau. Harapannya agar muncul pemula yang akan menjadikan hobi semakin semarak. Salah satu langkah yang sudah dilakukan selama ini adalah dengan mensupport pemula lewat materi indukan.

Bangkitkan semangat kung mania Batam agar lebih eksis

“Keberadaan pemula akan menjadi cikal bakal semarak hobi perkutut, makanya saya berusaha untuk mendukung pemula agar bisa lebih eksis,” jelas H.M.Choirul Anwar lagi. Langkah berikutnya adalah dengan menjadwal kembali latber. Diupayakan ada kegiatan latber satu bulan atau 1,5 bulan sekali dan lomba setiap 3 bulan sekali.

H.M.Choirul Anwar mengakui bahwa saat ini masyarakat Batam Kepulauan Riau yang masih bertahan dengan perkutut lokal tangkapan alam, sehingga mereka seringkali meminta untuk dikasih tempat khusus untuk bisa menyalurkan hobi perkutut yang sudah mereka tekuni sejak dari nenek moyangnya.  

Langkah lain yang juga akan dilakukan untuk lebih menyemarakkan hobi perkutut diwilayahnya, H.M.Choirul Anwar berencana untuk menambah pengurus di tingkat daerah. Sampai saat ini Pengwil Kepulauan Riau hanya memiliki 1 Pengurus Daerah (Pengda) Karimun. Keberadaannya dirasa akan lebih maksimal jika ada pengda lagi.

Salah satu gelaran di Batam Kepulauan Riau, bukti eksistensi hobi

“Saya masih mengusahakan terbentuknya pengda baru, daerah yang saya incar adalah Tanjungpinang. Disana kung mania lumayan sehingga bisa menjadi pilihan tepat untuk menambah pengda lagi,” kata pria yang kini memasuki usia 48 tahun. Diharapkan nantinya setelah Pengda Tanjungpinang akan muncul pengda-pengda lain.

“Terus terang kendala berkembangnya hobi perkutut di Kepulauan Riau, salah satunya adalah kurangnya lahan untuk kegiatan, semisal lapangan, sehingga masyarakat tidak bisa menyalurkan hobinya karena memang tidak ada tempat, makanya saya berharap hal-hal seperti itu akan segera mendapatkan jalan keluar,” imbuhnya lagi.

Program yang selama ini sudah dilakukan dan akan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan adalah Pengwil Kepulauan Riau sudah melakukan kerjasama dengan BKSDA, Balai Karantina dan beberapa dinas terkait agar setiap burung yang keluar masuk lewat Batam harus rekomendasi dari P3SI Pengwil Kepulauan Riau.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.