Perkutut
Halal Bihahal Cup: Rajawali, Sri Rama, Come Back dan Galaxys Juara
LIGA Perkutut Bali seri 2 bertajuk “HALAL BIHALAL CUP” yang digelar P3SI Pengda Denpasar berjalan meriah dan sukses. Laga yang digelar Minggu, 19 April 2026 di Lapangan Subak Sembung Peguyangan Denpasar layaknya penyelenggaraan Liga Perkutut Indonesia. Peserta membludak hingga beberapa burung terpaksa diparkir di luar lapangan karena tidak kebagian tiket dan panitia mengemas dengan hadiah doorprize yang menarik termasuk seekor burung perkutut peternak ternama Bali.

Peserta Ramai.
Walaupun sempat terjadi complain dari peserta di babak pertama, namun panitia dan pihak P3SI Bali dengan sigap menyikapi sehingga hingga babak terakhir lomba berjalan lancar, serta penilaian berjalan maksimal.
Ketua P3SI Pengda Denpasar H Edy menyampaikan terimakasih kepada seluruh kung mania Bali yang sudah berpartisipasi di ajang LPB seri kedua bertajuk Halal Bihalal Cup ini sehingga gantangan full peserta. Namun di dalam perjalanan lomba ini tentunya ada hal-hal yang kurang berkenan di hati sehingga pihaknya mewakili panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
“Kami mohon maaf jika selama perjalanan lomba ini ada hal-hal yang kurang berkenan,“ ujar H Edy usia lomba. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para juri yang bertugas yang sudah bekerja maksimal. Begitu juga kepada para sponsor yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah menyumbangkan dananya sehingga LPB seri kedua ini bertambah meriah.

Rajawali milik H Yusuf Satuman
Di tengah cuaca yang sangat bersahabat, para kontestan di LPB II ini tampil maksimal mengeluarkan suara terbaiknya. Dari empat kelas yang dibuka, Rajawali, Sri Rama, Come Back dan Galaxys berhasil moncer di kelasnya masing-masing.

Pemenang di Kelas Dewasa Senior
Di kelas Dewasa Senior, Rajawali sejak babak pertama sudah menunjukkan suara emasnya dengan meraih nilai 3 warna. Gaco milik H Yusuf Satuman ini mendapat perlawanan dari Manik Suara debutan Yoga Semadi dan Selat Hormus. Lanjut di babak kedua Rajawali hanya satu-satunya yang meraup nilai tiga warna meninggalkan lawan-lawannya.

Manik Suara milik Yoga Semadi
Setelah jeda istirahat, Rajawali kembali stabil. Kali ini Manik Suara bersama Putri Bali mengimbanginya dengan nilai tiga warna. Memasuki babak keempat, Rajawali yang semakin on fire dengan cepat meraih nilai tigwa warna. Kali ini selain Manik Suara yang kembali tampil maksi bersama Putri Bali juga muncul Saigon milik Nero Team dengan nilai tiga warna. Dengan demikian, Rajawali tampil sebagai pemenang disusul Manik Suara, Putri Bali dan Saigon di tempat keempat.

Sri Rama milik Yoga Semadi
Di laga Dewasa Yunior ada tiga gaco yang berhasil mengoleksi nilai dua warna hitam di empat babak yang diikutinya. Di antaranya Sri Rama milik Yoga Semadi, Abiseka milik Alit SM, dan Granat debutan Moh Fadil. Namun perbedaaannya terletak pada kualitas nilai suara depan, tengah dan ujungnya. Sri Rama unggul dengan suara tengah dan ujungnya di semua babak sehingga menempati posisi pertama disusul Abiseka menempati posisi runner up dengan kualitas suara tengah dan ujung di babak pertama dan suara tengah di babak 2, 3 dan 4. Sementara Granat berhasil unggul dengan suara depan di empat babak.

Abiseka milik Alit SM

Pemenang di kelas Dewasa Yunior
Sementara di kelas Piyik Yunior ada beberapa burung yang punya kualitas suara tiga warna hitam, namun sayang didiskualifikasi karena menunjukkan kualitas suara dewasa. Dari yang masih bertarung, Come Back milik Seno berhasil unggul menempati posisi puncak setelah di babak keempat berhasil meraih nilai tiga warna setelah tiga babak sebelumnya stabil dengan dua warna hitam.

Come Back milik Seno terima trofi dari H Sutaji mewakili panitia.
Di posisi kedua disabet Karno milik Mang Tri yang juga sempat meraih nilai tiga warna di babak ketiga. Namun sempat tertinggal di babak kedua karena kurang kerja. Sedangkan juara ketiga direbut Malioboro debutan Holis Tim Mas Doel yang meraih nilai tiga warna di babak pertama namun kurang kerja di babak kedua dan keempat, sehingga nilai babak ketiga dua warna hitam menjadi pendamping nilai babak pertama.

Sukron sabet beberapa trofi
Kelas Piyik Hanging dengan peserta yang membludak mengantarkan Galaxys milik Mangku Gimbal menduduki podium utama. Galaxys berhasil meraup nilai tiga warna di babak pertama dan keempat sedangkan di babak kedua dan ketiga meraih nilai dua warna hitam. Posisi kedua disabet Sang Arjuna milik Murna dari Sanur dengan modal dua kali meraih nilai tiga warna di babak ketiga dan keempat.

Mangku Gimbal dengan Galaxys yang moncer di Piyik Hanging
Juara ketiga disabet Conk Man milik Holis Tim Mas Doel yang unggul di babak keempat dengan nilai tiga warna. Sedangkan nilai tiga warna juga disabet Ronggo Lawe milik Sukron setelah unggul di babak ketiga.

Pemenang di kelas Piyik Hanging
Usai babak keempat, H Achmad Thosan yang memimpin acara penyerahan hadiah mengawali dengan berbagai undian doorprize dan ditutup penyerahan trofi kejuaraan.

Pada kesempatan LPB seri kedua ini panitia juga secara spontan meminta dukungan secara sukarela kepada salah satu penancap bendera yang sedang mendapatkan perawatan medis karena sakit. Dengan mengucapkan semoga lekas sembuh dan bisa bertugas kembali sebagai penancap bendera, hampir seluruh peserta yang hadir menyumbangkan dana sekedarnya untuk mengurangi beban rekan penancap yang kemudian akan segera diserahkan panitia kepada keluarganya. (gde)

