Connect with us

Perkutut

Jackman Bird Farm Sidoarjo, Produk Ternaknya Mulai di Koleksi Kung Mania Level Atas, Target Lanjutan Siap Pamer Aksi Heroik “Black Magic”

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertengahan 2021 menjadi awal Lukman membangun kandang ternak untuk menampung perkutut yang terlanjur dibelinya. Sebagai pendatang baru ketika itu, Lukman harus menerima kenyataan bahwa keinginan untuk menjadi pelomba, harus ditunda karena belum mendapatkan hasil sesuai harapan.

Jackman Bird Farm Kloposepuh Sukodono Sidoarjo

Jackman dipakai sebagai nama farm yang berlokasi di Kloposepuh Sukodono Sidoarjo. “Awal saya main burung, banyak beli di beberapa peternak dengan harapan bisa dibuat main, ternyata harapan dan keinginan saya untuk bisa menjadi pelomba yang bisa mengorbitkan perkutut berprestasi belum terwujud, akhirnya saya putuskan untuk ternak saja,” terang Lukman mengawali obrolan.

Kebetulan sekali tren burung saat itu adalah volume besar, sementara tipe yang berhasil dikoleksi memiliki ragam karakter. Akhirnya hanya tipikal burung-burung dengan volume besar dan tebal yang dipertahankan, sementara perkutut dengan volume kecil, langsung diberikan pada rekan-rekannya.

Berbekal 1 pasang indukan, Lukman memulai sebagai peternak pendatang baru. Namun ternyata, indukan yang diharapkan bisa menghadirkan produk unggulan, tidak muncul saat itu. Tidak ingin upaya untuk menjadi peternak, gagal di tempat, Lukman meluncur ke CMM Bird Farm Sidoarjo dan mendapatkan indukan yang diinginkan.

Lukman saat ngobrol bareng kung mania Jakarta

Terjadilah perjodohan antara indukan yang baru saja didapatkan dari CMM dengan indukan lain bergelang Sha-Sha. Siapa sangka dari kedua indukan ini muncul anakan sesuai harapan, yakni Black Magic. Diakui bahwa produk ini kualitasnya diprediksi akan membuat heboh jagat hobi perkutut. Black Magic ditarget akan mewarnai persaingan perebutan posisi juara di barisan paling depan partai utama konkurs tanah air.

Soal kualitas jangan ditanya. Meski belum memiliki popularitas karena belum tampil di lapangan, namun dari postingan yang dilakukan Lukman di beberapa media sosial, Black Magic ternyata banyak mendapatkan respon positif. “Saya beberapa kali posting burung yang saya kasih nama Black Magic, memang belum mau tampil di lapangan, saat ini berada pada proses rawatan untuk mengkondisikan agar mau bunyi,” ungkap Lukman.

Nantinya jika sudah mau tampil, maka jangan heran apabila Black Magic akan membuat kejutan. Ditambahkan oleh Lukman bahwa respon positif ini berlanjut pada penawaran yang dilakukan beberapa kung mania lewat pesan pribadi. “Kapan hari ada pemain yang mengaku dari Makassar yang menawar Black Magic Rp 40 juta, tapi saya belum mau melepas karena ingin melihat perkembangan selanjutnya di arena,” sambung Lukman lagi.

Kandang ternak Jackman mulai jadi jujukan kung mania

Optimisme akan kehadiran Jackman yang bakal menggertak didasarkan pada pengamatan kualitas burung yang sudah diketahuinya. “Pokoknya mau bunyi maksimal, saya yakin Black Magic akan bisa bertarung pada level atas, mudah-mudahan saja bisa menjadi kenyataan,” harap Lukman.

Jika melihat potensi yang ada, Jackman sepertinya sudah mempersiapkan calon amunisi yang bakal memberikan efek yang sangat dahsyat terhadap semarak hobi perkutut, khususnya perebutan podium juara. Dari 12 kandang yang berdiri tegak, ada sekitar 4 kandang yang sudah mulai produksi dan siap mengambil alih dominasi kejuaraan.

Sedangkan kandang lain, saat ini dalam proses untuk menambah jumlah produk unggulan yang akan dihasilkan Lukman bersama Jackman Bird Farm miliknya. “Mudah-mudahan tidak lama lagi, saya bisa segera turun ke lapangan dengan membawa burung orbitan sendiri dan hasilnya bisa membanggakan,” harap Lukman lagi.

Lukman (kanan) merepon bagus setiap kedatangan tamu

Pasca keberhasilan ini, Jackman Bird Farm terus mencetak perkutut kelas lomba dari beberapa indukan lain yang menjadi penghuni kandang ternak. Siap sangka, dari salah satu kandang yakni Jackman K-03 (TMC x Sha-Sha) muncul perkutut masa depan. Menurut pengakuan Lukman, anakan pertama dari indukan tersebut lahir 1 ekor berjenis jantan yang resmi diboyong H.Arief Sha-Sha. Anakan kedua dari kandang tersebut, lahir 2 ekor dengan jenis jantan.

Satu ekor ikut bersama H.Kamil HK Bird Farm Pamekasan dan satu ekor lagi pergi bersama H.Azis Rewwin Sidoarjo. “Alhamdulillah produk kandang pemula bernama Jackman akhirnya bisa diminati kung mania level atas seperti Abah Arief dan Abah Kamil serta H.Azis, ini menjadi sebuah kebanggaan bagi saya karena bisa mencetak produk yang jadi bidikan kung mania level atas,” sambung bapak 3 anak.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sebenarnya bukan saja dari kandang itu saja Jackman bisa mencetak produk buruan kung mania. Dari beberapa kandang lain, juga ada yang sudah sukses mengeluarkan perkutut layak konkurs. Satu diantaranya adalah Joker, orbitan Slamet Dozer Sidoarjo yang sudah meraih juara dalam gelaran Latber Majatama Tarik Sidoarjo.

Siapkan amunisi produk sendiri bernama Black Magic

Produk tersebut lahir dari kandang Jackman K-7 dengan formasi indukan VIP 26 bersama pasangannya VIP 6). Keberhasilan ini diraih secara otodidak, tanpa ada bantuan dari peternak lain. “Saya belajar sendiri bagaimana ternak perkutut, pernah ke beberapa peternak senior dengan harapan ingin mendapatkan ilmu, tetapi ternyata tidak ada yang mau menularkan ilmunya, akhirnya saya berusaha mencari tahu dengan berbagai eksperimen,” papar Lukman.

Berkat upaya eksperimen yang dilakukan selama lebih kurang 1,5 tahun, lambat laun semua yang menjadi misteri ternak perkutut, perlahan mulai terkuak dan kini tinggal mengembangkan dan meneruskan apa yang sudah didapat.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.