Connect with us

Perkutut

H.Moh.Syaiful HSF Pamekasan Siapkan Tandem Buat Mandalika, Magnum 550 Berbandrol Rp 100 Juta Resmi Bergabung Bersama Team HSF

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nama besar Mandalika, perkutut amunisi H.Moh.Syaiful Pamekasan sudah tidak perlu diragukan lagi. Aksinya dalam setiap konkurs yang diikuti, selalu membuat lawan ciut ketika harus bertarung dalam satu blok. Reputasi dan rekor kemenangan yang sudah dibukukan Mandalika, membuat perkutut produk ternak Magnum kini menjadi bintang lapangan.

Mandalika bakal miliki tandem dalam mengejar prestasi bagus di lapangan

Prestasi ini nampaknya tidak membuat H.Syaiful lantas berpuas diri. Sebagai salah satu kung mania level atas, ada keinginan untuk bisa terus mengorbitkan produk unggulan dengan kualitas yang tidak kalah dahsyatnya. Kabar teranyar, mantan Ketua P3SI Pengda Pamekasan ini baru saja mentake over, perkutut masa depan.

Perkutut yang baru saja resmi dimiliki tidak jauh dari Mandalika karena yang pasti produk tersebut adalah kakak dari Mandalika. “Memang benar saya baru saja deal kakak Mandalika dari KH.Mutamtam Sampang,” tegas Kepala Desa Kadur Pamekasan. Nilai yang disepakati mencapai angka Rp 100 Juta.

H.Moh.Syaiful Pamekasan kembali tambah amunisi

Menurut pengakuan H.Moh.Syaiful proses kesepatan tersebut memang tidak instan. “Saya mantau kakak Mandalika sejak 5 bulan lalu. Ketika itu Mandalika sendiri belum moncer. Saya melihat prospek bagus dari burung ini, makanya saya tetap pantau terus meski Pak Kyai belum bersedia untuk melepasnya,” ungkap pemilik Team HSF Pamekasan.

Eksistensi H.Moh.yaiful di arena sudah tidak bisa diragukan lagi

Belum cocok harga yang disepakati menjadi salah satu alasan kakak Mandalika belum berhasil diboyong oleh H.Moh.Syaiful. Selama proses pantau, H.Syaiful selalu mendapatkan informasi akurat terhadap perkembangannya. “Saya sempat pantau prestasinya dalam beberapa lomba yang diikuti, pernah juara, tapi kemudian tidak pernah lagi moncer,” sambung H.Moh.Syaiful.

Ternyata faktor ganti betina membuat perkutut yang kini berada dalam usia 14,5 bulan ini tidak mau tampil lagi. “Sebenarnya burung ini sudah moncer saat usia 7 sampai 8 bulan, namun karena ganti betina dan rawatan kurang pas, makanya dia tidak mau tampil lagi dan cenderung kurang maksimal di setiap lomba,” papar pemilik Team HSF Pamekasan.

H.Moh.Syaiful saat bersama Budi Asih di markas HSF Pamekasan

Masih menurut H.Moh.Syaiful, kondisi ini berdampak pada kurang birahi sehingga performa yang seharusnya bisa dimunculkan, pada akhirnya belum bisa dipertontonkan. “Saya berani ambil Kakak Mandalika karena secara kualitas, dasar awal karena ujun lebih ndlosor dan tengah lebih bagus jika dibandingkan Mandalika,” ungkapnya lagi.

Popularitas Mandalika sudah tidak bisa dikesampingkan lagi

Namun untuk memunculkan kelebihan itulah yang saat ini menjadi tantangan tersendiri. Nampaknya dengan kenyakinan berdasarkan pengalaman dan analisa yang sudah dilakukan, H.Moh.Syaiful berharap, kakak Mandalika akan bisa kembali pulih dan siap untuk menerobos daftar kejuaraan bersama team HSF Pamekasan.

“In syaa Allah kakak Mandalika bisa kembali pulih, namun perlu waktu agar performanya bisa benar-benar muncul dan menjadi sebuah kekuatan untuknya,” harap H.Moh.Syaiful lagi. Bahkan kenyakinan itu muncul, jika perkutut bergelang Magnum 550 ini bisa kembali pulih, maka akan menjadi tandem Mandalika.

Team HSF Pamekasan kini makin siap menjelajah konkurs tanah air

‘Saya harap burung yang baru ini bisa kembali pada kondisi semula dan saya yakin jika sama-sama berada dalam kondisi top form, maka burung ini akan menjadi kekuatan baru bagi kami untuk terus menjelajah konkurs dari satu even ke even lainnya. Mudah-mudahan saja apa yang akan kami upayakan bisa berhasil,” do’a H.Moh.Syaiful.

Ketika kakak Mandalika yang rencananya akan menggunakan nama Galaxi sudah benar-beanr siap turun gunung, maka Team HSF Pamekasan akan semakin mengibarkan bendera kemenangan. “Saya berharap tahun 2022, Galaxi sudah siap dilombakan bersama Mandalika dan deretan amunisi milik Team HSF,” pungkas H.Moh.Syaiful.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.