Connect with us

Ternak

Focus Aviary Peternak Murai Batu Lampung, Produksi Tetap Tinggi Meski Dikandang Aviary

KONBUR Tayang

:

Focus Aviary BF Lampung
Bercampur dengan jenis burung lain.

Berawal dari hobinya sebagai pemain lomba burung kicauan Om Aulia Fadillah pemilik Focus Aviary mencoba iseng-iseng menjodohkan burung-burung murai batu jagoannya untuk diternakan, dan ternyata berhasil serta berkembangbiak hingga saat ini. Namun, yang menarik  salah satu kandang ternaknya berupa aviary alias dikandang besar. Berikut ini profil kisahnya.

Di kalangan komunitas murai batu mania Lampung dan sekitarnya Om Aulia memang  dikenal sebagai pemain murai batu. Dia juga sudah sejak lama konsisten main dijenis ini. Ditahun 2013 silam ini dia iseng-iseng menangkar murai batu koleksinya. “Ketika itu sekedar iseng saja, karena dasarnya memang hobi,” ungkapnya.

Pasangan Indukan Produktif dikandang aviary.

Berbeda dengan breeder murai batu pada umumnya yang biasanya menggunakan kandang petak, dalam mengawali penangkarannya dia menggunakan kandang besar atau aviary, tapi justru sampai saat ini produksinya tetap tinggi. Meskipun ada sejumlah jenis burung lain dimasukan menjadi satu dikandang tersebut.

Karena menggunakan model aviary yang kemudian akhirnya menjadi merek ternakannya Focus Aviary Bird Farm.  Kandang tersebut dibangun di area pekarangan kediamannya Jl Airan 1 Way Hui, Lampung (WA 085220444415). Kandang tersebut berukuran panjang 7,5 m x lebar 2,8 m dan tinggi 2,8 m. menggunakan bahan baku kawat halus.

Yang menarik, dikandang sebesar itu tidak hanya diisi  pasangan murai batu saja, tapi juga ada pasangan cucak ranting, pasangan cucak kinoi  hingga parkit dan lainnya.  Didalam kandang tersebut dilengkapi pepohonan, lengkap bak mandi dan sejumlah sarang untuk jenis-jenis burung didalamnya. “Karena kandangnya besar, ya saya masukan semua jenis burung jadi satu, ” ungkapnya.

Tapi tidak gampang menyatukan pasangan jenis-jenis burung  berbeda dalam satu kandang, hanya murai batu yang berproduksi. “Yang lainnya terganggu sama burung parkit,” ucapnya.

Yang menariknya, meskipun bercampur jenis burung lainnya, pasangan murai tersebut sangat produktif. Bahkan, sepasang indukan yang ditempatkan dikandang itu bertelur hingga 5 butir, semuanya berhasil menetas.  Pasangan murai batu didalam kandang besar itu tampaknya lebih nyaman dikandang ternak sebesar itu.

Untuk mengembangkan indukan lainnya, Om Aulia kemudian juga membangun 5 petak kandang lainnya, tapi berukuran lebih kecil standar lazimnya penangkaran murai batu pada umumnya.

Anakn Siap Panen.

Di kandang ternakan yang barunya ini juga burung tidak kalah produktifnya. Bahkan salah satu pasangannya pernah produksi hingga 6 butir telur dan menetas. “Kalau yang dikandang kecil itu tidak lebih dari 4 pasang yang kami ternakan, karena bergantian,” jelas dia.

Anak-anak burung yang sudah menetas biasanya dipanen saat memasuki umur 7-8 hari, kemudian dilanjutkan dengan perawatan langsung oleh pemiliknya hingga anakan belajar mandiri. Sebagian diasuh langsung indukannya hingga makan sendiri.

Trotolannya Focus BF terbilang larus, setiap masa produksi nyaris tanpa tersisa, karena banyak diminati khususnya kalangan rekan-rekan sesama pemain.  Banderol harga anakannya diangka Rp 3 juta hingga Rp 7 juta untuk seekor trotolan jantan, tergantung materi dari sang indukannya.

Sampai saat ini sudah banyak produk Focus Aviary yang moncer bahkan tidak hanya tersebar di Lampung  dan sekitarnya saja tapi juga Jabodetabek dan sejumlah kota lain di Jawa. Materi indukannya bukan hanya trah burung lapangan, tapi juga ekor panjang berdarah Murai Batu dari Singapura.

Produksi penangkarannya sudah berjalan lancar, Om Aulia bersama rekan kicaumania juga masih tetap eksis ke gantangan.

Hebatnya, burung mainan lapangannya ini juga merangkap jadi pejantan indukan di kandang ternak. Bahkan ada yang sudah 14 kali produksi hingga saat ini masih tetap dimainkan ke lapangan, setiap 2 minggu berturut-turut prestasi dibeberapa even organiser. “Biasanya kita angkat dari kandang ternak hari Kamis atau Jumat, kemudian Minggu nya kita mainkan ke lapangan. Lombanya nggak jauh sih, yang dekat-dekat saja even lokalan,” terangnya.

Trotolan Focus Aviary BF.

Menurutnya, bagi dia anak-anak burung terjual atau prestasi di lapangan itu merupakan bagian dari bonus sebuah hobi. Motivasi awalnya burung yang biasa dimainkan dilomba bisa berproduksi dengan menghasilkan  anak keturunannya.

Bahkan, beberapa anakannya sudah banyak moncer juara diberbagai even organiser (EO), salah satunya bernama KS yang ada ditangan Om Erick Yuda P,  kicaumania dari Cileungsi Bogor. Burung tersebut sering meraih prestasi disetiap gelaran yang diikutinya.

Kini, ditengah kesibukannya mengurusi bisnis Avertisingnya Om Aulia masih tetap mengembangan kandang ternaknya baik yang di kandang aviary maupun kandang ternak model petakan. *agrobur4.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.