Connect with us

Lomba

22 th Piala Raja Hamengkubuwono Yogyakarta, Minggu (18/9): Ada Sistem Baru dan Inilah Beberapa Jago Hebat Yang Moncer Disesi Pembuka

KONBUR Tayang

:

22th Piala Raja Yogya
22th PIALA RAJA HAMENGKUBUWONO YOGYAKARTA. Berlngsung meriah.

BREAKING NEWS. Hari ini, Minggu 18 September 2022, Area Parkir Stadion Sulta Agung, Bantul, Yogyakarta. Benar-banar ramai dan penuh sesak, dibanjiri Kicaumania dari seluruh Pelosok Tanah Air Indonesia. Gelaran akbar Nasional bertajuk “22th  Piala Raja Hamengkubuwono” Yogya inilah yang jadi perhatian dan magnit bagi mereka semua yang hadir

Pasalnya, even tahunan paling bergengsi kemasan PBI Bantul ini memang banyak ditunggu-tunggu oleh para pemain burung lomba sejati. Baik atasnama Team atau Bird Club (BC) maupun perorangan atau Single Fighter (SF). Mereka hadir dengan mengusung jago-jago terbaik, guna bisa memboyong Tropy yang jadi kebanggaan semua Kicaumania.

KELAS MURAI BATU RING KHUSUS PANITIA. Jadi sesi pembuka lomba.

Dan sesuai susunan acara,  tepat pukul 08.00 WIB lomba dan pameran burung berkicau nasional itupun dibuka. Dan Lapangan A, kelas Murai Batu Ring khusus Panitia G-24, jadi sesi perdana sebagai tanda lomba dimulai. Di kelas ini, Sadis jago Murai Batu handal besutan Mr.Rinja dari PBI Bantul.

JUARA 1 SESI PEMBUKA. Milik Sadis.

Baru setelah itu dilanjutkan dengan acara resmi seremonial yang dipandu langsung oleh Samuri, MC kondang yang sudah banyak dikenal oleh Kicaumania Indonesia. Dan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang dinyanyikan oleh semua kru panitia, tamu undangan, tim juri maupun kicaumania. Benar-benar mampu membakar semangat rasa Nasionalisme semuanya.

LAGU INDONESIA RAYA. Mampu membakar rasa Nasionalisme semua yang hadir.

Lalu dilanjutkan lagu mars PBI, yang wajib dinyanyikan oleh semua tim juri yang akan bertugas. Baru kemudian tari “Rampak Buto” yang menggambarkan semangat untuk meraih kesuksesan. Dan disusul kemudian Loparan Ketua Pelaksana, lalu sambutan Bupati Bantul dan terakhir sambutan Ketua PBI Pusat.

PENYERAHAN TROPY BERGENGSI PIALA RAJA. Dibawa oleh prajurit Kraton.

Ada yang baru gelaran “22th Piala Raja” Yogya kali ini. Yaitu selain dibuka kelas Murai Batu Mahara Ring G-24 dengan bandrol tiket Rp 11 juta. Dan kelas Murai Batu Ring PBI Silver G-24 dengan  tiket Rp 5 juta dan Rp 5 juta. Sistem penugasan juri juga ada perubahan tidak seperti di Piala Raja sebelumnya.

BUPATI BANTUL. H. Abdul Halim Muslih saat memberi samnbutan.

Dimana untuk penugasan juri di lapangan A, B maupun lapangaupatn C, panitia memakai sistem undian. Dengan tujuan, agar pelaksanaan lomba lebih fair play dan transparan. Sehingga panitia tidak dituduh mengondisikan juri-juri untuk tugas di lapangan A, B atau C.

KETAU PBI PUSAT. H. Bagia Rahmadi, SH, MM. didampingi HM. Samsulhadi.

“Betul, kalau memakai sistem penugasan dengan mengundi akan lebih fair dan lebih transaparan. Karena juri yang bertugas di lapangan mana, tidak tau sebelumnya. Dan sistem ini ini juga untuk menghindari atau mengantisipasi, kalau ada oknum-oknum juri yang nakal,” tutur HM. Samsulhadi, selaku Ketua Pelaksana.

Rupanya sistem undian untuk penugasan juri itu sangat efktif dan mampu meredam kecurigaan peserta. Terbukti, setiap sesi atau kelas yang dimainkan, semuanya berjalan lancar dan kondusif. Dan hasilnya, semua peserta mau menerima keputusan juri dan tak ada satupun yang  komplain.

PENGUNDIAN PENUGASAN JURI. Jadi lebih fair play dan transaparan.

Seperti yang terlihat di lapangan C, saat dimainkan kelas Anis Merah Sekar Kedaton A. Sejak awal sampai akhir penilaian, juri benar-benar bertugas sangat profesional. Dengan mengedepankan pakem penjuria PBI yang memang sudah diakui dan diterima oleh semua peserta. Di sesi ini, Casablanca milik H. Taufik Jombang, berhasil meraih podium utamanya.

SESI CUCAK HIJAU SEKAR KEDATON A. Cukup ramai dan full gantangan.

Begitu juga saat dilanjutkan sesi kedua, yaitu kelas Cucak Hijau Bintang PBI yang dimainkan di lapangan A. Suasana arena pun betu-betul sangat kondusif, juri mampu menjalankan tugas dengan baik, fair play dan transaparan.

Pun begitu saat disesi ketiga yaitu kelas Murai Batu Ring PBI Silver Maharaja G-24 dimainkan di lapangan A. Meski terdengar ramai oleh nyanyian lagu yang dilepas oleh masing-masing jago-jago yang berlaga. Namun tim juri yang bertugas, mampu menentukan burung yang layak menjadi juara. Sesuai dengan kualitas irama lagu, volume, gaya, performa serta durasi kerja yang dilihat saat itu.

SESI MURAI BATU RING PBI SILVER MAHARAJA G-24. Ramai dan full gantangan

Adalah Demang, jago Murai Handal yang diusung oleh Mr.Andy Owen Jakarta. Jago yang memang tampil dengan performa terbaiknya dengan ditunjang oleh materis isian lagu mewah, lengkap plus volume tembus. Serta durasi kerjanya yang full dari awal sampai akhir ini berhasil menyisikan semua pesaingna. Dengan sukses memboyong tropy juara 1.

JUARA KELAS MURAI BATU RING SILVER PBI. Berhasil diboyong Demang besautan Mr.Andy Owen Jakarta.

Itulah acara pembukaan gelara akbar nasional “22th Piala Raja” Yogya hari ini. Serta beberapa  jago hebat yang sukses moncer disesi pertama yang berhasil direkam oleh awak mediaagrobur.com. Tentu persaingan dikelas-kelas selanjutnya juga akan lebih ramai dan panas. Bagaiman keseruannya dan jago-jago hebat milik siapa saja yang sukses memnboyong tropy juara. Simak terus up-date beritanya hanya di media ini. *agrobur

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.