Connect with us

Perkutut

Tiara Cinta, Produk Chelsea Nganjuk, Orbitan Cak Goendul Surabaya, Lolos Ujian di Partai Neraka Liga Hanging Bangkalan, Satu-Satunya Peraih Bendera Tiga Warna Hitam

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangkalan, menjadi daerah yang memiliki sistem penjurian yang super ketat. Ketegasan Ir.R.Moh.Mahmud selaku Ketua Pengda dan Siswoko Raharjo, Ketua Bidang Penjurian dalam menginstruksikan kepada juri untuk melakukan penilaian seusai kualitas burung, seakan menjadi harga mati.

Rayakan kemenangan untuk Tiara Cinta saat dinobatkan dalam even Liga Hanging Bangkalan

Setiap kali gelaran, juri sebelum bertugas selalu dan rutin mendengarkan arahan kedua sosok ini. Bagi mereka tidak ada alasan bahwa juri bisa bermain mata dengan peserta ketika Bangkalan punya gawe. Jika juri melanggar, surat teguran bahkan sanksi bisa keluar tanpa pandang bulu.

Tidak berlebihan jika perhelatan konkurs di Bangkalan seringkali menjadi sebuah tantangan bagi peserta yang benar-benar ingin menguji kualitas perkutut orbitannya dengan hasil yang sesuai dengan performa saat itu. Tidak sedikit pula dari kung mania yang ciut nyalinya sebelum masuk lapangan.

Cak Goendul kawal langsung Tiara Cinta saat bertarung di dalam arena

Namun bagi Cak Goendul Bird Farm Surabaya, hal itu seakan menjadi sesuatu yang harus dicoba dan dibuktikan. Keputusan diambil lewat kehadiran dalam Liga Hanging Bangkalan Putaran 3 yang dihelat pada Kamis, 18 Mei 2023 di Lapangan Baru Borneo Burneh. Empat blok atau sekitar 206 ekor perkutut yang masuk daftar peserta, semakin menjadi sebuah petualangan baru bagi Cak Goendul bersama rekan-rekannya.

“Saya hadir di Bangkalan ingin merasakan sensasi berlomba disini, katanya Bangkalan menerapkan sistem penjurian yang dilakukan ketat dan tidak pandang bulu. Hal ini menarik dan kami harus merasakan,” terang Cak Goendul. Ternyata apa yang didengar selama ini memang begitu adanya.

Raih bendera tiga warna hitam, Tiara Cinta layak sandang sebagai pemenang

Juri, koordintor dan dewan mampu menjalankan tugas dengan professional. “Saya melihat dan merasakan sendiri, bagaiman juri di Bangkalan ini kerja penuh dengan dedikasi yang luar biasa, ketika ada salah satu peserta minta naik benderanya, ternyata tidak direspon oleh juri dan koordinator karena kualitasnya memang tidak layak,” ungkap Cak Goendul.

Bahkan selama mengikuti gelaran sejak tahun 2019 lalu, baru kali ini bisa merasakan sesuatu yang nyaman saat berada di lapangan. “Selama ini saya berlomba, belum pernah merasakan hal yang nyaman, tidak banyak teriakan, sehingga bisa memantau burung dengan jelas. Begitu juga suguhan, meski tiket Rp 50 ribu tapi menu yang disuguhkan tidak mengecewakan, orang-orangnya juga baik,” ungkap pemilik Cak Goendul BF Surabaya.

Cak Goendul (dua kiri) paham betul bagaiman mengkondisikan Tiara Cinta

Yang membuat kesan luar biasa adalah saat Tiara Cinta orbitannya dinobatkan sebagai peraih podium pertama. Menempati nomor gantangan 114, perkutut ternakan Chelsea Bird Farm Nganjuk dan berada dalam rawatan Cak Goendul sendiri, memastikan diri sebagai pemenang pertama, mengalahkan sekitar 06 peserta yang berasal dari Bangkalan sendiri, Durabaya dan Sidoarjo.

Keberhasilan ini tidak lepas dari raihan bendera tiga warna hitam yang didapat pada babak ketiga, bendera dua warna pada babak pertama, nilai tiga warna pada babak kedua dan dua warna hitam didapat pada saat akhir babak. Tiara Cinta adalah satu-satunya peserta yang berhasil menembus nilai tertinggi dengan raihan bendera tiga warna hitam.

menempati nomor gantangan 114, Tiara Cinta peraih bendera tertinggi

Tia, pemilik Chelsea Bird Farm Nganjuk mengatakan bahwa Tiara Cinta adalah anakan kedua lahir dari kandang Chelsea C-07 dengan formasi indukan jantan Kumboro K.Pinky 443 bersama pasangannya betina bergelang Cak Goendul CG-EEE 587). Sedangkan anakan pertama, resmi berpindah tangan ke kung mania Medan.

“Tiara Cinta sudah lomba tiga kali, pertama di Paku Alam Yogyakarta meraih juara 9 Kelas Piyik Hanging, lomba kedua di Liga Perkutut Jatim Putaran 2 Walikota Cup Pasuruan, belum juara karena tampil kurang bunyi dan lomba ketiga adalah Liga Hanging Bangkalan, langsung dapat juara 1 Kelas Piyik Hanging,” papar Tia.

Liga Hanging Bangkalan Putaran 3, Jadi pembuktian kualitas Tiara Cinta

Cak Goendul yang memoles, memantau dan mengawal Tiara Cinta dari rumah sampai lapangan mengaku puas dengan apa yang diperlihatkan perkutut yang kini berada pada usia 3,5 bulan. “Akhirnya kolaborasi antara Cak Goendul Bird Farm Surabaya dan Chelsea Bird Farm Nganjuk berhasil mencetak sekaligus mengorbitkan perkutut kelas lomba bernama Tiara Cinta. Ini merupakan produk yang kesekian kalinya kami hasilkan sampai pada punck prestasi,” sambung Cak Goendul.

Tia sendiri mengaku terharu sekaligus bangga karena bisa menghadirkan produk yang akan menjadi referensi kung mania dalam memburu trophy juara. Harapan ke depan Tiara Cinta dan produk dari kandang lain juga akan terus memunculkan harapan. “Mudah-Mudahan apa yang saya lakukan bersama Cak Goendul bisa terus mendapatkan perkutut berkualitas yang menjadi incaran kung mania,” harap Tia.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.