Connect with us

Perkutut

Rogoh Kocek Rp 100 Juta, Budi The Mars dan Budi Cito Sikumbang Sidoarjo, Ambil Alih Gajah Sora, Orbitan Taufan Surabaya

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diam-diam duo Budi Sikumbang Sidoarjo (Budi Susilo The Mars dan Budi Yuwono Cito) berhasil mentake-over jawara level nasional yakni Gajah Sora amunisi Taufan Surabaya yang baru saja usai menjajal kemampuan lawan dan pamer kualitas dalam Liga Perkutut Indonesia Putaran Pertama, Rembang 13 Maret 2022 lalu.

Budi The Mars (tengah) dan Budi Cito (kiri) resmi miliki Gajah Sora

Gajah Sora, perkutut bergelang Puncak Jaya sukses mengakhiri pertarungan di urutan runner up pada Kelas Dewasa Senior. Pasca kemenangan tersebut, Budi Susilo dan Budi Yuwono langsung bergerak cepat, melobi Taufan agar bersedia untuk melepaskannya. Negosiasi dilakukan enam mata antara Budi Susilo, Budi Yuwono dan Taufan dalam perjalanan pulang menuju Sidoarjo.

Taufan sendiri mengaku bahwa awalnya emang untuk melepasnya, mengingat Gajah Sora adalah andalan yang diproyeksikan untuk menjelajah dari konkurs satu ke konkurs lainnya. “Saat ini saya lagi semangat bersama Gajah Sora dan ingin terus aktif dan eksis di arena lomba, khususnya untuk konkurs nasional,” ungkap Taufan.

Namun karena desakan dan rasa solidaritas sebagai sesama kung mania, akhirnya Taufan rela melepas perkutut yang berada di usia lebih kurang 1 tahun. Untuk mendapatkan Gajah Sora Budi Susilo dan Busi Yuwona harus merogoh kocek sebesar Rp 100 juta. “Gajah Sora saya lepas dengan harga Rp 100 juta buat Pak Budi The Mars dan Pak Budi Cito,” sambung Taufan.

Duo Budi saat tampilkan Gajah Sora (Panglima Kumbang) di LPJatim Jember

Budi Susilo ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa take over yang dilakukan bertujuan sebagai sarana untuk bisa terus eksis di arena lomba, khususnya konkurs level nasional. “Sebenarnya saya sejak lama ingin memiliki burung kelas nasional, sudah berusaha mencari tapi belum pernah dapat, baru kali ini keingian itu bisa terwujud,” jelas Ketua Sikumbang Sidoarjo.

Budi Yuwono Cito yang diajak kolaborasi untuk mendapatkan Gajah Sora mengaku langsung tertarik untuk tawaran tersebut. “Saya dikabari Pak Budi Susilo kalau mau beli burung bagus, setelah saya ikut mantau, saya setuju dan akhirnya transaksi untuk mendapatkan burung kelas nasional benar-benar terjadi,” terang Budi Yuwono.

Mereka berdua berharap, kehadiran Gajah Sora bisa menambah semangat untuk terus eksis dan aktif di arena konkurs, khusus level nasional. “Saya senang karena sudah punya burung kelas LPI, mudah-mudahan saya bisa terus berlomba dengan hasil yang membanggakan dan menyenangkan,” harap pemilik The Mars Bird Farm Sidoarjo yang diaamiini Budi Yuwono.

Trio Sikumbang Sidoarjo berharap makin eksis dan berkibar

Diharapkan pula kehadiran Gajah Sora akan semakin mendongkrak dan melambungkan nama Sikumbang Sidoarjo di kancah perkututan tanah air. “Saya hanya bisa berusaha untuk tetap eksis dan sekaligus mendongkrak nama Sikumbang di lomba nasional dengan memiliki burung bagus dan berkualitas,” kata Budi Susilo lagi.

Setidaknya kini Budi The Mars dan Budi Cito punya kesibukan baru untuk turun lapangan mengikuti gelaran konkurs regional dan nasional dengan membawa amunisi kelas atas. Pasca take over yang mereka lakukan, Budi The Mars dan Budi Cito langsung membawa perkutut yang kini berganti nama menjadi Panglima Kumbang ke arena konkurs.

Even Anak Manja & Diana FM Cup yang merupakan gelaran Liga Perkutut Jawa Timur 2022 Putaran Pertama, menjadi agenda perdana. Turun pada kelas yang sama yakni Kelas Dewasa Senior, Panglima Kumbang menuntaskan penjurian pada podium keempat. Menurut Budi The Mars, Panglima Kumbang kurang bunyi, sehingga belum bisa memberikan hasil lebih baik.

“Saya dan Pak Budi Cito butuh adaptasi dengan Panglima Kumbang, namun saya yakin kedepan, bisa meraih hasil lebih baik lagi. Target saya bisa main di lomba nasional ataupun regional dengan hasil yang membanggakan,” jelas Budi Susilo lagi.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.