Perkutut
Rakerwil P3SI Bali 2026, LPB Kembali Digelar Tahun Ini
Pengda Denpasar dan Gianyar Siap Menggelar Latbernil
MENYONGSONG Liga Perkutut di Bali tahun 2026, Pengurus Wilayah P3SI Provinsi bersama Pengurus Daerah Kabupaten/Kota menggelar Rapat Kerja Wilayah pada Minggu, 11 Januari 2026 di Denpasar. Rapat memutuskan Liga Perkutut Bali kembali dilaksankaan di tahun 2026 dengan membuka 10 seri.
Rapat dihadiri Ketua Pengwil P3SI Bali Yoga Semadi, Sekretaris H Achmad Thosan, Bendahara M Fauzi, serta pengurus lainnya di antaranya Wayan Bagiarta dan Haryanto. Dari jajaran Pengda hadir Ketua Pengda P3SI Gianyar Adhi Duarsa, Ketua Pengda Tabanan Nengah Widana, dan Ketua Pengda Denpasar H Edy bersama Salman. Ketua Pengda Badung berhalangan hadir.
Selaian memutuskan Liga Perkutut Bali tahun 2026 kembali dilanjutkan, ada dua Pengda yang siap menggelar latbernil di sela-sela jadwal LPB dan LPI. Di antaranya Pengda Denpasar siap akan menggelar latbernil atau ladini secara rutin setiap bulan. Begitu juga Pengda Gianyar akan bersiap-siap menggelar latber khusus piyik hanging yang rencananya akan dibuka di gantangan Uma Abian.
Ketua Pengwil P3SI Bali Yoga Semadi menyambut baik semangat pengurus dan kung mania untuk menggelar lomba di tahun 2026 ini. Dengan ramainya jadwal lomba lokalan dan regional dipastikan bakal menumbuhkan semangat kung mania untuk beternak dan mengikuti lomba.
Pada kesempatan itu, Yoga Semadi juga menyampaikan apresiasi kepada ajaran pengurus Pengwil dan Pengda yang telah berhasil menuntaskan LPB 2025 yang kemudian berdampak dengan banyaknya bermunculan kung mania pemula.
Adhi Duarsa, pemilik ADHI BF berencana bakal menggelar latber piyik hanging dengan harga tiket yang sangat terjangkau untuk menarik minat kung mania menurunkan hasil tetasannya di arena latber. Dengan berani turun ke lapangan maka pelan-pelan akan menambah pengetahuan dalam suara burung sehingga menumbuhkan semangat untuk berlomba.
Demikian juga H Edy bersama kung mania Kampung Jawa berkolaborasi dengan begitu bersemangat akan menggelar ladini secara rutin karena diyakini bakal menghidupkan perkututan di Bali. Hal ini sudah terbukti ladini menyambut tahun baru 2026 kemarin yang mampu menarik para penggemar perkutut untuk menurunkan hasil tetasannya di kelas piyik yang full peserta.
Sementara itu, Sekretaris P3SI Bali H Achmad Thosan menjelaskan bahwa LPB 2026 akan membuka 10 seri hingga Desember 2026 dengan poin 100. Adapun jadwal LPB 2026 sebagai berikut. Diawali LPB seri I pada 15 Februari, kemudian dilanjutkan LPB II 19 April, LPB III 10 Mei, LPB IV 7 Juni, LPB V 5 Juli, LPB VI 1 Agustus, LPB VII 6 September, LPB VIII 4 Oktober, LPB IX 1 November dan LPB X 22 November.
H Achmad Thosan menegaskan bahwa harga ticket Liga Perkutut Bali 2026 sebesar Rp. 100.000 untuk semua kelas. Mandatory fight diberlakukan mulai putaran ke-6 LPB sampai dengan ke-10 dengan ketentuan, sebagai berikut. Apabila tidak hadir, maka perolehan poin akan dikurangi 50 poin. Jika ada peserta yang dengan sengaja mengganti burung dan atau ring, maka akan dianggap burung tersebut tidak hadir alias dikurangi 100 poin. Nama burung yang masuk dalam 10 besar, akan ditampilkan di tiang gantangan.
Pengecekan ring burung juara di lapangan akan dilakukan oleh Panitia Pelaksana Konkurs. Burung Juara di LPB diharuskan mencantumkan dan atau mencatat nomor ring peternak di ticket konkurs. Kelas Konkurs Regional : Piyik Hanging, Piyik Yunior, Dewasa Yunior dan Dewasa Senior. Kelas Konkurs latbernil/ladini : Piyik Hanging, Piyik Yunior dan Piyik Bebas. Pengawas Konkurs adalah ditetapkan oleh Panitia Pelaksana Konkurs. Jika peserta lomba tidak puas (protes) atas kinerja dan atau penilaian juri, maka langsung melapor ke Pengawas Konkurs agar segera ditindaklanjuti secara adil dan fairplay.
H Thosan mengatakan bahwa LPB 2026 akan memperebutkan trofi Burung Terbaik Dewasa Senior I – X; Burung Terbaik Dewasa Yunior I – X; Peternak Bali Terbaik 2026 ditentukan dari akumulasi nilai semua kelas (ring peternak Bali); dan Peserta Piyik Terbaik 2026 ditentukan dari akumuasi nilai piyik hanging dan piyik yunior (Nama Pemilik). (gde)


