Connect with us

Lomba

Dafind Cup 1: Ramai Peserta, Lomba Tanpa Komplin

Published

on

dafin cup 1
Lomba burung Dafind Cup 1 berlangsung meriah di GLL, Minggu, 8 Maret 2026. (Foto: gde)

Lomba burung berkicau bertajuk Dafind Cup 1 berjalan sukses di tengah cuaca yang sangat bersahabat, Minggu, 8 Maret 2026 di Gantangan Lege Liang Mahendradata Dnepasar. Sejak siang pukul 11.00 Wita penggemar Sogon tampak hadir dari berbagai daerah di Bali. Sedikitnya panitia membuka 11 kelas sogon hingga kelas favorit murai batu dimulai. Bahkan dua kelas sogon kembali dibuka di tengah-tengah kelas murai, cucak ijo dan kacer.

Para jawara di kelas Sogon.

Di tengah-tengah lomba yang berlangsung sejak siang hingga mahgrib, tampak pemain happy-happy saja menikmati lomba dan tidak ada satu pun komplin dari peserta sebagai bukti bahwa lomba berjalan dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Dari 11 kelas sogon yang dibuka, panitia menobatkan The Rock milik Fyan dari Mantri Edan SF meraih burung terbaik Sogon Pemula. Sedangkan Banaspati milik Adi Nata dinobatkan sebagai Sogon Reguler terbaik.

Dari beberapa kali turun ke arena, The Rock berhasil mengantongi tiga kali posisi puncak atau hattrick. Sedangkan Banaspati sukses membawa trofi burung terbaik Sogon Reguler setelah meraih double winners.

Kelas murai batu, cucak ijo dan kacer ramai peserta.

Sementara itu, di kelas murai batu yang membuka dari kelas 350K hingga kelas 100K rata-rata berlangsung ramai. Demikian juga kelas cucak ijo dan kacer yang juga dibanjiri peserta.

Saking ketatnya persaingan, di kelas murai batu tidak ada yang berhasil mendominasi juara pertama. Tercatat sampai pukul 18.00 Wita burung yang berhasil menduduki posisi puncak diawali kelas utama oleh Sangkuriang milik Sandy, kemudian Oscar milik Dwi Ponal, Sing Song milik Koming, dan Rawit milik Indra. Namun Sing Song sempat mendulang posisi runner up di kelas murai batu 250K.

Para jawara murai batu.

Di laga cucak ijo yang membuka empat kelas juga ramai peserta. Sujiwo milik Daffa berhasil mendulang dua trofi juara pertama dan sekali di posisi ketiga di sesi terakhir sehingga ditetapkan sebagai cucak ijo terbaik.

Jawara cucak ijo.

Di kelas kacer yang juga membuka empat kelas, Jaya Pangus milik Mr. Ariasta berhasil ditetapkan sebagai kacer terbaik. Jaya Pangus berhasil dua kali bertengger di posisi puncak.

Mr. Dafind (kanan) bersama Goes De Ajus.

Mr. Dafind yang menggagas gelaran ini mewakili panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah hadir meramaikan lomba burung Dafind Cup 1 yang rencananya akan terus bergulir setiap tahun.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam penyelenggaraannya ada hal-hal yang kurang berkenan. “Kami mohon maaf jika ada yang kurang berkenan di hati,“ ujar Dafind yang saat itu mengajak putranya.

Para jawara kacer

Bagi yang burungnya berhasil meraih juga, Dafind mengucapkan selamat dan bagi burungnya yang belum masuk juara semoga di kesempatan lain bisa meraih juara.

Di ajang Dafind Cup ini tampak berbaur kicau mania dari berbagai daerah dan juga tampak pemain-pemain yang sudah lama malang melintang di arena lomba. Di antaranya ada Mr. Widi yang mengibarkan bendera Wiron SF, Mr. Big, Made Sukarta, dan masih banyak lagi pemain-pemain lawas yang hadir di tengah-tengah Gantangan Lege Liang Independent.

Goes De Ajus, sebagai komandan di Lege Liang Independent mengucapkan terimakasih kepada kicau mania yang sudah setia menikmati lomba di Gantangan Lege Liang ini. Sebagai juri yang bertugas, pihaknya senantiasa mengedepankan fairplay dalam bertugas dengan tetap menerapkan system penilaian terbuka. Demikian juga soal hadiah, panitia memastikan hadiah diperoleh sesuai brosur yang disebar dan bahkan di tengah-tengah lomba seperti kemarin, panitia memberikan bonus dadakan. (gde)

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.