Connect with us

Perkutut

Bali Swara Cup 2026: Perang Bintang di Senior, Pendatang Baru Melejit di Piyik

Published

on

kutut
Suasana lomba dan para juara di Kelas Dewasa Senior Baliswara Cup 2026, Minggu, 15 Februari 2026 di Lapangan Subak Sembung Denpasar. (Foto: gde)

MINGGU, 15 Februari 2026 mengawali Liga Perkutut Bali Tahun 2026 yang akan berlangsung sebanyak 10 seri hingga akhir tahun. Pada seri pertama ini, Pengwil P3SI Bali memprakarsai dengan  tajuk “Baliswara Cup 2026”. Manik Mas BF yang menjadi sponsor tunggal LPB seri I ini, lomba berjalan lancar dan sukses.

Para jawara Piyik Hanging.

“Kami atas nama Pengwil Bali menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas partisipasi dan support kungmania Bali di Pembukaan Konkurs Liga Perkutut Bali “BALISWARA CUP 2026” ini,” ujar Ketua Bidang Konkurs Pengwil P3SI Bali Kadek Bagiartha.

Pada kesempatan ini, panitia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Manik Mas BF yang telah bersedia sebagai sponsor tunggal pada gelaran seri I LPB 2026 ini.

Para jawara di Kelas Dewasa Senior.

Ia juga menyampaikan selamat dan sukses buat para juara di masing-masing kelas baik Piyik Hanging, Piyik Yunior, Dewasa Yunior dan Dewasa Senior. “Dan bagi yang belum juara, jangan berkecil hati dan tetap semangat meramaikan konkurs berikutnya untuk meraih juara,“ ucap Bagiartha memberi semangat.

Para Jawara Piyik Yunior

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, bilamana ada kekurangan dan kesalahan selama penyelenggaraan konkurs hari ini. Semoga kedepannya Kungmania Bali semakin kompak, guyub dan solid,” imbuhnya.

PERANG BINTANG

Di tengah ancaman cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini di Bali, bahkan sehari sebelumnya terjadi hujan lebat dan angin kencang, namun pada perhelatan seri pertama LPB 2026 ini, alam semesta benar-benar bersahabat. Cuaca demikian cerah sejak pagi hingga lomba berakhir. Para gaco-gaco papan atas Bali pun turun gunung untuk adu nyali di kelas dewasa dan tidak sedikit tetasan-tetasan baru bermunculan di kelas piyik.

Yoga Semadi (kanan) dan Moh. Toha sang mekanik bersama Manik Suara.

Masuknya Manik Suara ke kelas Dewasa Senior setelah pada LPB 2025 dinobatkan sebagai burung terbaik di kelas Dewasa Yunior, menjadikan kelas Dewasa Senior seri I LPB 2026 berjalan sengit. Perang Bintang pun tak terelakkan terjadi antara Manik Suara yang bertengger di gantangan 31 dan Bintang yang dikerek di nomor 19.

H Yusuf Satuman bersama Bintang di posisi runner up Kelas Dewasa Senior.

Di babak pertama ada tiga kontestan yang tampil maksi dengan nilai 3 warna di antaranya Manik Suara unggul dengan suara tengah mendapat nilai 9, Bintang dengan meraih nilai 9 di suara depan, dan Sinar Mas yang unggul nilai 9 di suara tengah. Di babak kedua tiga kontestan ini kembali tampil prima dengan nilai tiga warna tetapi Manik Suara mendapat nilai 9 di suara depan.

Namun memasuki babak ketiga, hanya dua kontestan yang kembali melaju dengan nilai tiga warna. Manik Suara milik Yoga Semadi dan Bintang milik H Yusuf Satuman. Kali ini keduanya sama-sama mendapat nilai 9 di suara tengah.  Dan di babak keempat nilai yang sama kembali diperoleh kedua kandidat juara ini.

Dari hasil rekap, dewan juri memutuskan Manik Suara berhak menduduki posisi puncak disusul Bintang dan Sinar Mas milik Tim Kaswari.  

Bima Sena juarai Kelas Dewasa Yunior

Di kelas Dewasa Yunior, Bima Sena milik Yoga Semadi berhasil meraih posisi puncak setelah satu-satunya mendulang nilai terbaik pada babak ketiga dengan nilai tiga warna. Rata-rata gaco yang turun di kelas Dewasa Yunior mencapai nilai dua warna dan dua warna hitam.

Para jawara di Kelas Dewasa Yunior

Di tengah panas menyengat, para gaco yang turun di kelas Piyik Yunior tampil kurang kerja. Di antaranya Raden milik MK Kayangan yang meraih nilai dua warna hitam di empat babak yang diikutinya. Namun berhasil meraih posisi puncak. Disusul Cinta milik Nengah Suarka.

Raden juarai Kelas Piyik Yunior

Sementara itu, di kelas Piyik Hanging, justru ada satu gaco yang tampil maksi di gantangan 05 bernama Rancap milik Sukron Ali. Tak tanggung-tanggung, Rancap bergelang Nikki ini berhasil meraih nilai tiga warna di empat babak.  

Jawara Piyik Hanging dengan nilai fantastis, Rancap.

Sedangkan juara kedua disabet Kresnadana milik Sinyo bersama Kapten Panggung milik Moh Hasan di tempat ketiga yang sama-sama meraup nilai dua warna hitam di empat babak yang diikutinya.

Lomba diakhiri dengan undian doorprize dan penyerahan trofi kejuaraan kepada para pemenang oleh panitia. (gde)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.