Connect with us

Puter Pelung

Yusli Bird Farm Bangkalan, Sekedar Menyalurkan Hobi, Tapi Produk Ternaknya Bikin Semangat dan Bangga

AGROBUR Tayang

:

Tahun 2018 menjadi awal seorang Yusli Hafandi Boesri menapaki hobi puter pelung. “Saya tahu kalau ada puter pelung dari FB, suaranya kog enak dan ternyata ada lombanya, makanya saya memutuskan untuk main,” terang Yusli. Karena terbilang sebagai pemain pemula, Yusli memutuskan untuk main terasan.

Advertisements
Yusli Hanfandi Boesri, peternak puter pelung asal Bangkalan Madura

Artinya ingin memahami teebih dahulu sebelum memutuskan untuk turun lomba. Setelah dirasa sudah memiliki bekal, akhirnya keputusan untuk menjadi pelomba dilakukan. Perburuan puter pelung mulai menjadi kesibukannya. Informasi dimana ia bisa mendapatkan puter pelung incarannya berusaha ia dapatkan.

Advertisements

Dari satu orang penghobi yang dikenalnya, ke penghobi lainnya, Yusli akhirnya menemukan puter pelung yang menjadi cikal bakal dirinya sebagai pemain. “Saya akhirnya dapat puter pelung bagus yang  bisa dibuat lomba dan selalu mengantarkan saya meraih juara yang selalu saya ikuti,” jelasnya.

Salah satu kandang ternak yang menghasilkan produk unggulan

Beberapa puter pelung orbitannya ia dapatkan dari peternak-peternak yang ia kenal seperti Hanaya Bird Farm Surabaya milik Shil Muhammad, RBN Bird Farm Surabaya milik Eko Purnomo dan FLA Bird Farm Yogyakarta Prashadi. Dari Hanaya Yusli mendapatkan produk yang ia namakan Kacong, Doser dan Kacong Jr.

Dari RBN ia berhasil memiliki produknya bernama Tramontina dan dari FLA ia menerima produk yang ia namakan Raksasa. Orbitan inilah yang akhirnya mendongkrak nama Yusli Bangkalan sebagai salah satu mania puter pelung yang sukses mencatatkan namanya dalam daftar kejuaraan lomba.

Yusli bangga menjadi bagian dari hobi puter pelung tanah air

Dari seorang pemula, kini Yusli menjadi salah satu pelomba yang memiliki nama sebagai mania puter pelung sukses. Seiring perjalanan waktu ketika dirinya merasa bahwa sudah saatnya ia harus bisa mengorbitkan produk ternaknya, Yusli memutuskan untuk mengkandangkan orbitan-orbitan tersebut.

“Saat saya selalu dapat juara pada setiap lomba yang saya ikuti, ada keinginan untuk bisa mencetak produk sendiri, kebetulan saya punya produk bagus, kenapa tidak saya manfaatkan saja, makanya jago-jago itu saya ternak,” ungkapnya. Sejak saat itulah Yusli resmi menjadi seorang peternak puter pelung.  

Pelan namun pasti, Yusli berhasil mendapatkan anakan dari proses ternak yang dilakoninya. Beberapa produk ternak puter pelung miliknya ada yang diminati pemain lain, ada juga yang ia pakai untuk dilombakan. Anak Kacong, adalah salah satu bukti kualitas produk yang didapatnya.

Shill Muhammad Surabaya (kiri) pernah dapatkan produk Yusli BF

Beberapa kali tarung yang dijejaki, produk yang lahir dari kandang K.1 dengan materi indukan jantan Hanaya 288 (Kacong) bersama pasangannya Rossi 162, sudah menghiasi perjalanan lomba puter pelung yang diikutinya. Dalam tarung di Djatim is Back Surabaya, Anak Kacong sukses menembus urutan 3 Kelas Utama.

Gelaran Tumapel Gedangan Sidoarjo, Kacong juga lolos sebagai juara 2 pada kelas yang sama dan Lomba Puter Pelung P5SI Kades Bringin Sampang memposisikan sebagai juara 2 pada Kelas Utama. Prestasi inilah yang membuat nama Yusli Bird Farm Bangkalan mulai diperhitungkan.

Yusli serahkan produknya pada mania puter pelung Bangkalan

Dari kandang itu juga, Yusli sukses melepas produk unggulannya pada pemain senior Surabaya yakni Shill Muhammad. “Alhamdulillah, produk saya diambil Om Shill, transaksi itu terjadi di sebuah cafe dengan suasana yang menyenangkan,” jelas Yusli tanpa menyebut angka nominal yang disepakati.

Namun yang jelas jika seorang Shill Muhammad menyatakan tertarik pada produk ternak, maka angkanya pasti menggiurkan. Diakui oleh Yusli bahwa sebelum ada juga transaksi yang dilakukan. “Ada produk saya yang dibeli Mas Latif Surabaya, saya bangga karena produk saya juga diminati pelomba seperti Mas Latif,” terang pria yang pernah menekuni hobi merpati balap.

Salah satu kandang ternak Yusli Bird Farm Bangkalan

Selama menjalani sebagai pomba dan peternak, dirinya merasa ada yang menyenangkan. “Hobi puter pelung sangat menyenangkan, orang-orangnya baik, familier, suasanya menyenangkan dan enak, juga bisa dapat teman baru,” katanya lagi. Setelah dirinya merasa menemui keberhasilan menjadi komunitas penghobi puter pelung, ada keinginan lebih yang harus direalisasikan.

Yusli berharap bisa mencetak anakan yang lebih bagus dan lebih enak dari produk yang sudah dihasilkannya. Untuk itulah Yusli mengaku sudah ancang-ancang akan segera berburu indukan yang bisa mengantarkan pada keinginan dan cita-cita tersebut.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puter Pelung

Ismail Rafi Mojokerto Jebol Indukan Kandang Unggulan Mahadewa BF Tanjung Bumi Bangkalan, Sepakat di Angka Rp 15 Juta

Published

on

Sebagai salah satu mania puter pelung, nama Adi Surya Mahadewa asal Tanjung Bumi Bangkalan, susah memiliki nama yang layak untuk diperhitungkan. Sederet jago-jago yang berhasil diorbitkan menjadi bukti bahwa eksistensinya tidak perlu diragukan lagi. Adi Surya seakan menjadi salah satu ikon puter pelung tanah air.

Advertisements
Ismail Rafi (kiri) jebol kandang unggulan Mahadewa BF Tanjung Bumi

Kenyataan itulah yang menjadi salah satu poin penting mengapa sosok Adi Surya selalu mudah dikenal dan bisa bergaul dengan siapapun. Seperti yang diakui Ismail Rafi, salah satu mania perkutut yang tinggal di Mojokerto. Keinginan untuk melirik hobi puter pelung, akhirnya menjatuhkan pilihan pada Adi Surya bersama Mahadewa miliknya.

Advertisements

“Seorang pemain perkutut asal Mojokerto mulai terkesima puter pelung seketika mendengar nama Mahadewa BF milik Adi Suyo S. Pd Tanjung Bumi, beliau langsung tancap gas menuju markas Mahadewa dan memantau secara langsung,” terang Adi Surya. Sebagai pendatang baru, Ismail Rafi langsung menyatakan ketertarikannya.

Ismail Rafi dapat bonus sangkar khusus lomba dari Adi Surya Mahadewa

Tak tanggung-tanggung, Ismail Rafi langsung melirik pada sebuah kandang yang saat itu ada suara menjerit, tak banyak basa-basi langsung menanyakan berapa harga indukan yang tinggal dalam kandang ternak tersebut. Tanpa melalu proses panjang dan berbelit, akhirnya Adi Surya sepakat untuk melepas sepasang indukan tersebut dengan mahar

Rp. 15.000.000,-

“Alhamdulillah saya pas silaturrohmi kerumah Pak Adi Mahadewa Bird Farm, saya denger anak-anak puter pelung koq enak suaranya, ada beberapa anak-anak yang di sangkar, ternyata masih satu indukan. Kebetulan saya kesana bersama istri dan Tanya-tanya, itu anaknya puter pelung yang mana,” jelas Ismail yang dikenal sebagai kung mania.

Serah terima indukan kandang unggulan dari Adi Surya ke Ismail Rafi

Adi Surya sendiri memberikan penjelasan secara detail apa yang menjadi pertanyaan sang tamu tersbut. “Saya sempat dengerkan juga suara indukan, ternyata emang ciamik, betinanya juga ciamik. Lama-lama saya jatuh hati sama indukan tersebut, apalagi ketika saya dengarkan suara anakannya juga ciamik,” lanjut Ismail Rafi.

Ketika dirinya sempat mempertanyakan apakan indukan tersebut akan dilepas, nampaknya Adi Surya Mahadewa terlihat berat. Tapi demi memberikan dukungan dan semangat untuk pemula, akhirnya terjadi kesepatan untuk memboyong indukan dari Mahadewa ke kandang ternak Rafi Bird Farm Mojokerto.

Ismail Rafi BF Mojokerto siap kembangkan puter pelung trah Mahadewa

“Sebenarnya berat saya melepas indukan, namun karena ingin memberikan support pada pemula dan demi persahabatan dan persaudaraan, maka akhirnya saya melepasnya juga,” ungkap Adi Surya. Diakui ole Adi Surya bahwa kedua indukan tersebut, adalah mantan jawara yang sering mengiringi Adi Surya tarung di beberapa lokasi lomba.

“Makanya ketika saya menentukan pilihan, saya sempat Tanya-tanya pada Pak Adi seputar perjalanan indukan tersebut, plus dan minusnya. Pak Adi memberikan penjelasan detail sehingga saya betul-betul paham, makanya saya tidak ragu untuk mengambil indukan tersebut,” kata Ismail lagi.   

Ditambahkan oleh Adi Surya bahwa kedua indukan tersebut, jantannya adalah anak pertama dari Dewa Brahma ring Baja 285 dengan Anak Mahadewi AM 148 Bird Farm Yogyakarta dan betinanya adalah ring Mahadewa 010, anak dari Mahadewa Baja 84 dengan Betina AM 171 Bird Farm Yogyakarta.

Kandang ternak perkutut milik Rafi BF Mojokerto siap diisi puter pelung

Dari indukan tersebut sudah banyak lahir jawara semisal Kereta Malam, Dewa Brahma, Mahadewa, Mahadewi, Dewa Kayangan. Nama-nama tersebut memang tidak asing lagi sebagai puter pelung petarung di even nasional,. Nama-nama tersebut diakui Adi Surya sebagai cikal bakal puter pelung orbitan Mahadewa.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan masukan tentang puter pelung yang sudah diberikan Pak Adi, apalagi saya juga diberikan kesempatan untuk melahirkan calon jawara dari sepasang indukan tersebut. Saya juga dikasih bonus dua sangkar khusus lomba dengan kualitas yang tidak kalah bagusnya,” imbuh Ismail yang juga sukses jadi peternak perkutut.

Lanjutkan Membaca

Puter Pelung

Lomba Puter Pelung P5SI September Ceria Bekasi, Dikemas Lebih Gebyar dan Meriah, Satrio Piningit Raih Dua Gelar, Kepikiran Juara Madya

Published

on

Lomba Puter Pelung P5SI September Ceria yang digagas Chapter Jabodetabekar, Minggu 27 September 2020 dikemas berbeda dari penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya. LB Bayu selaku ketua panitia mengatakan bahwa gelaran ini sebagai bentuk semangat pengurus untuk lebih meningkatkan mutu dan kualitas even.

Advertisements
Lomba Puter Pelung P5SI September Ceria Bekasi

“Lomba Kali ini dikemas berbeda dengan harapan lebih gebyar serta lebih meriah. Kami mengambil moment yang sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Kami berusaha untuk memberikan yang terbaik dan yang bisa mampu kami lakukan untuk seluruh peserta yang hadir,” tegas LB Bayu.  

Advertisements

Lapangan Kythavin BF Kranggan Bekasi yang dipilih menjadi lokasi acara, disulap sedemikian rumah sehingga mampu menghadirkan nuansa berbeda dari sebelumnya. Deretan banner sebanyak 28 farm yang ada di Jabodetabekar dan Bandung dipasang sebagai bentuk ucapan selamat.

Suasana penjurian berlangsung aman dan lancar

Pemandangan inilah yang membuat suasana sangat menyolok dan seakan menjadi pusat perhatian peserta. suasana dilokasi acara semakin semarak dengan kehadiran sekitar 130 puter pelung milik peserta yang ikut ambil bagian dalam tiga kelas yang dilombakan, yakni Kelas Utama, Kelas Madya dan Kelas BOB.

Arahan protokol kesehatan terpasang jelas di arena lomba

Panitia juga memberlakukan protokol kesehatan bagi mereka yang ada dilokasi acara lewat pengeras suara yang ada di lokasi. “Kami selalu mengingatkan pada peserta dan juga panitia yang lain untuk mengikuti protokol kesehatan agar gelaran memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang ada disekitar lokasi acara,” lanjut LB Bayu.

Trophy juara bagi peserta yang berprestasi

Selain itu, panitia juga tidak lupa untuk menyediakan tempat untuk ibadah bagi peserta dan pengurus muslim, sehingga mereka tidak perlu meninggalkan lokasi acara hanya untuk menjalankan sholat. Sementara itu dari dalam arena diinformasikan, persaingan perebutan posisi kejuaraan berlangsung sengit dan menegangkan.

Banner ucapan selamat dari farm puter pelung mania

Dari hasil penjurian yang dilakukan, akhirnya memutuskan para juara di masing-masing kelas. Untuk Kelas Utama, juara pertama diraih Satrio Piningit, orbitan Solikhudin Tarik BF Ciledug. Puter pelung ternakan NIF 116 yang digantang pada nomor 44 akhirnya ditetapkan sebagai juara pertama.

Banner ucapan selamat dari farm puter pelung mania

Disusul kemudian oleh Kepikiran andalan Hari Sambodo Smile BF Bekasi ring PKJ 299 pada gantangan 50 sebagai juara kedua dan urutan ketiga ada Bingung Mikir milik Harddy Sambodo Smile BF Bekasi pada gantnagan 51 sebagai juara ketiga. Di Kelas Madya, Kepikiran orbitan Hary Sambodo Smile BF Bekasi ring PKJ 299 sebagai juara pertama.

Banner ucapan selamat dari farm puter pelung mania

Disusul kemudian Karang Tunggal andalan H.Agustian Jatiwaringin ring RMM 29 pada nomor gantangan 52 sebagai juara kedua dan urutan ketiga diraih oleh Kamandanu milik LB Bayu LBHS BF Bekasi yang menempati nomor gantangan 46, puter pelung produk ternak Tarik 285.

Banner ucapan selamat dari farm puter pelung mania

Di Kelas BOB yang merupakan partai bergengsi, Satrio Piningit orbitan Solikhudin Tarik BF Ciledug yang menempati nomor gantangan 34 produk ternak NIF 116 sebagai peraih podium pertama. Urutan kedua diraih Kepikiran andalan Hary Sambodo Smile BF Bekasi ring PKJ 299 pada gantangan 40.

Dan podium ketiga menjadi milik Bingung Mikir jago hary Sambodo Smile BF Bekasi produk ternak PKJ 268 pda gantangan 39. Di akhir acara LB Bayu mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta dan juga sponsor yang telah memberikan dukungan dan semangat pada kegiatan ini.

Panitia menyedaiakan tempat sholat bagi peserta dan panitia muslim

“Terima kasih kepada rekan-rekan puter pelung mania yang telah mesupport hingga acara lomba puter pelung terselenggara dengan baik. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kythavin BF sebagai pemilik tempat lomba, juga terima kasih kepada sponsor Phoenix dan Layung Alus, rekan-rekan yang telah memasang banner serta tidak lupa dukungan team pengurus dan panitia lomba September Ceria,” ungkap LB Bayu.

Lanjutkan Membaca

Puter Pelung

Jokotole Bangkalan Akan Akhiri Jadi Pelomba dan Fokus Meluruskan Kinerja Juri Kotor Yang Merusak Citra Hobi Puter Pelung

Published

on

Siapa yang tidak kenal dengan sosok satu ini. Dia lebih banyak diam namun sudah berhasil mengoleksi segudang prestasi. Pembawaannya kalem dan tenang, namun jangan sampai mengusik perasaannya jika tidak ingin merasakan balasan yang lebih menyakitkan. Jokotole, nama yang akrab ditelinga komunitas puter pelung tanah air.

Advertisements
Jokotole lagi santai bersama rekan-rekan seperjuangan

Eksistensinya sudah tidak bisa diragukan lagi. Salah satu prestasi yang telah dibukukan dalam dunia hobi puter pelung adalah mendongkrak nama Rama (Sri Rama) puter pelung milik Trisna Wijaya Jakarta tanpa pernah mampu ditumbangkan lawan. Tidak dapat dipungkiri berkat Rama (Sri Rama) dan Jokotole, dunia hobi puter pelung lebih berwarna.

Advertisements

Sebagai pemandu bakat puter pelung berprestasi, nama Jokotole seakan menjadi jaminan akan sukses yang selalu diraihnya. Dari satu lokasi lomba ke lokasi lainnya, dari satu kota ke kota lainnya, nama Rama dan Jokotole seakan melekat menjadi satu kekuatan yang sulit ditaklukkan.

Kemenangan yang selalu dekat dengannya diakui bukan karena faktor KKN yang dilakukan antara dirinya dengan juri. “Selama saya lomba, saya tidak pernah sekalipun mempengaruhi juri agar burung yang saya orbitkan harus menang. Jika memang tampil kurang bagus, saya akan menerima jika harus kalah dengan lawan,” terangnya.

Jokotole Bangkalan, pemandu bakal Rama puter pelung berprestasi

Lebih lanjut dikatakan bahwa ketika burung rawatannya belum siap, maka ia tidak akan memaksakan untuk turun lomba. “Kebetulan saya banyak burung yang siap lomba, jadi jika ada satu yang belum siap, maka saya bawa burung lain yang lebih siap,” imbuhnya. Kebetulan juga puter pelung rawatannya memiliki kualitas di atas rata-rata dan satu sama lain hanya beda tipis secara kualitas.

“Saya berusaha bermain aman dan jujur demi eksistensi hobi puter pelung ke depan. Jika kita saja melakukan kecurangan maka lambat lain hobi akan hancur,” imbuhnya lagi. Kenyataan inilah yang membuat nama Jokotole masih disegani. Namun apalah artinya seorang Jokotole seorang diri jika dibandingkan dengan peran juri yang berada langsung di lapangan.

Keinginannya untuk mengkondisikan lomba puter pelung yang bebas dari intervensi dan bersih secara penilaian, nampaknya jauh dari harapan Jokotole. “Saya masih melihat sampai saat ini masih ada juri yang bermain mata, tidak jujur dan tidak bisa menjalankan amanah sebagai juri yang dipercaya panitia,” ungkapnya.

Jokotole memutuskan berhenti jadi pelomba puter pelung

Ditambahkan olehnya bahwa permainan untuk memenangkan burung milik peserta masih terlihat kental dan tidak bisa ditutup-tutupi lagi. “Selama ini saya masih berusaha untuk menegur juri yang bermain, saya bisikin dia agar bisa jujur dan mau menilai burung apa adanya.

Cara ini saya lakukan agar tidak sampai membuat keributan dan saya berharap cara ini juri tidak sampai malu jika saya protes langsung saat di lapangan,” paparnya. Namun usaha itu ternyata tidak berhasil, masih saja ada juri yang tetap menjalankan upaya kotornya sehingga menciderai arti dari hobi itu sendiri.

“Saya pernah lomba di P4SI dan P5SI. Saya katakan bahwa juri mereka masih ada yang melakukan praktek curang, memenangkan burung milik orang terdekat. Cara ini saya saksikan sendiri,” ungkapnya lagi. Dirinya pernah menegur langsung juri saat acara penjurian usai, awalnya juri tersebut mengelak.

Jokotole fokus kembangkan ternak puter pelung

Namun ketika Jokotole mengurai kesalahan dan aksi tidak terpujinya, juri tersebut akhirnya tidak bisa mengelak dan hanya tersenyum. Untuk itulah Jokotole langsung membuat keputusan luar biasa. “Saya memutuskan untuk tidak berlomba lagi, namun masuk menjadi juri. Saya ingin meluruskan kinerja juri langsung dari dalam. Saya ingin P4SI dan juga P5SI memberikan kesempatan saya untuk merealisasikan keinginan saya,” ucapnya.

Keputusan untuk masuk menjadi juri puter pelung akan dia lakukan setelah agenda Liga Perkutut Jawa Timur usai. Sebab dia masih punya tugas untuk mengawal salah satu orbitannya yakni Raja Mongol sampai pada titik akhir diperingkat klasemen akhir. Jika tugas ini selesai, maka ia akan meninggalkan profesi sebagai pelomba dan fokus untuk menjadi pengadil dilapangan sambil meneruskan ternak puter pelung.

“Banyak rekan-rekan yang menyayangkan saya akan berhenti lomba, namun jika saya biarkan kondisi ini maka reputasi hobi puter pelung akan semakin merosot. Sudah saatnya ada perubahan yang lebih baik,” katanya lagi. Sebenarnya ia mengakui ada juri-juri di dua organisasi tersebut yang memiliki kategori sebagai juri bersih dan bagus, namun lambat laun akibat pengaruh orang-orang terdekat yang memiliki kepentingan pribadi, juri yang dimaksud akhirnya berubah haluan.

Lanjutkan Membaca