Connect with us

Perkutut

Yono “Sae Star BF” Paiton-Probolinggo: Resmikan Home Base Barunya

KONBUR Tayang

:

SAE STAR BF Problinggo
SAE STAR BF PAITON-PROBOLINGGO. Yono bersama Istri dan putri tercintanya.
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Tahun 2017, adalah awal Yono Paiton memulai hobi barunya, yaitu burung perkutut. Dan dari sinilah keinginan Yono untuk bisa aktif berbaur bersama komunitas perkutut (kung mania) tanah air dimulai. Baik berbaur bersama kung mania di arisan, di latber maupun di lomba-lomba besar burung perkutut.

Dan yang membuat Yono makin semangat untuk menekuni hobi burung klangenan (perkutut). Bukan hanya karena ia mendapat support dari sesama penghobi perkutut yang ada di wilayah Probolinggo dan sekitarnya saja. Tapi sang istri tercinta, selain mendukung penuh keinginannya. Ternyata sang istri, juga ikut eksis di dalam hobi perkutut tersebut.

SYUKURAN PINDAH HOME BASE. Hanya dihadiri oleh beberapa kung mania dan juri saja.

Bak gayung bersambut, untuk mendukung eksistensi di hobi tersebut. Yono dengan seijin sang istri, mulai berburu perkutut kelas lomba. Dan tak butuh waktu lama, beberapa ekor perkutut kualitas pun mulai dikoleksinya.

“Ya Alhamdulillah, berkat dukungan penuh sang istri serta bantuan teman-teman di sini. Saya mulai mengoleksi beberapa ekor perkutut kualitas dari peternak-peternak Probolinggo. Dan sinilah saya bersama istri, mulai eksis hadir di latber-latber seputaran wilayah Probolinggo,” cerita Yono.

Dan seiring dengan berjalannya waktu, jago-jago perkutut lomba koleksi Yono pun makin bertambah. Begitu pula dengan level lomba yang di hadiri Yono bersama istrinya, juga semakin melebar. Yang semula hanya di seputaran Probolinggo, kini setiap ada lomba besar di luar kota. Pasangan suami istri ini nyaris tak pernah absen dan selalu hadir.

REGISTER P3SI. Jadi bukti kelegalan farm SAE STAR.

Bahkan ketika Yono tidak bisa hadir karena kesibukan kerjanya di luar pulau. Sang istri tercinta inilah yang tetap menjalankan eksistensinya hadir di lomba bersama putra putrinya serta kru. Dan seringnya sang istri hadir di lomba dalam dan luar kota. Menjadikan nama Ny.Yono, lebih dikenal oleh kung mania Jawa Timur.

Bahkan dialah satu-satunya “Srikandi Perkutut” di Jawa Timur yang selalu eksis hadir di lomba-lomba. “Betul, karena istri yang memang paling sering turun ke lomba-lomba dengan ditemani putra atau putri saya dan bersama sopir. Tapi tetap dengan seijin saya,” tutur Yono.

Sambil menyelam minum air serta selalu berusaha dan terus belajar. Itulah prinsip yang dipegang oleh Yono, ketika ia mulai pertama melakoni hobi perkutut. Artinya saat ia aktif berbaur bersama kung mania senior, baik itu juri, pemain maupun peternak. Ia selalu menimba ilmu dengan sering bertanya dan belajar soal perkutut, kepada para seniornya tersebut. Mulai dari bagaimana memoles atau merawat perkutut agar bisa kerja saat turun lomba. Sampai bagaimana cara beternak yang baik dan berhasil.

SAE STAR BF. Akan tetap eksis turun di lomba.

Dan selama kurun waktu kurang lebih 2 tahun, tepatnya akhir tahun 2018. Yono pun membangun kandang ternak, dengan nama SAE STAR BF, nomor Register : 2405/P3SI/2018. Di rumahnya, Perum Sukodadi Indah Residen, Blok F.12, Sukodadi, Paiton, Probolinggo. Jumlahnya pun hanya 6 petak kandang saja, menyesuaikan tempatnya yang memang terbatas.

“Betul, itu saya lakukan berkat bimbingan dan dukungan dari para senior. Seperti pak Hardiyo (Arum BF), abah Kholil (Ulya BF), pak Zainuri (Pattimura BF), abah Sholehudin (Sofa Antique), mas Didik (NPD BF), mas Dhanang (Artoda BF) dan juga petunjuk dari mas Joni (jurnas). Serta soal merawat perkutut dari H.Si Doel SDL BF Surabaya,” terang Yono.

KANDANG BARU SAE STAR. Tertata indah dan rapi.

Dan meterinya kadangnya menurut Yono, banyak diisi dari peternak-peternak lokal Probolinggo. Serta koleksi beberapa jago kualitas dari peternak papan atas, yang ia buat main selama itu. Dan berkat ketekunan dan usaha Yono bersama istri saat fokus mengelola farm SAE STAR. Hasilnya pun tak mengecewakan, karena ada beberapa kandangnya yang mengeluarkan burung kualitas lomba.

“Alhamdulillah, dari Kandang 01, muncul nama Unyil yang sering masuk nominasi lomba. Ada Kardiman yang sekarang dipegang H.Si Doel Surabaya, juga sudah prestasi di lomba dan Patricia. Lalu dari Kandang 02, lahir Ketap Ketip dan dari Kandang 03, lahir Bule. Dan Alhamdulillah, semua burung yang moncer tersebut, sudah mengalir basic dari ring SAE STAR BF,” tambah Yono.

KONSEP MINIMALIS. Membuat suasana jadi nyaman.

Namun seiring dengan perjalan waktu, SAE STAR BF pun terus berkembang pesat. Tapi berhubung tempatnya yang memang sangat terbatas dan tidak mungkin untuk menambah kandang lagi. Akhirnya Yono menitipkan beberapa pasang materi indukannya, ke temannya sesama peternak.

Dan untuk mengantispasi SAE STAR BF yang terus berkembang. Mulai awal tahun 2021, Yono rela menyulap rumah yang lama tidak ditemapti. Manjadi home base baru bagi SAE STAR BF. Dimana di home base baru itu, dibangun 21 petak kandang yang konsep penataannya ia rencanakan sendiri.

“Ya untuk konsep penataan kandang  saya yang bikin, karena memang tempatnya tidak terlalu luas. Tapi untuk pembuatan kandang-kandangnya, mas Dhanang Artoda BF yang ngerjakan. Dan Alhamdullilah sesuai rencana, awal bulan ini sudah rampung semua. Semua kandangnya juga sudah ada isinya, tinggal mencari hari untuk acara syukuran pindahan saja,” tambah Yono lagi.

KUNG MANIA YANG HADIR. Saat selfi di depan kandang.

Dan hari Selasa, 15 Juni 2021 lalu, adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Yono bersama keluarga. Pasalnya sore sekitar pukul 03.00 WIB, SAE STAR Bird Farm (BF) resmi pindah di home base barunya, yaitu di Jalan Pakuniran Gg. CIA no. 423, Sukodadi, Paiton, Probolinggo.

“Terima kasih kepada kung mania dan beberapa teman-teman juri yang sudah hadir, ikut mendo’akan pindahan hom base SAR STAR BF. Dan saya bersama keluarga mohon maaf kepada kung mania lainnya yang tidak sempat kami undang. Karena terus terang acara ini boleh dibilang mendadak. Sebab saya mohon ijin cuti dari perusahaan hanya beberapa hari saja,” ucap Yono.

Dan jelas kehadiran SAE STAR BF ini, akan menambah ramai dunia perkutut Indonesia. “Ya harapan saya, SAE STAR BF bisa memberi kontribusi positif untuk perkembangan dunia perkutut. Syukur-syukur perkutut jebolan kandang SAE STAR, bisa menuai prestasi tertinggi di pentas liga perkutut Indonesia nanti,” tutupYono yang diamini oleh semua yang hadir. *agrobur2.

Perkutut

Team Dozer Sidoarjo, Kolaborasi Tiga Kung Mania dari Tiga Pulau Berbeda, Libas Jadi Amunisi Pembuktian

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Team Dozer Sidoarjo. Namanya memang belum begitu populer di dunia hobi perkutut tanah air. Kung mania yang mengenal namanya hanya sebatas disekitar tempat dimana mereka hadir menyapa dalam setiap kesempatan. Maklumlah, team ini baru resmi terbentuk awal 2021. Artinya belum setahun mereka eksis di arena lomba.

Team Dozer Sidoarjo, Kolaborasi 3 Kekuatan Berbeda

Namun bukan berarti tidak ada yang bisa dibanggakan dari team satu ini. Terlebih jika melihat komposisi anggota yang memperkuat Team Dozer. Sebut saja, Slamet yang merupakan kung mania yang sudah eksis di dunia hiruk pikuknya hobi perkutut. Abah Kodir yang merupakan mania yang tidak pernah melewatkan setiap gelaran.

Belum lagi Deemas yang merupakan aktifitas hobi perkutut, yang sudah melanglang buana dalam perebutan posisi kejuaraan dalam waktu yang sangat lama. “Saat ini Team Dozer hanya beranggotakan tiga orang yang aktif ke lomba, yakni saya sendiri, Abah Kodir dan Bang Deemas,” jelas Slamet Dozer.

Ternyata meski memiliki satu hobi yang sama, mereka memiliki latar belakang yang berbeda. Slamet merupakan kung mania kelahiran Sidoarjo (tanah jawa), Abah Kodir berasal dari Pulau Madura dan Deemas adalah warga asal Makassar yang kini sudah resmi menjadi warga negara Sidoarjo.

Slamet (kiri) jadikan Team Dozer kekuatan baru namun berarti

Nampaknya perbedaan tersebut tidak menyurutkan mereka untuk bersaing, bahkan sebaliknya ingin bersatu dan menjadikan Team Dozer sebagai bagian dari satu diantara sekian banyak team yang selama ini ikut meramaikan persaingan perebutan posisi kejuaraan di setiap ajang konkurs tanah air.

“Kami berangkat dari hobi yang sama yakni burung perkutut, perbedaan asal daerah tidak menjadikan kami ingin bersaing satu sama lain, malah kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan itulah yang membuat kami bisa bersatu. Apalagi kami sama-sama suka lomba dan silaturahmi dengan kung mania nusantara,” ungkap Deemas, pemilik Pacific Mentari BF.

 Lebih lanjut dikatakan bahwa pertemuan mereka terjadi saat berada di arena lomba. Pertemuan demi pertemuan yang mereka alami, dari obrolan yang rutin di lakukan saat mereka bertemu, sampai akhirnya melahirkan kesepakatan bahwa mereka ingin bersatu dalam sebuah kelompok kecil. Maka lahirlah Dozer Team.

Kung mania Sidoarjo, dukung penuh eksistensi Team Dozer

“Kami hadir dari perbedaan daerah, laksana kami adalah trisula, tiga kekuatan yang menjadi satu. Kami juga siap menghadiri undangan kung maia dan siap memoncerkan dan siap berpartisipasi dalam setiap gelaran, baik untuk skla lokal, regional ataupun even-even nasional,” sambung Slamet.

Guna mendukung amunisi untuk mencapai target, Team Dozer disupport oleh beberepa peternak di Sidoarjo, seperti Thor Bird Farm, Samsul Libras Bird Farm, Supriyadi KDR Bird Farm. Libas, menjadi pembuktian Team Dozer dalam mengorbitkan perkutut kelas konkurs.

Perkutut berprestasi produk ternak Thor Bird Farm ini sukses mendongkrak nama Dozer Team dalam setiap lawatannya. Dari catatan yang ada, prestasi Libas diraih mulai Kelas Piyik Hanging, dalam gelaran Liga Perkutut Hanging Pasuruan diposium pertama, juara 2 even Sikumbang Asik Sidoarjo dan konkurs Semarang Kelas Piyik Hanging juara 7.

Bambang (tengah) pemilik Thor BF pencetak perkutut Libas

Naik kelas yakni Piyik Yunior, Libas masih memperlihatkan kualitas suaranya. Podium 1 Latbernil Sikumbang Asik Sidoarjo dan posisi 8 even Semarang. Ada nama lain amunisi yang juga tidak kalah hebatnya, yakni Fighter, masih bergelang Thor. Prestasinya di even Probolinggo juara 9 Piyik Hanging dan gelaran SGS juara 7 pada kelas yang sama.  

“Sebenarnya juara yang pernah kami dapat ada beberapa lagi, namun saya lupa,” lanjut Slamet. Deemas sendiri juga sukses mengorbitkan Pacmen ring Nur NDR Bird Farm. Dengan usia yang masih berada pada angka 5 bulan restasinya pernah diraih dalam gelaran Sikumbang Asik pada podium kedua dan dominasi pada even di Semarang. Ada juga Delila andalan Abah Kodir, ternakan Shafa Bird Farm yang pernah mengharumkan nama Team Dozer saat tampil di lapangan.

“Saya atas nama Team Dozer menguapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mensupport kami, sehingga meski masih berusia muda, tapi Team Dozer bisa selalu sukses membawa pulang trophy juara. Mudah-mudahan kami bisa selalu hadir disetiap lomba dengan hasil menggembirakan,” kata Slamet mengakhiri obrolan.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Gamacca, Produk Chizungtsang BF Moncer Dikelas Piyek Hanging Toddopuli Makasar

Published

on

Chizungtsabg BF Makasar
Khusmasidik Spt bersama para jawara Piyek Hanging
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Produk Chizungtsang Bird Farm kembali moncer digelaran Pengwil P3SI Sulawesi Selatan, hari Sabtu (3/7) kemarin di lapangan Toddopuli Makasar. Turun dikelas piyek hanging anak burung ini meraih prestasi ditangan rawatan Syarifuddin Sahar Tunas Muda BF.

Sejatinya, prestasi produk  Chizungtsang Bird Farm bukan yang kali pertama. Satu bulan silam peternak ini juga sudah mencetak anak burung jawara bernama Hamas juga pernah prestasi di lapangan Toddpuli dalam sebuah laga Liga Peternak Sulsel diawal bulan Juni silam.

Dan, kali ini, kembali anakan peternakan milik Khumasidik, Spt ini berhasil menempati urutuan 10 besar lewat aksi Gamacca dikelas Piyek Hanging. “Meskipun dihari itu dia hanya dua kali bunyi,” ungkapnya.

Khumasidik, Spt bersama Syarifuddin Sahar orbitkan Gamacca

Gamacca anakan dari salah satu kandang terbaik di Chizungtsang BF burung  yang memasuki umur 2 bulan tersebut kesehariannya ditangan Syarifuddin Sahar dari Tunas Muda BF Makasar. “Terimakasih yang tak terhingga kepada pak Syarifudin Tunas Muda BF  dan tim Utara Makasar yang sudah merawat jagoan produk kami hingga prestasi,” ungkap Khumasidik.

Chizungtsang Bird Farm selama ini merupakan peternak perkutut terbaik khususnya di kota Makasar  Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Tidak hanya bermaterikan indukan unggulan yang dikembangkannya yang mengalirkan basicblood dari trah-trah peternak hebat dari Jabodetabek, terutama dari Cakrawala BF Tangerang. Kandang ternak yang dibangunnya juga cukup megah dan mewah.

Markas Chizungtsang Bird Farm lahirkan anakan terbaik

Dari materi-materi itu juga sudah mencetak anak-anak burung hebat diantaranya Hamas dan yang paling gres adalah Gamacca.   Belum lama ini kandang Chizungtsang BF juga baru diisi 8 pasang materi indukan terbaik dari Mr Erwin Cakrawala BF Tangerang. Diantara materi barunya Cakrawala Garuda 4, 18 A, 11 C, dan Garuda E 17 B,  2 C Brazil.

Peternakan milik Khumasidik yang dibangun sejak 2 tahun lalu dibangunnya dikawasan Simpo Baranti Kabupaten. Sidenreng Rappang, sebelah utara kota Makasar. Sulawesi Selatan  (WA 085375507989), sampai saat ini memang merupakan salah satu peternak perkutut terbaik di kota tersebut.

Seperti yang pernah diulas dimedia ini, sampai saat ini kandang-kandang favorit terbaik di peternakan Chizungtsang BF masih tetap mengandalkan  trah Acropoliz, Cakrawala BF, diantaranya Kandang-A.222. (Dragon. Aspira jantan x Acropoliz A.2 04. Betina), K- A667. (Trans.Thailand jantan x Raw A777 betina), K B.333.(Cakrawala. Garuda E jantan x Arian B.1. betina), K- C.222. (Cakrawala Garuda 4 jantan x Acropoliz A2.04. betina), dan K- .D333. (Raw R333 jantan x Raw W888 betina).

Dari materi indukan-indukan tersebut kemudian dikembangkan dengan memasangkan masing-masing indukan hingga menghasilkan anakan-anakan unggul. Hasilnya cukup memuaskan dengan mencetak anakan yang berkualitas seperti Hamas, serta yang terbaru ada Gamacca yang dirawat Syarifudin Sahhar dan moncer dikelas Piyek Hanging. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Tiga Ulama Besar Pamekasan Wafat, Abah Faisol Syafiie JBM Malang Bersama Santri Gelar Sholat Ghoib

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Beberapa pekan ini, bermunculan kabar meninggal dunia, baik dari kalangan masyarakat biasa, tokoh berpengaruh, ulama sampai pejabat. RKH.Badruddin Mudatssir, K.Sofi dan KH.Muhammad Syamsul Arifin menjadi daftar masyarakat yang telah menghadap sang Maha Pencipta.

Suasana sholat ghoib oleh Abah Faisol JBM bersama santri

RKH.Badruddin Mudatssir adalah ulama besar dari Panyeppen Pamekasan dan juga dikenal sebagai kung mania. Beliau pernah hadir dalam gelaran Liga Perkutut Madura Putaran I di Pamekasan bersama rekan-rekannya sesama kung mania. Saat itu beliau begitu bersemangat menikmati acara lomba bersama peserta lain.

Sementara KH.Muhammad Syamsul Arifin adalah pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan. Ulama kharismatik ini dinilai memiliki pengikut yang tidak sedikit. Kepergian ulama-ulama tersebut nampaknya membuat banyak pihak yang merasa sangat kehilangan.

Almarhum RKH.Badruddin Mudatssir Pamekasan

Salah satunya Abah Faisol Syafiie, owner JBM Bird Farm Bululangan Malang. “Innalillah wa inna ilahi rajiun, saya sangat berduka atas meninggalnya para ulama, guru, tokoh agama, saudara dan rekan hobi. Mudah-mudahan beliau tergolong orang-rang yang Husnul Khotimah, aamiin,” ungkap Abah Faisol Syafiie, sambil meneteskan air mata.

Begitu jelas kesedihan yang terpancar dari wajah Abah Faisol Syafiie, ketika mendengar kepergian ulama-ulama yang dikenalnya. “Siapa sangka, Allah SWT telah memanggil guru-guru saya, saudara-saudara saya lebih dahulu. Inilah garis hidup kita yang mau tidak mau, suka tidak suka harus kita hadapi,” terangnya. 

Almarhum KH.Muhammad Syamsul Arifin Pamekasan

Sebagai bentuk penghormatan Abah Faisol pada mereka, pada Kamis pagi, 01 Juli 2021, usai sholat shubuh, melakukan sholat jenazah goib secara berjamaah para santri. “Alhamdulillah pagi ini setelah sholat shubuh, kami bersama-sama melaksanakan sholat berjamaah bersama para santri,” lanjut Abah Faisol.

“Saya merasa sedih ditinggsl para tokoh ulama yang memang benar-benar menjadi panutan Umat Islam. Kepergian mereka bisa ditempatkan di syurga Allah SWT. Kini sudah banyak yang berangkat menghadap Allah SWT,” sambung Abah Faisol yang masih meneteskan air mata kesedihan.

RKH.Badruddin Mudatssir (kiri) saat hadir di LPM I

Masih menurut pemilik JBM Bird Farm ini dikatakan bahwa sebenarnya ini semua merupakan peringatan bagi semua umat Islam diseluruh Indonesia, agar kita selalu ingat bahwa semua juga akan menyusulnya alias mati, tidak diketahui kapan, bisa siang ataupun malam, jam berapa dan dimana. kita tidak mengetahuinya.

Untuk itulah Abah Faisol Syafiie secara pribadi atas nama sekeluarga minta maaf kepada semua teman-teman di seluruh Indonesia bahkan se Asia agar memberikan permohonan maaf yang tidak terbatas atas segala kekhilafan dan kekeliruan keluarga, baik yang disengaja ataupun tidak.

Abah Faisol (tengah) saat pose bareng Almarhum

“Kita semua tidak tahu umur kita berapa, kapan dan dimana akan meninggal dunia.  Saatnya kita berbuat kebajikan dan meninggalkan segala bentuk yang bisa menambah dosa,” harapnya. Mungkin kita lupa bahwa kematian kita makin hari, makin mendekati bukan sebaliknya makin jauh dan lama.

“Marilah wahai kawan-kawan semua umat Islam, tanpa terkeculi untuk segera menghentikan pertengkaran, hentikan saling menjatuhkan, hentikan sikap bermusuhan. Mari budayakan silaturrohmi,” ajak Abah Faisol Syafiie yang selalu aktif dan tidak pernah melewatkan melakukan sholat jenazah ketika ada suudara yang jauh meninggul dunia.

Lanjutkan Membaca

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.