Connect with us

Perkutut

Uzair Koribullah RQ BF Situbondo Kembali “Menggeledah” Markas CTP Bangkalan, Sebelas Produk Simpanan Berhasil Ditemukan

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konkurs di tahun 2022 diprediksi bakal bergulir lebih semarak. Selain karena pandemi Corona yang mulai surut, semangat kung mania untuk kembali ke arena setelah lama terpasung akibat virus covid-19, menjadi salah satu faktor yang menguatkan. Tidak heran jika perburuan amunisi kelas konkurs juga sudah mulai dilakukan.

Uzair Koribullah (kanan) berhasil menggeledah markas CTP

Pergerakan para pemburu nampaknya lebih fokus pada lokasi, dimana calon amunisi yang bakal diorbitkan bisa mereka dapatkan. Referensi beberapa peternak yang bisa menjamin dirinya berhasil mendapatkan calon orbitan, nampaknya sudah mereka kantongi, sehingga tidak butuh waktu lama untuk bisa mencapai titik bidikan.

Uzair Koribullah, anak muda yang begitu semangat menekuni hobi perkutut, mencoba melakukan langkah tepat dan cepat dengan mendatangai CTP Bird Farm Bangkalan untuk bisa eksis di arena konkurs dengan membawa amunisi terhebat, untuk bisa bersaing pada level yang dinginkan.

Uzair bersama pemilik CTP saat memantau langsung

“Hari ini saya datang kembali ke CTP untuk yang kelima kalinya, saya datang dengan membawa misi khusus untuk kembali mendapatkan perkutut yang akan saya turunkan di arena lomba tahun 2022 mendatang, saya sudah tidak tahan untuk segera turun lapangan,” terang Uzair mengawali obrolan.

Kembalinya Uzair ke markas CTP yang berada di wilayah Kraton Bangkalan bukan tanpa alasan. Saat datang untuk pertama kalinya beberapa waktu lalu, Uzair juga mendapatkan produk bernilai tinggi. Kualitas yang dipertontonkan nampaknya membuat anak muda satu ini begitu sangat untuk mengulang lagi peristiwa tersebut.

Hasil dari proses penggeledahan di markas CTP

Setiap kali datang, kemudian mendapatkan perkutut incarannya dan saat kembali ke tanah kelahirannya di Situbondo, Uzair selalu menghadapi kondisi, dimana dirinya ingin kembali lagi menemui sang pemilik farm yakni Ir.R.Moh.Mahmud. Sepertinya ada yang belum tuntas untuk bisa memboyong produk CTP.

“Saya tidak bisa jauh-jauh dari CTP Bird Farm Bangkalan, perkutut yang selalu saya bawa pulang, mbuat saya merasa ingin kembali kesana,” ungkap sang pemburu amunisi kelas konkurs ini. Namun keinginan tersebut tidak mungkin dilakukan, karena alasan kesibukan dan waktu yang begitu juga, serta moment yang seringkali dianggap jadi kendala.

Sebelas produk CTP Bangkalan pindah ke Situbondo

Setiap kali ia akan datang kesana, maka koordinasi dilakukan untuk memastikan apakah perkutut yang akan dibawa, sudah ready atau sebaliknya. Karena yang pasti CTP Bird Farm saat ini menjadi incaran kung mania untuk mendapatkan produk kualitas lomba ataupun bahan ternak.

“Kalau saya telat sedikit saja, maka lewatlah keinginan saya untuk membawa pulang perkutut ternakan CTP, disana banyak pengincar, makanya saya harus cepat, tepat dan jelas,” sambung pemilik RQ Bird Farm Situbondo. Baginya jika perlu, bermalam dilokasi tersebut tidak jadi masalah, yang penting hasil perburuan bisa memuaskan.

Markas CTP Bangkalan menyimpan potensi besar pencetak jawara

Usaha yang dilakukannya dan dibantu oleh rekan-rekan, akhirnya membuahkan hasil. Kali ini Uzair memboyong 11 ekor produk berlabel CTP. Diakui olehnya bahwa kesebelas perkutut tersebut memang bukan untuk calon jawara. Rinciannya enam ekor untuk calon pemburu prestasi dan sisanya diproyeksikan untuk materi kandang.

“Alhamdulillah saya puas dan senang membawa 11 ekor perkutut ternakan CTP, ini yang saya inginkan sejak berangkat dari rumah, saya dapat apa yang saya inginkan. Mudah-mudahan bisa membuat saya semakin semangat turun lomba,” harap Uzair. Dirinya berharap, masih ada stok lagi yang bisa kembali ia boyong ke Situbondo.

Enam produk kualitas konkurs resmi jadi milik Uzair Situbondo

“Kalau masih ada yang lebih bagus, saya pasti akan datang lagi ke Bangkalan, karena kebutuhan untuk perkutut lomba dan ternak, masih sangat tinggi. Tahun 2022 saya harus mulai turun lomba untuk merasakan bagaimana rasanya bisa memang dan membawa pulang trophy,” ucap Uzair lagi.

Adapun produk yang berhasil diboyongnya untuk calon peraih prestasi di lapangan adalah CTP CTP A.8 (CTP 1234 K.A-7 x CTP 1708 K.F-2), CTP A.11 (CTP 1356 C.3 x TOP 10-455 D.5), CTP C.1 (CTP K.111 x CTP 440 G.8), CTP D.11 (CTP 610 K.4 x CTP 801 K.2), CTP A.4 (CTP K.111 x Jimat 1017 K.59 dan CTP C.5 (Jimat 1759 K.000 x Jupiter 965 Genio).

Trah maut ternakan CTP siap menjadi penghalang lawan

Tidak disebutkan berapa nominal rupiah yang dikeluarkan Uzair Koribullah untuk memboyong sebelas produk CTP level unggulan. “Saya tidak terlalu memikirkan dana yang dikeluarkan, yang penting saya cocok dan puas, maka saya lakukan transaksi. Karena saya ingin segera memiliki perkutut kelas lomba,” lanjut Uzair lagi.

Ir.R.Moh.Mahmud ketika dimintai komentar menngatakan bahwa setiap kali datang ke markas CTP, Uzair selalu meminta yang terbaik. “Saya kira semua kandang CTP mengeluarkan produk bagus, tinggal pembeli saja yang mau memiliki produk dari kandang mana yang dirasa cocok dan pas,” terang Ketua Pengda Bangkalan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.