Connect with us

Perkutut

Usai Latihan di Pondok Candra Sidoarjo, Robert Ming Surabaya Relakan Produk Unggulan Skylight 120 Berganti Majikan ke Nawang Triton

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seperti biasanya, Rabu menjadi agenda latihan rutin di Lapangan Perkutut Pondok Candra Sidoarjo. Peserta latihan seringkali dipenuhi oleh kung mania papan atas, hanya untuk menjajal performa burung orbitannya sebelum resmi masuk arena konkurs. Dilokasi ini pula mereka seakan merasa nyaman dan pas untuk sekedar ngerek burung.

Robert Ming Skylight (dua dari kiri) lepas produk unggulannya

Selanjutnya tukar pikiran seputar hobi perkutut atau juga bercanda gurau sebagai bagian dari aktifitas yang dilakukan. Robert Ming pemilik Skylight Bird Farm Surabaya menjadi satu diantara sekian banyak kung mania yang menjadi peserta latihan. Begitu juga Nawang Triton Bird Farm Surabaya, hadir bersama rekan-rekan lainnya.

Setelah sampai lokasi latihan pada Rabu, 23 September 2020, mereka menempatkan perkutut miliknya pada masing-masing titik. Untuk yang masih berusia muda, maka dipilihlah gantangan untuk menyantolkan sangkar yang terisi perkutut piyik. Sedangkan yang masih berumur nanggung, maka pilihan adalah setengah kerekan.

Untuk perkutut dewasa, maka tiang kerekan penuh menjadi pilihannya. Robert Ming mengaku membawa 4 ekor perkutut masing-masing 1 ekor dikerek pada setengah tiang dan 3 ekor Piyik hanging. Selesai menempatkan perkutut produk kandangnya, ia memilih tempat duduk bersama yang lain.

Transaksi produk Skylight BF Surabaya antara Ming dan Nawang

Agenda selanjutnya adalah meramaikan suasana latihan dengan obrolan ringan. Sesekali mereka tetap fokus memantau burung miliknya atau burung punya yang lain. Nawang Triton yang kebetulan berada dekat Robert Ming nampaknya mulai memperhatikan perkutut milik rekannya tersebut.

Beberapa kali mengeluarkan suara bagusnya. Semakin lama Nawang tak sanggup memendam keinginan untuk memperjelas maksudan dan tujuan. Namun saat itu Robert Ming kebetulan meninggalkan sejenak lokasi latihan bersama Awong AW dalam rangka mencari sesuatu yang tidak ada di lokasi latihan.

Ketika kembali tiba dilokasi, Nawang langsung mendekati Robert Ming. Pembicaraan keduanya terlihat serius meski sesekali terdengar mereka tertawa. Sampai akhirnya saat menjelang acara latihan berakhir, terjadilah deal. “Ko Nawang tertarik membawa pulang produk Skylight 120 yang baru saja saya bawa latihan ke Pondok Candra,” terang Robert Ming.

Lapangan perkutut Pondok Candra Sidoarjo

Menurutnya produk ini lahir dari kandang Skylight BRI dengan materi indukan jantan MLT 26 bersama pasangannya RPM Hummer. Usia burung ini sekitar 3 bulan. “Saya suka burung ini karena sesuai dengan tipe saya, pokoknya bagus. Makanya saya langsung kejar Ming agar dilepas buat saya,” ungkap Nawang.

Tidak disebutkan berapa rupiah naik transaksi yang disepakati, namun Robert Ming sempat mengatakan bahwa produk dengan kualitas seperti itu, biasanya ia membuka harga pada kisaran puluhan juta. “Terus terang saya biasanya buka harga untuk kualitas burung seperti itu pada angka 10 juta,” jelasnya.

Kondisi latihan di lapangan perkutut Pondok Candra Sidoarjo

Nawang sendiri hanya tersenyum ketika ditanya berapa rupiah kocek yang dirogoh untuk mendapatkan produk tersebut. Namun yang pasti, setelah resmi jadi miliknya, Skylight 120 akan segera orbit di gelaran yang sudah dipilihkan. “Tunggu saja tanggal mainnya, burung ini akan saya tantang untuk tampil dalam gelaran perdana,” lanjut Nawang.

Si Jo, begitulah perkutut ini dinamai akan segera muncul sebagai pendatang baru yang siap orbit dengan prestasi menggetarkan arena konkurs. “Siap-siap bagi lawan yang akan berhadapan dengan Si Jo, jangan sampai lengah karena Si Jo akan membuat suasana lapangan makin panas,” kelakar Nawang Triton.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.