Connect with us

Profil

Ujang Baso SF Cicurug Sukabumi: Gagal Meminang Murai Batu MS, Akhirnya Memilih Fernando dan Anakan Hummer

AGROBUR Tayang

:

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Persaingan kelas murai batu diblok barat semakin kompetitif. Tidak hanya para pemilik burung jawara lawas yang tetap eksis, para pendatang baru alias new comer pun banyak  bermunculan dan tampil saling unjuk kekuatan dengan amunisi-amunisi burung unggulannya. Siapa saja diantaranya?

Advertisements

Ujang Baso SF salah satunya. Meskipun terbilang kicaumania anyar pria pengusaha kuliner baso dari Cicurug Sukabumi ini tak mau nanggung untuk turut dalam  persaingan dikelas murai batu.  Burung-burung top papan atas juga jadi bidikannya. Salah satu diantaranya murai batu Murai Sakti atau dikenal MS koleksi mendiang almarhum H Sukarto,  juga kicau mania dari Cicurug.

Ketika itu negosiasi penawaran MS sudah diajukan Ujang pada keluarga almahum, sayangnya nilai mahar yang diajukan sebesar Rp 300 juta belum disepakati pihak pemilik.  Akhirnya, pilihan Ujang jatuh pada gaco milik H Sukarto lainnya, yang juga tak kalah kualitasnya, yakni Fernando.

Tidak cukup hanya itu, Ujang juga mentake-over anakan Hummer koleksi H Sukarto lainnya. Kini kedua burung sudah diboyongnya. Hasilnya, Fernando moncer diurutan 3 besar dieven Champion Cup 1 Radjawali Indonesia di Samsat BSD Tangerang, Minggu (25/10) lalu.

Selain Fernando dia juga memboong anakan Hummer dari H Sukarto. Sementara anakan Hummer tersebut juga sudah moncer ditangan Ujang. Hummer tak lain burung murai batu legendaris saat ditangan Hery TSI yang sudah sejak lama diternak oleh H Sukarto. Yang pasti, Ujang akan terus hunting burung-burung unggulan sebagai pelengkap amunisinya di Baso SF Cicurug Sukabumi. Agrobur

Baca Juga  Nyaris Menang Nyeri Dikelas Bergengsi, Murai Batu Gading Sakti Tunjukan Kesaktiannya di Umi Kasum Cup 2 Jakarta

Profil

Murai Batu Katana Milik Edo Depok, Moncer Di BnR Kavling DKI Setelah 3 Tahun Ketemu Settingannya

Published

on

Murai Katana Milik Edo Depok
Edo bersama Murai Batu Katana dan Cucak Hijau Bandly
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Konsisten main didua jenis burung cucak hijau dan murai batu sampai saat ini  yang dilakoni Edo kicaumania Depok. Cucak hijau Bandly dan murai batu Katana dua koleksinya  ini baru saja menuai prestasi dieven BnR Kavling DKI Jakarta Selatan, Sabtu (28/11) lalu.

Advertisements

Cucak Hijau Bandly jawara andalan lawasnya sampai saat ini memang masih menjadi amunisinya. Hampir setiap pekan gaconya ini meraih gelar juara disetiap even khususnya Jabodetabek dan sekitarnya. Digelaran BnR Kir Jakarta Selatan kemarin, dia sukses meraup poin gelar juara 1,2 dan 3. Salah satunya dikelas utama.

Yang menarik, hari itu dia juga tidak hanya sukses mengantarkan Bandlly ketangga juara, tapi juga berhasil membuka kemenangan juara pertama buat murai batu Katana untuk yang pertama kalinya sejak 3 tahun dia merawat burung tersebut. “Baru ketemu kunci settinganannya,” tandasnya.

Ya, sejak awal pertama Katana ditangannya dia masiih belum bisa memaksimalkan burung tersebut, berungkali diturunkan memang masuk nominasi juara tapi belum pernah masuk juara pertama. “Dan baru pertama ini masuk juara kesatu, inipun tadinya saya ngga percaya, hehe,” katanya bangga. Dengan kemenangan dua gaconya tersebut digelaran tersebut lengkap sudah kebahagiaan Edo. Dan dia akan semakin eksis main dikedua kelas cucak hijau dan murai batu. *agrobur4.

Baca Juga  Setelah Sukses Di Piala Menkop, Murai King Silver Double Winner di Melvin Cup Cibubur
Lanjutkan Membaca

Profil

Murai Q Tink, Jawara Muda Lepas Trotol Raih Double Winner Di BnR Kavling DKI Jakarta Selatan

Published

on

Murai Q Tink Milik Furqon Depok
Furqon sukses antarkan Q Tink ketangga juara
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Dalam even BnR Kavling DKI, Sabtu (28/11) di Jl M Kahfi II Jakarta Selatan dikelas murai batu muda nama Q Tink menarik perhatian. Pasalnya tidak hanya mendominasi dengan meraih gelar double winner alias dua kali juara pertama, tapi juga aksinya yang luar biasa.

Advertisements

Belakangan ini banyak even organiser yang membuka kelas-kelas murai batu muda. Sesi ini memang diperuntukan buat melatih murai batu yang usianya tidak lebih dari 2 tahun. Atau paling tidak baru satu kali mabung.

Kelas tersebut lumayan ketat persaingannya. Hari itu Q Tink koleksi Furqon dari Depok sukses mengemas dua kemenangan didua kelas yang diikutinya. Murai Batu 100 dan Murai Batu 50.

Meskipun masih tergolong mudah dikisaran usia 1 tahunan, Q Tink memiliki kualitas materi mewah. Isiannya lengkap mulai dari lagu-lagu suara burung kecil sejenis tembakan burung gereja, kenari, dan presnjak serta tonjolan tengkek, celilin hingga jangkrik yang dibawakannya dengan baik.

“Saya masterin sejak lepas trotolan, dan Alhamdulillah bisa tampil maksimal,” ungkap Furqon, yang juga pemilik cucak hijau unggulan bernama King Pandan ini. Q Tink menurut pemiliknya didapatnya saat lepas trotolan dari seorang pengepul spesialis murai batu muda hutan prospekan dikawasan Cibinong Bogor. Setelah membelinya selama hampir 8 bulan dia merawatnya dan hasilnya, sejumlah gelar juara khususnya dikelas murai batu muda diraihnya. *agrobur4.

Baca Juga  Juara di AGJ Cup 2 Jakarta, Jadi Debut Manis Buat Murai Batu Ojolali
Lanjutkan Membaca

Profil

Moncer Dikelas Utama Cucak Hijau SK Di BnR New Prasetya Bekasi, Ini Dia Perawatannya

Published

on

Cucak Hijau SK Opi Jagakarsa
Mr Opi bersama SK
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Sejatinya main dijenis cucak hijau buat Opi kicaumania Jagakarsa Jakarta Selatan ini hanya selingan selain murai batu. Namun, sejak memiliki cucak hijau Surya Kencana (SK) dia semakin eksis namanyapun kian melejiit. Berikut ini perawatan kesehariannya.

Advertisements

Dari rekam jejak prestasinya sejumlah gelar juara sudah diraih gaconya tersebut sepanjang musim lomba tahun ini. Yang paling gres, dia baru saja memetik kemenangan juara pertama dikelas utama dalam even Road To KAW BnR Prasetya Bekasi, Minggu (22/11) lalu.

Hari itu  SK memang tampil istimewa, turun 2 sesi dia berhasil meraup poin  gelar juara pertama dikelas utama Cucak Hijau 36 G. Meskipun hujan lebat terus mengguyur ditengah aksinya, tak menyurutkan penampilan terbaiknya.

Begitu digantang langsung ngedur, dengan gaya ngetrok sambil ngotot bawa materi lagu isian mewahnya yang komplet. Dilengkapi isian cucak kinoy, kenarian,  tembakan burung cucak jenggot dan lovebird. Semua lagu isiannya dibawakannya dengan sempurna.

Cucak Hijau SK.

“Kalau sudah bawa lagu isian  gonta-ganti kayak seperti murai batu,” terang sang pemilik yang kini dia juga tengah mengorbitka cucak hijau barunya bernama Biang Kerok..

Materi lagunya  istimewa didukung dengan kualitas volume diatas rata-rata. Pun halnya dengan durasi kerjanya  yang  tetap terjaga dari menit awal hingga akhir nyaris tanpa jeda.  

Ada kisah menarik selama Opi memiliki burung yang ditake-overnya dari kicaumania Tangerang ini. Burung tersebut selain  kualitas materinya yang istimewa juga memiliki mental fighter yang luar biasa. Maunya dieven besar ketemu lawan-lawan yang mapan, semakin dikepung lawan kerjanya semakin maksimal.

Untuk hal perawatan, burung ini nggak perliu ribet. Tidak sebagaimana lazinya burung-burung lomba. Perawatannya alakadarnya, tanpa dijemur mandinyapun cukup dua hari sekali. Sehari-harinya ditempatkan khusus dalam satu ruangan tersendiri. Kebutuhan pakan utama pisang kepok diselingi buah lain seperti pepaya dan lainnya serta ditambah ekstra fooding jangkrik dengan porsi porsi pagi 5 ekor dan sore 5 ekor. *agrobur4.

Baca Juga  Juara di AGJ Cup 2 Jakarta, Jadi Debut Manis Buat Murai Batu Ojolali

Lanjutkan Membaca