Connect with us

Puter Pelung

Trisna Wijaya Jakarta, Bakal Take Over Puter Pelung Penakluk Sri Rama

KONBUR Tayang

:

Totalitas Trisna Wijaya dalam menekuni hobi puter pelung memang tidak perlu diragukan lagi. Meski hadir di dunia hobi puter pelung belum sampai satu tahun lamanya, namun eksistensi dan popularitasnya sudah mampu menyalip mania puter yang sudah hadir sebelum dirinya.

Trisna Wijaya (tengah) totalitasnya tak perlu diragukan lagi

Nama Trisna Wijaya seakan menjadi sosok yang sempat menjadi pembicaraan sebagian besar mania puter pelung. Padahal setelah menyatakan bergabung sebagai bagian dalam komunitas puter pelung tanah air, Trisna Wijaya tidak pernah menampakkan dirinya dikhalayak umum.

Maklumlah, sebagai pengusaha sukses di Jakarta, dirinya mengaku tidak punya banyak waktu berada di arena lomba untuk selalu hadir sebagai peserta. Namun nama Trisna Wijaya tetap populer berkat aksi panggung sang orbitan yakni Sri Rama, puter pelung yang selalu sukses meraih predikat sebagai pemegang jawara dalam setiap kali turun lomba.

Trisna Wijaya saat hadir di Liga Puter Jatim IV Madiun

Sri Rama telah melambungkan nama Trisna Wijaya dibarisan mania papan atas dalam dunia hobi puter pelung tanah air. Prestasi demi prestasi yang ditorehkan Sri Rama mampu menghipnotis mania akan ketangguhannya. Dalam setiap lawatannya, Sri Rama selalu diunggulkan, baik lawan apalagi kawan.

Kelas Utama menjadi partai yang selalu menyedot perhatiannya. Dalam sebuah pertemuan antara Media Agrobur dan Trisna Wijaya terjadi obrolan yang menyatakan bahwa Sri Rama merupakan pilihan tepat baginya. Meski harus mengeluarkan kocek cukup dalam untuk mengambil alih kepemilikan Sri Rama.

Trisna Wijaya mengaku semua bukan masalah. Ia melakukan dengan pertimbangan demi menyalurkan hobi barunya. “Saya tidak ingin setengah-setengah dalam menekuni sebuah hobi, makanya saya harus total dan pasti dalam memilih burung bagus,” tegas Trisna Wijaya.

Bakal take over puter pelung penakluk Sri Rama miliknya

Sebab menurutnya tidak ada beda jauh antara saat memiliki burung top dan burung biasa. Bahkan dikatakan olehnya bahwa memelihara burung jelek, akan sangat rugi karena waktu perawatan, menu pakan, tenaga dan pikiran serta faktor lain yang harus dijalani sama saja.

Jadi menurut Trisna untuk apa beli burung tanggung jika kerugiannya lebih banyak. Mending beli burung top meski bandrol yang dipasang cukup besar Dikatakan pula bahwa pemilihan Sri Rama bukan asal beli. Trisna mengaku melakukan pertimbangan matang sebelum memboyong Sri Rama ketempat barunya.

Bersama saudaranya, Adi Suryo (kiri) dan H.Ambrin (kanan)

“Saya memantau langsung dan juga informasi dari beberapa saudara saya seperti Pak Adi Surya dan Pak Ambrin, ternyata prestasinya stabil, makanya saya beli meski harganya kata orang-orang tergolong tinggi untuk seekor puter pelung,” lanjut mania asal Bangkalan Madura.

Ukuran mahal itu relatif dan bahkan rupiah yang ia keluarkan untuk mendapatkan Sri Rama masih jauh berbeda ketika dirinya masih eksis menekuni hobi merpati balap. “Saat saya menekuni hobi merpati balap, saya banyak keluar duit untuk beli burung mahal, angkanya bisa ratusan sampai milyaran rupiah untuk mendapatkan merpati balap unggulan,” lanjut pemilik merpati balap berprestasi seperti Sri Rama, talenta, Mileenium Jendral, Dewi, Dewa Kelana dan sederet nama lainnya.

            Dirinya yakin dan percaya bahwa saat ini Sri Rama menjadi burung tanpa tanding. Untuk itulah ia mengaku tidak akan diam ketika ada burung yang mampu mengalahkannya. “Kalau ada puter pelung yang sanggup mengalahkan Sri Rama dalam beberapa kali lomba, maka saya siap membelinya. Berapapun harga yang ditawarkan,” terang Trisna Wijaya.

Sri Rama orbitannya saat ini masih menjadi puter pelung terbaik

Sebab menurutnya, ketika sudah terjun sebagai penghobi dirinya mengaku tidak mau main-main. “Kalau saya sudah mau turun ke hobi, maka saya tidak mau kalah,” imbuhnya. Jika tidak percaya, silahkan dibuktikan. Namun demikian keputusan untuk mentake over burung penakluk Sri Rama harus melalui berbagai pertimbangan.

Selain burung tersebut harus benar-benar bagus, artinya kemenangan yang diraih sudah melalui penjurian yang fair play, juga akan meminta pertimbangan dan pemantauan yang cukup sehingga dirinya tidak salah pilih.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.