Connect with us

Perkutut

Trimurti Bird Farm Surabaya, Berkat Trah Basa Basi (Basah Lagi), Produk Ternaknya Moncer di Level Nasional, Kandang Lain Siap Menyusul

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konkurs Seni Suara Burung Perkutut Lawang Sewu Cup Semarang, yang tergelar dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu, 25 dan 26 September 2021, menjadi ajang yang semakin meningkatkan optimisme dan semangat Trimurti Bird Farm Surabaya untuk terus eksis sebagai peternak.

Mbah Kung, pemilik Trimurti Bird Farm Manukan Surabaya

Pasalnya dalam laga yang tergelar pada Sabtu, 25 September 2021, ada satu produk Trimurti yang berhasil menerobos daftar kejuaraan di Kelas Piyik Hanging pada posisi kedelapan. Perkutut bernama Honda, orbitan Pepen Subang, seakan menyadarkan bahwa farm yang berlokasi di Wisma Tengger Manukan Surabaya masih memiliki produk di jalur prestasi.

Alur perjalanan Honda bisa sampai membawa pulang trophy juara, berawal ketika Mbah Kung, sang pemilik Trimurti menitipkan beberapa produk ternaknya pada Farouq ADA Bird Farm Sidoarjo. Selama dua Minggu disana, Farouq berhasil mengabadikan performa sang burung dalam format video.

Trimurti BF sukses lahirkan produk level nasional

Kemudian hasil rekaman tersebut disebarkan lewat beberapa media sosial, salah satunya WhatsApp (WA) di group perkutut. Ternyata respon diberikan oleh Andri Bekasi dan terjalin komunikasi via WA untuk menindaklanjuti perihal rekaman video tersebut. Negosiasi dilakukan dan tercapai kata sepakat.

“Saya lepas produk Trimurti pada Pak Andri kalau tidak salah pada hari Kamis menjelang lomba di Semarang, pertemuan kami lakukan di Surabaya untuk menyerahkan burung tersebut sebagai tanda deal. Kabarnya burung ini mau dibawa pulang ke Bekasi terlebih dahulu,” papar Farouq.

Kandang Trimurti 05, tempat Honda dilahirkan

Nah, pada Sabtu 25 September 2021 sore hari, Farouq dapat kabar kalau burung tersebut dilombakan pada gelaran Lawang Sewu Cup Semarang dan berhasil meraih juara 8 Kelas Piyik Hanging, namun atas nama Pepen Subang. “Saya jelas senang, karena bisa memberikan burung berkualitas, sehingga saya tidak dibilang ngapusi (pembohong),” ungkap Farouq.

Informasi tersebut sampailah ke Mbah Kung pemilik Trimurti. “Alhamdulillah produk Trimurti bisa kembali dapat juara di lomba, saya senang mendengar berita ini,” tegas Mbah Kung. Jika melihat trah yang ada dalam diri Honda, ternyata burung ini merupakan keturunan, Basa Basi (Basah Lagi) orbitan Budi SP Semarang.

Berkat trah Basa Basi (Basah Lagi), Trimurti BF tetap eksis

Honda lahir di kandang Trimurti 5 dengan formasi indukan jantan Trimurti 2501 K.WW 3 yang merupakan kembaran Basa Lagi bersama betina Trimurti 2210 K.WM 12, kakak perempuan Basah Lagi. Usia Honda saat ini berada di angka 4 bulan dengan nomor ring/gelang Trimurti 2639.

Pasca kemenangan tersebut, Trimurti banyak menerima permintaan burung berkelas. Adik Honda yang saat ini masih berusia 2,5 bulan sudah laku ke Gangsar, kung mania Nganjuk. “Adik Honda yang bergelang Trimurti 2674 sudah dibeli Pak Gangsar pemilik Kusuma Wicitra Bird Farm Nganjuk,” jelas Mbah Kung.

Menatap masa depan cerah bersama Trimurti BF Surabaya

Ditambahkan oleh Mbah Kung bahwa kemenangan itu juga membuat semangatnya untuk terus menekuni perkutut lebih serius semakin tinggi. “Selama ini saya tidak punya waktu untuk mengurus kandang, selain repot soal urusan kerja, kondisi mata saya juga tidak bisa diajak kompromi, sekarang saya siap mengurus kandang ternak lagi,” ungkap Mbah Kung.

Kandang lain yang dinilai memiliki potensi untuk mencetak perkutut handal adalah WM 8 (Trimurti anak WW 3 – kembaran Basah Lagi x Prokung 378 VIP) dan kandang TM 2 (Trimurti kembaran Basah Lagi x Ratu). Menurut Mbah Kung sebenarnya ada kandang lain yang siap mencetak produk unggulan, namun karena hasil belum terpantau, maka tidak berani menyimpulkan.

Mbak Kung makin semangat menekuni ternak perkutut

Tapi Mbah Kung yakin dan optimis bahwa kandang ternak Trimurti akan segara mengeluarkan produk kualitas konkurs level nasional, berdasarkan feeling dan indukan yang menghuni kandang ternak tersebut. Seperti pengakuan Mr.Paul Surabaya yang sempat memantau indukan dan hasil ternak, mengakuinya.

“Wah indukan disini bagus-bagus, saya mendengar sendiri kualitas indukan yang ada di dalam kandang ternak. Saay juga yakin Trimurti bisa mengeluarkan perkutut bagus,” aku Mr.Paul. Beberapa kung mania yang sempat berkunjung kesana, juga mengaku hal yang sama. Mereka mengapresiasi kualitas indukan yang ada.

Mr.Paul (kanan) mengakui kualitas indukan kandang Trimurti

Bahkan Mbah Kung tidak segan-segan untuk bertanya tentang kualitas indukan yang menjadi penghuni kandang ternak Trimurti. Kenyataan inilah yang nanktinya akan memberikan kesempatan kepada Trimurti Bird Farm Surabaya untuk kembali mencetak perkutut handal sebagai penerus dari nama nama besar Basa Basi (Basah Lagi).

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.