Connect with us

Perkutut

Tombo Ati Bird Farm Bangkalan, Sukses Menyandingkan Dua Hobi, Burung Perkutut dan Keris Pusaka

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa hobi perkutut memiliki unsur misteri. Kepercayaan inilah kadang disambungkan dengan benda-benda berbau mistis, seperti halnya keris pusaka. Keduanya dinilai memiliki kesamaan yang bisa dilakukan sekaligus tanpa mengorbankan salah satu.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Sukron Amirullah bersama koleksi keris pusaka peninggalan sang Ayah

Kenyataan inilah yang sempat dilakoni H.Musa Bangkalan yakni menjadi peternak perkutut sekaligus kolektor keris pusaka. Namun dua hobi ini akhirnya harus ia akhiri ketika kematian menjemputnya. Sepeninggal H.Musa kedua hobi tersebut terus ada karena salah satu putranya yakni Sukron Amirullah meneruskan warisan sang Ayah.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

“Sekarang saya meneruskan hobi Abah yakni ternak pwrkutut dan koleksi keris pusaka,” terang Sukron. Dirinya mengakui bahwa keputusan tersebut diambil bukan karena terpaksa, namun muncul dari hati yang paling dalam. Selama ini Sukron mengaku sudah senang perkutut dan juga keris.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Tombo Ati BF Bangkalan, sukses sangdingkan hobi perkutut dan keris pusaka

“Saya banyak belajar dari Abah saat masih ada, sekarang saya harus melanjutkan apa yang sudah Abah miliki,” lanjut Sukron. Ia mengakui bahwa tidak ada kesulitan yang berarti dan mengalami kendala saat harus meneruskan warisan tersebut karena Sukron sudah terbiasa melakoni.

Advertisement
Advertisement

“Saya tinggal meneruskan saja karena selama ini saya juga ikut mengurusi ternak perkutut dan juga koleksi keris. Jadi tidak ada masalah ketika Abah sudah tidak ada lagi,” imbuhnya. Terlebih dengan jumlah kandang yang hanya 20 petak, tidak ada hal yang sulit baginya untuk tetap bertahan memantau perkembangan penghuni kandang ternak.

Sukron Amirullah bersama benda pusaka koleksinya

“Sejak dulu Abah sudah bilang bahwa jumlah kandang tidak perlu banyak, yang penting kualitas bagus dan banyak dicari pembeli,” ucap Sukron menirukan pesan sang Ayah. Dan terbukti bahwa selama ini produk kandang ternak Tombo Ati Bird Farm tidak pernah menyisakan anakan. Semua laris manis diserbu pembeli.

Produk Tombo Ati masih menjadi jujukan kung mania

“Disini jarang menyimpang anakan sampai usia dewasa, ketika sudah bunyi biasanya sudah dibeli orang,” kata Sukron lagi. Selama ini Tombo Ati Bird Farm berusaha melepas produk dengan cara dipantau terlebih dahulu. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar sama-sama enak, pembeli tidak dirugikan.

“Saya berusaha menjual kualitas dengan cara dipantau, jika cocok dan harga juga cocok maka transaksi dilakukan. Saya juga seringkali jual burung bersama sangkarnya,” kata pria yang bekerja di kapal pesiar. Sangkar buat lomba yang ia pesan untuk dipakai sendiri, kadang kala harus ikut serta ketika ada burung laku.

Sukron Amirullah meneruskan hobi perkutut warisan sang ayah

Pembeli biasanya berminat mendapatkan sangkar yang menjadi tempat burung ditawarkan. Sukron menambahkan bahwa produk yang banyak menghasilkan anakan berkualitas berasal dari Kandang K.16 (Amuse K.555 x Padma) dan Kandang K 11 (Tombo Ati x Tombo Ati).

Diakui olehnya bahwa hampir 90 persen indukan sudah menggunakan ring sendiri yakni Tombo Ati. Ketika H.Musa masih ada, ia berusaha untuk mengembangkan trah-trah bagus dan kemudian dijadikan bahan indukan. Dari sinilah akhirnya muncul indukan sendiri yang sudah melalui seleksi ketat.

Benda pusaka koleksi Tombo Ati Bird Farm Bangkalan

Sedangkan 10 persen Sukron mengaku masih tetap membutuhkan suntikan indukan dari luar untuk memperbaiki kualitas anakan agar lebih meningkat. Yang mungkin membuat dirinya nyaman melakoni dua hobi ini adalah seringkali bisa melepas dua produk sekaligus yakni perkutut dan keris.

Sukron Amirullah disamping kandang favorit Tombo Ati BF

Biasanya orang yang cari perkutut ternyata hobi keris, begitu sebaliknya. Orang yang cari keris ternyata senang perkutut. Kenyataan inilah yang membawa hikmah tersendiri yang dialami Sukron. “Biarlah hobi perkutut dan keris berjalan bersama-sama karena saling menunjang dan tidak saling merugikan,” kata Sukron mengakhiri obrolan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.