Connect with us

Perkutut

Tohari Pamekasan, Akhiri Masa Lalu Mengecewakan, Kini Bangkit dan Siap Eksis Bersama Dua Amunisi Produk CTP

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjalanan hobi perkutut yang dialami Tohari, menjadi sebuah cerita yang tak akan pernah terlupakan. Tahun 2012 silam menjadi masa dimana Tohari tergabung dalam komunitas penghobi perkutut. Dari satu lokasi konkurs ke lokasi yang lain, tidak pernah dilewatkan hanya demi menyalurkan hobinya.

Tohari (dua kanan) bersama rekan-rekan kung mania Pamekasan

Ketika pertama kalinya resmi menjadi keluarga besar kung mania, Tohari mengaku belum paham bagaimana perkutut yang masuk kategori lomba. Namanya juga pendatang baru, apa yang dilakukan belum sepenuhnya dimengerti. Hobi yang membuatnya bertekad untuk menekuni perkutut.

Begitu juga saat akan berburu perkutut untuk amunisi lapangan, ia hanya percaya omongan orang saat disodori perkutut yang menurut bagus. “Waktu itu saya ditawari perkutut, katanya bagus. Burung itu ternakan ini lah, dari trah ini lah dan pernah juara lah, makanya langsung saja saya beli,” ungkap kung mania asal Pamekasan.

Tohari, kini makin yakin eksis menjelajah konkurs

Kondisi inilah yang menjadikan awal mula Tohari merasa tidak ada yang beres. Beberapa orang yang menawari perkutut, selalu mengatakan hal yang sama bahwa perkutut tersebut bagus dengan janji bisa juara. “Saya habis banyak untuk membeli perkutut, karena menurut mereka, perkutut yang ditawarkan bagus, makanya saya percaya saja,” sambungnya lagi.

Seiring perjalanan waktu, ketika perkutut-perkutut tersebut ia lombakan ternyata janji manis itu berakhir kecewa. Setiap kali burung tersebut diturunkan ke lapangan, harapan untuk membawa pulang kemenangan selalu kandas tanpa hasil. Lomba pertama, kedua, ketiga dan berikutnya, hasilnya tetap sama.

Siapkan dua amunisi masa depan produk CTP Bangkalan

Nama Tohari tidak pernah masuk daftar kejuaraan. Sampai akhirnya, memutuskan untuk berhenti. “Akhir tahun 2012 saya berhenti main perkutut karena kecewa, burung yang katanya bagus ternyata, tidak ada yang juara. Saya hanya dimanfaatkan saja oleh teman-teman,” tegas Tohari lagi.

Vakum yang dijalani tanpa perkutut, nampaknya tidak bisa dipertahankan. Ada keinginan yang kuat untuk kembali. Tahun 2020 Tohari menyatakan kembali untuk menyibukkan diri dengan perkutut. Agar pengalaman pahit tidak terulang kembali, kali ini ia lebih selektif mencari calon amunisi.

Tinggalkan masa laluu mengecewakan, tatap masa depan cerah

Sharing bersama beberapa rekan yang paham, dilakukan untuk memastikan kualitas perkutut yang akan dibeli. Saat kembali itulah, Tohari mengaku selalu mendengar nama farm bernama CTP. Farm yang berlokasi di Kraton Bangkalan ini disebut-sebut sebagai peternak yang banyak mencetak perkutut handal.

“Saat itu saya penasaran dengan nama CTP, makanya saya berusaha cari tahu dimana peternak ini berada. Akhirnya saya mengetahui keberadaannya kalau ada di Bangkalan,” sambung Tohari. Lewat Imam Hidayat Dewa Suara Bird Farm Pamekasan, Tohari akhirnya meluncur ke lokasi dimana posisi CTP Bird Farm berada.

Imam Hidayat (dua kiri) antar Tohari sampai di CTP

Sampai disana, ia fokuskan mata dan pikiran untuk menemukan perkutut yang bakal diorbitkannya. Mulai pagi sampai sore, hanya sepasang perkutut muda yang didapat. “Saat saya pantau di ranji waktu dijemur dari pagi sampai siang hanya satu kali. Suaranya bagus. Sore hari saat burung berada di dalam ruangan, burung itu bunyi lagi dan suaranya tetap bagus,” paparnya.

Tanpa menunggu waktu lama, Tohari langsung menanyakan berapa harga burung yang dimaksud. Ketika disodorkan harga, Tohari langsung menyatakan deal. Perkutut tersebut sekarang ia namakan Naga Geni. Orbit mulai Piyik Hanging sampai Piyik Yunior, kualitasnya semakin bangus.

Tohari menatap masa depan hobi perkutut lebih semangat

Akhirnya Tohari kembali menambah amunisi dari CTP lainnya. Kualitas yang dimiliki tidak beda jauh. Setiap kali dibawa ke arena, Romantika, begitulah perkutut tersebut ia namakan, selalu berhasil menerobos daftar kejuaraan di kelas yang sama yakni Piyik Hanging. Menurut Tohari, makin hari performa kedua perkutut tersebut makin meningkat.

“Saya pantau sejak kecil sampai sekarang, suaranya makin bagus. Saya juga tanya ke beberapa teman, jawabnya sama. Naga Geni dan Romantika makin bagus,” kata Tohari lagi. Kehadiran dua jawara produk CTP ini semakin membuatnya semangat dan siap menjelajah konkurs tanah air. “Saya siap untuk kembali kelapangan membawa Naga Geni dan Romantika, mudah-mudahan saja bisa sesuai harapan,” harapnya.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.