Connect with us

Perkutut

Tirta Dewata BF Kaba-kaba Kembangkan Volume Besar, Peternak Pinggiran yang Pilih Jalur Sendiri

KONBUR Tayang

:

de
Kadek Tirtayasa bersama Putu Artha, Mr. Yanto dan kung mania Kaba-kaba saling berbagi ilmu demi perkututan.

BERLATAR belakang dari hobi, Kadek Tirtayasa yang sejak beberapa tahun mengembangkan Tirta Dewata BF mampu bertahan di tengah gemebyar dunia perkututan di Bali. Ia tidak saja terus berkarya untuk bisa menghasilkan anakan yang diidamkan tetapi juga begitu menikmati sebuah proses yang banyak memberikan imbas positif. Banyak bertemu kawan yang mensupport sehingga Tirta Dewata BF tetap berdenyut walau hanya peternak pinggiran, di tengah dinamika perkututan Bali yang semakin eboh.

‘’Tanpa dukungan Ko Isen dari Mutiara BF, Gus Aji dari Adipati BF dan juga komunitas kung mania di Kaba-kaba serta rekan yang lain, Tirta Dewata mungkin saja sudah tutup usia. Tetapi saya bersyukur dukungan yang diberikan membuat saya tetap bersemangat,’’ terang Kadek Tirtayasa kepada agrobur di home basenya Banjar Beringkit Desa Kaba-kaba, Tabanan, Bali.

Kadek Tirta pantau anakan bersabar menunggu sampai 5 strip.

Kadek Tirta menuturkan, walau mengenal Ko Isen sejak 7 tahunan dalam kerjasama jual beli jagung, namun mereka tidak saling mengenal yang ternyata sama-sama hobi perkutut. Hingga pada sebuah perbincangan dalam telepon terdengar suara perkutut. Di sanalah Ko Isen mulai memberikan dukungan dengan menggelontorkan indukan bergelang ZNB.  

Kedatangan pemilik Mutiara BF Ko Isen dan Ginarsa dari peternak Bali

Di sisi lain, Tirta Dewata juga mendapat dukungan dari peternak Bali di antaranya dari Adipati dengan merelakan salah satu betina Adipati K666 bergelang ijo begitu juga dengan komunitas kung mania Kaba-kaba seperti Putu Artha yang selalu diajak sharing, berbagi ilmu dan materi kandang.

Sebagai penghobi yang begitu menikmati sebuah proses, Kadek Tirta sangat menghormati cara atau teori yang dikembangkan setiap peternak. Karena ia berkeyakinan setiap peternak punya alur tersendiri. Seperti air irigasi yang mengaliri sawah-sawah yang membuat tanaman tumbuh subur.

Selain Ko Isen, Made Sada juga ikut menyambangi dan mensupport Tirta Dewata BF

Tirta Dewata diumpamakan seperti air irigasi yang mengalir kecil di sebuah parit. Ia tidak saja focus mengalir menuju sawah-sawah terkadang juga di tengah alur ada suplay air dari jalur berbeda yang sesungguhnya juga dari air induk yang sama yang kemudian bercampur membuat debit air bertambah besar. Sehingga air-air irigasi ini benar-benar membuat tanaman tumbuh subur dan hasil panen berlimpah. ‘’Apa yang sudah diyakini dan dilakoni kemudian menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan harapan saya terlebih lagi bisa diterima teman-teman sejawat kung mania merupakan sebuah kepuasan dan kebanggaan yang luar biasa,’’ tuturnya.

TL 51 juga menjadi salah satu materi indukan di Tirta Dewata BF

Tirta Dewata BF (TD) yang saat ini mengembangkan beberapa materi indukan tidak terlepas dari trah Tirta Dewata EEE yang bermaterikan ZNB K6 dengan Adipati ring ijo, TD888  bermaterikan TP42 dengan Cristal B2, TD444 bermaterikan Mutiara K666 dengan JBM (HIKL 34 dengan TL888 yang berdarah TL51).

Dari tetasan ini yang sebagian besar memiliki darah TL444 dan TL51 kemudian beberapa di antaranya dikembangkan di beberapa kandang yang lain. Yakni di TD K01  (Cristal C1 (HHH + TL444)  dengan TD (TL444 dengan Mutiara K666), TD K02 (TL51 dengan Mutiara K666), TD K03 (Adipati XXX dengan SOG Jakarta), TD K04 (TD K09 dengan Mutiara K666 -anak Mutiara Cinta (beberapa kali juara setengah kerek di Jawa), TD K05 (TD K06 dengan TD K444), TD K06 (TD K444 (Mutiara K666 dengan JBM) dengan Adipati K888), TD K07  (TD K02 dengan TD EEE), TD K08  (TD EEE dengan Cristal H6 cikal bakal TL444), TD K09 (inbrid anak ketiga dengan kelima dari TD K444), TD K10 (Cristal H6 dengan TD K444), TD K11 (Mutiara K222 dengan TD K444) dan TD K12 (ZNB K666 dengan TD (Adipati 888 dengan Adipati anak Parikesit). Juga ada Mutiara K666 digandeng dengan TD EEE.

ZNB K666, salah satu materi pejantan Tirta Dewata BF

‘’Kami memang sedikit ekstrim memasangkan indukan. Ada yang inbrid kakak adik, antar-sepupu, ibu dengan anak, karena kami ingin mendapatkan suara yang bervolume besar tanpa meninggalkan air suara,’’ kata Kadek Tirta yang didampingi Putu Artha dan Mr. Yanto.

Bagi Tirta Dewata, setiap indukan diberi kesempatan berbiak sampai 5 strip, agar dirinya puas memantau anakan sebelum memutuskan mengubah pasangan jika sampai 5 strip tidak masuk di telinga. Namun syukurlah, berkat dukungan dari Mutiara, Adipati dan juga sharing yang dilakukan di Kaba-kaba bersama komunitas kung mania, Tirta Dewata tetap bersemangat untuk terus mengembangkan mix trah-trah Mutiara dengan Adipati dan juga trah yang lain yang tak pernah ditinggalkan.

Terlebih lagi home base peternak pinggiran Tirta Dewata sempat dikunjungi para tokoh kung mania di antaranya Ko Isen, Gustu Adipati, Mindradjaja, Ginarsa, Made Sada, Nengah Dea, Adnyana, Adhi BF dll, begitu sebaliknya Kadek Tirta suka berkeliling ke bird farm-bird farm untuk minta petunjuk yang selalu membakar semangatnya untuk terus beternak membuat dirinya semakin gigih terus berkarya.

Ko Isen, memberi semangat Kadek Tirta terus berkarya

Kini komunitas kung mania di Kaba-kaba terus berkembang. Walau belum banyak yang terjun ke arena konkurs namun kecintaan pada perkutut sudah semakin menyebar ke masyarakat. Paling tidak, dengan menekuni hobi beternak perkutut tidak saja sekedar menyalurkan hobi tetapi juga memiliki nilai ekonomis jika dimanage dengan benar.

Tirta Dewata memang belum ada apa-apanya dibandingkan dengan peternak-peternak besar yang ada di Bali yang hasil tetasannya sudah melanglang buana di jagat konkurs. Tetapi setidaknya Tirta Dewata telah ikut bersumbangsih mewarnai dinamika perkututan Bali sehingga perkututan Bali semakin gemebyar, namun tetap guyub rukun dan selalu menjunjung tinggi persaudaraan. (gde)

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.