Connect with us

Perkutut

Thor Bird Farm Sidoarjo, Bidik Prestasi Mulai Kelas Piyik Hanging, Produknya Siap Bersaing di Lapangan

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satu setengah tahun lalu, Bambang memutuskan untuk menjadi peternak perkutut. Dengan alasan hobi, pekerjaan sampingan ini dilakukan disela-sela kesibukan kantor. Thor Bird Farm Sidoarjo langsung dilaunching tanpa ada perayaan besar. Hanya orang-orang terdekat saja yang diundang untuk menyaksikan pembukaan kandang ternaknya.

Slamet dan Bambang bersama kung mania Sidoarjo

Berbekal materi indukan dari beberapa rekan sesama peternak, Bambang menjalani profesi baru ini tanpa target muluk-muluk, Baginya bisa menyalurkan hobi ternak perkutut adalah tujuan yang awalnya ingin dilakukan. Seiring perjalanan waktu, ketika rekan-rekan sesama peternak mulai bertambah, Bambang mulai memilih indukan mana yang harus dipakai dan mana yang tidak.

Setidaknya ada seleksi indukan yang harus masuk menjadi penghuni kandang ternak, meski seleksi tersebut tidak ketat. Pelan namun pasti, Bambang terus menjalani kesibukan tersebut sebagai bagian dari aktifitas rutinya setiap hari. Usahaya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.

Slamet dan Bambang mengapit H.Abd.Syukur sang guru

Indukan dalam kandang berhasil berpoduksi dan menghasilkan keturunan. Saat itu, tidak ada niatan untuk membawa produk ternak Thor ke arena lomba dengan alasan, karena ia bukanlah seorang pelomba. “Saya senang ternak dan tidak ada keinginan untuk datang ke lomba membawa perkutut ternakan sendiri,” terang Bambang.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan akhirnya mencapai usia setahun Thor Bird Farm miliknya. Tanpa diduga sebelumnya ada tetangga yakni Slamet yang kebetulan hobi perkutut dan senang lomba. Dari pembicaraan yang terjadi, akhirnya mereka sepakat untuk membawa produk Thor ke arena.

Slamet (kiri) bersama Bambang sukses orbitkan produk unggulan

Slamet yang saat itu merupakan bagian dari Dozer, team yang aktif turun lomba, mengungapkan keinginan untuk membawa beberapa produk Thor yang dinilai punya prospek bagus. Tanpa ada kendala, akhirnya Bambang merestui Slamet untuk membawa perkutut ternaknya untuk dilombakan.

Sebagai peternak pemula, Slamet ataupun Bambang tidak menargetkan untuk menang, baginya bisa menyalurkan hobi, itu sudah hal yang dinilai membahagiakan. Ketika itu Slamet membawa produk Thor usia piyik. Turun dalam gelaran NPD Probolinggo, perktut bernama Fighter langsung menyodok ke urutan 16 Kelas Piyik Hanging.

Nyantai menikmati hidangan kopi bersama Ketua Sikumbang Asik

“Waktu itu saya tidak menyangka, Fighter bisa meraih juara meski jauh,” lanjut Slamet Dozer. Prestasi tersebut adalah awal produk Thor moncer di lapangan. Tarung berikutnya di even Pengda Surabaya 2021, perkutut yang lahir dari kandang Thor 5 (Star Ampel 172 x Cristal E.12), kembali berhasil menjadi juara.

Kali ini urutan yang didapat adalah juara 11 pada kelas yang sama. Latber SGS Tanggulangin Sidoarjo menjadi ajang Fighter selanjutnya. Dan hasilnya mengalami peningkatan. Juara 9 berhasil menjadi miliknya. kemenangan inilah yang membuat Bambang semakin bersemangat untuk kembali bisa menghadirkan produk unggulan.

Inilah kandang dimana Fighter dan Bintang Sikumbang lahir

Kali ini Slamet mendapatkan kesempatan untuk mengorbitkan produk Thor yang baru. Slamet memberinya nama Bintang Sikumbang. Turun untuk pertama digelaran Latber Sikumbang Asik Sidoarjo, kelas Piyik Bulu Coklat, sukses meraih juara 11. Minimnya pengalaman membuat perkutut satu ini harus puas menerima hasil tersebut.

Tarung untuk yang kedua kalinya, Bintang Sikumbang berhasil menembus podium kedua Kelas Piyik Hanging, dalam gelaran Liga Perkutut Hanging Pasuruan 04 April 2021, perkutut yang lahir dari kandang Thor 10 (Sari murni x Dealova). Kemenangan tersebut terasa luar biasa, karena Bintang Sikumbang harus menghadapi serangan peserta sebanyak 7 Blok di Kelas Piyik Hanging.

Suasana asri disekitar kandang menambah kenyamanan penghuni

“Saya baru kali ini bisa merawat burung dan mau tampil bahkan bisa juara. Semua ilmu rawatan yang saya punya, belajar dari Abah Syukur. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas ilmu yang sudah diberikan pada saya, sehingga bisa mengorbitkan burung meski pada level yang belum tinggi,” ungkap Slamet Dozer.

Lebih lanjut Slamet yakin dengan performa Bintang Sikumbang untuk masa depan. “Saya melihat burung ini luar biasa saat dilomba, jika ada lawan bunyi, Bintang Sikumbang tidak terlalu menonjol, tapi pas lawan pada diam, ia langsung mengeluarkan suara enaknya, makanya juri tidak ragu untuk memberikan nilai bagus,” sambung Slamet Dozer.

Thor Bird Farm Sidoarjo, membidik prestasi mulai Piyik Hanging

Sukses ini nampaknya tidak membuat Bambang berhenti untuk terus melanjutkan prestasi mencetak burung kelas lomba. Untuk bisa menghasilkan produk yang lebih unggul, ada beberapa materi yang mulai dimasukkan. “Saat ini saya tambah materi dari Sha-Sha Difa dan TOP, tujuannya agar kualitas ternak Thor makin bagus,” imbuh Bambang.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.