Connect with us

Perkutut

Team Asoka Kandangan Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan, Tempuh Jarak Ratusan Kilometer Demi Bisa Berlomba

KONBUR Tayang

:

Semarak hobi perkutut dirasakan masyarakat mulai dari perkotaan sampai pelosok desa. Beragama cara mereka mengespresikan hobinya agar bisa tetap dan terus tersalurkan. Di Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan, ada kelompok kung mania yang memiliki semangat luar bisa dalam menekuni hobi.

Team Ashoka saat tanding di H.Asiman Cup Banjarmasin 05 Juni 2022

Mereka menamakan diri sebagai Team Ashoka. Terbentuk dua tahun lalu, kelompok ini memiliki anggota sebanyak 36 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata adalah pendatang baru, meski ada juga yang sudah lama menekuni hobi perkutut. Sebagian dari mereka mencoba keberuntungan dengan menekuni ternak.

“Kami baru terbentuk sejak dua tahun lalu dengan anggota mayoritas adalah pendatang baru, sebagian dari kami sudah ada yang ternak dan sebagian lagi memilih untuk menjadi pelomba, dimana burungnya didapat dari beberapa peternak di Kalimantan dan juga dari anggota Team Ashoka,” papar Bari, salah satu motor penggerak team.

Dengan latar belakang sebagai pelomba, mereka selalu berusaha datang dalam setiap gelaran yang ada di daratan Kalimantan. “Saat ini kami memang semangat untuk lomba, makanya kalau ada jadwal lomba, kami selalu berusaha untuk hadir dan ikut meramaikan lomba tersebut karena bagi kami itu adalah tujuan,” sambung Bari.

Eksistensinya di arena lomba menjadi salah satu motto Team Ashoka Kandangan

Setiap kali lomba, Team Ashoka bisa memberangkatkan sekitar 26 burung dengan menggunakan armada yang mereka miliki. Soal menang dan kalah, mereka tidak pernah menargetkan, yang penting hobi bisa tersalurkan. “Kami sadar bahwa Team Ashoka adalah pendatang baru, maka soal menang dan kalah itu urusan belakang,” kata Bari lagi.

Yang terpenting bisa terus menjalin silaturrahmi dengan sesama kung mania. Semangat mereka untuk bisa terus eksis di arena lomba dibuktikan dengan selalu mendukung setiap gelaran. Tidak memandang lokasi jauh, apalagi dekat. Bagi mereka yang utama adalah bisa ikut menyemarakkan agenda lomba.

Menurut Herly, anggota lainnya mengakui bahwa Team Ashoka pernah dan seringkali harus menempuh jarak ratusan kilometer hanya demi menyalurkan hobi dan bertemu dengan sesama kung mania. “Kami pernah menempuh jarak 140 km bahkan lebih demi bisa berlomba dan bertemu rekan-rekan,” ungkap Herly.

Semangat turun lomba tidak pernah pupus meski harus menempuh perjalanan jauh

Jarak 140 kilometer mereka tempuh dalam lawatan ke H.Asiman Cup Banjarmasin 05 Juni 2022 lalu. Perjalanan yang harus ditempuh memang kadang tidak semudah seperti perjalanan di Pulau Jawa dengan akses jalan yang sudah bagus dan mulus. Ketika itu burung-burung menuju lokasi lomba di Lapangan Lembu Jantan Pengapuran Raya dengan menggunakan mobil bak terbuka atau pick-up.

Minggu pagi saat pelaksanaan acara, mereka baru sampai lokasi dan burung-burung orbitannya langsung masuk lapangan untuk menempati nomor tiket yang sudah didapat. Para anggota yang ikut tetap menunjukkan keceriaan dan semangat untuk mengikuti acara lomba yang digagas oleh H.Fahmi Ares.

Meski perjuangan mereka tidak mudah, namun beberapa orbitannya berhasil menembus urutan kejuaran, seperti Arjuna amunisi Herly Kandangan ring Arista yang berhasil meraih podium keempat Kelas Piyik Yunior. Ada juga Merah Delima andalan Abdul Kandangan ring Abdul yang berhasil meraih juara 3 Kelas Piyik Hanging.

Prestasi menjadi salah satu kado penyemangat mereka untuk terus eksis di arena

Lokasi terjauh yang pernah mereka lakukan adalah lomba di Kalimantan Timur dengan jarak sekitar 300 kilometer dengan menggunakan armada yang biasa mereka pakai. Bahkan pernah juga mereka harus nginep demi bisa sampai lokasi acara. Tidak jarang pula perjalanan harus ditempuh dengan menyeberang sungai.

Suka duka menjadi bagian cerita yang kerap mereka alami. Duka yang menjadi bagian dari perjuangan menuju lokasi lomba adalah harus nyebrang dengan kondisi yang tidak memungkinkan, belum lagi harus bermalam atau nginep, karena anggota team ada yang punya pekerjaan dan tidak bisa ditinggalkan. Duka yang pernah mereka alami dan dirasakan bersama adalah saat burung orbitan mati.

Sedangkan sukanya adalah ketika bisa ketemu rekan-rekan sesama kung mania, apalagi jika orbitan yang mereka bawa bisa memenangkan juara. “Kisa suka dan duka bagi kami adalah bagian dari perjuangan menyalurkan hobi dan menyemarakkan hobi perkutut di Kandangan Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan,” kata Herly mengakhiri obrolan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.