Connect with us

Perkutut

Sultan Bird Farm Sidoarjo, Disupport Penuh H.Djainuri Surabaya, Dukungan Keluarga Begitu Berarti

KONBUR Tayang

:

Nama ternak milik Sukarjo Sidoarjo ini memang tidak beda dengan farm yang ada di Surabaya. Sama-sama menggunakan nama Sultan Bird Farm. Kesamaan nama yang mereka pakai memang bukan kebetulan atau keduanya kesulitan mencari nama lain yang cocok untuk dipakai.

Mbah Jo (kiri) bersama H.Djainuri pemilik Sultan BF Surabaya

Ternyata Sultan Bird Farm yang ada  Sidoarjo dan Surabaya memiliki ikatan kedekatan yang sudah berlangsung lama. Sukarjo pemilik Sultan Sidoarjo dan H.Djainuri pemilik Sultan Surabaya selama ini memiliki hubungan sebagai rekan kerja. Dan sampai saat ini hubungan tersebut, terus terjalan.

Karena memiliki hobi yang sama, akhirnya mereka memutuskan untuk membangun kandang ternak dengan nama yang sama agar lebih mudah diingat. “Biar mudah diingat dan gampang maka kami pakai nama farm yang sama yakni Sultan Bird Farm,” terang H.Djainuri.

Mbah Jo sukses kembangkan ternak perkutut miliknya

Sukarjo mengakui bahwa tidak ada masalah penggunaan nama sama. “Saya banyak disupport H.Djainuri dalam mengisi indukan kandang, beberapa indukan berasal dari Surabaya, begitu juga ada materi Sidoarjo yang dibawah ke Surabaya,” tutur kung mania yang akrab dipanggil Mbah Jo.

Kerjasama yang terjalin baik inilah yang terus dipertahankan demi kelangsungan hobi yang mereka berdua tekuni. Sultan BF Sidoarjo sendiri kini diperkuat oleh indukan dari berbagai trah peternak untuk mengisi sekitar 28 kandang. Indukan favorit juga sudah dimiliki, semisal K.Mutiara (Cristal x Elit), K.Jayabaya (Elit x Only), K.Arjuna (Elit x Sultan), K.Kertajaya (KPP x R.com), K.Rinjani (QQ x Sultan K.Angrek) dan K.Harina (IBM x R.com).

Dukungan sang istri tercinta ternyata begitu luar biasa

            Indukan dari kandang favorit inilah yang menjadikan Sultan Bird Farm Sidoarjo memiliki pelanggan tetap dari berbagai daerah di Indonesia. “Alhamdulillah pangsa pasar saya sudah kemana-mana. Selama ini saya jual burung harus dengan, namun ada juga yang tanpa dengan karena mereka sudah percaya,” kata Mbah Jo.

Mbah Jo bangun Sultan BF dengan rasa senang karena hobi

Soal harga yang dipatok, Mbah Jo mengaku tidak pernah mempermasalahkan. Yang penting baginya pembeli puas dengan apa yang didapatnya. Bahkan ada harga yang menurutnya dibandrol dengan mahar pertemanan. Sukses Mbah Jo menekuni ternak perkutu ternyata tidak lepas dari peran sang istri.

Penampakan kandang ternak Sultan BF Sidoarjo

‘Terus terang selama ini saya banyak dibantu istri, dia banyak memberikan peran penting dalam perjalanan ternak perkutut yang saya tekuni,” ungkapnya. Ketika dikonfirmasi, sang istri mengaku bahwa apa yang dilakukannya selama ini jauh dari apa yang dilakukan sang suami.

“Sebenarnya yang banyak berkiprah di kandang ternak bukan saja bapak tapi saya juga punya andil jauh lebih banyak,” jelas istri Mbah Jo. Meski memiliki kesibukan sebagai pendidik di salah satu sekolah di Sidoarjo, ia tidak pernah melupakan untuk membantu meringankan pekerjaan sang suami.

Bersama Gianto sesama kung mania Sidoarjo

Usai pulang mengajar, ataupun disela-sela waktu kosong ketika tidak ada pekerjaan, istri Mbah Jo membantu membersihkan kandang, memberi makan dan minum serta pekerjaan yang seharusnya dilakukan. Bahkan tidak jarang, membeli pakan untuk burung selalu dilakukan.

“Kadang kalau kebetulan pakan habis, saya seringkali minta tolong istri untuk membelikan, bahkan tidak jarang pula istri saya tanggap langsung membelikan pakan kalau habis ketika saya lagi repot dengan urusan kantor atau urusan lain,” papar Mbah Jo.

Rutinitas yang tidak pernah terlupakan dan terlewatkan

Istri Mbah Jo memiliki alasan kuat melakukan semua itu. “Perkutut itu makhluk Allah, kalau tidak dirawat kita berdosa, apalagi saya juga sudah menyatu dan mencintai perkutut seperti yang dilakukan suami saya,” ungkapnya.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.