Connect with us

Profil

Sugik Affandi Bangkalan, Buktikan Totalitas Tekuni Hobi Lewat Prestasi Kacer dan Cucak Hijau Grandong

KONBUR Tayang

:

Sosok satu ini memang low profil. Tidak banyak bicara dan tak mau terlalu tampil menyolok. Pembawaannya yang kalem, seimbang dengan apa yang tergambar dalam dirinya. Dia adalah Sugik Affandi, atau yang lebih akrab dengan nama Sugik Grandong atau Sugik Aluminium.

Sugik Grandong (kiri) totalitasnya tidak perlu diragukan lagi

Dua sebutan yang melekat dalam dirinya memang sangat beralasan. Sugik Grandong disematkan oleh rekan-rekannua sesama kicau mania, karena sebagai pelomba, Sugik selalu melabelkan nama orbitannya dengan nama Grandong, baik itu cucak hijau ataupun kacer miliknya.

Sugik memang dikenal sebagai pengorbit Cucak Hijau dan Kacer dengan rekor prestasi yang selalu berhasil masuk daftar kejuaraan. Tidak sedikit cucak hijau ataupun kacer yang berhasil diorbitkannya dengan prestasi membanggakan. Dikalangan mania kicau Bangkalan cucak hijau dan kacer miliknya selalu berhasil menembus juara.

Sugik buktikan lewat prestasi Kacer dan Cucak Hijau Grandong

Dari semua orbitan yang sudah berhasil dirilisnya, Sugik menamakan dengan kata Grandong. “Saya senang dengan kata Grandong dan bagi saya biar tidak bingung, makanya saya hanya pakai satu nama saja,” jelas Sugik. Tidak heran jika ada cucak hijau ataupun kacer yang berhasil meraih juara di arena lomba dengan nama Grandong, maka sudah dipastikan burung tersebut adalah milik Sugik Affandi.

Sedangkan nama Sugik Aluminium lebih disebabkan bahwa dirinya merupakan pengusaha sukses dibidang aluminium meski masih di arena Bangkalan. Namun demikian, usaha yang dirintisnya sejak belasan tahun, kini sudah bisa menjadi pegangan dirinya untuk bisa eksis menjalani hidup.

Diakui oleh Sugik bahwa pekerjaan yang sedang digelutinya ini, kadang memberikan dampak pada eksistensi hobi burung berkicaunya. Ketika order lagi rame, maka tidak ada waktu banyak untuk mengutak-atik orbitannya. Jangankan memberikan rawatan, memantau perkembangannya saja, kadang dikatakan tidak bisa dilakukan secara rutin.

Ditengah kesibukan, Sugik masih bisa fokus pada hobi burungnya

Padahal burung berkicau butuh perhatian dan sentuhan rutin tiap harinya untuk memaksimalkan kinerja di lapangan. Meski demikian, ditengah waktunya yang jarang diberikan untuk sang orbitan, Sugik mengaku masih tetap bisa meraih prestasi. Dalam setiap kali turun lomba, trophy juara selalu berhasil menjadi oleh-oleh untuknya.

Ternyata, Sugik mengaku bahwa orbitan yang ia dapatkan rata-rata adalah burung yang ia dapatkan dengan kualitas dan mental bagus. “Biasanya saya beli burung yang sudah juara di lapangan, karena yang pasti kualitas dan mentalnya sudah bagus,” ungkapnya. Selama ini ia mengaku tidak pernah mengorbitkan burung dari nol karena faktor waktu dan kesempatan yang tidak dimilikinya.

Prestasinya sudah terukir dalam beberapa penyelenggaraan lomba

Meski diakui pilihan tersbrut jelas membutuhkan dana lebih besar, artinya memperoleh burung sudah jadi jelas butuh dana besar jika dibandingkan dengan mengorbitkan burung dari nol. Namun demikian, burung yang sudah resmi menjadi miliknya, tidak serta merta bisa melanjutkan tradisi rawatan yang sudah dialaminya selama ini.

“Burung-burung yang sudah saya beli dan saya bawa pulang, sesampai dirumah, saya melakukan rombakan rawatan. Saya sesuaikan dengan apa yang saya bisa,” lanjutnya. Artinya pola rawatan yang sudah dijalani selama ini ditempat sebelumnya tidak akan ada lagi. Sugik akan melakukan rawatan menurut versinya.

Perubahan menu rawatan dan perlakuan itulah yang membuat prestasi burung mengalami perubahan. Diakui oleh Sugik ketika burung sudah berada ditangannya dan sudah mengalami perubahan pola rawatan, maka dua tiga kali gantang kerjanya pasti tidak akan maksinal. Namun ketika sudah memasuki gantang ke empat dan seterusnya, maka performa burung akan kembali menunjukkan kelasnya.

Cucak Hijau jadi salah satu amunisi eksis di arena lomba

Nampaknya Sugik memiliki resep jitu untuk memaksimalkan performa burung meski mengalami perubahan rawatan. “Bagi saya cucak hijau dan kacer adalah tipe burung dengan rawatan mudah, makanya saya memilihnya,” kata Sugik lagi. Salah satu kunci suksesnya adalah bahwa ketika menekuni hobi, maka harus total dan jangan setengah-setengah.

Totalitas menurutnya akan menghasilkan prestasi yang tidak akan pernah mengecewakan. Jika hanya bisa setengah-setengah, maka menurut Sugik lebih baik urungkan niatnya untuk menjadi bagian dalam sebuah komunitas hobi, karena yang pasti hasilnya tidak akan bisa maksimal.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.