Connect with us

Perkutut

Skylight Bird Farm Surabaya, Berusaha Memahami “Benang Merah” Calon Indukan, Style Indo Thaisel Jadi Sentuhan Akhir

KONBUR Tayang

:

Enam bulan Skylight Bird Farm Surabaya resmi dilaunching. Usia muda yang dimiliki farm yang berlokasi diwilayah Dukuh Kupang Surabaya ini, tak membuat Robert Cayono atau Ming sang pemilik merasa terlambat untuk menekuni hobi dan ternak perkutut. Baginya yang terpenting adalah bisa merealisasikan keinginan lama yakni menyalurkan hobi perkutut.

Ming (kiri) belajar banyak ternak perkutut dari Haryanto RPM (dua dari kiri)

“Menekuni ternak perkutut awalnya senang, namun demikian harapan kedepan bisa mencetak burung-burung berkualitas yang akan mewarnai perkututan tanah air. Jika dasarnya senang, maka jangan pernah ngomong soal hasilnya, karena jika dilakukan dengan benar maka hasil akan mengikuti,” jelas Ming.

Masih menurutnya, menekuni ternak itu jangan pernah merasa tertekan dan ambisi untuk bisa menjadi yang terhebat. Lakukan saya cara yang benar yakni dengan menyediakan materi unggulan dengan jalur yang sudah diyakini benar, soal bagus tidaknya hasil ternak, maka serahkan pada faktor hoky.

Skylight Bird Farm Surabaya, new comer yang siap ramaikan hobi perkutut

Sebelum memulai ternak perkutut, dirinya mengaku banyak belajar dari Haryanto pemilik RPM Bird Farm Surabaya yang diakui sebagai kiblat ternak perkututnya. “RPM banyak memberikan ilmu bagaimana ternak perkutut yang benar. Dia menjadi guru terbaik. Bagi saya RPM adalah peternak yang memberikan manfaat dan terbuka ,” papar Ming.

Selama menimba ilmu pada Haryanto RPM, Ming merasa tidak pernah mendapatkan tekanan. “RPM tidak pernah mengatur saya harus seperti yang dia lakukan apalagi harus mengikuti keinginannya. RPM memberikan kebebasan untuk menentukan kemana saya akan memilih,” imbuhnya.

Formasi kandang ternak Skylight BF Surabaya siap lahirkan jawara

Ilmu yang didapat selama berguru ke RPM Bird Farm adalah seorang peternak harus memahami “benang merah” dari indukan yang akan dipakai. Benang merah inilah akan memberikan peluang lebih besar dalam menentukan hasil akhir dari proses ternak perkutut yang akan dilakukan.

Kebersamaan kung mania saat berada di Skylight Bird Farm Surabaya

“Saya pernah mengalami hal luar biasa saat meminta salah satu indukan RPM. Bukan malah memberikan langsung produk tersebut, namun saya ditanya dulu untuk apa indukan tersebut, jika alasan saya dinilai tidak masuk akal, jangan harap dia akan memberikannya. Inilah yang membuat saya hormat dan salut padanya,” ungkap Ming.

Selama ini Haryanto RPM banyak mengarahkan dan memberikan masukan, namun tidak melarang menentukan pilihan dan style sendiri untuk ternak yang akan dilakukan oleh Ming. Masih menurut penjelasan Ming, selama ini RPM selalu terbuka terhadap indukan-indukan yang dimilikinya.

Memahami benang merah calon indukan jadi metode ternak Skylight BF

Haryanto tidak pelit menjelaskan asal usul indukan miliknya. Ming mengatakan bahwa RPM merupakan peternak dengan materi indukan dengan tipikal tengah kuat dan ujung apik. Tugas selanjutnya adalah membesarkan irama, salah satunya dengan cara inject dari Jupiter Bird Farm kandang Gold Star untuk mendapatkan air suara yang bagus.

Langkah lain adalah dengan menghadirkan indukan import untuk membesarkan suara/volume. Adapun indukan import yang kini sudah menghuni kandang Skylight adalah TL, HIKL, MLT dan AD. Beberapa kandang yang difavoritkan adalah BRI (MLT 26 x RPM Hummer), HSBC (RPM Roll Royce x TGM A-45).

Formasi materi indukan kandang Skylight Bird Farm Surabaya

Kandang lain adalah Mega (Cristal AAA x TL 444), Mayapada (HIKL 15 x RPM Lamborghini), Permata (RPM Roll Royce x RPM Bentley), ICBC (ALF E.17 x Mutiara 666), BCA (RPM Limousine x Cristal F.6), Saturnus (RPM Porsche x RPM Jaguar), Artagraha (RPM Mercy x LY 6) dan Leo (Grand 7.A x HIKL 13).  

Dikatakan oleh Ming bahwa indukan Kandang Saturnus ia dapatkan dari hasil jebol dari RPM di Kandang Pagani sedangkan indukan jantan yang menghuni Kandang BCA adalah senandung Rindu, orbitan miliknya yang selalu sukses menggondol juara dalam setiap konkurs LPI 2019 lalu.

Antara sang guru dan murid, menularkan dan menerima ilmu ternak perkutut

Dari formasi indukan yang menghuni kandang Skylight Bird Farm, Ming mengaku sudah ada beberapa anakan yang terpantau bagus, namun dirinya belum berani sesumbar. “Menurut penilaian saya, ada beberapa anakan yang bisa buat lomba, tapi saya belum berani bilang bagus sebelum terbukti di lapangan,” imbuhnya mengakhiri obrolan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.