Connect with us

Perkutut

SH Jaya Bird Farm Jombang, Suara Hati Produk Ternaknya Mengguncang Konkurs Tanah Air, Langganan Juara Kualitas Empat Warna

KONBUR Tayang

:

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Jombang menjadi salah satu kota di Jawa Timur yang memunculkan peternak dengan rekam prestasi yang membanggakan. Sebut saja SH Jaya. Farm yang berlokasi di Pojok Puton Diwek Jombang kini menjadi buah bibir dikalangan kung mania karena salah satu produk ternaknya yakni Suara Hati berhasil menembus level atas.

Mat Rouf (kiri) sukses munculkan potensi Suara Hati

Prestasi yang digapai sang produk unggulan tersebut, bukan saja tercantum dalam daftar pemenang pada konkurs lokal dan regional, namun sudah mencapai podium di barisan paling depan daftar kejuaraan konkurs nasional. “Alhamdulillah produk kandang ternak saya muncul dengan prestasi bagus dan selalu juara di lomba. Terima kasih atas support HIN dan LDM,” terang Suhari,M.Pdl sang pemilik farm.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kehadiran Suara Hati yang kini menjadi amunisi H.Hamdi Team Koncer Pasuruan sudah melalui berbagai pertarungan hebat dan sengit, harus berhadapan dengan lawan yang sudah memiliki jam terbang lebih lama dan nama besar, sehingga mental petarung benar-benar sudah berada dalam genggamannya.

Suhari (kiri) pemilik SH Jaya Bird Farm Jombang

Mat Rouf, sang mekanik bercerita bahwa saat pertama kali harus mengawal perkutut yang lahir dari kandang SH Jaya K.JJJ (HIN K.Ternate x LDM K.AB), sudah memiliki feeling tepat bahwa asuhannya ini bakal menggebrak dalam konkurs tanah air. Namun semua harus dimulai dengan perjuangan untuk bisa mencapai puncak popularitas.

“Sejak awal saya sudah yakin bisa mengantarkan Suara Hati menjadi burung berpretasi, tapi kan harus berjuang dulu, karena burung ini adalah burung baru dan saya harus berhadapan dengan lawan yang sudah banyak memiliki jam terbang serta nama besar. Tapi waktu itu saya tetap yakin bisa membawanya pada puncak prestasi,” terang Mat Rouf.

Kandang ternak SH Jaya Bird farm Jombang

Berawal dari Latber Sultan Surabaya pada 28 Februari 2021 lalu, Suara Hati yang kala itu masih bernam Avanza, memulai pengembaraan perdana dengan raihan juara 13 Kelas Piyik Yunior. Mat Rouf yang dipercaya memoles sang andalan mengaku optimis meski masih harus membuktikan di lapangan. Even demi even didatangi, pertarungan dengan pertarungan dilalui dan tekanan demi tekanan dirasakan.

Mat Rouf bersama Suara Hati mampu melalui seluruh rangkaian perjalanan yang tidak mudah dan gampang. Sampai akhirnya prestasi demi prestasi dibuktikan oleh Suara Hati lewat tangan dingin sang mekanik. Latber Dikumbang Asik Sidoarjo berhasil menggapai prestasi pertama Kelas Dewasa Bebas.

Suara Hati saat mengguncang konkurs di Semarang

Even Papepro Pamekasan sebagai pemenang ketiga Kelas Dewasa Bebas. Prestasi apik yang dikoleksi Suara Hati sampai ke telinga H.Mahdi Team Koncer Pasuruan. Tanpa menunggu waktu lebih lama, proses perpindahan pemilik terjadi. Suara Hati-pun resmi menjadi amunisi H.Mahdi dan pengawalan sepenuhnya diserahkan pada Mat Rouf.

Kebebasan yang diberikan oleh H.Mahdi untuk membawa Suara Hati kemanapun Mat Rouf mau, semakin membuat semangat sang mekanik. Pasca kepindahan, koleksi prestasi Suara Hati makin bertambah. Mat Roud makin tak terbendung dalam mengawal Suara Hati dalam menjelajah konkurs demi konkurs.

Mat Rouf bersama trophy koleksi prestasi Suara hati

Sejak saat itu menjelajah konkurs kini menjadi agenda rutin yang harus selalu dilakukan. Aksi memukau selalu dipertontonkan Suara Hati saat manggung di atas kerekan. Performa yang begitu dahsyat seakan menjadi peringatan bagi lawan untuk selalu waspada dan memperhitungkan kekuatannya dalam merebut podium terbaik.

Kepiawaian Mat Rouf dalam mengutak atik perkutut menjadi faktor pendukung. Kolaborasi pas antara Suara Hati yang memiliki kualitas bagus serta kepiawaian sang mekanik dalam mendukung performa sang polesan, menjadi sebuah kekuatan yang setiap saat bisa selalu menunda pesta kemenangan lawan yang kebetulan berada pada kelas yang sama.

Koleksi trophy yang sudah diraih Suara Hati

Kelas Dewasa Senior menjadi partai pilihan Suara Hati dalam menunjukkan kelasnya sebagai petarung yang tidak mudah untuk ditumbangkan. Rekor kemenangan Suara Hati sudah tidak bisa dihitung lagi. Perkutut Gayeng Kebumen sebagai juara 4 Dewasa Senior, Liga Hanging Sampang Putaran X dipodium pertama Dewasa Bebas.

Juara kedua Dewasa Senior even Mr.Yos Viona Cup 2 TMII Jakarta, Ramadhan Cup Semarang sebagai juara 4 Dewasa Bebas, menjadi catatan perjalanan prestasi Suara Hati. Prestasi terbaru dibukukan Suara hati dalam gelaran Latber Dinilai Alib 2 Surabaya, sebagai peraih podium pertama Kelas Dewasa Bebas.

Suhari bersama Mat Rouf dan Mbah Kyai Khusen Ilyas Mojokerto

Raihan bendera empat warna menjadi senjata ampuh baginya untuk selalu bertengger di barisan paling depan daftar kejuaraan. Saat ini trah Suara Hati menjadi materi yang dikembangkan di SH Jaya. “Saudara Suara Hati ada yang saya jadikan pengembangan materi kandang di SH Jaya,” jelas Ketua Pusat Karier dan Kewirausahaan Universitas Hasyim Ashari Tebuireng Jombang.

Keberhasilan ternak perkutut yang dilakoninya diharapkan bisa memotivasi mahasiswa Universitas Hasyim Ashari untuk berwirausaha. “Saya berikan motivasi pada mahasiswa untuk berwirausaha lewat ternak perkutut dengan harapan bisa mengikuti keberhasilan yang sudah saya alami,” sambung Suhari, M.Pdl.

Perkutut

Rapat Kerja Wilayah P3SI Pengwil Jawa Timur, LPJatim Kembali Digulirkan, Sepuluh Pengda Siap Jadi Tuan Rumah

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Menempati lokasi di Cafe & Resto Aladin Bangkalan, Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia Pengurus Wilayah Jawa Timur (P3SI Pengwil Jatim) menggelar kegiatan Rapat Kerja Wilayah, Sabtu 15 Januari 2022. Dihadiri tidak kurang dari 50 peserta dari berbagai daerah (Pengurus Daerah), acara berlangsung lancar tanpa hambatan.

H.Gunawan (tengah) saat memimpin Rakerwil Jatim

Formasi lengkap Pengurus Pengwil Jatim (Ketua, Wakil Ketua, Sekertaris, Bendahara dan Ketua Bidang), terlihat ada dilokasi acara. Di awal sambutannya, Ketua Pengwil Jatim H.Gunawan langsung membuka acara dengan rencana untuk menggulirkan kembali LPJatim (Liga Perkutut Jawa Timur) 2022.

“Banyak masukan agar LPJatim agar dibuka kembali, jika memang disetujui saya berharap bisa digulirkan sebanyak 8 kali putaran,” terang H.Gunawan. Lebih lanjut disampaikan bahwa agenda tersebut rencananya akan digelar selama 2 hari yakni Sabtu dan Minggu. Sabtu untuk kelas Piyik sedangkan Minggu untuk kelas Dewasa.

Rakerwil Jawa Timur di Cafe Resto Aladin Bangkalan

Ada beberapa alasan kenapa LPJatim harus digelar selama dua hari. Alasan pertama, even untuk komunitas kung mania selama ini selalu digelar selama dua hari, maka dari itu untuk agar kesakralan tidak sampai berkurang, maka dua hari agenda adalah merupakan sebuah pilihan. Alasan kedua, tidak semua Pengda memiliki lahan luas, sehingga dengan adanya dua hari kegiatan bisa menjadi solusi tepat.

Setidaknya dengan dua hari kegiatan maka bisa mengurangi kebutuhan lahan dan kerekan dalam jumlah besar, karena bisa dihemat. Alasan ketiga, memperingan penyelenggara lomba. Dengan dua hari maka beban bisa dikurangi, seperti kebutuhan juri dan yang lainnya. Untuk tiket yang diusulkan adalah sebesar Rp 125 ribu plus Rp 25 ribu, dengan rincian Rp 25 ribu untuk panitia LPJatim yang akan dibutuhkan untuk membiayai hadiah diakhir liga.

Diikuti sekitar 50 peserta dari seluruh daerah di Jawa Timur

Ada beberapa pro dan kontra adanya usulan tersebut. Bambang dari Pengda Madiun meminta untuk dipertimbangkan keinginan untuk menggelar LPJatim dua hari. “Kalau LPJatim digelar 2 hari, maka harus ada penginapan, mohon dipertimbangkan,” kata Bambang. Ach.Wachid Ketua Pengda Sampang mengatakan agar 8 putaran bisa dikurangi.

“Gimana kalau rencana 8 putaran LPJatim dikurangi agar kegiatan ditingkat Pengda bisa tetap jalan. Belum lagi di Madura yang makin banyak kegiatan, maka  perlu memperhatikan dan mempertimbangkan juga,” saran Ketua Pengda Sampang. Pengda Lumajang menyoroti soal biaya plus sebesar Rp 25 ribu.

Rakerwil Jawa timur pastikan LPJatim kembali digulirkan

“Bagi kami sebagai Pengda baru takut untuk mengambil jadwal. Organisasi yang baru merangkak sangat keberatan. Saya setuju jika LPJatim 1 hari saja,” harapnya. Supriyadi Tulungagung juga melontarkan pendapat. “LPJatim mungkin bisa mencontoh LPI, kalau 2 hari, maka hanging diagendakan Sabtu sore saja,” jelasnya.

Magetan juga merasa keberatan dengan adanya agenda 2 hari. “Dari pengalaman yang sudah terjadi, kami seringkali rugi jutaan rupiah. Maka LPJatim dua hari perlu di pertimbangkan lagi,” harapnya. Indra Anak Manja Jember yang hadir dalam acara tersebut mengaku bahwa program tersebut sudah bagus dan harus segera dilaksanakan.

“Saya dari Pengda Jember setuju dan mendukung LPJatim dua hari dan tiket yang sudah disampaikan Ketua Pengwil Jatim,” tegas Indra. Ir.R.Moh.Mahmud akhirnya angkat bicara. Menurut Ketua Pengda Bangkalan mengatakan bahwa dari pembicaraan peserta, ada tanda tanya yang bersifat teknis.

Agenda berjalan lancar tanpa kendala

“Saya harap ada kepastian bahwa pelaksanaan LPJatim tidak sampai memberatkan dan panitia tidak merasa rugi,” ungkap Ketua Pengda Bangkalan. Lebih lanjut ada usulan agar dibuat panitia inti yang berasal dari Pengwil. Menurut Ir.Moh.Mahmud tugas dari panitia inti adalah membuat aturan dan tata tertib LPJatim, sedangkan yang melaksanakan tetap Pengda masing-masing.

Sampai akhirnya terjadi aklamasi bahwa LPJatim 2022 tetap digelar dengan kesepakatan digelar Sabtu Minggu, tiket Rp 125 ribu plus Rp 25 ribu. Tanpa sadar setelah Pengda diberikan kesempatan untuk mengusulkan, ternyata agenda LPJatim tergelar sebanyak 10 putaran, dua putaran lebih banyak dari yang direncanakan awal.

Kesempatan selanjutnya diberikan pada RB.Abd.Halim, Ketua Bidang Organisasi mengatakan agar Pengda yang sudah habis masa waktunya untuk segera menggelar Musda dan bagi Pengda yang sudah memilih Ketua dan belum dilantik, maka agar mengusulkan pada Pengwil untuk segera dilantik.

Suasana isoma Rakerwil Jawa Timur

Kesempatan berikutnya adalah Rusman, Ketua Bidang Lomba. “Saya berharap ketika ada jadwal LPJatim maka semua Pengda untuk menggelar kegiatan sehingga bisa fokus pada even LPJatim,” pinta Rusman. Sesi berikutnya dilanjutkan usai isoma. Bahasan yang diangkat adalah Bidang Penjurian. Siswoko Raharjo dari Pengda Bangkalan menyampaikan apresiasi kepada Ketua Bidang Penjurian Pengwil Jatim atas kinerjanya.

“Saya mengapresiasi pada Ketua Bidang Penjurian Jatim karena telah melakukan langkah untuk membuat juri bekerja lebih baik. Jangan segan-segan untuk menskorsing juri nakal,” ungkap Ketua Bidang Penjurian Pengda Bangkalan. Lebih lanjut Siswoko berharap agar skorsing juri bisa dipublikasikan.

“Saya harap bukti skorsing juri bisa dipublikasikan agar ada efek jera,” tegasnya. Usulan lain adalah agar juri yang sudah lanjut usia diberikan surat pensiun. Perwakilan Banyuwangi juga angkat bicara. Menurutnya Banyuwangi saat ini sudah menyemarakkan hobi perkutut dengan kegiatan.

Proses penjadwalan agenda LPJatim

“Alhamdulillah Banyuwangi sudah mulai ada kegiatan, penggemar juga sudah mulai banyak dan kamu juga sudah Mengkader juri. Mohon untuk diberikan SK,” harapnya. Ach.Fuad, Sekertaris Pengda Pamekasan saat diberikan kesempatan untuk angkat bicara, merespon fakta di lapangan.

“Selama ini ada penyelengara lomba yang meminta juri langsung ke Pengwil Jatim tanpa melalui Pengurus Daerah yakni Ketua dan Bidang Juri, mohon jika langkah ini kurang tepat, maka segera ditindaklanjuti,” harap Ach.Fuad. H.Moh.Aksan, Ketua Bidang Konservasi dan Penangkaran saat memberikan sambutan berharap agar program pendataan peternak dan plakat bisa terus berjalan.

“Saya harap setiap Pengda mendata peternak dan segera untuk mengurus plakat agar keberadaan mereka bisa terdeteksi,” himbau pemilik AKN Bird Farm Sampang. Diakhir acara, Rusman ynag dikonfirmasi soal struktur Pengurus inti LPJatim mengaku sudah memiliki nama-nama yang akan diusung. Untuk posisi Wakil Ketua akan diberikan pada Benni Mintarso, Sekertaris Rudi Novianto dan Bendahara Yakop Yaoman

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Masuki Tahun 2022, Laguna BF Gianyar Ngegas, Siap Panaskan LPB

Published

on

de
Wayan Rudiana sesaat menurunkan Marlin dari gantangan 29 didampingi pemilik PA BF Susanto, pemilik Famous BF Kadek Bagiarta, dan perawat andal Agus. (Foto: gde)
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

NAMA Wayan Rudiana sempat mencuat di jagat perkututan Bali, dan bahkan nasional akhir tahun 2021. Pasalnya, pemilik Laguna BF Ketewel Gianyar Bali ini sukses membidik gaco yang kemudian tampil gemilang di arena konkurs hingga laku mahal di luar dugaan.

Rudiana ternyata bukan hanya piawai membidik bibit-bibit calon amunisi di kandang ‘’tetangga’’ seperti Bupati, Walikota, Marlin dll, tetapi juga lihai mengotak-ngatik kendang sendiri hingga tetasannya moncer di arena konkurs. Seperti Gubernur yang sempat bikin keder lawan-lawannya di LPB.

Gubernur yang sempat menjadi bintang lapangan dengan nilai tiga warna memang menjadi penyemangat Rudiana terus menekuni hobi perkutut ini. Bahkan sudah beberapa ekor bahan dan amunisi lomba ditake over. Seperti pegangan terakhir Marlin yang bertengger di posisi puncak kelas Dewasa Bebas laga Denbar Cup III, Minggu 9 Januari 2022. ‘’Marlin akan saya turunkan di kelas dewasa senior di LPB mendatang,’’ terang Rudiana sesaat menurunkan Marlin dari gantangan 29 didampingi pemilik PA BF Susanto, pemilik Famous BF Kadek Bagiarta, dan perawat andal Agus.

Tapi, Rudiana mengaku masih akan mencari gaco untuk meramaikan LPB 2022 yang akan mulai dibuka seri I pada Februari bulan depan. Ia merasa tak cukup hanya mengusung Marlin di kelas dewasa senior, mesti ada juga pelapis, atau paling tidak bisa diturunkan di kelas dewasa junior. Tetapi soal kelas piyik hanging, tetasan Laguna akan siap ikut meramaikan kelas tersebut.

Rudiana yang sehari-hari sebagai kontraktor berbagai jenis bangunan ini mengatakan perkututan Bali akan ramai jika peternak terus mengembangkan materinya dan sekaligus tentunya rajin turun ke arena lomba, siapa pun yang menggelar lomba. Tanpa ikut meramaikan pendaftaran maka panitia dipastikan bakal akan menanggung rugi dan jika ini terus terjadi maka perkututan Bali pelan-pelan akan surut. Oleh karena itu, kung mania Bali mesti berpartisipasi ikut berlomba di setiap gelaran dan sebaliknya antusias kung mania berlomba ini dibarengi dengan kinerja juri yang maksimal dan panitia yang mengemas lomba semenarik mungkin. (gde)

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Moh.Sugianto Ketua Pengcam Kota Sumenep, Tumbuhkan Semangat dan Eksistensi Lima Paguyuban Kung Mania

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Hobi burung perkutut di Kabupaten Sumenep saat ini tidak hanya didominasi oleh kung mania yang bertempat tinggal di perkotaan saja, tetapi benar-benar terasa dan terlihat sampai ke pelosok desa. Keberadaan masyarakat di hampir pelosok desa, bukan sekedar hanya ada semata, tetapi mereka dirangkul untuk menjadi bagian dalam komunitas yang sama.

Moh.Sugianto saat dikukuhkan Ketua P3SI Pengda Sumenep

Pembuktian ini dapat diperjelas dengan munculnya kelompok yang ada ditingkat desa, seperti paguyuban. Kelompok orang-orang pecinta, penghobi dan peternak burung perkutut tersebut ditampung dalam satu wadah sehingga terkesan tidak liar dan berada di bawah Pengurus Kecamatan (Pengcam).

Pengurus pada tingkat Kecamatan ini membina, melindungi dan memberikan dukungan positif untuk kemajuan hobi perkutut yang ditekuni oleh para anggota. P3SI Pengda Sumenep yang memiliki Paguyuban hanya Pengcam Kota. Saat ini ada lima Paguyuban yang sudah berdiri, antara lain Paguyuban Melati yang berlokasi di Pangarangan.

Dukungan keluarga memberikan tambahan semangat

Ada juga Paguyuban Potre Koneng Parsanga, Paguyuban Kebon Rato di Kebunan, Paguyuban Trunojoyo yang berada di Karangpanasan dan Paguyuban Suryalaya di Kolor. Moh.Sugianto Ketua Pengcam Kota bersyukur bisa memiliki lima Paguyuban yang ada di wilayah pimpinannya.

“Alhamdulillah saat ini Pengcam Kota memimpin kelompok ditingkat bawah yakni paguyuban, saat ini sekitar ada 5 paguyuban yang sudah kami miliki,” terang Moh.Sugianto. agar keberadaan paguyuban ini bisa berjalan dan tetap ada kegiatan sehingga benar-benar memberikan manfaat dan wadah bagi anggota, maka diatur soal penjadwalan latihan.

Moh.Sugiatno saat mengukuhkan Ketua Paguyuban Melati

Tiap-tiap paguyuban memiliki jadwal latihan sendiri. Semisal Paguyuban Melati dan Suryalaya membuka latihan setiap Minggu, Paguyuban Potre Koneng dan Kebun Rato setiap Sabtu dan Paguyuban Trunojoyo tiap hari Rabu. Program Latihan Dinilai yang menjadi agenda kegiatan rutin di tiap-tiap Paguyuban sudah berjalan secara bergantian.

“Kami sengaja menggelar kegiatan di setiap Paguyuban dengan harapan biar ada greget, setidaknya komunitas yang ada disana bisa lebih semangat dan eksis menekuni hobi perkutut. Paguyuban hadir untuk menyalurkan hobi, terutama untuk komunitas yang ada disekitar lokasi,” sambung Kasubag Umum dan Keuangan Pengadilan Negeri Sumenep.

Bersama sang istri tercinta yang siap mendukung hobi perkutut

Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan adanya paguyuban ini akan muncul penghobi pemula dan mempertahankan eksistensi kung mania lama. Sehingga ada kesinambungan untuk saling support. Mereka bisa ditampung dalam paguyuban tersebut untuk mengasah kemampuan dan beradaptasi sebelum mengikuti kegiatan yang lebih besar.

Paguyuban dikondisikan untuk menjadi jalan awal bagi pemula untuk bisa naik kelas menjadi kung mania yang siap turun di ajang yang lebih tinggi lagi. “Saya berharap paguyuban menjadi jalan masuk bagi pemula untuk bisa terus meningkatkan kualitas burung dan pengetahuan serta pemahaman soal perkutut,” sambung Moh.Sugianto.

Kebersamaan sang istri terus tercipta di luar rumah

Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan rutin disetiap Paguyuban bertujuan ajang mempererat tali silaturrahmi dan juga untuk melanjutkan keinginan mencapai program lanjutan. Pada umumnya setiap paguyuban yang baru berdiri di Sumenep, belum memiliki sarana seperti kerekan, kalaupun ada, masih terbuat dari bamboo dan jumlahnya juga terbatas.

Nah dari kegiatan ini diharapkan bisa mendapatkan keuntungan yang selanjutnya masuk kas. Jika memang sudah memungkinkan, maka kas tersebut bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan kerekan. Kemandirian inilah yang diciptakan oleh Ketua Pengcam Kota untuk setiap Paguyuban.

Moh.Sugianto saat mengukuhkan Ketua Paguyuban Potre Koneng

Moh.Sugianto juga berusaha menjaga kekompakan antar pengurus paguyuban dengan jalan selalu melakukan komunikasi intens agar bisa tetap jalan. “Saya bersyukur karena komunikasi antar paguyuban tetap jalan dan setiap kegiatan yang dilakukan selalu mendapatkan dukungan,” lanjut Ketua Pengcam yang juga penghobi tanaman bonsai.

Salah satu cara yang dilakukan agar komunikasi, kekompakan dan dukungan selalu ada, Pengcam Kota berusaha memasukkan pengurusnya yang diambil dari perwakilan setiap Paguyuban. Begitu juga dikondisikan agar kepengurusan yang ada dilevel paguyuban diisi oleh masing-masing anggota.

Saat acara pengukuhan P3SI Pengcam Kota Sumenep

Semisal pengurus Paguyuban Melati ada yang berasal dari Paguyuban Potre Koneng dan seterusnya. Jadi setiap Paguyuban memiliki pengurus dari paguyuban lain. Moh.Sugianto mengaku bahwa selama ini komunikasi dengan setiap paguyuban terjalin dengan lancar dan saling percaya. Tidak ada istilah curiga satu dengan yang lain.

“Selama ini kami berusaha komunikasi dan koordinasi. Kami juga berusaha menciptakan transparansi dan keterbukaan kepada setiap anggota, baik Pengcam ataupun Paguyuban. Kami berusaha memperlakukan sama setiap paguyuban, tidak ada yang di anak emaskan” ungkap Moh.Sugianto mengakhiri obrolan.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.