Connect with us

Perkutut

Setelah Terbukti Di Lapangan, Produk JBM Malang Makin Laris dan Banyak Diburu Kung Mania Indonesia, Siapa Saja Mereka ?

AGROBUR Tayang

:

MARKAS JBM BF MALANG. TRamai diserbu Kung Mania Indonesia.

Sukses burung-burung produk JBM Brid Farm (BF) Malang, meraih prestasi tertinggi disetiap lomba burung perkutut dibeberapa kota yang ada di Jawa Timur akhir-akhir ini. Makin membuktikan, kalau perkutut jebolan farm milik H.Faisol Syafiie ini. Benar-benar punya kualitas dan talenta juara di lapangan.

Sehingga tak keliru, kalau markas JBM yang ada di Bululawang, Malang. Selalu ramai jadi serbuan kung mania Indonesia maupun manca negara, untuk berburu perkutut-perkutut handal ring JBM. Baik untuk jago lomba di tahun 2021 maupun untuk materi kandang.

HABIB YAHYA DAN ABAH FAISOL. Saat berkunjung di markas JBM.

Bahkan banyak kung mania yang kembali hadir ke markas JBM. Setelah mereka puas merasakan kualitas burung-burung hasil oplosan dari kadang-kandang JBM.

Seperti beberapa hari lalu, sebelum markas JBM kedatangan tamu dari Madura. Ust.Suher dari Lekok, datang bersama beberapa kung mania Pasuruan. Pemilik farm Barka ini hadir kembali untuk memboyong beberapa perkutut kualitas mewah ring JBM. Setelah koleksi gaconya yang juga dari JBM, berhasil merebut prestasi juara satu di beberapa lomba.

ABAH FAISOL. Bersama Habib Yahya didepan Markas JBM.

Begitu juga dengan HabibYahya Madura, meski belum genap sebulan datang ke markas JBM. Hari Sabtu, 26  Desember 2020 lalu, kung mania dari Blega ini. Hadir kembali bersama putranya yaitu Yik Hasim dan H.Fauzi, Kades Blega untuk memboyong piyik mewah ring JBM.

ABAH FAISOL. Saat mengantar Habib Yahya pulang.

“Betul, kehadiran Habib Yahya bersama putranya dan Kades Blega kemarin. Memboyong 6 ekor piyikan dari kandang JBM dan 3 ekor ring Atlas. Satu ekor dari Atlas K.222 dan 2 ekor dari Atlas K- 555. Bahkan beliau sesumbar isyaallah akan hadir kembali, untuk mengambil bookingan piyik-piyik JBM dari kandang favorit,” tutur H.Faisol.

ABAH FAISOL. Bersama Yik Hasim.

Niat Habib Yahya untuk kembali ke JBM, setelah mendengar beberapa jago ring JBM milik H.Tohir PHT Gresik yang masih ada markas JBM. Jago-jago yang memang sering moncer di lomba-lomba itu, bunyi mewah dihadapan Habib Yahya.

Baca Juga  Daftar Juara Lapangan B : H.Wibie Dwi Andriyas Cup Lapangan Rampal Malang (8/3/20)

Bahkan saat Habib Yahya masuk ke kandang JBM, ia mengaku pusing dan bingung. Karena ada sekitar 20 ekor piyik yang masih berumur 5 sampai 6 bulan, semuanya tertulis milik H.Tohir PHT Gresik. Namun setelah melihat di kandang puter ada 3 ekor piyik dan belum tertulis siapa pemiliknya. Habib Yahya pun langsung mengambil sangkar untuk didengarkan anggung suaranya.

Dan setelah cukup lama memantau dan mendengar sendiri bunyi dari piyik tersebut. Tanpa pikir panjang, Habib Yahya yang sudah merasa cocok langsung menyatakan deal dengan 3 ekor piyik tersebut. Karena Habib Yahya merasa kawatir gak kebagian lagi piyik-piyik mewah ring JBM.

ROMBNGAN KUNG MANIA PROBOLINGGO. Nanang Kosim, Ust Muhlis dan Hendrik.

Pasalnya menurut Abah Faisol, saat itu Habib Yahya menghubungi Ust Suher lewat video call. Di pembicaraan itu Ust Suher yang mengaku kalau sudah mendapat burung istimewa ring JBM, dua hari sebelum Habib Yahya hadir ke markas JBM. Dan Ust. Suher berencana akan datang lagi ke JBM untuk mencari lagi piyik-piyik mewah JBM.

Dan setelah mendengar kalau Ust. Suher Lekok pasuruan akan datang lagi itulah. Habib Yahya kemarin pulang dengan memboyong total 6 ekor piyik ring JBM dan 3 burung ring Atlas. Serta berjanji akan hadir lagi ke markas JBM.

Abah Fasiol bersasma Nanang Kosim.

Dua hari setelah kedatangan Habib Yahya, markas JBM kembali kedatang tamu kung mania muda kali ini dari Probolinggo. Hari Selasa, 29 Desember 2020 kemarin, Nanang Kosim pemilik Mustika CPM Probolinggo. Hadir bersama Ust.Muhlis, Ust Rudi MBA BF, H.Totok dan Hendrik.

Seperti kung mania lainnya, rombongan dari Probolinggo ini juga ingin berburu burung-burung mewah ring JBM. Terutama Nanang Kosim yang sudah mengaku tak terhitung datang ke farm JBM. Seperti halnya Habib Yahya, Kades Blega dan juga Ust.Suher. Nanang Kosim dkk, juga mengakui kalau kualitas burung-burung ring JBM sudah banyak terbukti di lapangan.

Baca Juga  Latpres Jaya BC, Tegalweru - Malang: Gyro Raih Double Winner Setelah Menemukan Kunci Perawatan
Abah Faisol bersama Ust. Rudi MBA BF.

Rombongan yang datang dari jam 6 pagi itu, nyaris 12 jam penuh memantau burung-burung mewah yang ada di markas JBM. Dan akhirnya, sekitar jam 5 sore, rombongan dari Probolinggo itupun pamit pulang. Dengan memboyong 6 ekor burung ring JBM yang nilai ratusan juta rupiah.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur meski sedikit kuwalahan. Karena semua yang hadir mengaku puas dengan mengoleksi burung-burung ring JBM. Saya hanya bisa berdo’a, mudah-mudahan semua teman yang belanja di JBM. Selalu mendapat lindungan Allah SWT, sehat jasmani dan rohani. Dijauhkan dari bala’ dan musibah, diberi panjang umur dan murah rejeki. Serta dimudahkan segala urusannya, Amiin YRA,” tutup Abah Faisol. *agrobur2.

Perkutut

KH. Abd.Rohman, Pemilik R-Ki BF Situbondo: 50% Dari Total Kandang Ternaknya, Wajib Diisi Dengan Trah Burung JBM

Published

on

KH Abd Rohman Situbondo
KH.ABD ROHMAN. Saat bersama H.Faisol Syafii

Tak dipungkiri, belakangan ini jago-jago ring JBM Bird Farm (BF) Malang. Selalu mendominasi urutan teratas, daftar kejuraan disetiap gelaran latber maupun lomba regional. Khususnya gelaran yang ada di beberapa kota wilayah blok timur Jawa Timur dan Madura.

Dan hebatnya, pembuktian burung-burung produk farm JBM menuai prestasi juara di lapangan. Rupanya bukan hanya yang ada di tangan team JBM Malang Saja. Tapi jago-jago ring JBM yang sudah boyong oleh kung mania Indonesia juga sama, sering merebut podium juara.

H.FAISOL JBM DAN KH.ABD.ROHMAN. Perlu menjaga silaturahim.

Bukti itulah yang menjadi kepuasan bagi banyak kung mania saat ini, setelah belanja burung produk farm JBM. Akibatnya, markas JBM yang ada di Bululawang, Malang. Selalu ramai kedatangan tamu-tamu kung mania dari berbagai kota. Untuk bisa mendapat burung ring JBM, baik untuk gaco lapangan maupun untuk meteri isi kandang.

Dan keberhasilan JBM Bird Farm (BF) Malang, mencetak burung-burung mewah kualitas Benar-benar membawa berkah tersendiri bagi H.Faisol Syafii, sang pemilik farm tersebut. Pasalnya, selain produk kandangnya sekarang jadi laris manis diburu kung mania. Banyak peternak yang materi kadangnya, minta di isi trah dari burung-burung JBM.

KH.ABD.ROHMAN. Cocok dengan burung-burung trah JBM.

Salah satunya adalah R-Ki BF Jangkar, Situbondo, milik Drs.KH.Abd.Rohman SAg. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Situbondo inipun minta langsung ke pemilik JBM. Saat H.Faisol yang akrab disapa Abah Faisol, diminta bermalam di rumah KH.Abd.Rohman. Hari Sabtu dan Minggu (17/1) kemarin, ketika Abah Faisol hadir di latber HUT Jangkar Mas Cup.

 “Alhamdulillah betul, ini semua rejeki dari Allah. Sebetulnya hari Sabtu (16/1), saya sudah nyampek ke rumah beliau. Dengan membawa pesanan beliau, 2 burung ring JBM senilai Rp 100 juta. Dan burung tersebut oleh putra beliau, yaitu Lora Uzhair memang dipersiapkan untuk turun hari Minggunya,” cerita Abah Faisol.

Baca Juga  Latpres KWB Kota Batu : Sempat Diguyur Hujan, Panitia Justru Dibanjiri Peserta

Namun hari Sabtu sorenya, tambah pemilik JBM. Lora Uzhair minta burung yang mau dilomba itu, untuk ditaruh di teras rumah dan dibuka krodongnya. Dan begitu krodongnya dibuka, langsung bunyi narik-narik. Dan diakui oleh Lora Uzhair, kualitas anggung suaranya memang istimewah.

H.FAISOL DAN LORA UZHAIR. 50% kandang R-Ki BF, matertinya wajib dari trah burung JBM.

Sebetulnya pemilik farm JBM, sudah melarang untuk membuka krodongnya. Karena pengalamannya, ini akan berpengaruh saat digantang di hari minggu. Tapi berhubung lora Uhzair bilang gak masalah dan mengaku puas apalagi setelah mendengar anggung suara burung tersebut berulang-ulang.

“Dan apa yang saya kawatirkan, ternyata benar. Saat digantang hari minggunya, burung itu hanya ngisi satu babak saja. Selebihnya hanya duduk manis dan sesekali muter-muter saja. Padahal kualitas anggung suaranya gak kalah sama Permaisuri yang juara 1,” terang Abah Faisol.

Sementara KH.Abd.Rohman yang memang sudah paham dengan kualitas burung-burung ring JBM. Serta juga sudah mengaku kenal dengan pemilik JBM BF, meski lewat kontak batin. Saat pertemuan kemarin, pengasuh Ponpes Darul Hikam langsung menyampaikan kepada putranya. Agar kandang ternaknya yang total ada 90 petak itu, minta 50% materinya wajib diisi dengan trah burung dari JBM.

“Ia itu yang disampaikan langsung oleh beliau ke putranya Lora Uzhair. Karena menurut beliau, keputusan tersebut diambil setelah beliau melakukan istihoroh sampai 3 kali. Selain itu beliau juga mengaku cocok dengan kualitas dari trah burung-burung produk JBM. Ya mudah-mudahan, semua diberi kemudahan oleh Allah SWT,” pungkas Abah Faisol. *agrobur2.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

H.Anang Misran “Bidik” Hidayatullah, Ketua P3SI Pengda Banjarmasin, Upayakan Eksistensi Kung Mania ke Luar Daerah

Published

on

Eksistensi hobi perkutut, bukan saja soal berapa jumlah penghobi dan peternak yang dimiliki. Dan bukan pula berapa besar kekuatan yang bakal diluncurkan untuk memastikan eksistensi tersebut. H.Anang Misran Hidayatullah, Ketua Pengda P3SI Banjarmasin Kalimantan Selatan mengaku bahwa eksistensi menjadi pembuktian nyata semarak hobi perkutut.

H.ANANG MISRAN “BIDIK” HIDAYATULLAH, Ketua P3SI Pengda Banjarmasin

Banjarmasin menjadi salah satu daerah di luar Pulau Jawa yang terbilang bahwa hobi perkututnya begitu semarak. Meski tidak semeriah di Pulau Jawa, kegiatan demi kegiatan selalu hadir menyapa kung mania di sana, mulai dari latber hingga lomba besar. Even-even rutin yang tergelar di Banjarmasin menjadi salah satu faktor maju pesatnya hobi perkutut.

“Alhamdulillah hobi perkutut di Banjarmasin sudah semarak, setidaknya dua bulan sekali ada latber,” ungkap Ketua Pengda P3SI Banjarmasin yang baru menjadi 1 tahun silam. Setiap kegiatan yang mereka gelar, dipastikan sangat meriah, baik peserta dengan perolehan jumlah besar, terlebih lagi doorprize yang disediakan.

BANGKITKAN HOBI PERKUTUT di Banjarmasin Kalsel

Gelaran bertema latber saja, panitia berani mengeluarkan satu unit sepeda motor sebagai doorprize. “Saya kira belum ada daerah lain di Kalsel yang berani menggelar latber dengan hadiah sepeda motor,” lanjut tokoh LSM di Kalimantan Selatan. Bahkan rencana tahun 2021, andai saja Banjarmasin dapat jatah Liga Perkutut Indonesia (LPI), panitia sudah menyediakan doorprize 5 unit sepeda motor.

“Saya sudah dapat dukungan dari pemerintah Banjarmasin untuk menyediakan 5 sepeda motor dalam rangka agenda LPI tahun 2021, namun ternyata kami tidak mendapatkan jatah, tapi kami akan tetap menggelar lomba besar sebagai ganti dari LPI. Meriahnya hadiah yang disediakan tidak lepas dari upaya H.Anang “Bidik” Misran untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat.

H.ANANG MISRAN, segudang jabatan berhasil dijalankan

“Setiap kali kami akan mengadakan lomba, saya selalu berkoordinasi dengan pejabat pemerintah di Banjarmasin dan Alhamdulillah mereka selalu support kami dengan jalan memberikan doorprize yang kami butuhkan. Saya kira tanpa adanya dukungan pejabat, maka hobi perkutut disini kurang lengkap,” ungkap Ketua Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kalsel.

Baca Juga  Jago-Jago Jebolan Farm JBM, Sukses Dominasi Daftar Kejuaran Di Latber Arisan Mandala Cup Situbondo

Upaya tersebut diakui bukan untuk pamer, namun lebih kepada niatan untuk meramaikan hobi perkutut di Banjarmasin. Dikatakan oleh H.Anang bahwa tidak ada kepentingan yang dibawa ketika duduk sebagai Ketua Pengda. Setiap kali turun lomba, H.Anang mengaku tidak pernah memesan pada juri agar burungnya juara.

KEGIATAN RUTIN hobi perkutut yang tergelar di Banjarmasin

Ketika turun ke lapangan, satu tujuan yang ingin dicapai adalah bisa bersilaturrahmi dengan sesama kung mania. Sejak resmi menjadi Ketua Pengda P3SI Banjarmasin, H.Anang berusaha untuk memberikan perhatian pada komunitas. Setiap keluhan yang ada, H.Anang berusaha untuk mencarikan jalan keluat.

            Kedekatan dengan mereka, berusaha untuk dilakukan. Tidak ada jarak antara Ketua dan komunitas. Kenyataan itulah yang menjadikan dukungan semakin besar bagi pengda Banjarmasin. “Saya berusaha untuk tidak ribut, pertemanan dan persaudaraan lebih penting, kalau soal duit saya bisa usahakan. Bicara dari hati-ke hati itu adalah jalan terbaik,” imbuh Ketua Komunitas Dangdut Kalimantan Selatan.

KOLEKSI PERKUTUT orbitan H.Anang Misran Hidayatullah

Rencana kedepan, Banjarmasin bisa lebih eksis ke luar daerah. Untuk itulah dibutuhkan persiapan agar apa yang menjadi keinginan bisa terealisasi. “Saya berhadap komunitas kung mania di Kalsel dan Banjarmasin bisa bangkit dan bersaing dengan kota lain dan di Jawa. Salah satu langkah kongkrit adalah selama ini kami sering sharing antar peternak, bertukar pikiran dan tukar silang materi, agar bisa menciptakan burung berkualitas,” targetnya.

Rencana lain adalah dengan menggelar liga sehingga bisa membangkitkan semangat dan kualitas burung yang ada di Banjarmasin. “Saya akan memulai dari Banjarmasin dulu, jika dirasa sudah kuat dan mampu, maka akan akan berusaha eksis ke luar daerah sebagai bukti bahwa kami sudah siap bersaing bersama orbitan perkutut kami,” tegas pria yang juga mania burung berkicau.  

Baca Juga  Latpres Jaya BC, Tegalweru - Malang: Gyro Raih Double Winner Setelah Menemukan Kunci Perawatan

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Heboh..!, Juara 1 dan 3 Latber HUT Jangkar Mas Cup, Langsung Diboyong H. Muhammad Situbondo Dengan Mahar Rp 160 Jeti

Published

on

H Muhammad Situbondo Boyong 2 Juara
BORONG 2 JAWARA. H.Muhammad bersama H.Faisol dan Ach.Jasuli.

Ada yang menghebohkan dan menarik perhatian kung mania. Saat hadir di latber HUT Jangkar Mas Cup, Situbondo, hari Minggu (17/1) kemarin. Dimana salah satu kung mania pemula, yang  dari awal sampai akhir babak. Terlihat cukup serius dan fokus menyaksikan sekaligus memantau persaingan adu kualitas anggung perkutut-perkutut jawara.

Adalah H.Muhammad atau akrab disapa Abah Muhammad inilah, mania pemula terlihat serius mengamati dua jago yang berlaga di kelas piyik yunior. Dan rupanya, Abah Muhammad bukan hanya fokus untuk mendengarkan kualitas anggung dua jago tersebut.

RESMI BOYONG PERMAISURI. H.Muhamad dengan H.Faisol JBM

Tapi begitu panitia mengumumkan daftar jago-jago yang masuk nominasi kejuraan di kelas piyik yunior tersebut. Dua jago yang ia pantau itu, ternyata masuk juara 1 dan juara 3. Dan tanpa menunggu lama, H.Muhammad, mania pemula dari Desa Talkandang, Situbondo itu pun langsung menghampiri dua pemilik burung tersebut.

Maksud dan tujuan Abah Muhammad mencari pemiliknya, tak lain ingin segera memboyong kedua jago tersebut ke rumahnya. Dan kenekatan Abah Muhammad untuk secepatnya bisa meminang kedua jago tersebut, bukan tanpa alasan. Karena menurutnya, kedua burung tersebut memang sudah cukup lama jadi incaranya.

TAKE OVER ROSALINA. H.Muhammad bersama Ach.Jasuli.

“Betul, awalnya ada teman yang mengabari ada burung bagus dan perlu dipantau. Dan begitu ada lomba di Situbondo, bulan lalu Desember tahun kemarin. Saya pun hadir untuk mendengar burung tersebut yang ternyata masuk 10 besar piyik hanging,” cerita H.Muhammad.

Dan saat burung tersebut turun lagi di lomba Jenggawah Jember, sambung Abah Muhmmad. Meski naik level di kelas piyik yunior, tapi burung tersebut mampu bersaing, bahkan masuk juara 2. Dan tadi masuk juara 3, dengan nama Rosalia yang sekarang sudah resmi saya pinang.

Baca Juga  Daftar Juara Lapangan B : H.Wibie Dwi Andriyas Cup Lapangan Rampal Malang (8/3/20)
ABAH MUHAMMAD. Puas memboyong 2 jawara lomba.

“Pun demikian dengan jago-jago produk JBM Malang. Setiap ada lomba, saya amati burung ring JBM selalu masuk juara. Seperti tadi, dari awal sampai akhir saya terus memantu kualitas anggung dari dikerekan 60 yang ditempati Permaisuri. Ternyata memang bagus dan masuk juara 1. Dan Alhamdulillah, keduanya sekarang sudah resmi milik saya,” kata Abah Muhammad.

Dengan merogoh kocek sebesar Rp 160 jeti, Abah Muhammad pun mengaku puas mendapat 2 burung kualitas juara. “Ya kepuasaan memang tak bisa diukur dengan uang. Dan hobi baru diperkutut ini saya gak mau tanggung-tanggung. Karena ini semua untuk hiburan dan demi kepuasan diri,” pungkas H.Muhammad.  *agrobur2.

Lanjutkan Membaca