Connect with us

Perkutut

Setelah Diktator, H.Moh.Syaiful Pamekasan dan Santos Asean BF Bandung Kembali Lakukan Transaksi, Nilainya Mencapai Rp 330 Juta

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setelah Diktator (kini berganti nama menjadi Angin Malam) resmi berpindah dari Santos Asean BF Bandung ke H.Moh.Syaiful Pamekasan dengan nilai transaksi sebesar Rp 100 Juta, keduanya kembali melakukan take over perkutut. Nilai yang disepakati mencapai Rp 330 Juta. Transaksi pertama adalah sepasang indukan Dikator yang berhasil dijebol H.Moh.Syaiful.

Santos (dua dari kiri) bersama H.Syaiful (dua dari kanan)

“Memang benar, indukan Diktator sudah saya beli dan sekarang sudah ada di rumah,” terang mantan Ketua P3SI Pengda Pamekasan. Santos, ketika dikonfirmasi membenarkan hal demikian. “Sekarang indukan Diktator sudah dibeli oleh H.Syaiful, saya yang mengantar sendiri indukan tersebut ke Pamekasan,” ungkap Santos.

 Angka transaksi yang disepakati untuk mendapatkan indukan bergelang WAT 338 dan WAT 380, sebesar Rp 150 juta. “Pak H.Syaiful setuju nilai transaksi untuk membawa indukan Diktator adalah senilai Rp 150 juta,” sambung Santos. H.Syaiful sendiri mengaku tidak terlalu mempersoalkan berapa rupiah yang harus dirogoh untuk mendapatkan indukan tersebut.

Total deal Rp 330 Juta dilakukan Santos Bandung dan H.Syaiful Pamekasan

“Bagi saya nilai tidak jadi masalah yang penting saya suka, cocok dan puas,” jelas Kepala Desa Kadur Pamekasan. Ditambahkan olehnya bahwa keinginan untuk mendapatkan indukan tersebut, memang sangat beralasan. H.Syaiful melihat perkembangan Diktator yang kian hari menunjukkan peningkatan performa yang memuaskan.

“Diktator (Angin Malam) sudah beberapa kali saya ikutkan latihan kerek bareng dan memang ada kemajuan, makin hari bertambah bagus,” lanjutnya. Tidak itu saja, saudara Diktator yang kini sudah menyebar ke beberapa kung mania, kabarnya juga memiliki kualitas yang tidak mengecewakan.

Santos (tengah) mengawal indukan Diktator langsung ke Pamekasan

Kenyataan itulah yang membulatkan tekadnya untuk segera meminang kedua indukan tersebut agar bisa resmi menjadi penghuni kandang ternak di Pamekasan. “Saya dapat infomasi bahwa saudara Diktator bagus-bagus, makanya saya berani ambil sekalian indukannya dengan harapan saat berada disini bisa menurunkan burung-burung berkualitas,” kata H.Syaiful lagi.

Dikatakan lagi bahwa keinginan untuk menekuni ternak perkutut, akan benar-benar menemukan hasil yang sesuai ketika indukan yang ada, sangat mumpuni. “Pada prinsipnya saya punya rencana untuk ternak perkutut, makanya untuk bisa mendapatkan hasil, maka harus mencari bibit-bibit berkualitas dan bisa bersaing di arena konkurs,” imbuhnya.

Bukti prestasi yang di raih Hipnotis orbitan Santos Bandung

Apalagi burung-burung saat ini burung persaingannya begitu ketat, peternak banyak yang sudah menghasilkan burung kelas lomba. Transaksi berikutnya adalah Hypnotis burung andalan Santos Asean BF yang bergelang SS 170 bersama betinanya Manila C1. “Betina Manilai C1 ciamik yang pernah meraih juara di lomba Jalak Harupat, betina suara indah kalau bunyi membuat greget bagi pendengarnya,” jelas Santos.

Angka yang disepakati untuk sepasang perkutut berprestasi adalah sebesar Rp 150 Juta. Diakui oleh Santos bahwa Hipnotis merupakan perkutut yang sudah teruji kualitas suaranya dan benar- benar memiliki prestasi mulai dari hanging, setengah tiang sampai dewasa. Bahkan di tingkat nasional pun Hipnotis sudah berprestasi di peringkat 5 besar juara IV LPI  Pekalongan.

Koleksi prestasi yang sudah dibukukan Hipnotis

Juara 1 Kelas Piyik Hanging, beberapa kali juara ke 2 Liga Batavia Tangerang, juara 1 di Lanud Sulaiman, juara 1 Jalak Harupat, juara 1 lomba Bandung di lapangan Xena, bahkan untuk piala bergilirnya pun sampai hari ini masih di pegang oleh Santos Asean Bird Farm untuk dua kelas yakni Piyik Hanging dan Piyik Senior.

Traksaksi berikutnya adalah perkutut muda bergelang PMB 656 dengan nama Soang dan betina produk SWG K10, juga menjadi sasaran H.Syaiful. angka yang disepakati untuk memboyong dua perkutut masa depan tersebut sebesar Rp 30 Juta. “Saya katakana bahwa H.Syaiful tidak tanggung tangung dan ingin serius main perkutut di papan, mulai indukan Diktator (Angin Malam) yang dijebol, orbitan saya sampai produk masa depan,” terang Santos.

H.Moh.Syaiful Pamekasan hobinya didukung keluarga

Dirinya berharap agar keberadaan perkutut berkualitas ini, bisa segera melanjutkan prestasi terbaiknya di tangan H.Moh.Syaiful Pamekasan. “Burung yang diboyong oleh H.Syaiful Pamekasan adalah perkutut kelas VIP, semoga membawa berkah untuk Santos dan H. Saiful. Semoga juga burung tersebut semakin berprestasi dan yang di ternak mencetak produk berkualitas super level nasional,” harap Santos.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.