Connect with us

Perkutut

Sentral Bird Farm Surabaya, Pendatang Baru, Berharap Bisa Hadir Ramaikan Hobi Perkutut Lewat Produk Ternaknya

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kehadiran Sentral Bird Farm Surabaya sebagai peternak, sebenarnya sudah ada sejak pertengahan 2017 lalu. Kesibukan Yudi Setiawan, sang pemilik membuat keberadaannya tidak pernah muncul ke permukaan. Apalagi ketika itu Yudi mengaku menekuni ternak perkutut hanya sebatas iseng.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Sentral BF Surabaya, new comer berharap bisa moncerkan produk sendiri

Beberapa indukan yang dimilikinya dibiarkan berkembang biak tanpa ada perhatian. Bahkan produk kandang yang sudah terlanjur menetas ia sebarluaskan ketetangga terdekat dan juga rekan-rekan secara cuma-cuma. Seiring perjalanan waktu, memasuki pertengahan tahun 2019 ada seorang rekan dekat yang memberikan dirinya produk bergelang FDR.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yudi Setiawan mengaku terpesona dengan suara yang ia dengarkan. “Saya dapat perkutut ring FDR, ketika saya dengarkan, suaranya kog enak, makanya saya tertarik untuk mendapatkan kembali produk dari peternak yang sama,” terang pengusaha sukses dibidang elektonik.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Delapan kandang favorit siap lahirkan produk kelas lomba

Akhirnya ia mencari tahu keberadaan FDR Bird Farm lewat media sosial. Setelah informasi didapat, tanpa menunggu waktu lama, Yudi langsung menuju lokasi yang di maksud. Bertemulah dengan pemilik farm. Yudi mengaku mendapatkan beberapa produk kandang ternak FDR Bird Farm untuk dijadikan indukan ternak Sentral Bird Farm miliknya.

Advertisement
Advertisement

Bahkan oleh Enggal FDR Bird Farm ia sempat diajak ke lapangan perkutut Pondok Candra untuk sekedar main dan berkenalan dengan benerapa kung mania yang rutin latihan di lapangan tersebut. Kesan yang ia dapatkan dari pertemuan itulah membuatnya tergugah untuk bisa menjadi bagian dalam komunitas hobi perkutut.

Yudi Setiawan (dua dari kiri) yakin farmnya bisa muncul produk bagus

“Sejak saya bertemu dengan rekan-rekan peternak dan penghobi perkutut di lapangan Pondok Candra, saya mulai serius untuk menekuni ternak,” ungkapnya. Apalagi diakui bahwa komunitas perkutut yang ia temui di lapangan Pondok Candra sangat guyub, rukun, ngobrol enak dan mereka begitu peduli.

“Selama ini ketika saya aktif di komunitas anjing, saya tidak pernah menemukan rasa guyub dan kompak, tapi saat berada di komunitas perkutut berbeda sekali, rasanya saya cocok,” ungkapnya lagi. Meski tidak rutin, dirinya mengaku sesekali hadir di lapangan Pondok Candra, meski hanya sebatas menemui rekan-rekan penghobi.

Salah satu sudut kandang ternak Sentral Bird Farm Surabaya

Pertemuan inilah yang akhirnya membuat dirinya makin yakin untuk menekuni hobi dan ternak perkutut. Dimulailah perburuan indukan. Keterbatasan dirinya untuk mendapatkan akses menemukan indukan, akhirnya ia hanya mengumpulkan indukan dari Cristal, Imoba, Jupiter, White Horse, FDR  dan Stya.

Indukan-indukan itulah yang ia kembangkan sampai akhirnya mampu mengisi sekitar 62 kandang milik Sentral Bird Farm. Ada sebagian indukan yang sudah bergelang Sentral dan ada pula indukan dengan gelang peternak lain. Ditambah 14 kandang umbaran untuk menjadi penghuni ekstra bagi perkutut disana.

Yudi Setiawan disamping kandang umbaran berukuran jumbo

Keseriusan Yudi Setiawan untuk menjadi salah satu peternak sudah mulai tumbuh. Salah satu bukti adalah ia sudah mulai memilah indukan yang bakal menjadi penghuni kandang ternaknya. “Selama ini saya asal menjodohkan indukan, namun sekarang saya mulai menjodohkan lewat feeling,” jelasnya.

Ia mengaku belajar banyak dari beberapa peternak besar semisal Wijaya Imoba Bird Farm Pondok Candra Sidoarjo dan Poernomo White Horse Sidoarjo. “Saya belajar memahami burung perkutut dari beberapa peternak besar seperti Koh Yung Sen Imoba dan Pak Poernomo White Horse. Dari mereka saya akhirnya bisa memilih mana indukan yang harus masuk kandang dan mana yang tidak,” imbuhnya.

Ring Sentral BF sudah siap melingkari kaki burung perkutut

Dari perjodohan itulah, ada produk yang sebenarnya bisa dilombakan, namun lagi-lagi Yudi mengaku belum punya waktu banyak untuk menuju arena lomba. Saat ini fokus yang bisa dilakukan adalah ke kandang, sementara ke arena belum ada banyak waktu. Tapi dirinya berharap agar ke depan ada waktu untuk kandang dan lomba.

Karena yang pasti Yudi Setiawan sudah memasukkan beberapa indukan pilihan ke delapan kandang favorit yang dipersiapkan untuk mencetak produk kualitas lomba. “Delapan kandang sudah saya isi dengan materi hasil pilihan. Mudah-mudahan bisa segera mencetak anakan bagus kelas lomba,” harapnya.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.