Connect with us

Perkutut

Sangkar Perkutut Dalil Bangkalan, Hasil Kreasi Santri Binaan Pondok Pesantren Darul Kholil Burneh, Soal Kualitas Silahkan Dibuktikan

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keinginan dan harapan KH.Mukaffi Kholil Pimpinan Pondok Pesantren Darul Kholil Burneh Bangkalan untuk memberdayakan santri lewat kerajinan sangkar perkutut, akhirnya menjadi sebuah kenyataan. “Alhamdulillah salah satu program yang saya terapkan di Pondok Pesantren Darul Kholil, lewat sangkar perkutut akhirnya terwujud,” terang sang Kyai.

KH.Mukaffi Kholil (kanan) bersama santri binaan

Dua orang santri yang diberdayakan khusus di bidang sangkar perkutut, sudah menghasilkan beberapa karya. Diakui oleh KH.Mukaffi Kholil bahwa proses pembuatan sangkar memang bukan dari nol, artinya dua orang santri ini dibekali oleh sangkar mentahan, kemudian diproses menjadi sangkar siap pakai.

“Untuk sementara kami masih mendatangkan sangkar mentahan dari Jaddih Bangkalan, kemudian diproses oleh santri. Namun demikian kami berharap dikemudian hari para santri bisa mengerjakan atau membuat sangkar dari awal hingga akhir,” sambung kyai yang juga seorang kung mania.

KH.Mukaffi Kholil Pimpinan Pondok Pesantren Darul Kholil Burneh Bangkalan

Pilihan untuk mengambil sangkar mentah dari Jaddih karena alasan kualitas yang dimiliki sangat bagus dan halus. Setelah sampai di pondok, sangkar yang masih mentah tersebut kemudian didempul, ditambahi ukiran sesuai keinginan dan akhirnya dilakukan proses akhir yakni pengecatan.

Untuk pengecatan sendiri dilakukan dengan cara air brush. “Kami memilih menggunakan proses pengecatan dengan air brush karena santri bisa melakukan itu,” ungkap KH.Mukaffi Kholil lagi. Sangkar yang sudah dihasilkan berupa sangkat untuk lomba dan sangkar jemur. Jumlah produksi tidak bisa ditentukan, karena menyesuaikan dengan waktu.

Proses pengerjaan sangkar perkutut oleh santri

Selama ini hanya ada dua santri yang mengerjakan proyek sangkar tersebut, sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun demikian, KH.Mukaffi Kholil mengaku tidak terlalu memikirkan jumlah produksi, karena apa yang dilakukan santri merupakan bentuk belajar untuk bekal ketika mereka sudah meninggalkan pondok.

“Saya berusaha membekali mereka dengan keahlikan, sehingga ketika mereka nanti keluar dari pondok dan tidak bisa menjadi seorang kyai dan ustads, maka pengalaman belajar selama disini bisa mereka manfaatkan untuk menunjang kehidupan mereka. Makanya saya berusaha memberikan kesempatan pada santri untuk berkarya,” tutur sang Kyai lagi.

Stok sangakr hasil karya santri Darul Kholil Burneh

Karena proses tersebut masih dalam tahap belajar, maka tidak ada target yang harus dicapai. Namun meski terbilang pemula, hasil sangkar yang didapat, semakin hari menunjukkan peningkatan yang membanggakan. “Mereka berlajar tanpa ada guru secara langsung, namun semangatnya luar biasa dan hasilnya juga tidak mengecewakan,” ungkap KH.Mukaffi Kholil.

Lebih lanjut disampaikan bahwa produk sangkar yang dibuat sengaja memilih pasar dari kalangan menengah ke atas dengan pertimbangan, bahan yang digunakan sangat mendukung. “Saya memilih bahan mentah sangkar yang bagus untuk level menengah ke atas dengan pertimbangan pemasaran kami adalah dilingkar tersebut,” tambah kyai yang juga seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyar Kabupaten Bangkalan.

KH.Mukaffi Kholil berusaha membekali santri dengan keahliannya

Soal harga tidak akan membebani pembeli karena dibandrol dengan harga terjangkau. Sangkar hasil santri Pondok Pesantren Darul Kholil sangat terjangkau meski kualitas yang dihadirkan untuk kalangan menengah ke atas. Silahkan datang dan buktikan kualitas produksi para santri binaan KH.Mukaffi Kholil. 

Selama ini pemasaran dilakukan dari satu rekan ke rekan lainnya, satu satu omongan sampai kepada yang lain dan juga melalui media on line. Pondok Pesantren yang berada di Jalan Kali Modern Burneh Bangkalan ini kini menjadi markas produksi sangkar. Stok untuk sangkar masih tersedia dalam jumlah lumayan dan bandrol yang tidak akan membuat susah.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.