Connect with us

Perkutut

Sang Motivator Perkutut Surabaya Telah Berpulang, Selamat Jalan Abah Djainuri …

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kita tidak akan lagi melihat canda guraunya dan mendengar nasehat-nasehat bijak yang selalu terlontar. Keramahan yang selalu hadir dalam setiap penampilannya, membuat banyak kung mania menaruh hormat. Kamis, 18 Maret 2021, H.Djainuri yang selalu menginspirasi banyak kung mania di Surabaya bahkan juga di Jawa Timur, sudah menghadap Allah SWT.

SANG MOTIVATOR hobi perkutut Surabaya sudah berpulang

Berita duka akan berpulangnya figur yang selalu konsisten dalam menekuni hobi perkutut, sempat membuat banyak orang merasa kehilangan. Kontribusinya dalam dunia hobi perkutut, terutama Surabaya begitu besar. Liga Hanging Sultan BF Surabaya yang pernah tergelar sampai tuntas merupakan bukti keinginan untuk menyemarakkan hobi perkutut.

Setidaknya dengan kegiatan tersebut, perburuan burung usia piyik semakin meningkat. Kegiatan penting hobi perkutut Jawa Timur di Hotel Sahid Surabaya beberapa tahun lalu, juga merupakan perjuangan yang dilakukan H.Djainuri, agar pengurus Pengwil P3SI Jawa Timur bisa bersama-sama merampungkan kewajiban mereka.

PENASEHAT PENGWIL, posisi yang sempat dipercayakan

Tidak jarang pula, H.Djainuri rajin mengumpulkan para kung mania di Sultan Bird Farm Sidotopo Surabaya, baik untuk  acara santai ataupun membahas seputar perkembangan hobi perkutut yang terjadi di Surabaya. Setiap permasalah yang ada, sekecil apapun selalu mendapatkan perhatian.

Kontribusi untuk terakhir kalinya adalah pembangunan Lapangan Pengda Surabaya yang berada di Jalan Kenjeran, menjadi salah satu bukti kepeduliannya untuk menyemarakkan hobi perkutut di Kota Pahlawan. Keinginan lain yang masuk daftar rencana adalah membangun lapangan perkutut dengan skala nasional.

BERSAMA KETUA PENGDA Surabaya saat launching lapangan

Yang mungkin menjadi lebih luar biasa lagi, dari sosok H.Djainuri adalah kecintaannya untuk tetap membangkitkan semangat kung mania khususnya di Surabaya. Tugas yang sempat diberikan pada beliau untuk meninggalkan Surabaya menuju Bandung, kota dimana H.Djainuri untuk mengawali tugas baru, tidak pernah dijalani.

“Saya sebenarnya dapat tugas baru ke Bandung, namun belum saya laksanakan. Saya ingin membangun hobi perkutut Surabaya dulu agar lebih baik dan lebih besar lagi,” ungkap H.Djainuri ketika itu yang disampaikan pada mediaagrobur.com. Bahkan kecintaannya terhadap hobi perkutut, di tunjukkan dengan menambah kandang ternak.

SULTAN BF SURABAYA kini ditinggal untuk selamanya

Sultan Bird Farm yang dimiliki mengalami perubahan formasi dan jumlah kadnang dengan tujuan agar hasil yang didapat bisa lebih baik. “Target Sultan di tahun 2021 bisa mencetak perkutut kelas nasional, makanya saya rombak kandang, mengisi indukan import dan materi baru serta menambah jumlah kandang,” tuturnya saat itu.

H.Djainuri berharap prestasi membanggakan yang pernah diraih Marcopolo di posium pertama Kelas Dewasa Yunior dalam Konkurs Kejurnas Cup Semarang, 09 September 2018 lalu bisa terulang kembali, namun dengan mengusung produk ternak sendiri. H.Djainuri merasa optimis bahwa apa yang akan dilakukan bisa membuahkan hasil.

DISKUSI menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan

Namun kini, keinginan, cita-cita, impian dan harapan tersebut hanya tinggal kenangan. Kita hanya bisa mengiringi kepergian sang motivator dengan do’a. Semoga beliau mendapatkan temapt yang layak disisi Allah SWT. Selamat jalan H.Djainuri, do’a kami selalu menyertai…..aamiin.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.