Connect with us

Perkutut

Salut dan Luar Biasa, Respon Kung Mania Terhadap Liga Perkutut Madura Seri I Pamekasan, Penjurian Diakui Sudah Fair Play

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kung mania Madura baru saja usai menggelar hajatan besar bertajuk Liga Perkutut Madura 2021. Even perdana yang tergelar pada 07 Maret 2021 berhasil menghadirkan peserta sebanyak 22 blok (Dewasa Senior 4 blok, Dewasa Yunior 4 blok, Piyik Yunior 8 blok dan Piyik Hanging 6 blok) dengan total jumlah peserta mencapai angka 972.

Billah Bagus BF Bekasi berikan nilai positif

Angka tersebut bisa saja membengkak andai panitia tidak segera menutup pendaftaran. Selain sukses menghadirkan jumlah peserta yang nyaris mencapai angka 1000, panitia mencatat prestasi bagus dengan mengemas agenda secara transparan, terbuka dan jujur. Hal itu diakui kung mania yang hadir menyaksikan dan menjadi saksi gelaran kolosal tersebut.

            “H.Kamil sudah mengemas lomba segitu mewahnya, saya kira pelaksanaan lomba tersebut sudah bagus. Saya melihat Koordinator Juri dan Dewan Juri sudah menunjukkan kinerja terbaiknya. Saya menyaksikan sendiri juri mampu menjalankan tugas dengan baik, tidak memandang burung milik siapa dan hitungan syarat bunyi benar-benar diperhatikan,” tutur pemilik Bagus Bird Farm Bekasi.

            Penilaian tersebut muncul karena Billah memantau langsung jalannya lomba. “Kebetulan burung saya tidak bunyi, maka saya bisa melihat secara langsung dan fokus terhadap pelaksanaan lomba,” imbuhnya dengan nada tertawa. Menyoal tentang adanya suara sumbang yang merasa tidak puas dengan pelaksanaan LPM, Billah dengan diplomatis menjawab.

Wiwid Maestro Solo kasih jempol untuk LPMI I

            “Kenapa masih ada yang merasa tidak puas, jawaban saya karena burung mereka kalah. Andai saya menang pasti mereka akan mengatakan kemasan bagus. Sekali lagi saya pribadi menilai bahwa pelaksanaan Liga Perkutut Madura sudah bagus,” imbuh perawat yang sudah banyak mengorbitkan burung kelas konkurs.

            Lebih lanjut dikatakan ada poin yang harus menjadi perhatian untuk pelaksanaan selanjutnya. “Saya harap untuk liga selanjutnya, juri sebelum masuk lapangan, harus menguasai nomor kerekan di blok tersebut, karena saya lihat saat itu juri bingung, tapi saya maklumi, mungkin itu karena baru permulaan,” sambung Billah lagi.

Hal senada dilontarkan Rudi AF Bird Farm Gunung Sindur Bogor. “Saya sangat salut sama ambisi orang Madura, itu latber serasa LPI luar biasa. ini benar-benar luar biasa. antusias peserta juga luar biasa dan penjurian saya melihat sebenarnya sih ok, dari sisi penjurian juga sudah oke banget,” jelas Rudi AF Bird Farm.

Lurah Jati Purworejo mengakui penjurian yang fair play

Namun kemewahan pelaksanaan acara terhalang oleh genangan air di arena konkurs. “Kemarin faktor alam tidak mungkin bisa kita hindari, sehingga berpengaruh pada kinerja juri yang belum mampu mengontrol seluruh burung yang ikut, mungkin karena jumlahnya terlalu banyak. Ini hanya menjadi catatan saja buat panitia kedepan,” lanjut Rudi AF.

Lurah Jati Purworejo juga memberikan komentar yang sama. “Saya kira pelaksanaan lomba di Pamekasan Madura, dari sistem penjurian sudah bagus dan saya akui itu merupakan sebuah terobosan yang luar biasa. apalagi kemasan yang dibuat panitia juga sudah memuaskan. Namun saya kondisi alam tidak mendukung,” jelas Lurah Jati Purworejo.

Tapi yang pasti dari keseluruhan hasil pelaksanaan Liga Perkutut Madura, Lurah jati memberikan penilaian yang positif. “Saya katakana panitia sudah ok, penjurian juga sudah ok, kemasan makin ok dan saya acungkan jempol untuk pelaksanaan lomba di Pamekasan Madura. Dan saya siap untuk terus mengikuti liga demi liga,” sambung Luruah Jati.

Kaconk perawat jago-jago Win’s Banjarmasin

Wiwid Maestro Bird Farm Solo juga mengatakan hal yang tidak berbeda. “Liga Perkutut Madura di Pamekasan bagus, dalam arti pelaksanaan, fair play dapat. Kalau saya lihat liga ini mewah dan luar biasa. Saya katakan disini masalah juri, orang tidak puas itu biasa. Panitia sudah berusaha untuk memenuhi keinginan seluruh peserta, tapi itu tidak mungkin,” tegas Wiwid Masetro BF.

Lebih lanjut Wiwid mengatakan adalah masukan buat panitia kedepan. “Untuk hal-hal yang positif memang harus dijalankan, saran untuk panitia, jumlah blok terlalu banyak karena khawatir kinerja juri tidak maksimal untuk mencari burung terbaik, karena jumlah burung terlalu banyak. Tapi intinya saya menilai pelaksaaan liga sudah luar biasa,” imbuh perumus nasional. 

Hariyanto, kung mania Bali juga memiliki penilaian yang sama. “Menurut saya penjurian lomba di Pamekasan sudah bagus, karena saya dengar sendiri juri jujur dan tidak terpengaruh pada orang-orang meski mereka teriak. Kalau tidak layak juri tidak mau kasih nilai. Itu kinerja juri yang saya pantau sendiri,” tegas Hariyanto.

Hariyanto Bali merespon bagus atas pelaksanaan LPM Seri I Pamekasan

Namun ada saran dan masukan buat panitia untuk gelaran selanjutnya. “Lomba di Pamekasan memang seperti lomba besar, menurut saya kebanyakan blok, mending penyelenggaraan dilakukan dua hari yakni Sabtu dan Minggu sehingga tidak terlalu sulit bagi peserta yang membawa burung banyak,” saran Hariyanto.

Kemasan bisa dilakukan seperti LPI yang menggelar kegiata di hari Sabtu dan Minggu, sehingga peserta bisa lebih fokus mengikuti sekaligus memantau jalannya penjurian. Roy Fajri kung mania Sumedang yang tidak sempat menghadiri acara tersebut mengaku, penasaran untuk bisa hadi. “Sebenarnya saya sudah daftar tapi berhubung ada acara mendadak, saya batal tapi burung saya terus berangkat,” kata Roy Fajri.

Kaconk yang membawa jawara milik Win’s Banjarmasin mengaku bahwa pelaksanaan Liga Perkutut Madura seri I benar-benar luar biasa. “Saya kira lomba LPM di Pamekasan bagus, cara penilaian burung sportif dan jurdil, tidak ada permainan. Dan lagi panitia juga transparan. Tiket juga tidak ada pilih kasih, semua dapat tiket yang sama baik peserta ataupun tuan rumah. Ini yang membuat saya salur atas kinerja panitia dan juga juri,” tegas Kaconk.

Amin kung mania Solo Pro dan Kontra itu hal yang biasa

Namun demikian ada masukan yang perlu dibenahi yakni soal jarak tiang kerekan yang dikatakan terlalu berdekatan sehingga membuat juri merasa bingung dalam menilai burung. “Seharuanya lomba kemarin itu dilakukan dua hari yakni Sabtu dan Minggu karena pesertanya begitu banyak,” lanjut Kaconk lagi.

Amin, kung mania Solo juga mengakui hal yang sama. “Tidak ada yang bisa dikiritk karena kemasan panitia apik. Bagi saya penjurian sudah mulai bagus, apa yang dilakukan panitia dengan cara rolling bagi saya memuaskan hati saya dan juga banyak peserta yang senang. Selain penjurian yang fair play, dari segi tiket juga sudah transparan,” terang Amin.

Menurutnya pro dan kontra dalam sebuah penyelenggaraan konkurs perkutut tanah air adalah hal yang biasa terjadi. “Saya kira mereka yang tidak senang pasti memiliki alasan yang kuat, tapi saya pribadi sudah puas,” imbuh mekanik Cinta-Cinta orbitan Koko Solo.  Lebih lanjut Amin merespon terhadap proses penugasan juri dengan cara diacak.

Roy Fajri kung mania Suedang penasaran even LPM 2021

“Sistem juri yang dikocok menurut saya, ada bagus dan ada tidaknya. Kalau juri tidak berpengalaman dan diturunkan ke Dewasa Senior,  maka beresiko, tapi jika dilakukan seperti itu, maka kapan lagi mereka akan tampil dan siap,” imbuhnya.  Andre Selancar Bird Farm Jakarta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut juga berkomentar sama.

“Saya kira sudah sesuai dan tidak ada yang kurang. Tapi sebuah kesuksesan tidak selalu terlihat mulus, pro dan kontra dalam arti peserta itu biasa. Ada catatan yang perlu saya sampaikan bahwa penempatan juri yang kurang, lomba ini dihadiri oleh pemain nasional, juri ditempatkan diposisi yang kurang tepat, maka itu dilemma,” tegas Andre.

Dikatakan oleh pemilik Selancar Bird farm Jakarta bahwa penjurian di Dewasa Senior banyak juri yang kurang paham, tetapi dipaksakan masuk. Apalagi posisi batas antara lapangan dengan peserta terlalu dekat, sehingga teriakan peserta smempengaruhi juri sehingga mereka jadi bingung. Ketua Bidang Penjurian Jabodetabek ini berharap ada evalusi untuk panitia, sehingga penyelenggaraan berikutnya bisa lebih baik.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.