Connect with us

Perkutut

SADA BF Padang Tegal Ubud, Diam-diam Kembangkan Trah Cristal DDD

AGROBUR Tayang

:

de
Home base SADA BF: Made Sada (tengah), bersama menantu (kiri) dan kung mania Ubud Agung Suparyana

JARANG hadir di arena lomba bukan berarti Made Sada tidak mengikuti perkembangan perkututan Bali. Dunia digital mengantarkan kung mania asal Padang Tegal Ubud Gianyar Bali ini mengenal lebih dekat hingar-bingar perkututan Bali bahkan nasional. Tak heran, ketika para peternak Bali berlomba-lomba berburu trah-trah ternama, Made Sada yang mengibarkan SADA BF juga tak kalah gesit. Bahkan diam-diam, SADA BF setahun belakangan mengembangkan trah Cristal DDD. Sudah menetaskan beberapa strip dengan kualitas dasar suara besar, bengung, empuk plus air suaranya yang ciamik.

Advertisements
Made Sada, kompak bersama menantu hobi perkutut

Ketika awak agrobur bertandang ke home base SADA BF, semula tidak menyangka ada tiga indukan trah triple D dari Cristal yang menjadi penghuni kandangnya. Lebih kaget lagi ketika mendengar suara salah satu anakan dari SADA K5 umur 4 bulanan yang sengaja digantung dekat jineng tempat kami duduk. ‘’Terakhir kami berlomba membawa Laksamana bergelang Adipati moncer di Buleleng dan di Uma Abian, selanjutnya kami lebih banyak menekuni hobi perkutut dengan beternak kecil-kecilan,’’ tutur Made Sada seraya memberi alasan jarang ke lapangan karena belakangan dirinya disibukkan oleh tugas-tugas di desa adat yang tidak bisa ditinggalkan.

Bagi Made Sada, beternak menjadi pilihan agar tidak putus pada hobi yang sudah ditekuninya cukup lama. Walau hanya mengembangkan beberapa kandang, Made Sada tak gegabah memilih materi. Karena ia tahu bahwa trah materi sangat menentukan kualitas anakannya kelak. Belakangan ia focus berburu trah Cristal triple D hingga ke Jawa yang kini sudah mendapatkan tiga ekor seluruhnya sudah masuk di tiga kandang.

Made Sada, tekuni hobi perkutut di tengah kesibukan ngayah di desa adat

Di antara trah Cristal triple D yang kini dikoleksinya di antaranya bergelang FDR 305 C2 (Cristal 170 1201 DDD (TL 444 dengan AD 34),  bergelang Asol 60 A1 Sidoarjo (AW 659 New Paragon (ZNB N12 dengan TL N444) dengan Cristal 18.0478 DDD), dan  Asol 59 A1. Tetapi jika melihat basic bloodnya, SADA BF didominasi oleh darah TL, dimana salah satu materi SADA yang kental trah TL yakni Mutiara 666 (TL 444 dengan TL 666).  ‘’FDR 305 C2 dengan Mutiara 666 kami kombinasikan di kandang SADA K5. Kini sudah ada 5 strip tetapi seluruhnya masih disimpan,’’ terang Made Sada yang keseharian menekuni dunai seni tabuh.

Baca Juga  Super Meriah di Road to Anniversary Elang Hitam BC, Perang Bintang di Latber Rasa Lomba

Selain SADA K5, trah Cristal DDD juga dikembangkan di kandang SADA K1 antara Asol 59 A1 yang dipasangkan dengan SADA K5. Di SADA K3 bermaterikan Asol 60 A1 dengan Adipati XXX. Di SADA K2 saat ini masih bermukim Adipati (Laksamana, yang merupakan saudara Singosari) dengan Ostama. Dalam waktu dekat Laksamana akan dicoba dimix dengan SADA K5 yang saat ini betinanya masih belia. Masih ada SADA K6 bermaterikan anak Super Messi dengan Bepervall berpasangan dengan anak Beperval dengan Pokemon.

Ketika agrobur mencoba memantau anakan SADA K5 sepanjang setengah hari, tipikal jantan dan betina sama-sama bersuara besar dan bengung. Yang jantan rata-rata suara depan ngayun klau dengan ketukan tengah double plus ditutup ujung panjang. ‘’Semua anakan K5 akan kami masukkan ke kandang biar banyak ada materi suara besar dulu,’’ kata Made Sada yang merasa terhibur setelah mendengar  cucu-cucu dari triple D yang mulai belajar bunyi. (gde)

Perkutut

Mendesak, Ketua Bidang Penjurian Pengwil P3SI Jatim Segera Benahi Kinerja Juri, Apa Saja Programnya ?

Published

on

Dalam sebuah even konkurs perkutut, penjurian selalu mendapatkan porsi perhatian yang sangat besar. Keberadaannya selalu dijadikan faktor penentu berhasil tidaknya sebuah gelaran. Acap kali juri selalu dipandang sebagai pihak yang masih belum bisa memberikan rasa puas terhadap hasil akhir.

Advertisements
Benny Mintarso (kanan) segera benahi kinerja juri Pengwil Jatim

Masih ada kung mania yang merasa tidak puas dengan kinerja juri, baik yang dilontarkan lewat aksi protes, ataupun membiarkannya. Kesan negatif yang sudah terlanjur melekat pada koprs juri, membuat Benny Mintarso, ikut memikirkan bagaimana agar juri tidak selamanya menjadi pihak yang selalu disalahkan.

Ada keinginan yang muncul untuk merubah image buruk yang sudah terlanjur dimiliki juri, sehingga lambat laun, juri bisa menghapus kesan kurang bagus tersebut. Benny Mintarso menyadari bahwa tugas yang diemban juri sebenarnya tidak enteng, tidak seperti yang diduga banyak orang.

Juri hanya bisa berdiri di tengah lapangan, menilai burung yang diikutkan lomba. “Sebenarnya juri adalah tugas yang mulia, makanya saya ingin menciptakan dan mengembalikan nama baik juri sebagai pihak yang bisa bekerja secara profesional dan bertanggungjawab,” terang Ketua III Bidang Penjurian Pengwil P3SI Jawa Timur.

Kinerja juri Pengwil Jatim segera dibenahi Ketua Bidan Penjurian

Benny menyadari bahwa tugas ini tidaklah gampang, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Menurutnya harus dilakukan dulu, soal bagaimana hasilnya, maka nanti akan dilakukan evaluasi lagi demi mencapai porsi yang lebih baik. Setidaknya ada aksi nyata untuk merubah kehadiran juri sebagai pengadil yang benar-benar bisa berlaku adil dan jujur.

Apa yang akan dilakukan Benny Mintarso, sebenarnya bukan tertuju pada juri semata, tetapi unsur lain seperti perekap, peserta dan juga petugas tancap bendera. Karena unsur-unsur inilah yang selalu ada dalam setiap penyelenggaraan konkurs. Komponen inilah yang akan menjadi satu kesatuan yang saling bersinggungan. Adapun pembenahan yang akan dilakukan adalah.

Baca Juga  Legian New Normal bersama PBI: Luna, Clorovil dan Gladiator Terbaik

Pertama, pemberian tanda bunyi sekaligus koncer pada saat peluit tanda dimulainya penjurian dibunyikan. Menurut Benny Mintarso, selama ini setiap awal penjurian dimulai dengan tanda dibunyikannya peluit, peserta selalu berusaha memanggil-manggil juri dengan tujuan agar perkutut miliknya diberikan tanda bunyi.

Tidak berhenti disana, jika perkutut miliknya terus mengeluarkan suara, peserta tersebut masih saja mengeluarkan suara agar juri menambah bendera koncer. Jika hal ini dilakukan oleh banyak peserta, bisa dibayangkan berapa jumlah suara yang terdengar disekitar lapangan.

Penjurian menjadi satu instrumen yang memegang peran penting

Belum lagi kerugian yang akan dialami tukang tancap, karena harus mondar mandir untuk menancapkan bendera bunyi, kemudian bendera koncer pada tiang kerekan yang dimaksudkan. Hal ini jelas menguras tenaga mereka. Lanjut Benny Mintarso, solusinya adalah juri bisa langsung memberikan bendera tanda bunyi sekaligus koncer.

Dengan langkah ini, penancap bendera bisa hemat energy, juri juga tidak dipusingkan dengan aksi peserta dan setidaknya bisa meredam teriakan. “Saya kira nilai bendera bunyi dan koncer, nilainya sama 42 setengah, jadi tidak akan memiliki dampak signifikan namun bsa memiliki banyak manfaat,” ungkapnya.

Kedua, memberlakukam kertas rekap koordinator dan dewan juri, yakni harus rangkap dua seperti yang dimiliki juri. Selama ini petugas rekap seringkali menghadapi dilema. Ketika ada peserta yang protes bahwa burung miliknya mendapatkan nilai sekian, tetapi saat berada di meja rekap, ternyata nilai yang ditulis juri tidak sesuai dengan hasil di lapangan.

Breefing juri disetiap gelaran lomba, jadi rutinitas

Suatu misal, ada kasus salah satu peserta yang mendapat nilai bendera tiga warna, sementara direkapan juri hanya dapat dua warna hitam, maka persoalan muncul pada petugas rekap. Ia harus menemui juri bersangkutan untuk memastikan nilai yang sebenarnya didapat oleh peserta tersebut.

Baca Juga  Perang Murai di Jumat Ceria PI Memanas, Ken Arok lagi Bikin Kejutan, Sinden Nyeri di Kacer

Dari sini saja, ada waktu yang terbuang karena petugas rekap harus masuk lapangan, apalagi jika jaraknya cukup jauh. Itu jika hanya satu peserta yang protes. Kalau ada beberapa peserta yang protes dengan waktu berbeda, sudah berapa banyak waktu terbuang hanya untuk memastikan hasil penjurian.

Apabilah konsep ini diberlakukan, bahwa koordinator dan dewan memiliki rekapan rangkap dua, maka petugas rekap bisa mengambil data sekaligus mencocokan hasil copy rekapan sehingga bisa menjadi acuan, ketika ada peserta yang melayangkan protes. Dengan memiliki tiga dokumen hasil penjurian, petugas rekap bisa mengatasi peserta yang protes tanpa harus membuang waktu percuma.

Saatnya kung mania mendambakan even damai dan menyenangkan

Dan tiga ada pagi peserta yang bisa menyangkal dengan hasil dari ketiga document tersebut. Ketiga adalah, menghimbau kepada peserta untuk mendokumentasikan hasil penilaian burung miliknya untuk menjadi bukti kuat ketika hasil di lapangan tidak sesuai dengan hasil di meja rekap.

Dokumentasi itu berupa video yang menyorot perolehan bendera, nomor kerekan dan kalau bisa juri yang kebetulan bertugas pada saat itu. “Saya kira sekarang semua peserta punya handphone yang bisa dibuat merekam, jadi mereka punya bukti kuat jika pada suatu saat mau protes,” sambung Benny lagi.

Yang paling penting lagi adalah bahwa mekanisme penjurian harus selalu diperhatikan betul oleh juri, semisal ketika akan menilai burung dengan kualitas dua warna hitam sampai tiga warna, maka harus melalui sepengetahuan koordinator dengan bukti tanda tangan, begitu juga ketika akan memberikan nilai tiga warna hitam sampai seterusnya, harus ada tanda tangan dewan.

Ini wajib dilakukan juri tanpa alasan apapun. Benny Mintarso melanjutkan bahwa rencana ini sebenarnya akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi, yakni rakernas, namun karena sifatnya mendesak, maka bisa segera direalisasikan di Jatim. “Insha Allah segera akan saya lakukan langkah ini di Jawa Timur dulu. Kami ingin Jawa Timur bisa lebih baik dan tertib dalam hal penjurian,” harap pemilik BN Bird Farm Surabaya.

Baca Juga  Liga Derkuku Lokal Bali Seri VI: Deku Jembrana Diantar Truk, Ki Dukuh dan Sabda Alam Juara

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Liga Perkutut Lombok Putaran Akhir, Makin Semarak Berkat Kolaborasi Kung Mania Senior dan Pendatang Baru

Published

on

Usai sudah gelaran Liga Perkutut Lombok. Minggu 25 Oktober 2020 menjadi agenda pamungkas even milik kung mania di Lombok. Sebagai ajang paling akhir di tahun 2020, peserta yang hadir terbilang lebih semarak dibandingkan pada gelaran-gelaran sebelumnya. Berakhirnya Liga Perkutut Lombok ini tuntas sudah rangkaian acara yang dikemas sejak awal tahun 2020.

Advertisements
Penyerahan hadiah bagi peserta yang berprestasi

            Diharapkan untuk tahun berikutnya, Liga Perkutut Lombok bisa dikemas lebih luar biasa lagi. faktor-faktor pendukung seperti juri dan kemasan-kemasan yang lebih inovatif dan menarik sangat diharapkan bisa terbangun dalam gelaran selanjutnya, sehingga masih bisa memberikan daya tarik pada peserta.

Para juara menerima trophy penghargaan

Karena yang pasti dengan gelaran liga yang sudah berjalan, antusias kung mania uang mendukung acara cukup besar dan kuat. Para senior semakin eksis untuk selalu hadir dalam setiap agenda kegiatan. Begitu sebaliknya, para pendatang baru sepertinya tidak ingin kalah untuk bisa menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Merayakan kegembiraan atas sukses yang dirasakan

Kolaborasi inilah yang mampu menghadirkan sebuah gelaran penuh pesona, penuh kegembiraan, sehingga tidak hanya sekedar menjadi ajang pesta perebutan kemenangan semata, tapi lebih kepada ruang untuk terus menjalin silaturrahmi diantara kung mania yang ada di Lombok dan sekitarnya.

Baca Juga  Liga Derkuku Lokal Bali Seri VI: Deku Jembrana Diantar Truk, Ki Dukuh dan Sabda Alam Juara
Lanjutkan Membaca

Perkutut

Dibayang-bayangi Hujan, Aman Cup 2020 Berjalan Sukses di Tengah Perang Bintang

Published

on

gada
Galaxy moncer di senior, langsung mendapat ucapan selamat dari H Sugik, Hariyanto, H Anang dll

MESKI hujan sempat mengguyur beberapa wilayah kota Denpasar di pagi hari, namun tidak mengurungkan niat kung mania Bali untuk ngluruk lapangan Pengwil P3SI Bali untuk menghadiri ajang Aman Cup 2020 yang diprakarsai Pengda P3SI Gianyar, Minggu 25 Oktober 2020. Sedikitnya 153-an peserta ikut hadir di event yang membuka kelas piyik hanging, piyik yunior, dewasa yunior dan dewasa senior.

Advertisements

Ketika matahari merangkak naik, gerimis mulai reda dan gaco-gaco pilih tanding baik di kelas piyik hanging hingga dewasa senior langsung diterjunkan. Mereka berperang, baik yang sudah kenyang malang melintang di laga lomba maupun pendatang baru yang tidak ragu-ragu untuk bersaing  merebut podium.

Putra AMG semakin mantap di senior

Ada empat gaco yang berhasil menduduki singasana di kelasnya masing-masing. Di antaranya Galaxy milik Susanto bergelang HDL yang sukses memetik hasil sempurna di kelas dewasa senior. Di kelas dewasa yunior ada Enak yang juga milik Susanto, di kelas piyik yunior ada Black Mamba milik Kaswari serta debutan Mindradjaja melalui Pegaus di kelas piyik hanging.

Enak, juarai dewasa yunior

Galaxy bisa bertengger di posisi puncak kelas dewasa senior melalui pertarungan empat babak yang cukup alot. Galaxy mendapat perlawanan sengit dari Putra AMG milik H Anang yang sama-sama mengoleksi tiga warna.  Memasuki babak kedua yang mulai panas, Galaxy dan Putra AMG saling menunjukkan kualitas anggungannya. Putra AMG kembali meraih tiga warna, namun Galaxy sukses memetik satu poin dengan raihan tiga warna hitam. Ditambah penampilan di babak keempat, Galaxy akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.

Di kelas dewasa yunior Enak bergelang PA yang diusung Susanto sukses memetik kemenangan. Enak sempat berturut-turut meraih dua warna hitam, namun di babak ketiga langsung menyodok dengan raihan tiga warna. Enak bersaing dengan Kawung milik H Suryanto bercincin Sapta Windu yang menempati juara dua dipepet Putra Adipati di sisi ketiga.

Baca Juga  Latber Selasa D’Tukad feat Oriq Jaya, Hanya Tiket 30K Hadiah Tanpot
Black Mamba tak terbendung terdepan di piyik yunior

Pertarungan diprediksi bakal sengit di kelas piyik yunior, namun cuaca yang begitu panas membuat sederet gaco tidak mampu perfoma. Black Mamba di nomor 14 milik H Sugik akhirnya berhasil menjadi pemenang setelah di babak pertama mendapat modal tiga warna. Di posisi kedua disabet Lenggang Klungkung bergelang Sapta Pesona.

Ring Kaswari tidak saja moncer di kelas piyik yunior tetapi juga muncul di kelas dewasa senior, dewasa yunior, piyik yunior dan piyik hanging.

Pegasus juarai hanging

Di laga piyik hanging Pegasus debutan Mindradjaja bercincin Mindra tak terbendung tampil terdepan setelah tampil stabil selama empat babak. Ada Rantas  debutan Saning War yang semakin ciamik penampilannya di lapangan bertengger di tempat kedua.

Diguyur air, tandai keakraban di antara kung mania

Dari pertarungan di masing-masing kelas, sederet hasil tetasan Bali sukses tampil terdepan. Di antaranya Enak yang bergelang PA,  Black Mamba bergelang Kaswari dan Pegasus bergelang Mindra BF termasuk juga Maestro BF yang meretaskan Gringsing di kelas dewasa yunior, Sapta Windu sebagai runner up di dewasa yunior.

Mindradjaja pun kena guyuran air, karena tetasannya juarai hanging

Walau pertarungan begitu ketat di lapangan, namun ketika peluit tanda babak keempat berakhir seluruh kung mania berbaur dan kembali bercanda ria. Bahkan para juara pertama seperti Susanto dan Mindradjaja mesti rela diguyur air sebagai bentuk simbolis guyub rukun.

Ketua Panitia Wayan Rudiana mengaku bersyukur lomba berjalan lancar dan sukses meski sempat dibayang-bayangi hujan. Baik jumlah peserta dan kualitas gaco yang berhak menyandang juara.  Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania seraya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. (gde)

Lanjutkan Membaca