Connect with us

Perkutut

Rumah Burung Al Hajj, Pusat Rehabilitasi Suara Burung Perkutut, Tekukur atau Derkuku dan Puter

KONBUR Tayang

:

Gurah Al Hajj Bekasi
H Tas bersama Gusti Iskandar SE
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Semarak hobi perkutut, tekukur/derkuku, puter pelung dan sejenisnya semakin meriah. Persaingan dilomba atau konkursnya juga semakin ketat. Banyak cara sipemilik untuk mengkondisikan suara burungnya agar menjadi lebih maksimal untuk mencapau target juara. Disini Rumah Burung All Hajj sebagai pusat rehabilitasi suara burung memberikan solusinya lewat gurah.

Adalah H Tafsirudin Nuretan atau kerap disapa Haji Tas pakar rehabiltasi suara burung yang juga pemilik PD Tas Poultry Shop. Sudah lebih dari 35 tahun silam pria ini sebelumnya lebih dikenal sebagai produsen pakan burung ternama khusus perkutut, tekukur, puter dan sejenisnya maupun kebutuhan vitamin dengan merek Rial.

Air Gurah siap kirim antar kota

Sejatinya, produk gurah ini diluncurkan, menurut Gusti Iskandar mitranya, tak lain atas permintaan kalangan koleganya diburung  perkutut maupun derkuku, puter dan lainnya. Dan gurah burung ini sudah lama diperkenalkannya. Setelah sebelumnya dibuktikan pada burung derkuku miliknya ketika itu, setelah digurah bisa stabil juara 4 kali berturut terutama dikelas Derkuku Dewasa Yunior.

Ramuan herbal tanpa bahan kimia dari  pengobatan gurah ini berupa cairan untuk diminum, ukuran satu botol bisa digunakan untuk beberapa ekor burung. Metodenya dengan meminumnya, biasanya burung yang memiliki masalah  racun-racun didalam tubuhnya akan dikeluarkan dengan sendirinya dengan dimuntahkan.

Semacam Detox  proses yang dilakukan secara alami oleh setiap tubuh burung untuk membuang zat-zat yang tidak bermanfaat dan merugikan (toksin) ke luar tubuh.

Durasi muntahnya tergantung kadar racun didalam tubuh burung itu sendiri. Kalau memang sudah kronis, dia akan terus memuntahkan kandungan racun dalam tubuh burung terus menerus hinga berkurang kadar racun dalam tubuhnya.

Menurut Gusti lagi, timbulnya racun yang bisa mengganggu organ kesehatan tubuh burung maupun kualitas suara ini tak lain bersumber dari kebiasaan makan burung tersebut sehari-harinya. Selain dari pakan milet yang sudah berjamur dan air minum yang tercemar kotoran. Karena perkutut, tekukur/derkuku maupun puter memiliki kebiasaan kerap memakan kotorannya sendiri yang tercecer ditempat makannya.

Kotoran yang terkonsumsi mengendap lama-lama menjadi racun dalam tubuh burung. Bahkan tidak hanya burung dewasa, resiko ini juga kerap mengancam anakan atau piyikan burung yang biasanya diasuh oleh burung puter sebagai babysitternya.

Rumah Burung Al Hajj

“Agar suara burung ini bisa lebih maksimal sesuai dengan kualitas yang dimiliknya selama ini,  mulai interval, cengkok dan sebagainya. Ya kita ikhtiarin melalui metode gurah ini, sehingga burung itu akan mengeluarkan suara ajaibnya dia yang sudah dimiliknya yang selama ini belum kita dengar,” lanjutnya di Rumah Burung Al Hajj Jl Sosial No 5, Jatiwaringin Pondok Gede, Bekasi.

Manfaat gurah untuk burung perkutut ini juga sudah dibuktikannya selama ini, burung perkutut bernama Al Hajj miliknya sudah 4 tahun prestasi sejak masih piyikan hingga mencapai dikelas Dewasa Senior. Berkali-kali meraih gelar juara disejumlah konkurs.

Gurah pada burung pada umumnya biasanya hanya mengeluarkan air lendir yang dimuntahkan. Namun, lain halnya dengan Gurah dari Rial ini benar-benat dikuras, tidak hanya lendir tapi juga segala kotorannya akan keluar dengan sendirinya dengan cara dimuntahkan.

Biasanya, setelah melakukan gurah dalam tempo 2-3 hari kondisi burung akan tampak normal. Seminggu kemudian mulai bunyi dan beberapa pekan kemudian akan mengeluarkan suara emas yang dimilikinya selama ini. Bagi kalangan Kung Mania, selamat mencoba. Produk gurah ini bisa dikirim langsung ke luar kota maupun antar pulau. Informasi seputar gurah bisa menghubungi langsung Gusti Iskandar SE (WA 081283130900). *agrobur4.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.