Connect with us

Lomba

Road To Bintang Selatan di Renon Paradise, Tembus 836 Peserta, Nobatkan 6 Burung Terbaik

KONBUR Tayang

:

de
Burung digantung, peserta atur jarak menikmati lomba.

Denpasar, mediaagrobur.com – Jelang gelaran Bintang Selatan Cup yang akan digeber super mewah, panitia menggelar latber Road to Bintang Selatan, Minggu, 7 Februari 2021 di Gantangan Renon Paradise, Denpasar.  Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, latihan berhadiah ini diikuti 836 burung dengan menobatkan 6 burung terbaik.

Red Rose, merah terbaik

Enam burung yang berhasil ditetapkan panitia sebagai burung terbaik yakni Red Rose, Zeus, Banyu Langit, White Canny, Scorpio, dan Pilling Guud. Red Zeus milik Agus Broo dari WBA BF sukses unggul di sesi pembuka setelah menunjukkan perfoma terbaiknya. Goyangannya ciamik sambil membawakan lagu-lagunya yang rapat dan kasar. Red Rose kembali unggul di leg kedua setelah kembali menampilkan kepiawaiannya di depan lawan-lawannya.

Semangat menurunkan anis merah

Di leg ketiga, baru Pemusnah milik July merebut posisi puncak setelah sebelumnya berada di posisi kelima dan ketujuh. Dua kali meraih posisi puncak, Red Rose berhak menyandang gelar punglor merah terbaik.

Zeus, ijo terbaik

Di laga cucak ijo yang membuka tiga kelas, Zeus milik Oca dari Pakem Dewata sukses memetik hasil sempurna. Zeus yang bertengger di sisi timur tampil dengan tembakannya yang super dahsyat. Tembakannya bak mesin jahit dan gerejaan dipadukan apik sambil sedikit ngentrok.

Zeus sempat tertinggal oleh Abimanyu milik Arya dari Joker’s SF, dan Robin Hood serta Tirani di sesi kedua. Namun di babak akhir Zeus kembali unggul. Dengan dua poin penuh Zeus ditetapkan sebagai cucak ijo terbaik.

Banyu Langit, murai batu terbaik

Di partai neraka murai batu, penonton begitu antusias memacu gaco-gaconya di lapangan. Dengan masker yang selalu terpasang benar, teriakannya masih terdengar ke dalam arena. Namun juri yang begitu sigap menilai satu persatu burung yang bertarung berhasil menetapkan Banyu Langit sebagai pemenang. Gaco milik Nyoman Sumanata ini tampil energik sejak digantang. Rolingannya yang kaya master ditambah tembakannya yang dahsyat berhasil terdepan. Banyu Langit mendapat perlawanan dari Asoka debutan Uzank yang juga tampil eboh.

Di leg kedua giliran Raden Mas milik Pasek Henk yang tampil terdepan. Raden Mas dipepet Setan Muda milik Wayan Ladra yang juga tampil apik. Pertarungan masih berlanjut, di sesi ketiga Bima Kroda yang mengamuk. Debutan Yande ini berhasil melaju ke puncak bersanding dengan Banyu Langit yang kembali perfoma. Mengantongi poin juara 1 dan 2 membuat Banyu Langit ditetapkan sebagai murai batu terbaik.

White Canny, kenari terbaik

Pertarungan hangat juga terjadi di kelas kenari. White Canny milik Goes Didix berhasil unggul di sesi pertama. Namun di leg kedua, Super Bos debutan Mr. Suta tampil apik dan berhasil menggeser White Canny ke posisi kedua. Sementara di leg ketiga giliran Lexi yang tampil seksi sehingga White Canny hanya bertahan sebagai runner up, namun karena stabil mengantarkan sebagai kenari terbaik.

Pemburu, awali kemenangan di kelas Fighter

Tak kalah eboh di kelas love bird fighter yang menghadirkan gaco-gaco papan atas yang sempat ditawar ratusan juta. Namun Pemburu berhasil menohok di sesi pembuka setelah unggul dengan 1.790 poin. Pemburu bersaing dengan Scorpio setelah mengantongi 1460 poin. Di leg kedua peta kekuatan berubah. Scorpio berhasil melaju terdepan disusul Choky-Choky dan Udin.

Pertarungan masih berlanjut. Di babak ketiga Sengketa berhasil mengambil alih podium utama disusul Kanaya dan Scorpio puas di tempat ketiga. Namun dari akumulasi poin, Scorpio menenangkan LB Fighter terbaik.

Piiling Guud, paud terbaik

Di kelas Love Bird Paud yang juga ramai peserta, Pilling Guud milik Rafly berhasil dinobatkan sebagai paud terbaik. Pilling Guud sempat tertinggal di posisi ketiga laga pertama oleh Cemplik dan Amel, namun di leg kedua melaju ke puncak. Celeng dan Semar KT-15 juga tak kalah eboh di laga penutup.

Halilintar, jawara kacer

Masih ada kelas kacer yang menghadirkan Halilintar dan Raja Sawer, di kelas cendet ada Kaisar dan Rah Tatu serta di kelas baby yang melejitkan Visca dan Gendon.

Panitia dan juri, semangat gelar latihan tigkatkan imun tubuh dengan tetap disiplin terapkan prokes

Selama lomba berlangsung, selain panitia menyediakan hand sanitizer, juga di setiap sudut lapangan tersedia wastafel dengan sabun. Selain itu  panitia secara rutin mengingatkan peserta untuk menerapkan prokes 3 M, baik menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau memakai hand sanitizer, dan mengatur jarak aman.

Surya Andi Putra, salah satu panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah berkenan hadir pada event Road to Bintang Selatan serta sudah mengikuti dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Panitia juga menyampaikan terimakasih kepada pihak juri Oriq Jaya yang sudah bekerja maksimal yang juga senantiasa menggunakan masker dalam bertugas serta kepada seluruh pihak yang ikut menyukseskan gelaran ini. Melalui media ini Surya Andi juga menyampaikan permohonan maaf jika selama gelaran ada hal-hal yang kurang berkenan. (gde)

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.