Connect with us

Ayam Bekisar

Renggo Tumbangkan Luna Maya, Panglima Kumbang Akhiri Dominasi Seblang di Whisnu Sakti Buana Cup Surabaya, Kualitas Ayam Buras Makin Menggila

AGROBUR Tayang

:

Gelaran Kontes Ayam Bekisar, Ayam Hutan dan Ayam Buras memperebutkan Piala Wisnu Sakti Buana (Wakil Walikota) Surabaya berlangsung tertib, lancar dan aman. Menempati lokasi di Lapangan Perkutut Simo Rukun Surabaya, acara dihadiri oleh bekisar mania asal Banyuwangi, Bondowoso, Sidoarjo, Surabaya, Madura, Trenggalek, Solo dan Yogyakarta.

H.Nanang Muhjiarto (kiri) mantan Ketua Kemari Pusat bersama H.Djamad Badrun

         Hadir pula mantan Ketua Umum Kemari H.Nanang Mujiarto. “Saya sengaja hadir karena ingin bertemu dengan rekan-rekan penghobi yang sudah lama tidak pernah saya jumpai,” tegas H.Nanang yang hadir tanpa pengawalan. Hadir pula dalam acara tersebut, H.Djamad Badrun tokoh bekisar asal Sampang Madura.

Juri menikmati kolo pendem sumbangan Pandi Bondowoso

         Tidak ketinggalan, H.Asid mania asal Tanah Merah Bangkalan yang datang bersama rombongan satu team. “Inilah yang namanya hobi, tidak mengenal dimana dan kapan harus turun melombakan ayam, yang lebih penting adalah terus menjalin tali silaturrahmi antar sesama mania,” jelas H.Asid.

Advertisements
Pertemuan penuh keakraban dua tokoh bekisar tanah air

         Cuaca panas yang menyengat nampaknya tidak membuat para peserta beranjak dari tempat dimana mereka berada. Panas kali ini benar-benar dirasakan oleh seluruh peserta, juri dan panitia yang ada di lokasi acara. Even kal ini tidak hanya melombakan ayam bekisar, tetapi ayam hutan dan ayam buras menjadi bagian dalam penjurian.

Formasi juri Pembesar yang turun dalam Whisnu Sakti Buana Cup Surabaya

         Diawali dengan penjurian ayam hutan, yang berhasil menghadirkan sekitar 13 ekor. Andre selaku pemrakarsa lomba ayam hutan mengaku masih konsisten untuk menghadirkan lomba ayam hutan dalam setiap gelaran lomba ayam bekisar. Karena dengan cara ini keberadaan ayam hutan akan tetap bisa dipertontonkan.

Para peraih juara Kelas Ayam Hutan pose bareng

         “Kami akan terus menggelorakan ayam hutan menjadi bagian dalam sebuah gelaran lomba ayam bekisar. Saya mewakili rekan-rekan sesame penghobi ayam hutan mengucapkan banyak terima kasih panitia lomba ayam bekisar Whisnu Sakti Buana yang mempersilahkan ayam hutan menjadi bagian dalam perlombaan,” ungkap Andre.

Baca Juga  Latpres M1 Mahameru BC Surabaya : Sukses Dibanjiri Kicaumania, Nobatkan 6 Burung Terbaik Di Kelasnya
Agus Tumin Yogyakarta (tengah) harapkan dukungan untuk Ayam Hutan

         Agus Tomin mania asal Yogyakarta berharap agar even seperti ini bisa selalu ada dan bisa menjadi agenda rutin. “Kami harap agar masyarakat mulai menampilkan ayam hutan untuk dilombakan dengan tujuan agar keberadaan ayam hutan bisa tetap eksis,” harap mania ayam hutan yang selalu eksis dalam setiap agenda lomba.

Lanceng Kanan raih juara pertama Kelas Ayam Buras

         Ayam buras juga menjadi bagian dalam agenda penjurian. Ada sekitar 14 ekor yang berhasil dikerek. Kualitas ayam yang dihadirkan benar-benar membaut juri dan juga penonton berdecak kagum. “Ayam Buras yang dilombakan bagus-bagus, terus terang kami harus bisa teliti dan seksama dalam memilih juaranya. “ aku Safi’i juri asal Bangkalan Madura.

Lima besar peraih juara di Kelas Ayam Buras

         Meski harus bersusah payah dalam memilih urutan kejuaraan, akhirnya juri memutuskan Lanceng Kanak, orbitan Haryadi Surabaya yang dikerek pada nomor 13 dinobatkan sebagai juara pertama. Disusul kemudian oleh Kala Cakra andalan Mahmud Bangkalan pada kerekan 18 sebagai juara kedua dan Sumber Bejo milik H.Asid yang dikerek pada nomor 10 sebagai juara ketiga.

Pandi merayakan kemenangan Renggo bersama para pendukung

         “Saya ucapkan selama kepada Lanceng Kanak yang telah memenangkan penjurian di Kelas Ayam Buras, kali ini andalan saya harus mengakui keunggulan lawan,” kata H.Asid usai penancapan bendera kemenangan dilakukan. Supandi yang mengawal langsung Lanceng Kanak mengaku sejak awal sudah yakin akan menang.

Renggo akhirnya akhiri dominasi Luna Maya di Kelas Utama

         “Kali ini saya betul-betul mempersiapkan Lanceng Kanak agar bisa meraih juara dan Alhamdulillah akhirnya bisa terwujud,” jelas Supandi. Penjurian dilanjutkan pada Kelas Ayam Bekisar Laga Madya. Di partai final, ada lima bekisar yang dikerek untuk menentukan posisi kejuaraan.

Pandi bersama Sarjono pose bareng Renggo dan Lanceng Kanak

         Setelah melalui penilaian oleh enam juri, akhirnya Panglima Kumbang orbitan Witso Bangkalan yang dikerek pada nomor 14 dipilih sebagai peraih juara pertama. Kemenangan ini tentu menjadi sesuatu yang membanggakan karena mampu mengakhiri dominasi Seblang bekisar milik Tek Gwan Banyuwangi.

Baca Juga  Gankpo BC Dan Bernat SF Juara Umum Di Latpres M2 Gantangan King SBC Surabaya
Panglima Kumbang andalan Witso Bangkalan raih juara pertama Kelas Madya

         “Alhamdulillah Panglima Kumbang bisa meraih hasil bagus. Mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi,” harap Witso yang ditemui usai penjurian. Seblang sendiri yang selama ini menjadi bintang lapangan dan langganan juara pertama, harus mengakui keunggulan lawan. Menempati nomor kerekan 20 Seblang harus menerima keputusan juri sebagai juara kedua.

Panglima Kumbang akhiri dominasi Seblang di Kelas Madya

         “Saya sekali Seblang kalah start, tidak biasanya Seblang tampil seperti ini. Setiap kali saya ikutkan, selalu tampil gacor,” ungkap Tek Gwan. Dan diurutan ketiga ditempati Joko bekisar milik Yadi Trenggalek yang dikerek pada nomor 10. Di Kelas Pratama, Otong orbitan Imam Junaedi Sumenep yang dikerek pada nomor 25 berhasil meraih juara pertama.

Otong pendatang baru milik Imam Junaedi langsung menggebrak

         Disusul kemudian oleh Bunga Sari andalan H.Mudiri Sampang pada nomor kerekan 18 diposisi kedua dan Setan Malam milik Fauzi Surabaya yang dikerek pada nomor 48 sebagai juara ketiga. Dan partai paling akhir yakni Final Laga Utama. Enam ekor ayam yang dikerek harus diputuskan siapa yang berhak meraih juara.

         Setelah melalui penjurian, akhirnya Renggo andalan Haryadi Surabaya paa kerekan 02 ditetapkan sebagai juara pertama. Kemenangan ini terasa luar biasa karena mampu menumbangkan domains Luna Maya, orbitan Witso Bangkalan yang selama ini selalu tampil konsisten sebagai juara pertama.

Peraih juara di kelas Pratama pose bareng usai menerima trophy

         Luna Maya sendiri yang berada pada kerekan 17 tak mampu berbuat banyak karena hanya menempati juara diuturan kelima. Sedangkan urutan kedua diraih oleh Sumber Beji milik H.Asid Bangkalan yang dikerek pada nomor 18 dan tempat ketiga ada Anak Muda andalan Hoyu Surabaya pada kerekan 25.

Advertisements
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ayam Bekisar

Ipung Bangkalan, Gugah Semangat Mania Ayam Bekisar Agar Lebih Eksis Semarakkan Hobi

Published

on

Semarak sebuah hobi bisa ditentukan dari seberapa banyak jumlah penggemar dan seberapa sering kegiatan hobi itu sendiri dilaksanakan. Ketika kegiatan sering atau rutin dilakukan, maka imbasnya akan muncul penggemar-penggemar baru. Karena selain menjadi wadah menyalurkan hobi, kegiatan tersebut bisa merangsang masyarakat untuk menyenangi dan akhirnya menyatakan diri untuk berada di dalamnya.

Ipung Bangkalan bersama Wakapolres Tanjung Perak Surabaya

Kegiatan sebenarnya menjadi sebuah promosi yang tidak langsung untuk menarik minat masyarakat yang awalnya tidak kenal, tidak tahu maka akhirnya menjadi kenal dan tahu. Achmad Saifuddin, mania bekisar Bangkalan menyadari hal itu. Baginya tanpa kegiatan, maka untuk menambah jumlah penggemar atau penghobi rasanya sangat sulit.

“Ketika kegiatan di hobi bekisar rutin atau setidaknya sering, maka saya yakin penggemar akan bermunculan, begitu sebaliknya, jika jarang ada kegiatan, bukan malah nambah, bahkan penggemar akan merasa bosan dan akhirnya berhenti main bekisar lagi,” papar pria yang akrab dipanggil Ipung.

Advertisements
Ipung menggugah semangat mania ayam bekisar agar lebih eksis

Kegiatan seperti lomba atau latber seharusnya menjadi agenda dari setiap daerah.setidaknya jika tidak mampu menggelar kegiatan tersebut, latihan rutin atau yang lebih populer dikenal dengan nama kerek bareng, bisa menjadi alternative. Tujuan dari kerek bareng ini adalah sekedar mengumpulkan penggemar.

Dilokasi inilah biasanya mereka saling mengenal satu sama lain, saling berbagai pengalaman, saling support sehingga akhirnya menimbulkan ikatan emosional yang bisa mengikat mereka untuk saling mendukung setiap kegiatan yang akan mereka lakukan. Ini merupakan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan yang dilakukan.

“Terus terang dari hobi bekisar, saya mengenal banyak orang, ada yang sudah seperti keluarga sendiri. Ini manfaat yang saya temukan,” jelas Ipung. Manfaat lain adalah bisa membantu pihak lain mengambil keuntungan dari penyelenggaraan sebuah kegiatan hobi ayam bekisar.

Baca Juga  Brayen Sapu Bersih Kelas Cendet di Latber King SBC Surabaya
Kontribusi Ipung saat even Bupati Cup Bangkalan 2019

Bupati Cup Bangkalan yang dihelat pada 1 Desember 2019 lalu, ternyata memberikan dampak luar biasa. Pasca pelaksanaan even tersebut, jumlah penggemar ayam bekisar di Bangkalan mengalami peningkatan meski belum signifikan, namun setidaknya ada dampak yang ditimbulkan.

Dampak lain dialami pedagang ayam bekisar. “Pada saat pelaksanaan lomba Bupati Cup Bangkalan, saya mendapatkan informasi bahwa ada sekitar 70 ekor anakan bekisar laku terjual, angka itu bisa saja lebih banyak, andai anakan ayam yang ditawarkan melebihi dari angka tersebut,” ungkap Ipung.

Bahkan pada pedangan mengatakan kapan Bangkalan ada lagi lomba seperti itu. Artinya bahwa adanya kegiatan ini memberikan manfaat bagi orang lain. Dirinya menyadari bahwa pelaksanaan kegiatan, terlebih lomba bukanlah hal yang mudah dan gampang serta bisa dilakukan setiap orang.

Tetap semangat berburu ayam kelas lomba

Apalagi bagi daerah yang memiliki penggemar atau penghobi terbatas. Beban yang cukup besar menjadi alasan yang membuat banyak kalangan enggan untuk menjadi penyelenggara lomba ayam bekisar. Untuk itulah menghadirkan sponsor menjadi hal yang perlu diwujudkan agar beban tersebut tidak terlalu berat.

Pasca Bupati Cup Bangkalan, Ipung mengaku banyak mendapatkan tawaran sponsor untuk menjadi mitra. “Setelah lomba selesai, saya banyak mendapatkan tawaran sponsor untuk bisa bergabung dalam lomba yang akan kami laksanakan lagi. Mereka siap mendukung penuh,” imbuhnya.

Kiprahnya di dunia hobi bekisar Bangkalan cukup membahagiakan

Kedepan Bangkalan sudah tidak pusing lagi untuk menjadi penyelenggara lomba ayam bekisar karena sudah ada sponsor yang siap mendukung. “Yang paling penting dalam menarik minat sponsor adalah bagaimana kita mengemas lomba dengan hasil memuaskan, tanpa protes dan berakhir dengan nilai memuaskan, sehingga sponsor akan masuk dengan sendirinya,” katanya lagi.

Bahkan beberapa waktu lalu dirinya sempat menghubungi Wakapolres Tanjung Perak dan ternyata respon sangat bagus. Wakapolres siap memberikan sponsor berupa dua sepeda motor dan beberapa doorprize lain, tinggal menunggu respon dari rekan-rekan sesama penggemar yang ingin menggelar lomba.

Baca Juga  Moment Halal Bi Halal Pembesar Surabaya, Makin Solidkan Mania, Siap Gelar Kontes Pembesar Surabaya Cup II

Advertisements
Lanjutkan Membaca

Ayam Bekisar

Latber Ayam Bekisar dan Ayam Buras Pembesar Bangkalan, Ajang Pemanasan Menuju Piala Gubernur DKI Jakarta

Published

on

Latber Ayam Bekisar dan Puter Pelung yang digelar menempati lokasi lapangan Patemon Tanah Merah Bangkalan Pada Minggu, 29 Februari 2020, berlangsung  dalam tekanan cuaca ekstrem yang sempat membayang-bayangi. Awalnya cuaca dilokasi cukup mendukung pelaksanaan.

Ipung (kiri) mania Bangkalan bersama kru Wismilak Diplomat

Namun memasuki babak-babak krusial, cuaca mulai mengganggu konsentrasi panitia dan juga peserta. Kehadiran panas yang diharapkan bisa menyapa, nampaknya terlalu sulit untuk diwujudkan. Meski secara keseluruhan tidak sampai membuyarkan pelaksanaan, namun gerimis yang sempat melintas, membuat mereka yang berada dilokasi merasa was-was.

Para peserta terlihat kompak dan semangat tekuni hobi

Acungan jempol patut dilakukan pada peserta yang masih memiliki semangat untuk melanjutkan acara latber tersebut. Meski sebenarnya kondisi demikian tidak berpihak pada mereka karena akan berpengaruh pada performa sang andalan, namun mereka sama sekali tidak menghiraukan.

Advertisements

“Saya hadir disini bukan untuk mencari juara tetapi ingin bersilaturrahmi dan sekaligus mencoba seberapa bagus penampilan ayam ketika dikerek bersama ayam-ayam lain,” terang Darsih salah satu peserta asal Sampang. Hal senada dikatakan Fauzi peserta asal Surabaya.

Antusias peserta begitu besar mendukung eksistensi hobi

Menurutnya menang dan kalah, itu adalah hal yang biasa, yang penting hobi tetap jalan terus. Kenyataan inilah yang perlu mendapatkan apresiasi. Betapa besarnya semangat kebersamaan mereka untuk bisa terus eksis menekuni hobi tanpa ada ambisi yang bisa menciderai hobi itu sendiri.

Didik Surabaya, juri senior bekisar asal Surabaya terus mendukung

Mambo, salah satu panitia menuturkan bahwa pelaksanaan ini sebagai wujud kebersamaan yang harus tetap dipupuk dan dijaga agar bisa menjadi sebuah kekuatan untuk terus mengeksiskan hobi ayam bekisar dan ayam pelung serta hobi lainnya. Hal senada dikatakan H.Asid, tuan rumah.

Suasana pelaksanaan Latber Ayam Bekisar dan Ayam Buras Tanah Merah

“Saya sebenarnya diminta jadi tuan rumah dalam kapasitas menyediakan tempat, semua pelaksanaan adalah rekan-rekan dari Surabaya dan Gresik. Inilah bukti kami bisa kompak dan solid tanpa ada tujuan lain, kami murni ingin memberikan kesempatan kepada teman-teman agar bisa terus menekuni hobinya,” ungkap H.Asid.

Baca Juga  Brayen Sapu Bersih Kelas Cendet di Latber King SBC Surabaya
Ayam Buras Sumber Bejo Tanah Merah raih juara pertama

Kegiatan ini sendiri dimaksudka untuk mempersiapkan amunisi menuju Lomba Ayam Bekisar dan Puter Pelung memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta pekan depan. H.Asid mengatakan bahwa bagi peserta yang merasa ayamnya siap, maka diupayakan berangkat mengikuti Lomba Piala Gubernur DKI Jakarta.

Peraih juara di Kelas Ayam Buras pose bareng usai menerima trophy

“Hari ini saya punya kesempatan untuk memastikan teman-teman yang mau berangkat ke Jakarta, kami dari Bangkalan berencana berangkat rombongan, makanya saya koordinir siapa saja yang berangkat. Saya harap bagi yang punya ayam bagus dan siap, maka untuk bergabung berangkat bersama-sama,” himbau Ketua Pembesar Bangkalan.

Kaconk berhasil ditetapkan sebagai juara pertama Ayam Bekisar

Meski gelaran kali ini hanya selevel Latber, namun ada beberapa tokoh dan pemain besar hadir. Mereka adalah H.Wofi Surabaya, Witso Bangkalan, Ipung Bangkalan dan beberapa nama lain. “Saya hadir untuk kumpul-kumpul sama teman-teman. Hanya dengan cara ini kesempatan untuk silaturahmi bisa saya lakukan,” terang Witso.

Peserta Latber Ayam Bekisar pose bareng usai ditetapkan sebagai juara

Hal senada dilontarkan H.Wofi. Menurutnya ia hanya ingin ketemu sama teman-teman satu hobi. “Saya gak bawa ayam, cuma mau lihat dan ketemu teman-teman,” kata H.Wofi singkat. Begitu juga yang dikatakan Ipung. “Saya selalu mensupport setiap kegiatan hobi ayam bekisar, makanya saya hadir,” ucapnya.

Advertisements
Lanjutkan Membaca

Ayam Bekisar

Lomba Ayam Bekisar Piala Wakil Gubernur DIY, Tergelar Dalam Nuansa Kekeluargaan, Kemari Bali Resmi Dikukuhkan, Ayam Buras Jadi Partai Tambahan

Published

on

Gelaran Lomba Seni Suara Alam Ayam Bekisar memperebutkan Piala Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu 26 Januari 2020 berlangsung dalam nuansa kekeluargaan yang kental dan guyub. Meski bekisar orbitan mereka harus memperebutkan posisi terhormat dalam daftar kejuaraan di masing-masing kelas yang dilombakan, namun para pemilik tetap kompak memperlihatkan rasa persaudaraannya.

Ronggolawe sukses menjadi juara pertama Kelas Madya

Para peserta tidak lagi memperlihatkan dari mana mereka berasal. Bahkan mereka bisa bercanda bareng tanpa lagi peduli apa dan siapa mereka. Pemandangan yang sangat indah untuk dinikmati. Acun Hadiwidjojo selaku tuan rumah mengaku sengaja mengundang seluruh bekisar mania untuk hadir.

Penancapan bendera juara di Kelas Ayam Bekisar

“Lomba Wakil Gubernur DIY ini terbuka untuk siapapun, makanya saya tidak membatasi peserta yang mau hadir, peserta bebas dan tidak dilarang untuk datang,” tegas Acun Hadiwidjojo. Keterbukaan inilah yang membuat peserta lebih enjoy untuk memilih hadir di Ndalem Notoprajan, lokasi pelaksanaan acara.

Advertisements

H.Asid tokoh asal Bangkalan Madura, hadir beserta rombongan. “Saya datang karena ingin menjadi peserta yang baik, dimana ada lomba maka saya harus hadir untuk menyalurkanhobi. Ayam bekisar adalah hobi yang harus disalurkan tanpa ada perbedaan latar belakang,” jelas H.Asid.

Juara Kelas Ayam Buras foto bareng usai menerima trophy

Begitu halnya dengan Supandi peserta asal Bondowoso. “Bagi saya dimana ada lomba, maka saya harus hadir. Apalagi jika ayam sudah siap. Soal menang dan kalah, itu urusan belakang, yang penting bisa ketemu sama teman-teman di lapangan,” kata Supandi. Kehadiran mereka diapresiasi oleh Acun Hadiwodjojo.

“Saya atas nama tuan rumah mengucapkan banyak terima kasih kepada H.Asid Bangkalan dan juga Supandi serta teman-teman yang lain, yang menyempatkan hadir untuk mengikuti gelaran kami. Mudah-mudahan peran dari teman-teman menjadikan hobi ayam bekisar makin semarak,” ungkap Acun.

Baca Juga  Latpres M1 Mahameru BC Surabaya : Sukses Dibanjiri Kicaumania, Nobatkan 6 Burung Terbaik Di Kelasnya
Pengukuhan Kemari Bali langsung dilakukan Ketua Umum Kemari

Even kali ini dimeraihkan juga dengan kedatangan peserta asal Sumenep Madura, Bali dan juga DKI Jakarta. Bahkan Acun Hadiwidjojo selaku Ketua Kemari, mengukuhkan Kemari Cabang Bali. “Saat ini Bali sudah memiliki cabang Kemari karena sudah resmi saya kukuhkan. Selamat bekerja, mudah-mudahan bisa menjadi penyemangat penghobi disana,” harapnya.

Ipung, mania bekisar Bangkalan sukses raih juara

H.Saluki mania asal Cileungsi Bogor yang hadir dalam acara tersebut mengaku akan selalu memberikan dukungan selama ayam dan dirinya siap. “Yang penting saya sehat, ayam siap dan tidak ada acara, maka saya pasti berangkat lomba. Ini kan hobi dan cari saudara, makanya berlomba bagi saya penting sekali,” kata H.Saluki.

Hadir juga diacara tersebut, Ismanu Jakarta. Kehadirannya memang menjadi salah satu bukti bahwa gelaran ini memiliki daya tarik yang luar biasa bagi peserta dari seluruh daerah di Indonesia. Andai saja, penyelenggaraan ini tidak mepet dengan perayaan Imlek, mungkin jumlah peserta bisa lebih semarak lagi.

Peraih juara di Kelas Ayam Buras unjuk gigi usai penjurian

“Banyak teman-teman yang ijin karena tidak bisa hadir, sebab bertepatan dengan perayaan imlek, saya paham akan hal itu, yang penting mereka tetap mendukung meski belum bisa hadir ke arena lomba,” lanjut Acun lagi. Inilah bentuk kepedulian yang tinggi dari seluruh komunitas hobi ayam bekisar.

Mania bekisar lintas kota kumpul bareng di Notoprajan Yogyakarta

Selain dukungan kuat dari peserta, cuaca disekitar arena lomba juga memberikan perhatian. Selama penyelenggaraan acara berlangsung, suasana sangat kondusif, cuaca terang dan tidak nampak adanya gangguan. Juri yang diturunkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.

Teriakan peserta yang dilakukan saat ayam miliknya mengeluarkan suara bagus, tidak sampai menimbulkan suara gaduh. Juri juga tidak terganggu dengan apa yang mereka lakukan. Selain ayam bekisar, lomba kali ini membuka kelas lain yakni Ayam Buras. Meski baru pertama kalinya, namun antusias peserta lumayan banyak.

Baca Juga  Vaio, Bulldog, Mekanix dan Brajamusti Bergelar Burung Terbaik, Dt Liar Party dan Wonokromo SF Sabet Juara Umum di Gantangan King SBC Surabaya
Peraih doorprize utama, satu unit sepeda motor

“Kelas Ayam Buras untuk memenuhi keinginan peserta yang senang dengan lomba ayam tersebut, makanya saya salurkan disini,” kata Acun Hadiwidjojo lagi. Mayoritas peserta yang ikut ambilb bagian untuk kelas Ayam Buras adalah Madura, Bondowoso dan Bali. Kemerduan suara yang ditampilkan tidak kalah indahnya dengan Ayam Bekisar.

Advertisements
Lanjutkan Membaca