Connect with us

Perkutut

Rapat Persiapan Konkurs 2021 Pengwil P3SI Bali, LPB 2021 Jalan dengan Prokes Ketat

KONBUR Tayang

:

de
Pengurus Pengwil P3SI Bali berfose berlatar belakang lukisan Nyoman Gunarsa dan Ida Bagus Indra (IBI)

DI tengah pandemi Covid-19 yang sudah berjalan setahun dan belum jelas kapan akan berakhir, tidak menyurutkan semangat kung mania Bali untuk melakukan aktivitas produktif. Karena seperti yang diinstruksikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahwa masalah kesehatan sangat penting tetapi persoalan perekonomian juga tak bisa diabaikan, yang dianalogikan seperti gas dan rem yang mesti seimbang agar kehidupan tetap berjalan.

Begitulah Pengwil P3SI Bali yang mewadahi penggemar perkutut yang ada di Bali, tidak mau berdiam diri tanpa melakukan aktivitas produktif. Melalui rapat persiapan konkurs 2021 yang dihadiri Ketua Pengwil Bali Budi Dharma, Penasehat Made Mindradjaja, Sekretaris H Achmad Thosan, Bendahara H Anang AMG, salah serorang pengurus Pengda Badung Wayan Adnyana DNA, dan pengurus lain melalui virtual Whatsapp memastikan bahwa Liga Perkutut Bali 2021 kembali dibuka sebanyak 10 seri dimulai seri pertama pada 21 Februari 2021. Pada seri I yang digelar berskala besar ini akan digarap Pengwil P3SI Bali.

Rapat Persiapan Konkurs 2021 Pengwil P3SI Bali, pastikan LPB 2021 jalan

Ketua Pengwil P3SI Bali Budi Dharma memaparkan LPB kembali dibuka mesti pandemi Covid-19 belum jelas kapan berakhir untuk kembali menggairahkan perkututan di Bali yang sempat meredup tahun 2020. Ketika lomba tidak pernah digelar maka ribuan peternak perkutut di Bali yang menggantungkan hidupnya dari beternak jadi mati suri. Begitu juga berimbas pada pedagang pakan, perajin sangkar dan lain-lain. ‘’Lomba yang digelar secara rutin merupakan salah satu jalan untuk kembali menghidupkan denyut penggemar perkutut, peternak, perajin, pedagang pakan agar bisa bertahan secara ekonomi di tengah pandemi Covid,’’ terang Budi Dharma yang diamini penasehat Made Mindradjaja.

Namun, kata Budi Dharma dalam gelar konkurs LPB yang akan digulirkan Pengwil P3SI  tahun 2021 tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat. Pengwil telah menetapkan seluruh pergelaran lomba perkutut diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Yakni seluruh peserta wajib memakai masker yang benar, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau hand sanitizer yang disiapkan panitia, menjaga jarak aman saat gelaran lomba dan pembelian tiket melalui transfer untuk mengurangi kerumunan saat pembelian tiket di lapangan.

Selain memastikan LPB 2021 berjalan dengan prokes yang ketat, Pengwil P3SI Bali juga merencanakan program kerjasama penangkaran untuk kegiatan peduli kasih bagi warga terdampak pandemi Covid.

Program ini dibangun dari kesadaran peternak yang memiliki indukan yang bagus namun pasangan yang diprediksi menetaskan anakan bagus ada di peternak lain. Dengan kolaborasi ini maka akan menetaskan anakan yang berkualitas dan juga sekaligus menyisihkan buat Pengwil P3SI yang akan disalurkan untuk program Peduli Kasih.

Selain itu juga peternak bisa menyisihkan indukan untuk dikembangkan oleh salah seorang peternak yang kemudian hasil produksinya seluruhnya untuk Pengwil P3SI yang juga diperuntukkan program Peduli Kasih warga terdampak Covid-19.

‘’Tahun 2020 lalu, Pengwil P3SI bersama kung mania Bali telah melakukan program sosial dengan menyumbangkan sembako kepada warga terdampak dan alat pelindung diri kesehatan ke seluruh puskesmas yang ada di Bali. Dan tahun ini, kita akan memulai program dengan kerjasama penangkaran yang hasilnya disisihkan buat program Peduli Kasih,’’ papar Budi Dharma yang didukung seluruh peserta rapat dan juga pengurus melalui WA seraya menyampaikan seluruh peternak yang sudah sepakat akan melakukan rapat pada 17 Januari mendatang.

Lain dari itu, Pengurus Pengwil juga menyoroti organisasi Pengwil P3SI akan bisa eksis jika terus menumbuhkan kekompakan, kesadaran untuk maju bersama. Dinamika organisasi selalu berkembang namun semangat untuk terus menggairahkan dunia perkututan dan menumbuhkan kepedulian pada masalah sosial tidak boleh sirna. Pengwil ke depan juga akan semakin ketat melakukan pengawasan kinerja juri yang menjadi ujung tombak sukses dan tidaknya sebuah lomba. ‘’Di organisasi ini kita mesti saling mengingatkan,’’ pungkas Budi Dharma. (gde)

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.