Connect with us

Lomba

Rafa SF Dan Suka Suka Team Boyong Juara Umum Di Road To KNA Cup I Gantangan New Perkasa BC Sidoarjo

KONBUR Tayang

:

Gelaran Road To KNA Cup 1 yang dihelat di Gantangan New Perkasa BC Sidoarjo pada hari Minggu 18 April 2021 kemarin tampak masih sukses dipadati para kicaumania, gelaran yang dimulai sejak Pkl.11.00 wib inipun juga berhasil menghantarkan Rafa dan Suka Suka Team keluar sebagai juara umum BC diakhir lomba.

Rafa SF dan Suka Suka BC Sukses Boyong Juara Umum DI Road To KNA Cup I
Mathius Kosasih Mbahnya Lovebird Indonesia Foto Bareng Juara Kelas Lovebird Fighter

Tak hanya itu gelaran inipun tampak terlihat special dengan kehadiran Bpk. Mathius Kosasih yang beken dengan sebutan Mbah’e Lovebird Indonesia yang juga  selaku owner dari KNA Mojoarum yang terlihat menikmati jalannya lomba yang berlangsung tertib hingga akhir lomba. Menurutnya gelaran Road To kali ini merupakan ajang pemanasan untuk gelaran KNA selanjutnya yang akan digeber setelah lebaran, jadi jangan sampai ketinggalan yang pasti akan banyak bonus bagi para kicaumania yang hadir ungkap Bpk. Mathius Kosasih .

Bpk. Mathius Foto Bareng Juara Kelas Murai Batu.
Crew Air Langga Team Sukses Hantarkan Mabok dan Pajero.

Gelaran Road To Kali ini langsung dibuka dengan kelas Cucak Hijau G36. Dikelas ini ada Golden Lion gaco milik Mr Sugiono asal RMBS SF tampak langsung sukses mencuri perhatian para juri yang bertugas tampil ngotot dengan gaya ngentroknya yang khas saat membawakan lagu Golden Lionpun tampak mendominasi jalannya lomba dan sukses menempati podium juara 1 dengan kawalan ketat Lembu Suro gaco milik Saddam asal Ababil BC dan juga Bajol Ijo gaco milik Abah Farid asal Cucak Ijo Jawara yang menempel ketat di posisi juara ke 2 dan ke 3.

Juara Kelas Pembuka Cucak Hijau G36
Kelas Cucak Hijau Masih Jadi Primadona

Berlanjut dikelas ekor panjang, dikelas ini tiga kelas yang dibuka oleh panitia juga berhasil menelurkan juara yang berbeda ditiap kelasnya, Mat Pecok salah satu gaco andalan milik Bunda Ira sang punggawa Tiara BF berhasil tampil apik dan sukses mencuri podium juara 1 saat berlaga dikelas Murai Batu G36 dengan peserta nyaris full gantangan. Lalu secara bergantian podium juara 1 kelas Murai Batu A dan B berhasil ditempati oleh Raja Show milik Mr Cipluk asal Pas Kota dan Naga Bonar gaco andalan milik Didik Sidomadu asal Sda.

Sengit Kelas Murai Batu Naik Hingga 3 Kelas
Mat Pecok Milik Tiara BF Sukses Ngoncer dikelas Murai Batu G36

Gelaran kali inipun juga sukses membuka 3 kelas Trucuk dengan Unyil sebagai bintang lapangan, gaco milik M Anam asal RMR ini berhasil menang nyeri alias double winner saat berlaga di kelas Trucuk R10 dan kelas trucuk R20, sedang podium juara 1 kelas Trucuk LP A berhasil ditempati oleh GB gaco milik Aldy asal Romansa.

Kelas Trucuk. Juga Ada Lhoo
Kelas Lovebird Fighter Sengit Peserta Membludak

Pertarungan tak kalah sengit juga terjadi dikelas Lovebird Fighter dengan peserta nyaris full gantangan di dua kelas yang dibuka oleh panitia. Bledek gaco milik Adit asal Suka Suka berhasil mentasbihkan namanya sebagai penghuni podium juara 1 saat berlaga dikelas pembuka lovebird fighter A, lalu disesi berikutnya giliran Rembez gaco milik Arif asal Team Ceria yang berhasil menempati podium juara 1 kelas Lovebird Fighter B dengan kawalan ketat Bim Bim dan Tossa yang menguntitnya di posisi ke 2 dan ke 3.

Lomba

Bali Istimewa di Puri Agung Glogor, Murni Tanpa Teriak, Benar-benar Istimewa

Published

on

de
Panitia Bali Istimewa, merasa lega dan puas lomba berjalan tanpa teriak

Denpasar, mediaagrobur.com – Event Bali Istimewa yang lokasi pelaksanaannya dipindahkan dari Gantangan Pondok Indah ke Gatangan Puri Agung Glogor Denpasar akhirnya berjalan lancar dan sukses secara kuantitas dan kualitas, Minggu 13 Juni 2021 di Gantangan Puri Agung Glogor Denpasar. Dihadiri ratusan penggemar kicauan di Bali, baik BC maupun single fighter, baik kicauan umum, koloni maupun komunitas yang tumpah ruah menghadiri lomba yang berjalan benar-benar istimewa. Tertib tanpa teriak, nyaris tidak ada komplin dari peserta.

Juri Rajawali Indonesia, kompak dan junjung sportifitas

Sejak sesi pertama kelas branjangan naik, lomba sudah memberlakukan tata kelola lomba yang benar-benar 100 persen tanpa teriak. Jika berteriak, panitia tidak segan-segan menurunkan burung dan mengembalikan uang tiketnya. ‘’Kami di sini begitu ketat mengedepankan lomba tanpa teriak bukan kami gagah-gagahan. Tetapi bagi kami ini sebuah keharusan untuk lomba burung ke depan mesti mengedepankan budaya tertib tanpa teriak, santun dalam menyampaikan ketidakpuasan atas penilaian juri atau panitia,’’ terang Totok Rebin saat mengawal jalannya Bali Istimewa kemarin.

Murai batu, kelas neraka yang selalu ramai

Totok yang didampingi Jon Pantau lanjut menyampaikan untuk menata lomba berjalan tertib tanpa teriak, maka panitia menyiapkan dua kursi duduk untuk pemilik dan joki untuk satu burung yang sudah berisi nomor yang sama dengan nomor gantangan. Dikatakan, setiap peserta dan joki berhak duduk di kursi yang sesuai dengan nomor gantangan burungnya. Dengan demikian, jika ada teriakan, maka akan dengan mudah untuk mengetahui burung yang dimaksud. Hal ini juga untuk menghindari orang tidak bertanggung jawab meneriaki burung seseorang sehingga bisa berakibat fatal didiskualifikasi.

Peserta dengan setia duduk di kursi sesuai nomor gantangan

Selain begitu ketat menerapkan kemasan tanpa teriak yang sudah berhasil di beberapa seri sebelumnya, juga panitia begitu fairplay soal hadiah kejuaraan. Hal ini juga kata Totok Rebin bagian dari sportifitas panitia. Begitu juga panitia tak segan-segan memberikan pengawasan yang ketat kepada juri-juri yang bertugas untuk mengingatkan fairplay adalah harga mati. ‘’Kita sama-sama saling mengingatkan dan menjaga demi tujuan bersama yakni fairplay,’’ ujar Totok Rebin yang disemangati Jon Pantau.

Jawara branjangan

Bali Istimewa yang dihakimi juri Rajawali Indonesia kemarin berjalan sukses. Dari kelas ke kelas penilaiannya tuntas dan nyaris tanpa komplin. Seperti pertarungan di partai neraka murai batu. Dimulai sesi kelas murai batu Istimewa, Rampok milik Mr. Ujang sukses menduduki podium utama. Rampok bersaing dengan Mutiara Timur milik T Yudistira dan Gandrung 87 debutan Rio Laros.

Jawara cucak ijo

Di sesi G36, Bringas milik Mr. Rony berhasil melaju ke puncak. Seber milik Tu-Wim membuntuti di posisi kedua bersama Sakera milik Edy BW yang juga tampil eboh.

Jawara SRDC

Sakera akhirnya berhasil mengambil alih posisi puncak setelah melalui pertarungan sengit dengan Tumpang 7 dan Gandrung 87 yang kembali perfoma. Di laga penutup Reog milik H Hasan berhasil meraih satu poin.

Di kelas cucak ijo yang juga ramai peserta, Anugrah milik Wawan Yong sukses memetik kemenangan di sesi Ijo Isimewa. Anugrah bersaing ketat dengan Dahsyat dan Rojer yang juga tampil apik dengan tembakan-tembakannya yang panjang-panjang.

Jawara love bird

Di leg kedua Wawan Yong kembali unggul. Namun kali ini melalui Sepia yang sempat mendapat perlawanan dari Sultan Jr debutan Mr. Sandy dan Lorena milik Abdul Rahman dari Suramadu BC.

Jawara cendet

Di leg ketiga Sambalado milik Mr. Bay sukses menunjukkan perfomanya. Roligan dan tembakannya yang dahsyat membuat juri memberikan koncer A lebih banyak. Sambalado dipepet Lorena dan Anak Soleh yang juga tampil apik. Dan Sambalado kembali unggul di laga penutup bersama Rocky membuntuti di posisi runner up.

Jawara kacer

Beberapa kelas komunitas meramaikan Bali Istinewa kemarin. Di antaranya cendet mania yang mengantarkan Shooter milik RnB menduduki posisi puncak. Di leg kedua giliran Tola Tole yang tampil terdepan dan di leg ketiga tanpa nama milik Totok RRJ mendapat satu poin.

Di kelas komunitas branjangan, Raja Sawah milik Agus SR berbagi poin dengan Tole milik Ego Pradana, sedangkan di kelas SRDC antara Rahwana milik Joni Stone dengan Lubak debutan ARP.

Suramadu BC dukung Bali Istimewa

Masih di kelas komunitas ada konin yang mengantarkan Gandiwa milik Ajik Kresna yang tampil di puncak kelas pertama disusul Kimco milik Caplin yang unggul di sesi kedua.

Sementara di kelas kacer Wawan Yong sapu bersih melalui dua gaconya, sedangkan di kelas kenari ada Lexy dan Kopasus.

Di kelas koloni love bird fighter, MT debutan Deden tampil double winners setelah menampilkan kekeannya yang panjang-panjang plus rajin. Namun Lilo milik Mr. Komo sempat mengunci satu poin di kelas fighter A suara.

Agung beralih main murai batu di Bali Istimewa

Totok Rebin menyampaikan, di tengah gelaran pada Minggu 13 Juni 2021 yang cukup banyak di Bali, Bali Istimewa yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan membuat panitia yang sudah sejak lama merancang Bali Istimewa bisa bernapas lega. Di kepanitiaan ada Andy Lontong, Andy Brenksenk, Adi Balos, Jon Pantau, Heri Pecel, Yames, Wayan Arab, Eko Suliono, Minok, dll yang akhirnya merasa puas dan lega karena harapan lomba berjalan tanpa teriak berjalan lancar.

Oleh karena itu, Totok Rebin mewakili seluruh panitia dan juga dewan juri dari Rajawali Indonesia menyampaikan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah berkenan hadir. Panitia juga menyampaikan permohonan maaf jika sebelum, selama dan sesudah penyelenggaraan lomba ada hal-hal yang kurang berkenan.

Panitia yang bekerja berbarengan ini siap bakal kembali menggeber lomba yang special tanpa teriak sebagai pembelajaran untuk lomba burung ke depan lebih mengutamakan tanpa teriak. (gde)

Lanjutkan Membaca

Lomba

Anniversary 1st Gantangan Bintang Lockdown Sidoarjo, Sukses Dibanjiri 620 Kicaumania

Published

on

Luar biasa antusias kicaumania terhadap gelaran 1 st Anniversary Gantangan Bintang Lockdown yang dihelat pada hari Minggu 06 Juni 2021 kemarin. Benar benar sukses dibanjiri kicaumania,  gelaran yang dimulai sejak Pkl.11.00 wib inipun berhasil membuka 24 kelas dengan jumlah peserta mencapai 620. Tak hanya itu gelaran inipun juga berhasil menobatkan Dt CLBK keluar sebagai juara umum BC, sedang untuk trophy juara umum SF berhasil diboyong oleh LCD

Abah Bambang Owner Gantangan Bintang Lockdown Beri Sambutan Sebelum Acara Dimulai

Kelas Lovebird Fighter juga tampak menjadi kelas primadona dibuka hingga 5 kelas dengan peserta full gantangan sebanyak 4 kelas. pertarungan adu durasipun langsung tersaji antar gaco para ekekmania yang hadir sesaat setelah digantang. Loko Joyo gaco milik Abah Deni yang hadir sebagai Dt CLBK berhasil mencuri podium juara 1 saat berlaga dikelas pembuka Lovebird Fighter A.

Kelas Lovebird Fighter Masih Jadi Primadona Dengan Peserta Full Gantangan
Kelas Cucak Hijau G-20 Sengit Dengan Peserta Full Gantangan

Lalu secara bergantian Putri Yellow gaco milik Abah Safri, Klaktor milik Darmo Rejo asal Bedjo BC, Xabo milik Mr Sengkuni asal Shanghai SF dan juga Slamet gaco milik Rhino asal +62 Freshmild juga berhasil tampil apik dan sukses bertengger di puncak podium juara 1 saat berlaga dikelas lovebird Fighter.

Sengit Suasana Kelas Murai Batu, Masih Dengan Peserta Tertib Tanpa Teriak
Meski Membludak, Suasana Tetap Tertib dan Juga Tanpa Teriak

Pertarungan tak kalah sengit juga terjadi dikelas Cucak Hijau, dikelas ini panitia berhasil membuka 4 kelas dengan juara yang berbeda ditiap kelasnya. Tegar gaco milik Budi S asal Sadewa BC berhasil membuka kemenangan perdananya setelah bertarung dengan Ciko gaco milik Mr Naufal asal MMS Rea Reo yang menguntitnya di posisi juara ke 2 saat keduanya bertemu dikelas pembuka Cucak Hijau A.

Peserta Beruntung mendapatkan Hadiah Fresh Money Dari Panitia.

Berlanjut dikelas Murai Batu, Double Enggine gaco milik Abah Rizky yang mengusung bendera Dt CLBK juga berhasil mencuri perhatian para juri yang bertugas, tampil ngotot dengan saat membawakan materi lagu tampaknya cukup sukses menghantarkannya sebagai juara 1 kelas pembuka Murai Batu A dengan kawalan ketat Gopel gaco milik Doyok asal Hoky BC yang berada di posisi runner up.

Pasukan MSS All Out Digelaran Anniversary 1st Gantangan Bintang Lockdown Sidoarjo

Abah Bambang Bintang mewakili juri dan panitia yang bertugas menyampaikan banyak terima kasih kepada para kicaumania yang sudah berkenan hadir dan mensuport gelaran kali ini, iapun tak lupa meminta maaf bila mana selama gelaran masih ada kekurangan serta kesalahan baik itu disengaja ataupun tidak ungkapnya diakhir lomba.

Lanjutkan Membaca

Lomba

Anniversary 6th Aleandra Enterprise feat RI Jakarta, Berikut Ini Profil Jawaranya

Published

on

Anniversary Aleandra Enterprise Jakarta
Persaingan Sengit Disesi Murai Batu

Even Anniversary 6th Aleandra Enterprise feat Radjawali Indonesia (RI) yang dikemas Minggu (6/6) kemarin di lapangan Mampang Jakarta Selatan lumayan meriah. Lazimnya sebuah gelaran akbar persaingan sengit terjadi di murai batu. Sementara dikelas cucak hijau, perseteruannya juga tak kalah ketatnya. Berikut profil juaranya.

Eggi Berkat Voer Raja Ngurak Antarkan Murai Batu Baladewa Juara

Gelaran Aleandra Enterprise yang dimotori Herman Faries menjadi ajang pertarungan sejumlah murai batu hebat. Dari sejumlah nama jawara terbaik hari itu diantaranya ada Baladewa besutan Eggi Raja Ngurak dari Tegal. Burung ring jebolan Raja Ngurak BF ini membuka kemenangan disesi awal murai batu.

H Muchlis Antarkan Pethong Juara

Diturunkan dikelas perdana Murai Batu Aleandra, Baladewa berhasil menduduki posisi pertama dikelasnya. Dengan kualitas materi lagu dan irama terbaiknya didukung volumenya diatas rata-rata serta durasi kerjanya yang nyaris tanpa jeda yang membuatnya layak membuatnya menempati posisi pertama podium juara. “Rahasianya ya dengan mengkonsumsi Voer Raja Ngurak,” beber sang pemilik.

Juara Murai Batu

Burung  yang memasuki umur 3 tahun ini dikenal stabil prestasinya, menurut pemiliknya hampir setiap pekannya selalu juara terutama di blok tengah khususnya kota Tegal. “Minggu sebelumnya juga juara di Waleri Cahaya Fiesta,” ungkap Eggi.

Murai Batu Terano Juara

Kemenangan Baladewa siang itu membuktikan, burung tersebut mampu mengatasi persaingan ketatnya murai batu blok barat khususnya Jabodetabek. “Target berikutnya diturunkan di Radjawali Indonesia Cup 1 mendatang, Minggu 27 Juni di lapangan Tajimalela, Bekasi,” tegas pria yang juga produsen produk  ternama voer Raja Ngurak ini.

Mr Miun kawal Terano

Jawara murai batu berikutnya, kelas utama Murai Batu Anniversary juara pertama diboyong Pethong besutan H Muchlis dari DzR BF Bogor. Pethong yang kini memasuki umur 2 tahun juga tak lain hasil ternakan DzR BF miliknya.

Rekam jejak prestasi Pethong juga sudah tak terhitung, sebelumnya dia juga sukses meraih gelar juara dalam sebuah even di Cianjur Jawa Barat. Selain memiliki materi dengan kualitas bagus, durasi kerja maupun gayanya juga luar biasa. Dengan gaya sujud sambil ngeroll bawa lagu saat berhadapan dengan lawan-lawannya.

Mr Kuro Antarkan Euro milik Babeh Cucun raih runner-up

Selain itu, disesi murai batu berikutnya juga masih, ada Dakkar dari Cianjur yang meraih gelar juara pertama disesi Murai Batu Limousin. Sedangkan murai batu selanjutnya menampilkan  Terano besutan Dedi bersama Mr Miun dari Jakarta  yang tampil cemerlang disalah satu sesinya.

H Dadi Iriez Dominasi Juara Cucak Hijau

Nama murai batu Euro koleksi Babe Cucun B2C Jakarta yang dikawal Mr Taufik Kuro juga tampil hebat saat tampil dikelas Murai Batu Aleandra, meskipun menempati diposisi runner-up, membuktikan kestabilan burung tersebut.

Diluar kelas murai batu, sesi cucak hijau tak kalah ketat persaingannya. Dominasi juara ada Juventus koleksi Mr Dadi dari Iriez SF BSD Tangerang. Turun dua sesi Juventus sukses mengemas poin juara 1 dan 2.

Herman Faries menyerahkan Thropi juara umum

Cucak Hijau Juventus juga bukan burung kemarin sore. Dari perjalanan prestasinya burung ini sudah banyak mendulang puluhan gelar juara pertama. Jalannya lomba yang dipenuhi lebih 800 lembar tiket yang terjual hari itu, berjalan lancar dan tertib.

Dengan aneka doorprise  ditutup penyerahan gelar  juara umum SF terbaik dimenangkan oleh Delta Sari SF/Delta Pandawa BF dari Surabaya. Sementara juara BC diraih Mados dari Jakarta. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.