Connect with us

Perkutut

R.Edi Suyanto, Ketua Pengcam Kota Sumenep, Awalnya Miliki 10 Tiang Besi dan Bambu, Kini Berdiri 210 Kerekan dan 1 Blok Gantangan

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pilihan kung mania untuk menjadikan R.Edi Suyanto sebagai Ketua Pengcam Kota Pengda Kabupaten Sumenep tiga periode yang lalu, nampaknya tidak salah. Pasalnya setelah resmi terpilih, R.Edi Suyanto terus membangun organisasi sehingga menjadi lebih baik, maju dan berkembang pesat.

R.Edy Suyanto, Ketua Pengcam Kota Sumenep Madura

Awalnya kung mania sempat bingung saat akan menjatuhkan pilihan padanya, karena Edi Suyanto bukanlah sosok yang mudah untuk ditunjuk. “Ketika saya akan dipilih, saya sempat tanya pada anggota, apakah mereka bisa konsisten dan nurut. Jika tidak bisa, lebih baik saya jangan dipilih,” ungkap R.Edi Suyanto mengawali obrolan dengan mediaagrobur.com.

Pertanyaan tersebut langsung dijawab bahwa mereka siap melakukan apa yang menjadi keinginannya asalkan ia bersedia untuk dipilih. Gayung bersambut, ada komunikasi yang nyambung antara sosok Edi Suyanto dan rekan-rekan kung mania yang ada di Pengcam Kota untuk membawa misi ini pada Rakercam.

Membangung kebersamaan lewat hobi perkutut

Akhirnya R.Edi Suyanto maju dan terpilih menjadi Ketua Pengcam Kota. misi pertama para kung mania menemui jalan sukses. Selanjutnya mereka harus melakukan langkah nyata agar eksistensi Pengcam Kota bisa lebih hidup lagi. mereka tidak ingin Pengcam hanya menjadi cabang yang hanya tercantum dalam struktur organisasi tanpa memberikan kiprah nyata.

Nampaknya antara keinginan kung mania dan ketua terpilih, satu arah. “Terus terang saya tipe orang yang tidak ingin setengah-setengah ketika sudah memulai sebuah pekerjaan, makanya saya tantang mereka untuk bisa bekerjasama,” sambung pria yang juga sebagai pengusaha sukses.

R.Edy Suyanto nampang di depan lapangan Melati Pengcam Kota

Kala itu, Edi Suyanto ditantang untuk bisa berbuat banyak karena keberadaan Pengcam Kota sangat memprihantinkan. Organisasi di bawah Pengda Sumenep ini pada saat itu hanya memiliki 10 besi dan kerekan dari bambu. Kenyataan inilah yang membuatnya semakin terpacu untuk segera melakukan perubahan.

Arisan para anggota menjadi program utama yang langsung dilakukan. Besarnya Rp 10 ribu setiap anggota. Uang tersebut tidak digunakan sepenuhnya untuk kegiatan arisan. Sebanyak Rp 5 ribu buat kas organisasi dan Rp 5 ribu buat konsumsi arisan. Setelah berjalan lancar dan memberikan manfaat, maka saat ini arisan bertambah menjadi Rp 50 ribu.

Satu blok gantangan dan 210 kerekan berdiri tegak di Lapangan

Rinciannya Rp 10 ribu buat kas dan Rp 40 ribu untuk konsumsi. Arisan dilakukan setiap minggu. Dari pertemuan lewat arisan itulah, sedikit demi sedikit organisasi sudah punya kas. Dan dari kegiatan itu pula banyak manfaat yang didapat. Komunikasi berjalan lancar, keakraban semakin tercipta dan hubungan baik menjadi sebuah kekuatan baru diantara kung mania dan pengurus.

Tidak heran jika setiap kali ada masalah, bisa langsung diselesaikan dengan mengedepankan musyawarah mufakat. “Meski saya sebagai Ketua, saya selalu mencari titik temu persoalan dengan mendengar masukan dari para anggota dan pengurus, saya ingin musyawarah menjadi jalan tengah untuk menyelesaikan masalah,” jelas R.Edi Suyanto.

Meski dirinya sadar bahwa masalah itu bisa langsung diputuskan tanpa melalui musyawarah, namun masukan anggota tetap menjadi prioritas. Cara ini dianggap sebagai salah satu jalan agar setiap anggota dan pengurus semakin dekat sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang semakin akrab dan penuh kekeluargaan.

R.Edy Suyanto sukses membangung hobi perkutut di Pengcam Kota

Laporan keuangan rutin dilakukan setiap kali ada acara pertemuan. “Saya ingin ada transparansi laporan keuangan, sehingga seluruh anggota mengetahui kas organisasi,” imbuhnya. R.Edi Suyanto juga berusaha untuk menjalankan roda organisasi dengan baik. Setiap bidang yang memiliki peranan, selalu dilibatkan.

Tidak ada dominasi peranan setiap pengurus, semua dilakukan secara merata berdasarkan pos masing-masing. Setiap bulan, Pengcam Kota mengadakan even dan setiap keuntungan dari even tersebut masuk kas organisasi. Uang kas itulah dibelikan kerekan. Jumlah kerekan yang awalnya hanya berjumlah 10 tiang besi dan bambu, saat ini Pengcam Kota sudah memiliki 210 kerekan dan 1 blok gantangan untuk hanging.

Kerekan dan gantangan tersebut tertancap di Lapangan Perkutut Melati Pangarangan Sumenep, yang merupakan lokasi milik Pengcam Kota. “Alhamdulillah, saat ini Pengcam Kota sudah memiliki kas sebesar Rp 6 juta,” kata R.Edi Suyanto lagi. Kas tersebut digunakan untuk perbaikan kerekan dan kebutuhan lain semisal ketika Pengcam Kota mengadakan acara, maka tidak perlu meminta sponsor karena mereka cukup menggunakan kas organisasi.

Lapangan Pengcam Kota di Pangarangan Sumenep

Diusia yang sudah menginjak 3 periode, Edi Suyanto sebenarnya ingin istirahat dan meneruskan kepemimpinan pada kader muda. Namun sampai saat ini, tidak ada bersedia untuk menggantikan posisinya. Bahkan seluruh anggota dan kung mania, sepakat untuk terus mempertahankan keberadaan Edi Suyanto sebagai ketua.

“Ada yang mengancam akan mundur dari pengurus dan merobohkan kerekan serta gantangan jika saya mundur dari Ketua, padahal saya ingin agar ada regenerasi yang nantinya akan membawa organisasi lebih baik. Saya ingin mundur namun tetap akan mendukung, tapi mereka tidak bersedia dan tetap mempertahankan posisi saya,” ungkap Edi Suyanto lagi.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.