Connect with us

Perkutut

Putra Maju Bird Farm Sidoarjo, Kembali Ramaikan Hobi Perkutut dengan Formasi Indukan Anyar Full Cristal

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tepat pada 19 Juni 2018, H.Kecek resmi kembali meneruskan Putra Maju Bird Farm miliknya setelah vakum selama 10 tahun. “Tidak terasa 10 tahun saya tidak lagi mengurusi ternak perkutut. Sejak saya tinggalkan pada tahun 2007 lalu Putra Maju Bird Farm nyaris tidak ada aktifitas,” terang H.Kecek mengawali obrolan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
H.Kecek pemilik Putra Maju Bird Farm Sidoarjo

Hobi perkutut yang sudah begitu menyatu, nampaknya sulit untuk selamanya ditinggalkan. Sejak menyatakan come back, seluruh isi kandang dinilai sudah tidak layak untuk dipertahankan. Beberapa penghuni kandang ternak yang masih tersisa, pelan-pelan disingkirkan dan diganti dengan materi baru dari Cristal Bird Farm Surabaya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

“Saya dapat materi indukan ring Cristal dari Yogi, setelah saya pantau, ternyata cocok, kemudian saya jadikan pengganti seluruh indukan kandang,” ungkapnya. Tidak butuh waktu lama bagi H.Kecek untuk mengutak-atik jodohan. Satu persatu indukan masuk menjadi penghuni kandang ternak Putra Maju.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Jazuli (tengah) datang jauh-jauh dari Pekalongan untuk berburu produk PM

Berkat pengalaman yang masih tersisa dipikirannya, H.Kecek berhasil menjadikan indukan tersebut sebagai pencetak burung kelas lomba. Karena yang pasti sejak indukan baru masuk kandang ternak, satu tahun kemudian, Andalas salah salah satu produk unggulannya berhasil menembus daftar kejuaraan.

Advertisement
Advertisement

Tak tanggung-tanggung, perolehan juara diraih dalam even Liga Perkutut Indonesia di Malang pada Kelas Dewasa Yunior. “Sebenarnya ada rekan yang bilang bahwa perkutut ternakan saya layak masuk Kelas Dewasa Senior, namun saya terlanjur mendaftar di Kelas Dewasa Yunior,” imbuhnya.

Mulai melatih dan memberikan perhatian fokus pada produk ternaknya

Adapun kandang yang dimaksud adalah Putra Maju K.14 yang dihuni indukan jantan Cristal C.2 (Palem 752 SK.111 x JMC 267 K.23) bersama indukan betina Cristal C.555 (MMC 25 A.3 x TL 664-50). Sebenarnya ada beberapa anakan dari kandang yang sama dengan kualitas yang tidak beda jauh.

Mengingat produk tersebut tidak pernah merasakan arena lomba, maka H.Kecek mengaku tidak berani mengatakan bahwa burung tersebut layak lomba dengan kualitas bagus. Namun setidaknya kemenangan ini seakan memberikan support untuk terus berkiprah melanjutkan hobi ternak yang sudah dilakoninya sejak tahun 2002 lalu.

Dukungan kung mania Sidoarjo semakin memberikan harapan

Kandang lain yang sudah terlihat menghasilkan anakan bagus adalah Putra Maju K.17 dengan penghuni indukan jantan Cristal A.18 (ABC 608 K.6 x MLT 2093 K.13). Indukan tersebut berpasangan dengan betina Cristal 170198 G.7 (Cristal 655 K.777 x Cristal 592 D.1).

Selain itu ada juga Putra Maju K.18 yang dihuni indukan jantan Cristal 1089 A.16 (MMC 645 N.2 x Cristal 614 A.19) berpasangan dengan betina Cristal 954 C.2 (Palem 752 SK.111 x JMC 267 K.23). H.Kecek mengaku setelah setahun menyatakan come back, Putra Maju berhasil mengembangkan indukan.

H.Kecek selalu tersenyum dalam menekuni hobi dan ternak perkutut

Kini, indukan yang menghuni sekitar 40 petak kandang, tidak lagi didominasi oleh ring Cristal. Indukan bergelang Putra Maju sudah mulai menjelma menjadi penghuni kandang ternak. Kandang yang masih menggunakan ring Cristal kini hanya tersisa sepuluh petak, yakni K. 11 sampai K.20.

Kandang Putra Maju Bird Farm Sidoarjo kini dihuni full indukan baru

Sedangkan kandang lainnya yakni K.1 sampai 10 dan K.21 sampai 40 dihuni oleh indukan sendiri. Soal hasil, H.Kecek mengaku yakin dan optimis namun masih tetap harus dibuktikan di lapangan. “Saya tidak berani mengatakan bahwa produk saya bagus, sebelum terbukti di lapangan,” katanya lagi.

Namun jika belajar dari pengalaman yang selama ini dirasakan, ada beberapa anakan yang saat ini masih terbilang muda, sudah mulai menunjukkan bakatnya sebagai calon burung lapangan. Produk yang dimaksud sudah menjalani masa latihan dan mendapatkan porsi perhatian yang lebih untuk memantau perkembangan dan memastikan kualitasnya.

Hadirkan tiang kerekan untuk melatih porduk kandang ternak

“Mudah-mudahan setelah kran lomba sudah resmi dibuka dan diperbolehkan, saya bisa mengorbitkan burung kelas lomba dengan prestasi yang tidak mengecewakan,” harap H.Kecek. Meski belum menyatakan terbuka untuk kung mania yang ingin mendapatkan produk kandang ternaknya, sudah ada beberapa pelomba yang mulai mendekat.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.