Connect with us

Ayam Bekisar

Pocong, Pamor, Kenes dan Mutiara Alif Menguasai Lomba Nasional Buras dan Bekisar Alib Cup 4 Surabaya

AGROBUR Tayang

:

Geliat hobi Ayam Buras dan Ayam Bekisar di Surabaya begitu terasa. Agenda rutin Alib Cup menjadi salah satu faktor yang memicu perkembangan luar biasa tersebut. H.Ali Badri Zaini selaku pencetus even Alib Cup mengatakan bahwa hobi tanpa kegiatan, maka saja saja dengan bohong.

H.Ali badri (kiri) bersama Acun Hadiwidjojo (tengah)

“Saya kira kalau hobi mau ramai, maka harus ada aksi dan tindakan, seperti latihan, latber sampai lomba, sehingga hal ini memicu masyarakat untuk ikut serta,” tegas H.Ali Badri. Pemikiran inilah yang berusaha diwujudkan dengan satu tujuan, hobi tersebut bisa eksis dan memiliki pengikut yang besar.

H.Ali Badri (kanan) bersama H.Asid Bangkalan (kiri)

Alib Cup sendiri sudah tergelar sebanyak empat kali. Untuk gelaran yang ketiga ini dilaksanakan pada Minggu, 11 Oktober 2020 di lokasi yang sama yakni lapangan Alib Bird Farm, jalan Bendul Merisi Besar Surabaya. Di even yang ketiga kalinya ini, panitia kedatangan undangan khusus yakni Acun Hadiwidjojo Ndalem Notoprajan Yogyakarta.

Pocong menguasai kelas Ayam Buras di urutan pertama

“Saya sengaja mengundang Pak Acun Yogyakarta untuk hadir di acara Alib Cup 3 Surabaya dan Alhamdulillah ternyata yang bersangkutan bersedia hadir,” ungkap H.Ali Badri. Acun Hadiwidjojo sendiri mengaku hadir karena undangan khusus dari tokoh bekisar tanah air.

Peserta yang sukses meraih juara di Kelas Ayam Buras

“Saya diundang secara khusus oleh H.Ali Badri, sebenarnya saya diundang beberapa kali namun berhalangan hadir, nah sekarang ada waktu kosong, makanya saya datang memenuhi undangan tersebut,” jelas Ketua Kemari Pusat. Hadir pula tokoh bekisar Bangkalan Madura yakni H.Asid.

pamor orbitan Tejo Surabaya naik podium pertama Kelas Utama
Peserta yang berhasil meraih jaura Utama Ayam bekisar

“Saya hadir karena saya adalah penghobi Ayam Bekisar dan Ayam Buras. Jadi ketika ada lomba, jika siap dan ada waktu saya pasti hadir,” jelas tokoh yang pernah membesarkan organisasi hobi ayam bekisar bernama Pembesar. Hadir pula para mania bekisar dan buras. Mereka berkumpul jadi satu dan saling melengkapi dan mendukung.

Kenes bekisar andalan Tejo Surabaya unggul di Kelas Madya

Acara lomba berlangsung meriah dan penuh guyub dan keakraban. Begitu juga dengan acara penjurian berlangsung tanpa ada kendala. Setelah melalui penjurian yang cukup ketat dan seru, akhirnya di Kelas Ayam Buras, juara pertama diraih oleh Pocong orbitan Acun Hadiwidjojo Yogyakarta.

Peserta yang sukses menembus juara di Kelas Madya Ayam Bekisar

Diikuti kemudian oleh Sumber Bejo andalan H.Asid Bangkalan diurutan kedua dan tempat ketiga berhasil ditempati Kacong Melas milik Nasir Surabaya. Di Kelas Ayam Bekisar, untuk Kelas Utama, juara pertama dimiliki oleh Pamor orbitan Tedjo Surabaya, diikuti oleh Sanyonara andalan Lanyala SF Bangkalan.

Mutiara Alif andalan H.Ali Badri juara pertama Pratama

Tempat ketiga menjadi milik Anak Muda Witsu Bangkalan.Untuk Kelas Madya, Kenesorbitan Tejo Surabaya berhasil menjadi yang terdepan, menyusul kemudian Kaisar andalan Lanyala SF Bangkalan di tempat kedua dan posisi ketiga ada Anjani Bangkalan. untuk Kelas Pratama, juara pertama diraih Mutiara Alif orbitan H.Ali Badri Zaini Surabaya.

Juara di kelas Ayam Bekisar Kelas Pratama

Juara kedua ada Magdalena andalan Amir Bangkalan dan juara ketiga Dobrak milik Dobrak Bangkalan. Diakhir acara, H.Ali Badri menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan yang diberikan peserta dan juga meminta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama penyelenggaraan acara.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ayam Bekisar

Paguyuban Sartika Bangkalan Mulai Bergerak, Agenda Awal Latihan Ayam Bekisar, Pesertanya Membludak

Published

on

Tidak menunggu waktu lama, Paguyuban Sartika Tonjung Burneh Bangkalan, langsung melakukan aksi nyata. Latihan ayam bekisar menjadi agenda perdana sejak paguyuban ini dinyatakan resmi dilaunching. KH.Farouq Alkomy, selaku Pembina mengaku tidak ingin berlama-lama untuk segera melakukan kegiatan.

Paguyuban Sartika Bangkalan mulai bergerak lewat latihan bersama

“Paguyuban ini sudah banyak yang menunggu, makanya saya tidak mau berlama-lama untuk menyusun kegiatan. Yang penting aksi dulu agar mereka para anggota merasa bahwa ada kesungguhan kami untuk menampung mereka dalam paguyuban, semakin cepat maka itulah harapan kami,” terang KH.Farouq Alkomy.

Menempati lokasi disekitar Pondok Pesantresn Darul Mustofa Tonjung Burneh Bangkalan, agenda latihan ayam bekisar ternyata mendapatkan respon begitu luar biasa. sekitar 30 kerekan yang tersedia, nyaris tidak mampu menampung serbuan peserta yang ingin menikmati suasana latihan perdana.

Peserta latihan Paguyuban Sartika dari Bangkalan dan Surabaya

“Terus terang sebenarnya tiang kerekan belum kami pasang semua, pasalnya kami baru memulai dan tidak cukup banyak waktu bagi kami untuk mempersiapkan lokasi latihan, sehingga perkiraan hanya beberapa orang saja yang latihan, namun ternyata antusias rekan-rekan melebihi ekspektasi kami,” jelas pimpinan Pondok Pesantren Darul Mustofa.

Mereka yang hadir daam acara tersebut selain dari Bangkalan, ternyata dari Surabaya dan beberapa kota disekitar Bangkalan. Ipunk salah satu yang hadir di lokasi latihan mengaku hanya sekedar mendukung agar hobi di Bangkalan semakin semarak. “Saya hanya sekedar mendukung biar rekan-rekan semangat dan Bangkalan makin ramai,” terang mania ayam bekisar.

Suasana latihan perdana ternyata ramai dan diserbu penghobi

Faiz, salah satu peserta asal Surabaya mengaku bahwa dirinya hadir sebagai wujud dukungan dan keinginan untuk bisa menjalin silaturrami. “Yang namanya hobi, kapan dan dimanapun selama saya bisa da nada waktu, saya pasti hadir, apalagi bisa ketemu sama rekan-rekan seperjuangan, rasanya nikmat,” kata Faiz.

Jumlah peserta sebenarnya bisa bertambah, karena ada beberapa dari mereka yang tidak bisa menghadiri dengan alasan ada kepentingan lain dan ada pula yang mengaku tidak tahu kalau Sabtu 17 Oktober 2020 ada kegiatan latihan di Lapangan Sartika Tonjung Burneh Bangkalan. KH.Faruoq Alkomy sendiri memaklumi kondisi demikian.

Tiang kerekan nyaris penuh dipakai oleh peserta latihan

“Saya bersyukur karena latihan ada yang menghadiri, saya juga paham karena masing-masing memiliki tugas dan tanggungjawab sehingga tidak selamanya bisa ikut bersama kami, yang terpenting, kami mohon dukungan agar Bangkalan bisa lebih semarak dan kami semua selalu kompak dan solid,” harapnya.

Lanjutkan Membaca

Ayam Bekisar

Paguyuban Sartika Bangkalan, Akomodasi Semua Penghobi Anggungan, Bangkitkan Semangat Pemula

Published

on

Sebagai tokoh agama di Kelurahan Tonjung Kecamatan Burneh Bangkalan, H.Farouq Alkomy, sering kali berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Rutinitas inilah yang menjadi salah satu sarana untuk bisa selalu dekat dan ikut merasakan apa yang telah terjadi disekitar tempat tinggalnya.

H.Farouq Alkomy (kiri) munculkan Paguyuban Sartika

Dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya, H.Farouq Alkomy mendapatkan informasi yang sempat mengusik pikirannya. “Beberapa kali saya berkomunikasi dengan warga sekitar dan kebetulan mereka adalah penghobi, ternyata mereka tidak bisa menyalurkan hobinya. Mereka ingin adan wadah agar hobinya tersalurkan,” terang pimpinan Pondok Pesantren Darul Mustofa Tonjung Burneh Bangkalan.

Warga yang kebetulan “sambat” padanya adalah para penghobi murni dari beberapa jenia anggungan yakni ayam bekisar, puter pelung, ayam buras, derkuku Kelantan dan perkutut yang hanya bisa memiliki tapi tidak bisa menyalurkan karena mereka adalah pemula yang tak mampu melakukan apa-apa selain hanya diam.

H.Farouq Alkomy wadahi semua penghobi anggungan

Apalagi jika harus menyalurkan hobinya ke tempat lain, ada perasaan minder. “Masyarakat disini rata-rata adalah penghobi pemula. Kualitas anggungan yang mereka miliki juga jauh dari bagus, namun semangat mereka yang tidak kalah hebatnya dari yang lain,” terang mantan anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dua periode dari partai Hanura.

Dari obrolan itulah H.Farouq langsung tergerak hatinya bisa merealisasikan keinginan mereka. Setelah melakukam koordinasi dengan rekan-rekan dekatnya, akhirnya tercetus ide untuk membentuk wadah dan terbentuklah Paguyuban Sartika. Wadah ini nantinya akan menampung seluruh penghobi yang ada di wilayah tersebut.

Bersama Achmad Faisol siap bangkitkan penghobi pemula

Paguyuban ini murni wadah hobi dan tidak memiliki tujuan lain. Program jangka pendek adalah mengadakan latihan sekaligus menanamkan pemahaman pada mereka terhadap hobi yang ditekuninya. Sabtu menjadi jadwal latihan. Agar satu sama lain tidak saling berbenturan, maka jadwal atau agenda latihan akan diatur sedemikian rupa.

Semisal Sabtu pertama adalah latihan ayam bekisar, Sabtu kedua burung perkutut, Sabtu ketiga ayam buras dan seterusnya. Sedangkan untuk burung puter pelung akan digelar Jumat malam Sabtu. Karena latihan tersebut dikhususkan untuk kalangan sendiri, diharapkan mereka bisa menanamkan semangat untuk tidak merasa minder.

Berbagai penghobi anggungan siap difasilitasi oleh H.Farouq Alkomy

Karena selama ini, ada perasaan minder bagi mereka karena merasa sebagai penghobi pemula yang tidak memiliki kualitas anggungan seperti milik penghobi yang sudah senior. Mereka tidak akan mungkin bisa berkembang tanpa adanya bantuan dan upaya untuk memberikan semangat.

“Saya berharap dengan kegiatan tersebut, rasa minder mereka akan hilang dan pemahaman tentang anggungan pelan namun pasti bisa segera mengalami peningkatan,” harap H.Farouq. Ada perasaan malu dan minder yang dialami mereka ketika harus keluar mengikuti kegiatan lain.

Pondok Pesantren Darul Mustofa siap dukung penuh langkah H.Farouq

Makanya dengan wadah ini setidaknya bisa membentuk mental berani mereka sehingga bisa lebih yakin dan percaya diri untuk tampil di luar. Saat ini ada sekitar 50 anggota dari beberapa penghobi yang sudah masuk daftar. Sedangkan untuk posisi mereka, H.Farouq mengaku netral dan tidak akan memihak pada siapapun.

Lanjutkan Membaca

Ayam Bekisar

H.Ali Badri Zaini Borong Podium Pertama Latber Akbar Nasional Bekisar & Buras Alib Cup 3 Surabaya

Published

on

Latber Akbar Nasional Bekisar & Buras Alib Cup 3 Surabaya, Minggu 27 September 2020 yang menempati lokasi di Lapangan Alib Bird Farm Jalan Bendul Merisi Besar Surabaya, benar-benar dikuasai oleh orbitan H.Ali Badri Zaini Surabaya. Empat kelas yang dibuka, yakni Kelas Utama, Madya, Pratama dan Buras, hanya 1 kelas yaitu Madya, yang lolos tanpa mahkota.

H.Ali Badri Zaini Surabaya naik podium pertama Kelas Utama

Kelas lainnya, podium pertama berhasil diborong H.Ali Badri Zaini. “Alhamdulillah hari ini saya bisa berlomba dengan hasil memuaskan. Seluruh juara pertama berhasil saya dapat, hanya Kelas Madya yang tidak saya peroleh karena di kelas ini saya memang tidak menurunkan ayam bekisar,” terang H.Ali Badri Zaini.

Peserta yang berprestasi di Kelas Utama Ayam Bekisar

Hasil ini tentu menjadi jalan awal come backnya sang tokoh yang pernah berkuasa di hobi bekisar lewat ayam legendaris bernama Sultan. Artinya bahwa kemenangan ini bukanlah untuk pertama kalinya, karena sebelumnya rekor juara selalu berhasil diraih dengan mudah tanpa perlawanan.

H.Yek Bangkalan kuasai podium pertama Kelas Madya

Yang mungkin menjadi perhatian adalah kehadirannya dalam menurunkan ayam buras dan langsung berkuasa di podium paling atas sebagai juara pertama. Dalam sambutannya tokoh besar satu ini mengatakan punya alasan kuat mengapa saat ini lagi gandrung untuk menekuni hobi ayam buras.

Peserta yang berprestasi di Kelas Madya Ayam Bekisar

“Saya akan terus menggalakkan ayam buras karena ayam buras dari hasil persilangan antar ras dan hasilnya menunjukkan produk dengan kualitas suara yang indah, merdu serta tampil gagah,” jelas H.Ali Badri. Bahkan ada alasan lain yang membuatnya begitu antuasias untuk menjadikan ayam buras sebagai bagian dari hobi ayam bekisar.

Santun orbitan H.Ali Badri Zaini Surabaya raih juara pertama Pratama

“Ayam besar dengan bunyi yang merdu, kelebihan lagi apabila jam 02.00 pagi, biasanya membangunkan orang dari tidur untuk sholat tahajjud dan subuh, maka saya benar-benar tertarik untuk membesarkan hobi yang satu ini selain ayam bekisar,” ungkapnya. Kondisi inilah yang membuat H.Ali Badri Zaini siap menyemarakkan hobi tersebut.

Peserta yang berprestasi di Kelas Pratama Ayam Bekisar

Ditambahkan bahwa mulai minggu depan akan menggalakan latihan ayam buras selain ayam bekisar di Lapangan Alib Bird Farm di Jalan Bendul Merisi Besar nomor 49 Surabaya. Untuk itulah diharapkan, bagi yang ingin melatih ayam buras dan ayam bekisar miliknya, silahkan untuk hadir di lapangan tersebut, tepatnya sabtu pagi.

Peserta yang berprestasi di Kelas Ayam Buras

            Sementara itu, dalam kegiatan tersebut turun juri-juri yang sudah memiliki reputasi sebagai juri nasional. Mereka adalah Parman Sumenep, Imam Sugiarto Sampang, Safi’i Bangkalan, Mambo Surabaya, Frasn Magelang dan Yanto juga dari Magelang, ditambah Didik Surabaya yang bertugas menjadi koordinator.

            Hadir dalam acara tersebut, tidak hanya peserta dari Surabaya, tetapi juga dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Trenggalek. Kehadiran mereka tentunya menjadi keseruan perebutan posisi kejuaraan di masing-masing kelas yang dilombakan.

Formasi juri yang bertugas di Latber Akbar Nasional Bekisar & Buras

Selama proses acara berlangsung, protokol kesehatan juga menjadi perhatian panitia. Cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak selalu diserukan oleh panitia untuk peserta, sehingga kegiatan ini tidak sampai menjadi even yang membahayakan bagi peserta lainnya.

Lanjutkan Membaca