Connect with us

Profil

Pion Sanur dan Yulia Bareng-bareng Panaskan Latber Jumat Pondok Indah

AGROBUR Tayang

:

Tut De Ariana
Tut De Ariana
Advertisements
Tika Bird Food Madura

LATBER Jumat Pondok Indah bersama PBI benar-benar membius kicau mania khususnya yang ingin memanaskan gacoannya menjelang lomba Minggu atau sekedar mencari setingan. Seperti yang dilakoni Tut De Ariana, pentolan Jalak Bali Team yang ikut hadir meramaikan Latber Jumat Pondok Indah, (9/10) di Gantangan Pondok Indah Denpasar.

Advertisements

Dengan membawa dua gaco yakni cucak ijo Pion Sanur dan kacer Yulia, Tut De Ariana yang tinggal di Sanur Bali ini bisa membawa pulang tiga piala. Pion Sanur yang diturunkan di dua kelas cucak ijo sukses memetik hasil sempurna di sesi cucak ijo A dan nyaris nyeri setelah diturunkan di kelas cucak ijo B, pion Sanur kalah toust dan harus berada di posisi runner up.

Pion Sanur sengaja diturunkan di ajang latihan untuk mengembalikan kebugaran tubuhnya setelah pekan kemarin tidak bisa ke lapangan karena hujan sementara burung dalam kondisi perfoma. Sontak kehadiran Pion Sanur bikin panas persaingan. ‘’Bersyukur di sini ada kelas ijo dan kacer sehingga bisa bawa dua burung yang sempat bakal diturunkan Minggu kemarin,’’ ujar Tut De Ariana.

Pion Sanur dan Yulia milik Tut De Ariana bawa pulang tiga trofi.

Pion Sanur tampil mendominasi koncer A, tidak terlepas dari permainnan rolingannya yang mampu menampilkan beberapa lagu dengan tonjolan-tonjolan panjang. Dengan gerak sayap tipis-tipis, Pion Sanur semakin ciamik dilihat dan juga didengar lagu-lagu yang dibawakannya.

Sementara Yulia yang diturunkan di kelas kacer dengan jumlah peserta yang ramai sempat tertinggal di sesi pertama walau full kerja. Namun di laga kedua Yulia berhasil melaju dengan bertengger di posisi runner up. ‘’Syukurlah Yulia masih bisa bawa pulang trofi,’’ kata Tut De Ariana yang tak menduga peserta kacer begitu membludak, lebih ramai dari lomba sungguhan. (gde)

Baca Juga  SADA BF Padang Tegal Ubud, Diam-diam Kembangkan Trah Cristal DDD

Profil

Ujang Baso SF Cicurug Sukabumi: Gagal Meminang Murai Batu MS, Akhirnya Memilih Fernando dan Anakan Hummer

Published

on

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Persaingan kelas murai batu diblok barat semakin kompetitif. Tidak hanya para pemilik burung jawara lawas yang tetap eksis, para pendatang baru alias new comer pun banyak  bermunculan dan tampil saling unjuk kekuatan dengan amunisi-amunisi burung unggulannya. Siapa saja diantaranya?

Advertisements

Ujang Baso SF salah satunya. Meskipun terbilang kicaumania anyar pria pengusaha kuliner baso dari Cicurug Sukabumi ini tak mau nanggung untuk turut dalam  persaingan dikelas murai batu.  Burung-burung top papan atas juga jadi bidikannya. Salah satu diantaranya murai batu Murai Sakti atau dikenal MS koleksi mendiang almarhum H Sukarto,  juga kicau mania dari Cicurug.

Ketika itu negosiasi penawaran MS sudah diajukan Ujang pada keluarga almahum, sayangnya nilai mahar yang diajukan sebesar Rp 300 juta belum disepakati pihak pemilik.  Akhirnya, pilihan Ujang jatuh pada gaco milik H Sukarto lainnya, yang juga tak kalah kualitasnya, yakni Fernando.

Tidak cukup hanya itu, Ujang juga mentake-over anakan Hummer koleksi H Sukarto lainnya. Kini kedua burung sudah diboyongnya. Hasilnya, Fernando moncer diurutan 3 besar dieven Champion Cup 1 Radjawali Indonesia di Samsat BSD Tangerang, Minggu (25/10) lalu.

Selain Fernando dia juga memboong anakan Hummer dari H Sukarto. Sementara anakan Hummer tersebut juga sudah moncer ditangan Ujang. Hummer tak lain burung murai batu legendaris saat ditangan Hery TSI yang sudah sejak lama diternak oleh H Sukarto. Yang pasti, Ujang akan terus hunting burung-burung unggulan sebagai pelengkap amunisinya di Baso SF Cicurug Sukabumi. Agrobur

Baca Juga  Road To Anniversary GP2S 4th , Choky-Choky dan Aspal Terbaik, Kelas Suka-suka Hadiah ‘Gila’
Lanjutkan Membaca

Profil

Murai Batu Bintang Milik Mr Indra Joker SF, Bintangnya Kelas Murai Batu Ring 36G BOB Bolali #1 Klaten

Published

on

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Gelaran Bolali #1 yang dihelat di Gantangan Pradana Bolali Wonosari Klaten pada hari Minggu 25 Oktober 2020 kemarin benar benar sukses menjadi ajang unjuk prestasi bagi Bintang gaco pendatang baru milik Mr Indra asal Surabaya sang punggawa Joker SF.

Advertisements
Sengit Kelas Murai Batu 36G

Tampil memukau saat berlaga dikelas Murai Batu Ring 36G BOB, Bintang tampak sukses mencuri perhatian para juri yang bertugas, tampil ngotot dengan gaya sujud sujud saat membawakan lagu trecetan burung burung kecil macam Kenari, Gereja dan juga Srindit gaco inipun tampak mendominasi jalannya lomba, Jeda sasaat Bintangpun kembali melontarkan tembakan Cililin yang dibawakan dengan volume tembus hingga bibir lapangan. Tak ayal para juripun sepakat menobatkannya sebagai penguasa lapangan dan juaranya kelas Murai Batu Ring 36G BOB.

Bintang Juara 1 Kelas Murai Batu Ring 36G BOB

Wajah Mr Indra yang semula tegang langsung berubah menjadi sumringah tatkala gaco andalannya berhasil dinobatkan sebagai penghuni podium juara 1, mengingat persaingan untuk merebut posisi juara sangatlah berat ditambah lagi dengan materi yang nyaris seimbang antar para gaco yang turun pada gelaran kali ini, menurut Mr Indra sang empunya, Bintang merupakan gaco yang sangat mudah perawatannya karena ini merupakan burung fighter dan akan langsung bereaksi ketika melihat lawan selain itu para goco andalannya yang datang kesinipun juga menggunakan rawatan harian dengan ditambah 1 ekor jangkrik jika akan naik ungkapnya.

Billabong Runner Up Kelas Murai Batu 36G Kharisma

Hari Minggu kemarin Mr Indra tak hanya sukses menghantarkan Bintang, tapi juga berhasil mengorbitkan Billabong salah satu gaconya yang yang juga berhasil tampil apik dan sukses menempati podium runner up saat berlaga dikelas Murai Batu Ring 36G Kharisma dan bersaing sengit dengan Joyoboyo salah satu gaco andalan milik Ww Angga yang menempati podium juara 1.

Baca Juga  Turun Perdana di Piyik Yunior, Badai Gurun Sabet Podium Utama di NPD Cup V Probolinggo

Menurut Mr Indra kehadirannya ke Bolali #1 sebenarnya tanpa persiapan dan juga tanpa target yang muluk muluk, yang terpenting bagi saya bisa hadir dan juga menjalin tali silaturahmi, jadi biarlah para gaconya yang bekerja ungkapnya saat ditemui di paddocknya digelaran Bolali #1 pada hari Minggu kemarin.

Lanjutkan Membaca

Profil

Cucak Hijau Liverpool, Jawara Mapan Dari Pantura Prestasinya Semakin Mengkilap Di Jakarta

Published

on

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Mr Ferry Kurniawan Ratna BF BSD Tangerang makin eksis saja sejak memiliki cucak hijau Liverpool. Pasalnya, prestasi burung tersebut semakin mengkilap sejak ditangannya. Prestasi gemilangnya ditampilkannya dieven Champion Cup 1 Radjawali Indonesia di Samsat BSD Tangerang, Minggu (25/10) lalu. Sebelumnya, sang gaco ini merupakan burung jawara  mapan di kawasan Pantura Berikut ini profilnya.

Advertisements

Jika merunut kebelakang, jejak keberadaan cucak hijau Liverpool tak lain burung lawas yang selalu prestasi di Tegal khususnya Pantura Jawa Tengah dan sekitarnya.  Ketika itu, burung tersebut masih menjadi koleksi mendiang sang ayah. Pada tahun 2016 silam ayah Mr Ferry membeli burung ini dalam sebuah gelaran akbar PBI di Semarang. “Waktu itu turun tiga sesi, juara 1,” kenangnya.

Cucak Hijau Liverpol

Sejak itu ditangan ayahnya yang juga dikenal sebagai pemain burung perkutut dan kicauan kawakan, burung ini merajai diwilayah Pantura selain cucak hijau ketika itu juga ada kacer Misteri Bahari yang juga sama-sama prestasi. Namun ditahun 2017 karena kondisi kesehatan sang ayah yang berdomisili di Tegal Jawa Tengah vakum total main burung ke lapangan selama 3 tahun. 

Di  bulan Juni 2020 sang ayah berpulang, tiga bulan sebelum wafat berwasiat kepadanya  untuk membawa burung-burung koleksinya diboyong Mr Fery ke kediamannya di kawasan Villa Melati Mas BSD Tangerang. Beberapa diantaranya 1 ekor  cucak hijau (Liverpool),  2 ekor murai batu dan 1 ekor pentet.

Hobi yang diwarisi sang ayah sejak  dia masih kecil membuatnya cukup menguasai perawatan burung. Dia mencoba memoles ulang burung tersebut, khususnya cucak hijau. Karena sudah 3  tahun burung itu tidak dilombakan membuatnya harus lebih ekstra dalam merawat dan mengkondisikan burung agar kembali ke kondisi top formnya seperti halnya saat di Tegal.

Baca Juga  Anniversary GP2S 4th Tembus 535 Peserta, Lilo, Kimura, Lembayung, Black Tiger dan Ultimatum Terbaik

Hasilnya, tidak sia-sia sejumlah prestasi sudah diraihnya hingga saat ini. Dimulai dieven Djitu Enterprise BnR Tangerang masuk dijuara  3 besar. Prestasinya kembali berlanjut keeven Piala BMW di Samsat BSD Tangerang juga masuk diurutan 3. Kemudian, burung kembali diturunkan di Piala HUT Tangsel, masuk diposisi 2 alias runner-up. Puncaknya, digelaran Champion Cup 1 Radjawali Indonesia lalu, Liverpool sukses menembus juara 1, 3 dan 3.

Sejatinya, selain Liverpool masih ada cucak hijau simpanan Mr Ferry lainnya yakni Reborn. Burung ini juga tak kalah istimewa kualitasnya. Prestasinya juga sudah berderet, salah satunya moncer diurutan pertama dieven Joki Cilik Tristan Cup BnR di Pondok Cabe Tangerang pekan lalu.

Yang jelas, dengan duo andalan cucak hijaunya semakin memantapkannya eksis dicucak hijau papan atas blok barat, khususnya di Jabodetabek dan sekitarnya. Dia juga tidak hanya sebagai pemain cucak hijau, sejumlah burung murai batu koleksinya yang sudah prestasi sudah berhasil diternakannya. Agrobur

Lanjutkan Membaca