Connect with us

Profil

Piala Raja ke 20 Yogyakarta: Sien Rony, The Legend dari Blok Timur Yang Sukses Memboyong Tropy Juara SF

KONBUR Tayang

:

Sien Rony The Legend Blok Timur
SIEN RONY (TENGAH). Kicaumania sejati lintas generasi

Sien Rony, nama besar kicaumania sejati dari Surabaya ini memang sangat melegenda dikalangan dunia perburungan tanah air. Bahkan sebagai pemain burung nasional, Sien Rony boleh dibilang kicaumania lintas generasi dari jaman old ke sampai now tetap eksis.

Pasalnya, sebelum dunia perburungan ramai seperti sekarang ini dan saat itu hanya ada satu Event Organiser (EO) bernama Pelestari Burung Indonesia (PBI). Dari jamannya Hugeng, Herry IP (Mahabarata BC), Dr.Bambang, Hartoyo dan Apau (Dewa Ruci BC), Acun Owen Jakarta.

Lalu era Rusli, Bang Boy, Kiki Hoki Bandung, Kim Pen pemain anis merah Tasik. Kemudian Roy Akas Probolinggo, Andre Galery BC Jember, Robert Hendro Bondowoso. Sien Rony sudah malang melintang, turun bersama jago-jago andalannya diberbagai gelaran lomba yang digelar oleh PBI.

Sien Rony The Legend Blok Timur
REBUT JUARA SF. Tim Sien Rony, saat menerima tropy dari Ketua PBI Pusat

Dan jago-jago yang diturunkan saat itu bukan sekedar untuk meramaikan event saja. Namun, gao-gaco milik Sien Rony betul-betul jadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya. Karena ketangguhan gaconya yang sulit untuk ditumbangkan.

Ada beberapa nama jago andalannya yang jadi legenda, karena sering menuai prestasi gemilang di arena lomba. Seperti di anis merah ada nama Meteor, Raja dan Zamorano. Bahkan nama Zamorano sampai saat ini belum tergantikan dan burung inilah yang paling disenangi oleh Sien Rony.

Lalu ada nama Zamrud (cucak hijau), ada Reinkarnasi (kacer), ada Rudal (kenari). Kemudian di hwa mey ada nama Anoman dan Buldozer, dua jago ini juga jadi kesayangan Sien Rony saat itu. Karena selain gaya tarungnya seperti burung poksay, keduanya juga sering merebut tropy juara.

Di tledekan ada nama Killer, Pesona, Mayang dan Gajah yang prestasinya juga tak perlu diragukan lagi. Namun dari beberapa jago tersebut, nama Killer juga burung yang paling disayang. Karena saat itu, Killer betul-betul susah untuk mencari lawan yang sepadan.

Dari jaman itu sampai generasi sekarang, Sien Rony bukan saja tetap eksis turun di event-event besar. Namun, jago-jago yang jadi andalannya saat ini juga cukup tangguh. Terbukti, nama Sien Rony sering tercatat di daftar kejuaraan lomba-lomba bergengsi.

Bahkan prestasi emas mampu dicetak pada hari Minggu (8/9) kemarin, di Piala Raja ke 20 Yogyakarta. Beberapa jago tangguh Sien Rony, berhasil mendominasi tropy juara. Seperti di kelas bergengsi cucak hijau, New Rimba Sakti, Pemburu Racing dan Monster mampu berhasil merebut total 6 tropy juara 1 dan 2 tropy juara 3.

Lalu di kelas murai batu, Pesona 56 sukses merebut 2 tropy juara 1. Dan kelas cendet, Sangkakala yang memang punya materi lagu mewah kombinasi roll tembak dengan speed rapat, mampu menggaet 2 tropy juara 1 serta sekali juara 2 dan juara 3. Di kelas kenari, duet Cinta dan Granat juga sama-sama berhasil merebut juara 1.

Tropy juara1, juga berhasil diboyong Killer (tledekan) dan di kelas campuran import ekcotic, sedangan Rollet (kacer) masuk juara 2. Namun dominasi tropy juara 1 terbanyak berhasil digaet di kelas love bird. Untun yang saat tampil dengan performa terbaiknya, mampu mencuri 6 tropy juara 1. Dan Marco serta Marsha yang juga berhasil menyumbang juara 1.

Dengan berhasil mengumpulkan total poin tertinggi, Sien Rony “The Lagend” dari Blok Timur, sukses memboyong tropy terbaik sebagai juara umum Single Fighter (SF). “Terima kasih kepada semua teman-teman yang sudah mendukung serta semua kru saya yang sudah bekerja kompak dan all out untuk merebut kemenangan. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut di event-event berikutnya,” tutur Sien Rony yang selalu tampil low profile.  *tim agrobur .

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.